SIGNATUUR MICROVORM BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: • • MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER: IMM69C-l (b \1 'S KIT LVlRoyal Netherlands Institu te of Southeast Asian and Ca ribbean Studies SHELF NUMBER MICROFORM: Tl ga se..ngb l l buah !:ang, pada waktu itu ibukota c1~ra pada abala Cbouw (Tjhiu Tlauw) .d a n mcndjabat pengurl;lJ darapada perpustakaan kera dJ~an. Kemudian peke rdjaan ~ I U diti ngqa lkan dan ia men gasing kan diri kedjurusan barat, Waktu hen dak mel intas i perbarasa n al,as pe rrnint aan seorang silwa = nJ~, agar diber i peninggalan adJ ~ra n; d ituli snja ki rab lerdiri d arl pa da 5000 h uruf ja nR sekar~!lg terkenal seba gai T ao Teb K ing, Ap kemudian terdjadi den gan Lao T Ie, tidak dik etahui d engan pa sti; umumnja men ganggap ia mendjelma men- 8 djadi seorang dew a atau Sia n , Tida k terdapat pula tj at atan tjatalan mengcna i wafatnj a , rnes k ip un dinjatakan ia mentjapai usia lebih dari 200 ta hu n, M esl:ip un demikian oleh para penganut Too Kauw tiap tahun d ia d a kan har i pe ringatan tiga kali j jah u bagi kelahirannj a ; me n tjapa inja kesutjian, dan hari wa fatnja ; jaitu ma sing-masing ; hari ke - 15 bu lan ke - 2 ; hari pertam a bu lan ke- 7 dan bari ke- 6 bulan ke 12. Mun gkin i ni hauj a ka rena keb iasaan mem peringati dan memuliak an mah luk-mahluk sutji tiga kali, seperti t er had a p Kwan Im dan lain- Iainnja, I. SIFAT DARI TAG DAN TJA RA BEKERDJANJA. Apakah Tao ita. I T ao jang dapat dibilja rak aD d ene an kata-ka ra; bukanlah T ao sedjati jang bersifat kekal, Nama sesuatu sifa l j ang da pat disebut bu ka nla h m en un dju kka n kead a an nja j ang benar dan keka!. LT.K. Tao j nnll: dapat dibiljarakan b uka n T ao j ang benar atau dan nama jang dapat diberjkan bukan namanja ja g be nar, a~ad!, 2. Kebadjikan jang tersembunji. Orang jang mengenal Tao t idak membitjarakannja; dan JO mereka ja ng banjak mempersoa lkannja meuandakan bahwa ia t idak mengerti, Mendjaga supaja bibir tetap ra pat ; menutup pintu pengelihatan dan pendengaran ; meratakan dan meli tjinkan segenap sudut-sudut jang ra dja m dan menondjol; membuat suram sinar jang terlalu menjilaukan da n mendjadi samarata dengan d ebu diatas bumi ini; inilah kebadjikan jang lenembu nji. Siapa jang memperhatikan hal· hal ini, akan memanda ng serupa terhada p kelakuan terus t erang a ta u be rhari-ha ti; kebor maran a tau penghinaan. (LVI; L .T.K. J ang mengert i ta k almn bitjara jang bitjara tak mengerti. Menjumpel mulu tnja dan menulu p pintunja, menumpulka n segala ket adjaman dan meredakan keka lutan, sed er - lL hanakan akan kegemilaagan, s. mol seb agai debu ssdja . Inilah disebut pe rsamaan ja ng sa mar, 3. Air dan Tao Air selalu mentjahari tempa t j ang paling rendah ; maka hal ini sepe rri halnja Tao, Air salalu menjesuaikan diri dengan rempatnj a ; maka kead a an ini seperti kebadjikan rnanu sia jang penge rtiannja mendalam i seperti kebadjikan dar ipada perkataan jang cljudjur ; pemerintahan jg terarur ; pegawa i jang tjakap d an pekerdjnan jang di.e1esa ikan pada waktunja . Karena ia tidak pernah berk elahi ; ti ada jang memusuhinja (VII: 2,3,4) L.T.K. Air selalu mentjari tempat jang paling rendah dimana oran g merasa djidj ik; maka ia minp dengall sif~t Ta .• Sebagai oran g budiman dimana bcliau bera~~ ~enantlas.a d ap at se~uaikan dir inja , ba t!nja , senantiasa le.nleran~ baga.lka n air tet aga Jang nasarnj a dalarn, pergaulan. pada sesamanja dapatlah . IJura~~all r~­ sa tjinta ka.ihnJa . ~IIJ ar~I!J a ramah dan dapat. dl ~l'rtJaJa , den gan hatl jang djedjak .dan djudjur, m..ka da pat menJelelesaikan segala perso:ll an dengan sem purna d~n bidjaksan ~. mengurus pekerdJaan .senanttasa membuktikan ketJaka.pan: nja , dan segala ger:lk~nnJa d. lakukan da lam wakt u Jang. tepa l. Karen a hclia u senantJal3 m en gal a n dan tak pe rnah ~ere­ b ut maka tak _dOl orang Jallg llIu~uh i pad abja 4 Berdjaga lebib siang 'Bekerdja tanpa m.engandung ma ksud lain; mel nkukan se. uatu 15 J2 ~anpa mengharapknn hasil a tau , euntb nga n ; menrjahari resua ru u Jan~ ~Iar dari pada hal jang ket~,I! jang banjak d llripadajang ledlkJt ; me mbalas kedj a Irat an -d . engan kebmkan ; mengatasi ke ,uk~ran dan Itekusutan sewaktu masih .tnudah; dan mengurus pekerdjaan besar ketika b diimu lai " ah ' a alj-1tI1 1 tjara Itekerd r' u Tao (LXIII; I) ja