_.8„—
ra‘iat djadjahan Nederland menoendjoekkan ichlas hati pada keramian jang diperboeat oleh djoengdjoengan kami, poen saja
tida bantahi, kalau bangsa saja toeroet bersoeka—raja diwak— ’
toe pesta itoe.Tjoema jang mendjadi keberatan dihati saja dan dihati beberapa bangsa saja apa perloenja Boemi Peete- ra mengoeroen Wang boeat soeatoe pesta. jang tida kena me—
vngena pada keadaänja‚ jang semata-mata dimoeliakan oleh
Nederland sadja. Àpakah nanti hasilnja pesta jang kami toe- roet lmembangoenkan itoe bagi kami?
Sama sekali ta'adal Paling banjak tjoema peringetan bagi ka— mi, bahwa „kami bangsa terperìntah, sedang Nederland tida ada ingetan boeat lepaskan koengkoengan itoe", selama toean Idenburg mendjadi’ Gouverneur Generaal ditanah Hindia. Djoega hasil pesta itoe tjoema peringetan bagi kami, bahwa manoesia itoe wadjib djoega memoeliakan hari, diwaktoe ia terlapas dari tindisan orang lain.
Maka setoedjoelah saja dengen maksoed beberapa orang, bangsa saja dikota ini, sebegimana soedah didadarkan disoerat
'kabar Kaoem Moeda dan De Expres, dimana diseboetkan,
bahwa disiní telah didirikan satoe Comité dari Boemi Poe— tera jang hendak mengoeroes tjara begimana kami toeroet meramikan pesta jang akan datang, Pada hari jang bererti itoe Comité jang terseboet hendak mengirim kabar kawat pada Sri Baginda Radja, oetjapan selamat. sekalian bermoe-
hoen, dengen sangat soepaja ditjaboet fasal III R. R. dan
soepaja lekas didirikan Indisch Parlement.
Baiklah djangan saja perkatakan begimana kedjadiannjaini permoehdenan, apalagi permoehoenan ‘nomor doea. tjoema erti permoehoenan itoe sahadja soedah besar bagí kami se-
’ kalian. Boekankah permoehoenan sedemikian ada mengam
doeng protest, fasal kami dihalangi mengadakan koempoelan jang membitjarakan politiek.
Soeatoe bangsa sebagai Nederland jang sangat gemar akan ‘kemerdíkaän, dan dewasa ini hendak merajakan kemerdikaäm nja, tentoe akan mengendahkanpermoehoenan sebagai ini,
Fasal permoehoenan Parlement Hindia, =itoelah ada {n84
„.9‚_‚
ngandoeng soeatoe keinginan, biar dapat soeara didalam ma— djelis. Besar djasanja bagi kami‘ boeat dapat soeara didalam pergaoelan bangsa jang memerintah kamijapalagisetelah kami
_ moelai sedar dari pada tidoer jang njenjak. Àpabila ditilik
keadaän anak Hindia djaman ini, tjara begímana ia bangoen dari tidoernja, maka haroes djoega dipikir, jang ra‘iat ini pada soeatoe masa tentoe bisa sarendeng dan achirnja meliwati djoengdjoengannja. Apa djadinja kelak, kalau empat poeloeh Vmillioen ra‘iat jang bergerak hendak mengobah nasib- nja, minta kebenaran dengan keras pada seratoes toean toean jang doedoek dí madjelis Tweede Kamer, jang diseboetkan Wakil Raïat dan berkoeasa mehitam—memoetihkan keadaä tanah Hindia? l
VÀpa nanti kebenaran itoe baharoe diberi, kalau arang jang panas itoe sekoetika menjala mendjadi api besar jang berbahaja? . . ‘
Kalau ditilik keadaän sekarang, dimana Pamerentah Tinggi dengan setengalysetengah hati baharoe memikirkan satoe perkoempoelan Wakíl Djadjahan jang tentoe akan dipílihdari orang—orang jang dísoekai oleh pemerintah sadja (Koloniale Vertegenwoordiging), djadi boleh dioempamakan dengan
keadaän Gemeenteraad. maka djabatan Comité jang terseboeti
diatas‚ jang beroesaha mínta Parlement Hindia, sangatlah berat dan pentingnja. l
Roepanja Comité dengan sengadja memilih haríjang moelía itoe boeat menjampaikan permintatän jang demikian pentingnja
‚ kebawah tapakan Sri Baginda Radja. , . . . . . . . pada hari jang i
dimoeliakan orang Belanda, diwaktoe ia mengingatkan ge— nap seratoes tahoen lepas dari tindisan orang lainl Kalau dipíkir diamatwamati keadaan ini, benar soenggoeh taksiran saja diatas‚ bahwa banjak bahaja dari pada faedah bagiNe— derland pesta sematjam ini diadakan di Hindía. Permintaän Comité itoelah satoe boekti jarig pertama, bahwa hatiBoemi Poetera ada koerang senang‚ sedangypermintaän jang seberat itoe boleh díoempamakan soeatoe protest djoega. Comité meminta perobahan nasib empat poeloeh millioen raïat jang
‚lagi dalam koengkoengan Nederland, pada hari Nederland itoe besoekarajal Boekankah besar ertinja jang demikian?