LTK. M elakukan keb adjikan ran p a berbuat dan bekerdja tanpa pamrih, rasa tanpa dirasa. kan, tak ada rasa 'susa h maupun benang, tak mengadakan per,~daan ,anlar. besar dan ketJII, banjak atau sedikit mem b!,:las kebentjia n denga~ keba : dj ika n me la kuka n pekerdj aa n Jan~ besar dimulai dari jang ketjil, J4 11. ORANG JANG BUDIMAN 5. PegaDg tegab jaDg tnJeD. Kebadjikan jang tanggungtanggung banja sematjam lang le perhiaran dari T 010 dan hanja dipergunakan oleh orang dungu Malta seorang j an g sungguhsungguh budiman menljabari ternpat berdiri d iatas sesuatu jang teltak dan tidak suita menRindjak bajangan . la pegang teg uh apa jang tulen dan menj ingkir dad sepcnap perbuatan jang hanja tam pak bagus di luar. la mellolak jang pa lsu dan pega ng teguh jang tulen densan keduabelah tanga nnj a. (XXXVIII; ,.- 16) L.T.K. K ebadji kan • kebadjikan jang diwarisi o leh para budiman dari dj aman Purba, hanj a orang b ang ga _ banggaltan sebaga i ba ran g jang indah, teta pi tid ak didjalankan dengan se sungguh aja dan ini dipandang sebagai permulaan suatu KEBODO HAN. Itu orang budiman uta makan kelu huran BUDl dan mengnba ikan sifat rendah Uta makan KESUNG GUHAN hati dan m engabai b n KE I. -D AH AN dan KEMEWAHAN jang hanjn tertampak di LAHIR, melem parkan segala sesuatu jang nURUK dan memegang jang UTAMA . ~. Menutup pintu pantjain dera- Sinar gemilang dari berbagai warna-warni dapat mendjadikan mat a buta; keberi sisikan suarasuara mendjad ikan telinga iuli; tjampuran-tjampuran rasa maka nan mendjadikan lidab tumpul; ke asikan dalam perburuan men djadikan si pemburu buas dan keindahan hrang jang djarang ada mendjadikan hati tertarik . 16 Maka seorang budiman pe ntingkan mentjahari sesuatu jang memuaskan rohaninja dan tidak untuk memuaskan pantjainderanja. (XII; 1,2) L.T.K. Pantjawarna membikin m~' ta orang mendjadi bura, pantja suara membikin telinga mendjadi tuli pnntja rasa memb!ki!1 mulut kehilangnn rasa sedjati, Mengendarni kuda dan menguber • uber atau memb uru bina tang hutan . m~mbikin pikiral~ orang mendjadi kalut; barang" jang sukar di?apalkan atau b~­ rang-barang jang langkah, nusaln]a batu permata dan sebagainja jang berharga mah~l, membildn orang mesn berdjaga-djaga, maka orang budiman banja mementingk~n perut (dalam batin) dan udak mcme ntingkan mata (kelahiran). 17 7. T ida k memenungkan diri - s endiri. Seorang budiman j ang tillak mem ikirkan dirinja sendiri terhitung j ang besar dianrara sekalian manusi a dan meskipun kepen tin gan sendi ri tidak diper bati kan; tidak urung ia tetap terlindu ug. Den gan sika p jang paling tidak kauwkati. ia men djadi seorang jang paling selamat daripada sernua nja (VII; 2, ). L.T.K. Seora ng jang Juhur budinja tida k menendjol-nondjclkan die ri nja, tetapi meskipun ia selalu menempatkan dirinja c!ibela ka ng, toch orang-orang senaa tiasa djadi orang jang rerkemuka, Seorang jang luhur budinja dapat menjingkirkan sifat egoisme karena dapat mengalahlean 'sang aku , d an siap a j:ml telah dapat melenjapkan .an:; 1'1 aku, bukan berar ti kehilangan diri sendiri, bahkan sebaliknja ketemukan diri sedj ati, dengan sikapnja j ang tid ak egoisme leouwkati ia mendjadi orang jang paling selamat dari scmu - anja, a Mengenal diri·seodiri Seorau g jang da pat mengenal oraag lain ha rus d ikatakan pan da i, tel a pi dapat m engenal diri sendiri adaluh seoran g bud iman. Siapa da pat menaklukkan orang lain dikarakan kua t; tet api jang dapat menaklukkan dirisendir i adalah orang jang berkuasa be,2) sar . (XXXIII ; & L.T.K. Siapa jang me ngenal orang lain, harus dikatakau pan dai, tetapi barang siapa ja ng dapat mengenal dirinja sendiri ja la h bidjaksana, Siapa jang dapat takluki ora ng lain da pat di ka- 19 takan kuat ; tetapi jang dapat takluki diri-sendiri jalah jang besar kuasanja, 9. Tidak berpibak, Bai k langit maupun bumi tidak perna h berpih..k atau menaruh belaskasihan; melainkan mern andan g segena p manusi dan segen ap benda seba gai petaan bi natan g-b ina ta ng unruk sembahjangan, Seo ra ng budiman tida k suka berpi ha k atau mem per beda-bedakan j melainliar. rnema radang semua manusia sebag ai bahan-bahan untuk disadjikan pada medja sembahjangan jang surji, (V j 1,2) L.T.K Langit clan bumi tidak welas nsih, karena mernandang macho luk bagaikan rumput andjing mensia-siakan) . Para Nabi ti. dak punja welasasih karena me m:mdang semua manusia bagai 20 kan rumput siakaD) andjing (meDsia- 10. Sifat seoeang bu~iman la hanj a memperbatlkan ap!apa j ang tid ak me ligandun g .11ral me mbentji. la m engadJar tanpa ba ujak biljara, . i~. bekerdj a tanpa memaksa diri la mem berikan tanpa mgrn mendapat kan sesua t u ; ia melakukan sesu atu tanpa mem ikirkan untungruginja ; ia menjempurnakan sesu atu pekerdjaan tanpa mgrn men dapat~a~ pudjia.n. ~ an kare na ridak IIIgm merniliki se,u a l~. ia tidak ' dapa t merasa kehi langan, (V; 4, 5) L.TK. Seorang nabi berada dalam. kedudukan "Tidal. berbuat", memberikan peladjara~ dengan tanpa bcrbitjara, bagaikan alam jang mentjiptakan segala benda dan segalamachluk dengan sewa 2} -djarnja, menghidupi sega la apa, namun ti da k me nga nggap bahwa itu ada miliknja, bekerdja tap i tidak. membanggakan ke: pandaiannja, berdjasa teta pi tida k mengakui pahalanja , 0Ieh karena tidak mengakui mem punj ai apa-apa, maka ia t idalt pernah kehilanga» suat uapapun , u. Dj en is tjari djen is Seorang j ang mengindj ak dja lan kebadjikan akan m endja d i saru t1engan kebadjikan itu dan akan di terirna denga n gi rang oleh para budiman , Seo rang jang mengi kuti dj alan keb u r uk an akan be rsatu deng a n keburukan dan ole h ora ng • orallg burukpu n a kan diterima dengan girang dan disadjikan dengan 'h a12 jang buruk(XXXIIJ : 6,10) LT.K. jang sesnai dengan kebadjlkan akan bersatu dengan kebadjikan, seb aliknja jaug tidak 22 beaar dan tidak bedjik pun ~ju ga akan bersatu ~~ngan Ilf~t li fat jan g tida k bedjik ; tegasnJa jang dj a ha tpu n akan ber~atu dala m kedjahata n, Oran g Jang sifat nj n sesuai de ngan ke~en ar. an m aka oleh kebenaran ia pun a kan d ite rima dengan gira ng . Siapa jang sesuai de ngan kebadj ika n pu n d isarnbut oleh,kebadj ikan den gan pen uh ~ e g lra~g­ an. Seba liknja m e r c ka J'l~l g IIfat nja djahat, pun akan disambut dengan lI:irang oleh golongan djahat Ill. KEBAIKA N .TANG KEKAL DAN SEMPURNA 12. Kebad jikaD jaDg paling semp ueaa, Dengan membersihkan pikira n nja dnripada apa jang kotor 0ran g dapat membuat dirinja re tap tidak bernoda, Dengan teta p hening (kosong) disegenap f ihak orang dapat rnembua t di rinj a tipak terkenal. Mengadakan dan rnemelihara ; melah irtan sesuatu tan pa mem ilikinja ; bekerdj a ta n pa mengharapka n had iah ; mendjala r dan me rnb esarkan tan pa rnem buang tcnaga .ia-sia, inila h ke badjikan jang paling sempu rna, (X: 3,6,7) L.T.K. Tjutji bersih sega la tj atjat da lam diri kita d an da patkah ti -d a k ada sedikitpun nod. pula? Scorang bidjaksana jang pikir- 24 an nja djernih dapat mengetahui kedja di an diseg ala plos ok d un ia dapatla h melakukan Wu, Wei ? jaitu kebedjikan dari tidak be rbua t. Dihidupi da n dipeli har a, meng hidu pi tap i tid ak menganggap bahwa itu ada miliknja, bekerd]a reta pi tidak mem banggakan kepandaiannja, memellha ra dan menghidupi tetapi t id ak mernbinasakan, inila h keb..dj ikan jang gai b , 13. Berdiam dit em pat jaDg s u ram Sia pa j an g karena men jadarl keg erni lanuan dirinja. p uas deng an berd ia m ditempa t [ang su ram, in akan me ndj adi tjontoh bagi selur uh dun ia. Sia pa ja ng meskipun tjuku p muli a, tinggal did al a m kehinaall ; ak an mendjadi dunia p unja lembah, d isitu kebadjikan keknl akan men galir don mengi isinja , (X XVIII ; :0\, 5,6) L.T.K. Mengetahui ia pu nja warna j ang putih, mendjaga. ~a~na­ Dj a jang bitam, mendjadi tJ.o~­ tab dari dunia, Mengerahui la p unja kegemilangan, mendjaga p ad a kebina~n~sebagai dunia pu nja lembah Jang luas , Meudjadi dunia punja lernbah, kebadj ikan jang kekal aka n mernenu hi dirinja dan ia aka n kernkesederbanaan bali didala m jang sewadjarnj a, VI. FAEDAHNJA KEPUASAN. It Jang m ana lebih baik ? J ang masa lebib dekat pada mu' kemasbu ranmu atau kehidupanmu? Mana jang lebih ber ha rga: kehidupanmu atau keka j aanmu? Mana j ang lebih men tjelakakan : keuntungan ~tau kerugian? Nafsu keinginan ~ang besar min ta pengorbanan jang besar , Kekajaan besar menaan du ng kerugian besar, Siapa jang m erasa puas tidak m e nangg u D~ kehinaan, Siapa ,j ang t~hu: diman s ia harus berhent i tld.k akan mengha dap i bah aj a, Inilah oran g-oran g jsng dapat hidup kekal , (XLIV: 1· Il) L.T.K. Nsma dan d iri, man akah jang lebih berharga? Berat mana- kah DIRI atau HARTA- BENDA? !6 27 Meodapat atau kehilangan manakah jang lebih menjakitkan? Maka barang siape sangat men tjinta akan banjak me uderita Barang li ap" terlalu banjak menimbun, pesti banjak kehilangan, .. ' Siapa mengetahui tjukup ndalt mendapat malu atau kehinaan . Siapa tahu berhenri tidalt mendapat bentjana . Dapat tin ggal lama, langgeng dan abadi, 15. Jaog merasa tidak pUBS Siapa merasa bahwa pekerdjaannja jang paling besar masih tidak scm purn a , akan terpaksa terus menerus tanpa ada achlrnja. Siapa merasa miliknja jang paling besar masih belum men tjukupi, akan terpaksa terus mentjari uuruk selama-lama- nja. (XLV; 1,2) 28 L.T.K. Barang siapa memiapai hasil jang sempurna, bahkan Dam paknja seolah-olah ada tjatjatnja dan kelihatannja tidak sc!D purna, namun kegunaannja sungguh tidak ketjewa, Barang siapa mentjapai Icebulatan jang penuh, bahkan namnaknja masih kurang d~n kosong, namun kegunaanuja dipakai selamanja tidak dapat laabi, . 16. Faedahnja kep~asan. . Tidak ada dosa j;\I1g lebih besar daripada menuruti keinginan tarnak , Tidak ada jang lebih menjakirkan daripada ti dsk rnerasa puas, 'I'id ak ada kebusukan jang lebih mendjemukan daripada serakah terbadap keuntungan, Maka kepu asan dari merasa tjukup adala h sesuatu kesenangan jang kekal, (XLV I: 3,6) 29 L.T.K. Tak ada kedosaan jang le. bib besar daripada menuruti ke inginan te maha Tak ada bentjana jang lebih besar dari pad a nafsu kcinginan manu via untuk m ern pereleh sesuatu, M a ka orang j ang luhur budinja mengenal arti tjukup, tidak temaha, bahkan dapat merasa puas untuk menghadapi segala keadaan jang djustru dia!ami, inilah ada kctjukupaD dalam arti jang kekal. manja tidak turut musna ada lah jang sesunaguhnja berumur pandjang (XXXIII: 3 - 6) L.TK. Siapa jang bisa merasa tjukup, jalah seerang kaja. Siapa jaog bertindak madju den gall tjepat, jalah mereka jang memo punjai kemauan tetap, Siapa jang tinggal tetap dalam kedudukannja, seJamanja tinggal sentausa, dan siapa jang setelah mati tetapi tidak mum a, jalah jaog berusia pandjang 17 Kedudukan jang benar. Seorang hartawan jalah jang dapat merasakan tjukup. Siapa jang berkernauan tetap dan ber tudjuan tertentu, pasti dapat bertindak dengan tjepat, Siapa jlln2 tinggal rerap dalam kedudukan jang pantas baginja; tidak berusaha mengedjar lebih ting~i; selamanja tetap sentausa. Siapa jang mati telapi na· 30 31 V . TJ ARA MENDAPATKAN KETENTER AMAN 18. Untuk mendapatkan ketentera man. T ida k mengagu ng k a n ~i fa t - s i ­ fat dan kep a nda ian ja ng berha r ca men tjegah t im b ul nja dengki hati dan u afsu bersa ing , Tidak men gha rgai sesua tu j an g djarang dan suka r di dap at , mentjeg ah nafsu me n tju ri, Tidak mentjari atau memperlihatkan sesua tu jang menar ik hati, mem buat pikiran manusia berada dala m ketenteraman . (Ill: I . 2,3) L.T.K. Djangan menondjol.n on djo llean kepinteran agar ra kja t tidak berebut dan bersainga n , Dj an gan mernbanggakan atau me rnudj a-mu dj a pada barang bara ng jang sukar didapatkan atau jnng langkah supa ja ra k- 32 jat tidak mendjad i pendjahat (maling). Djanganl ah kasi h lihat segala sesuatu jang menimbulkan nafsu keinginan ag ar hati rakjat tidak kalut , 19. Bahalanja kebanggaalf. Kekajaan dan kemuliaan djika didjadikan kebanggaan, me.ti akan mendatangkan djuga kesu karan, Malta berhenti atau mengundurkan diri djika pe ker djaan jang berguna sudah dila kukan dan kehormatan da tang mem buru , itulah tjara d ari pada Sorga, (IX ; 4,5 ) L .T K. Kekajaan dan kemuliaa n blla d idj adikan kebangg ..n akaD mend atan gkan kesusah an Maka orang bi djaksana se.udahnja me lakukan pahala bag ai dunia la lu men gundurkan d tri, inilah rljustru ada hukum dari Thian T oo (Tuhan). 33 VI. KER UGIAN DARI PADA KESERA KAHAN. gunakan lemahlcmbut boleh di kata ku at . 10 . Menahan nafsu. 21. Perlunja mengenal bat aa. Djagalab supaja mulut tetap rapat; tutup pintu pantjalndera; dan lelama hidup nistjaja lidak akan kau alami kesukaran, Bub lab mulurmu dao tjoba men d esa k madju kemuka nanti a~an ka!J alami kesuka:an sepan djang hidupmu, Mengcoalsegala-apa pada pokok dasarnja ad" lah tanda kepandaian. Berlaku !emab·!embut berarti keteguhan Jang tldak dapat dikalahkan (LII14, 7) . L.T .K. R a peti !apunja mul ut dan tu t'!p iapunja pintu, selalu dirinj a tak mcngalami kcsi bukan. Pent~n g mulutnja dan senantlala di da tang] banj ak perkara selama hi dupnja tak dapa t d ! tolong barang siapa da pa t meD~ 34 Siapa berusaha mendapatkan lebih dari apa jang ia Sllnggup pegang, adalah lebib baik djika ia tidak mempunjai apa-apa sa ma sekali. Barang ku at jans tidak berhenti dipakai dan d igosok, achirnja djadi bedjat. Sebuab rumah jang penuh padat dengan emas dan permata adalah terlalu sukar untuk didjaga djangan sampai hilang. (IX: 1,2,') LTK. Dari pada mendjad i seora ng jang serakah jang tjoba da patkan sebanjak-banjakllja melebihi dari apa jang ia sunggu p pegang, adalah lebih baik me n djadi seorang jang tidak mempunjai apa > apa sama sekali, Baga ikan barang keras j.mg d i S5 - gosok terus - menerus achirnja tentu leka s ru sak, Sebuah gedung jang tegu b, jang berisi penuh har ta benda, ba ra ng per. mata da n e mas, meskipu n d i dj a ga keras toc h tida k urun g aka n disatruni pend jaha t. pen. djab at dan achirnj a alcan d iram pok ha bis-hablsa», 22 Tidak m ungkiD berhasil Si apa jang berdj ingke tidak dapa t berdiri tetap J a ng mementa ngka n lebar-Ieba- ka killj a, peDtang kakinja terla~u lebar, la tak c1apa l djalan. Slapa.J:,~g menondjolkan kemuk ~ dmnJ.n ia ta l: bisa djadi gemilang . SI' apa j an g m~mbcnnrka~ per buatannj a send ir r, tak . bisa ~ c: n . djadi mentereng- Sla po. Ja nr: memudj i-m ud j i di ri se l d l r~ tak ada djas a, Siapa jang menjombongkan dirl send iri in ta k lubur. tidak da pa t berdjalau , Denga n menondjol kan diri, orang tidak dapa t mendjad i mentereng, DeDc a n membenarkan perbuata n send ir i, orang tid a l: mendapa t pengha rgaa n, Dengan mern udj ] diri eendir i tidal::di peroleh hadiah.Jg. mengagung kan diri tidak dapar nai k tin ggi (XX IV ,1. 6) L.T.K. Siapa jang berdjingke tak da pat bc rdi ri tetap, Siapa jan g 36 37 V II. GUNANJA KEKOSO NGAN an jang sungguh-sunggu h, dapatlah orang menjelami b uah pl'kerdjaannja Tao. 23. Rahasia Kekosongan. 24. Antara kosong dan ada. Apa jang telah ada sebelum Langit dan Bumi diljiptakan. disebul Kekosongan. SeteJah ada dan diberi nama ia mendjadi Ibu segena p benda. Anlara Kekosongan dan Ada itu, hanja berbeda dalam nama, sedang asalnj a satu, Persamaan dari apa jang kelihatan sebagai pertentangan, aku narn akan raha aia; rahasia jang sangat dalam ; piDIU untuk menR,nal kerohanian; jang mendjadikan seorang biDgung dan lupa. (I : 6. I.) Maka seorang jang telah bebas daripada ikatan dunia, menudjukan perhatiannja terhadap rahasia Kekosongan, sedang jang masih lerikat pada dunia haDja melihat kulit luarnja sadja, (I: 3. 4, 5.) L,T.K. Tak nda namanja lantaran permulaan dari lerdjadinj a Langit dan Bumi. Selelah ada namanja ternjata adalah ibu dari segala benda, maka dengan tanpa keinginan dapat menampak kegaiban Tao. Dengan kemau- 38 L .T.K Berduanja ini adalah sama, banja namanja sadja jang berbeda, Dua-duanja dikata gaib, sekali lagi gaib dan pintu dari legala kegaiban. 15. Sifat KekosoDgan Kekosongan antara Langit d an Bum; ad.lah sebagai ububan 39 - pcniup dari seorang tukaog bes] untuk mcnjalakao api; meskipun tidak beri si, kekuatan meniupnja tak habls-habis; makin keras di goj ngk an, mak in kuat mcnlupnja, Sebaliknja manusia jaog mu dah melembung, lekas babis tenaganja; maka tidak ada hal jang lehih baik daripada me. ngeadallka» diri sendiri, (V 13.) LT.K. Diantara langit dan bumi ada suatu gaja gaib, jang lenantia. sa mentjipta dau meoghidupi ta k ad. habimja, hingga Inksa. na "tromol angin" dari tukang besi jang meskipun kosong, te. tap i tidak bampa; semakin tje pa t digojangkan mengeluarkan angio semakin banjak. Banjak omong acri ng keh abisan, lebih baik ber usa ha mentjari kesempurnaan, 40 26 . Faedahaja Kekosongan . Faedahnja tanah jang d i.djad! kin bujung tergan tun g da rt bag I an kosong didalamnja.Pintu dan djcndcla mendjadi berguna karena merupakan lubang untuk keluar dan masuk. Kegunasn rumah tergantung dari luasn ja bagian-bagianjang kosong . (X I 2,3,4) L.T.K. Barang-barang keramik, miI Inja g~las tjangkir mangkok dan acbagainja, karena dapat dipakai untuk tempat barang miouman lantaran ada bagian jang kosong, kalau tjangkir tidak ada bagian jang k~son~, tentu ia tidak ada gunanja, tI dak dapat dipakai untuk ternp.t teh dan sebagainja. ~~I ? bangi tembok untuk dib lkin p in tu dan tjendela, ditengahtengahnja jang kosong, barula h berg un.. untuk kamar, 41 VIII . WU.WEI; TIDAK BE R BUAT SESUATU. 27. Faedabnja tidak bergerak . Barang jang paling ketjil-Iem but didunia akan mengalah kan jang ku at dan kerlls.Jang T ida k ada dapat menembus sega la sesuat u rneskipun ridak terdapat lu ba ng u ntuk masuk , Dem ikian ak u mengerti faedah tidak he r gerak (W u·W ei) Mengadja r sesuatu tan pa m empergunakan perkara an ann m endjadi be rg un a tan pa berbuat sesu at u ; inilah hanja sed ikit man usia didunia jaug dapat rnelakukan, (XLIII: 1 - 4.) L.T.K. Kelemahau jang semp urna dalam dunia ini, dapat menguasai benda-benda jang ku at didunia seperti jang telah diterangkan diatas, bahkan djuga 42 unsur2 jang terdapat didalam alam Kebatinan ternjata jan~ lembut dan j ang ha lus itu lebih be rkuasa daripada jang kasa r. Kekuasaannja j ang melipu ti semua , tak ada j aug t idak d iliputi olehnja. Dari itu kita mengetahui be. tapa gunanja kebadj i ~an ~ari t anpa berbuat atau \\ u-W el. Pengadj a ra n tan pa bitjara dan kegunaan tanpa berbuat, dian ta ra manusia diduni a ini djara ng jang dapa t me ntjapa i. 28. Kepan daian jang tulen, Seorang ja ng pand a i berdjalan tidak meninggalkan bekas a ta u me ngebulkan de bu.Jang pa nda i bitjara ti ctak men im bul kan bantahau ; jang pa udai m enghitung tidak m embutuhkan sui - poa, Jang pand ai menjimpan tidak mempergun akan kuntji atau palangpintu. Jang pandai mengika t tidak perlu mempergu- 43 nakan tali; meskipun demlkian tidak ada jang dapa: membukanj.. (XXVII I 1 • :> ) L.T.K. Jang pandai berdjalan tak meninggalkan bekas. Jang pandai biljara tak dapat ditundjuk salahnja. Jang pandai mea ghitung tak perlu memakai suip oa (telram). Jang pandai manutup lak perlu memakai kuntji atau (lalang pintu , loch tak dapat dibuka, Jang pandai mengikat lak perlu memakai tali toch tak dapat terlepas. 29. Djangan mengatur daD djangan memegang sesuatu. Siapa jang mengatur sesuatu, akan mendjadi seorang tukang merusak, Siapa memegang sesa- atu akan kehilangan. Seorang Budiman tidak bekerdje untuk rnengatur, maka ia tidak suka merusak sesuatu, la tidak suka mernegang sesuatu, maka tidak akan kchilangan. (LXIV: 10-13) L.TK Rakjat tak da pat d~paksa ~n tuk bekcrdja guna fahak lain, siapa jang rnernaksa akan gagal dan siape jang mcngangkangt akan kehilangan . 30. ~Iembereskan keltusutan Siapa sanggup mcndjcrnihkan air jang kcruh? I'etapi djika di diarnkau sadja, lambat-laun air itu mendjadi djernih sendiri. Siapa sanggup meutjiptakanketenteramanjang sempurna? Tjo ba, biarkan sang waktu berdjalan terus, I dan ketenterarnan itu lambat-laun akan timbul sendiri. IXVIIO) L.T.K . Siapak:,h )i-.n~ bisa mendjerDlhka~ air jang keruh itu dida I~m .dl~m ~endirinja aka~ menO:Jadl. djernih Siapa jang mentjapai ketenangan abadi, dengan Iambat-laun hubungan dengan alam budhi mendjadi actif' , IX . TJARA BE K ER DJ ANJ• ALAM. 31. Sifat nUng bantu·membantu , Antara Ada dan Tidak ad. selalu terdjadi sa ling bantumembantu dalam pentjiptaan. Anlara sukar dan mudah dalam pembuatanj antara pandjang dan pendek dalam bentuk lesuatu; antara tinggi dan rendah mengenai letak atau tempat benda; antara suara tin ggi dan suara rendah dalam mu,ikj anta ra jan" dulu dan jang kemud ia n dalarn susunan usia ataU> d eradj at . (11 : 3) L .T .K Maka timbutlah pertimbangaD an tara ADA dan TIDAK ADA. Terdjadilah bersarnc-sama hat jang :,UKAR dau MUDAH. Perbanrlingan antara PA NDJANG dan PENDEK, antara 41 TINGGI dan RENDAH. S uara jang tingai dan rendah ada IC' la rasnja, ]llllg climuka clan bela bng saling mengikuri . 3 2. PersetudjuBn jang tee- sembunji. Djika Alam hendak menguza ng! sesuatu \}:nda, lebih dah ulu ditambahiuja JehinRlta m endj a d i makin banjak. Djika hendak melemahkan sesuatu , pasti lebih dulu diperkualnja Djika hendak mendjaluhkan. lebih dahulu diangkatnja tiuggi tinllgi. Djih hendak mengambil pasti lebih dahulu memberi.Ini lah jang disebul: Perseludjuan te rsembunjl, (XXXVI: 1-5) LT.K. Dj ikala u naluur aka n b ikin mung kret (sedikit) sesuatu, terIc bih dahulu membikin ia mela r atau bikin tambah ba njak. Dj i ka akan bikin lemah, ter 48 lebib dahulu membikin kua t, djika akan bikin djatuh ter lebih dahulu dibikin bangun, Dji ka akan mengambiJ lerlebib dahulu memberi, inilah jang d ikata sifal Alam jang lebih da hulu mengundjuk gedjala gaib untuk sesuatu jang kemu dian akan terdjadi 33 . Menambah jang ketjil. Siapa menernpatkan diri p ada tern pal ja ng benar akan ter Jindung seumur hidupnja. Siapa membongkokkan badaunja akan diluruskan. Jang mengosongkan diri akan didjadikan penuh, Jang lelah diberi tenaga baru, Jang merendahkan diri akan di agungkan. Jan~ mengagungkan d iri akan d iren da h ka n. (X XII: I .6) L.T.K. Siapa [ang mengakui d iri nj n ser ba kur ang, ia a ka n d ibi kin 49 mendjadi bulat . Siapa jang mengaku bengkok akan diblkin djedjek , Siapa jang mengaku masih growah (batinnja) akan dibikin penuh. Siapa jang mengakui lelah (bedjat) a kan di perbarui. Siapa jang mengharap sedikit akan dapat, sebaliknja jallg mengharnp terlalu banjak akan kalut. X . PERHAT IKAN HALJANG KETJIL-KETJ IL 34. Dari ketjil dula, Pohon sebesar pelukan man u' sia tumbuh dari tun as jang palinp; ketjil, Menara jang tinggi nja sembilan tingkatan di ba ngun dari setumpukan tanah. Perdjalanan seribu' pal dimu la i dengan selangkah.(LXIV:7-9) L.T .K . Pohon jang sebesa r pelukan orang, mulai tumbuh dari tuna. jang ketjil Gedung sem bilan tin Rkat dibangun mulai da ri .etumpukan tanah, Perdjalanan ribuan paal dimulai d ari ,atu tindak. 35. PerhatikaD jaDg ketjil Apa janl: tidak bergerak, mudah, dipegang . Apa jang d iha rapkan datangnja, mudah d iu- :0 51 rUI. Apa jang lemah mudah di patahkan, Apa jang ketjil mudah diusir, Aturlah persiapan sebelum kesukaran timbul. Atur lah segala-sesuatu sebelum timbul kekeruhan. (LXIV: , .6) L.T.K. Hila dalam keadaan aman mudah dipertahankan. Sebelum nja te rdjadi mudah dir embuk. Hila d ida lam keadaan lernah mu dah dibagi-bagi, J an g lembut mudah dib ikin bujar, Kerdjakanlah sehelumnja ada ap a-apa dan aturlah sebe tumnja mendjadi kalut. 36 Mulai dad ja!lg ketjl1. Segala hal jang sukar mulainja serba mudah dan barang jang besar dimulai dari ketjil, Maka orang orang Budiman da pal melakukan segala pekerdjaan besar tanpa berusaha men 52 djadikan diri besar, Siapa jaos mudah berdjaodji, djarang dapat memenuhinja . Siapa jaol menganggap segala sesuatu mudah akan mendjumpai kesukaran-kesukaran. Maka seora ng budimao menga ngg ap besar hal hal jang ketjil dan dengan tjara demikian belum pernah terlibat dalam kesukaran (LXIII: 2.6) LT.K. Didunia ini pekerdjaan jang sukar dapat dikerdjakan dengan mu dah, dan pekerdjaa n jaug bcsar dapat diselesaikan hagaikan pekerdjaan ketj il sad j a, Da ri itu seorang budiman sen antiasa tidak menondjol kan kebesaranoja dan tidak berl aku sombong untuk melakukan pekerdjaan besar, maka dari sikapnja jang sedemikian ini, djustru membikin beliau memperoleb sukses besar Bar ang siapa de- 53 ngan mudah memberi kesanggupln, maim ia sering membikin kapiran kepertjajaan orang. Barang siapa memu dahkan urusan tentu acbirnja mengalami banjak kesukaran. Dari itu -orang budiman tidak pandang ringan segala perkara, maka achirnja tak ada perkara jang sukar baginja, XI. TENTANG ORANG DJAHAT DAN KEDJAHATAN. 37. Orang baik dan orang djabat. Orang baik mengadjarkan le suatu kepada orang lain dan orang djabat mendjadi tudjuan daripada pekerdjaan jang dilakukan oleh orang-orang baik. Djika jang djahat ridak mengbargai gurunja dan djika jang baik, jang harus mengadjarnja, tidak tjinta pada muridnja, biarpun seorang tergolong pandai, iadapat tersesat, Inilah sebuah rahasia jang sangat pen ling. (XXVII 19- 10) L.T.K. Orang baik adalah guru dari orang jang tidak baik sebaliknja orang jang tidak baik adalab bahan jang berguna dad orang jang baik, tidak indah- 54 55 hn sang guru dan sebaliknja ·tidak tjint3 pad a bahannja, walaupun pandai njatanja tersesat, inilab djustru rahasia jang peming, 38. Membalas budi. Terhadap perbuatan jang baikj akan kubalas dengan haik; terh dap perbuatan tidak baik, akan kubalas dengan baik pula. Jang disebut kebadjikan adalab kebaikan, Pada jang setia aku berlaku setia j pada jang mentjurigakan pun kubalas dengan kepertjajaan. Jang dinamakan kebadjikan adalab kesetiaan , (XLIX: 3 - 6) LTK. Pada orang jang baik aku balas dengan kebaikan terbadap orang jang tidak baik aku pun balas dengan kebaikan djuga. Demikianlah jang disebut KEBADJIKAN JANG LUHUR . 56 Pada orang jang djudjur aku balas dengan kedjudjuran, tetapi terhadap orang jang tidak djudjur akupun balas dengan kedjudjuran djuga. Demikian jang disebut KEDJUDJURAN LUHUR. 57 XII. ALA MAT·ALAM AT JG BURUK. 39. Alat UDtuk menamba l Dj ika Tao jang besar ti dak dipergunakan lagi , orang lalu men gem uka kan kem ura ha n hati dan mempenuhi kewadjiba n-kewadj iba n jang benar rer hadap tetangga, Dj ika budi dan ketj erd ikan di ho rmati, dunia mendjadi pe nuh dengan kelakuan palsu dan pura-pura. Dji ka tali - tali kekeluargaan eerpunn, baharulah timbul kebaktian terhada p ibu- bapa. Dj ika dalam negeri ti mbul kekal utan dan hu ru-hara, m untjullah aeoran g j ang menjebut diri Penjelam a t negeri. (XVIII I J, 2, 3, 4) LTK Kalau itu Tao sifat j.D~ sesudah dllalaiken, 'Wadjarnja 58 mu ntj ullah istila b kebadj ikan da n kebenaran. Ser ela h mun tj ul or~ng·ora~lg jang tjerdik pand ai muntj ullah didunia ini segala kep a lsuan , Djikalau did alam lin gkungan keluarga tidak ada harmonia lagi, muntjullah istilah bakti tjinta men tjinta antar bapa dan anak , Kapan negeri didala~ .kekaluta~, muntjullah menten Jang sella . 40. Hal Kebadjikaa. Kebadjik an jang sempurna tidak dik~nal. kebaikannja; dan kareuauja d ikandung sar] dari· pada kebadjikan jang sedj ati, Kebadjikan j ang renda h lalu ke lihatan kebaikannja, dan h renan~~ tid~ k dikandung sari k ebadJ.l k ~ n j ang tul en, Ke ba djikan . ~an~ se~purna .beke rdja sen diri h m gga tidak m in ta dirlnja di ha rg ai, Kebadjikan jang 59 'r en dah mengandung sesuatu maksud maka ingin mendapat,kan penghargaan (XXXVIII I 1-4) L.T.K Kebadjik an luhur tida k d ikenal seoagai kebadj ikan, ier api iDi dju stru ada kebadjikan j ang sedja u, kebadjik un jang rendah terta rnpak njata akan teta pi djus tru lanta ra n kelihatan, mak a ia bu kannj a keb adji kan j an g sewadjarnja, Kebadji kan luhur tanpa berbuat, namun tak ada is- lidak di kerdj aka n olehnja Kebadji ka n jang rendab dilekuk an menurut keinginan Sang aku, maka perbuatannja mem punjai maksud j ang terten tu jaitu "su prlh dan pa mrih. 41. Hal deemawan. Kederm awaan jang agung bekerdj a tan pa membanggakan 50 sesuatu hAdia~ , K~a~i1an)ang r~nda? bekerdja tapt djuga tngin dipudji, Atu ra n dari kesopanan Jaog ren dab (L ee) selalu iugin mend~ pa t. perind aban dan karen anJa. t.dalr ada j an g menghe rmati, Ka rena besarnj a kelI~ g.lI~ a n di perinda hka n, rnaka dlsts,~gkan lengan badj u dan men tjoba mendapatkann j de5~8>" kekerasnn, ( XXXVIII: L T .K. BlI j an g luh ur melakukan .di kebai kan tanpa mi nt a pembaIasa n budi. Ke adi lan j ang 1uhu r berk~hendak mendapatka n sesua!u J~ng sesuai dengan peke rdJaallJa. Pcradaban tinggi di bangun, tet ap i tak da pat sambutan ; dengan mengg ulung le . ngan badju beru sah a supaja per atura n itu di turut, kalau perlu dengan keker asan dan pak sa~n , a ka n tetapi umumnja tak dltnd ah kan. 61 - 42. Djika kebadjikan lenJap. Djika kebadjikan sudab lenjap, maka ditondjolkan kedermawanan sebagai gantinja . Djika kedermawanan sudah lenjap maka muntjul keadilan, Djika keadilan sudah lenjap, maka di ributkan soa1 kesopauan (Lee). Tetapi kesopanan ini hanja ba jangan daripada apa jang benar dan sempurna, dan djika mulai diutamakan, hal ini alamat daripada kekalutan. (XXXVIII :9.12) L.T.K. Setelah slfat Too jang sewadjarnja lenjap, kemudian ora ng menondjolkan kebadjikan Setelah KEBADJIKAN itu lenjap, kemudian orang lantas menondjolkan Tjinta kasih Setelah TJINTA KASIH lenj ap, kemudian nrang menendjolkan KEADILAN. Setelsh 62 KEADILAN lenjap, ke mu dian orang lantas menjusun perat uran dan undaug-undang. 43. Tanda.tanda keburukan . Djika. apa jang indah sudah ~a.pat dikenal kcindahannja, hal 101 menandakan bahwa ma nusia sudah mengenal lifat buruk. Djika perbuatan baik orang sudab dapat memudji kebaikan nja, maka manusia sudah menlenal jang disebut dja hat . (11 1 I • :!) L.TK . Di~unia in! segala sesua tu ~ang mdah dan tjantik, bila ke indahan dan I:etjantikan itu telab diketabui oleh manusia di ' sampl!1gnJa itu tcntu segera ada jang buruk dan djelek Demikianpun setelah KEBA· DjlKAN diketahui oleh manusi.lebagai KEBADjIKI\N, ten. . . . 63 tu disampingnja itu segera mUD tjul sesuatu jang tidak badjik atau DJAHAT. XIII . MEMERINT-AH NEGARA. 44. Pemerintahan j ng beebabaja Djika gerakan rakjat diarur oleh bermatjam-marjam hukum jang membatasi dan melarang, maka seluruh negeri wakin lama makin miskin, Djika rakjat dibiarkan mempergullakan sen· djata dengan bebas, pemerintahnn dalam keadaan bahaja, (LVII:S-tij LTK Apabila dirlunia didjalankan banjak matjam undang-undang jang mernbarasi ela n mcrintangi usaha rakjar, maka scmalr.in lama rakjat djadi semakin miskin, Kalau rakjat dibiarkan memegang sendjata tadjam, malr.. negcd djadi semilkin rusuh ; : ; ".L . 64 I. . ' 65 45 Djabatnja ketjerdlkan. Makin rakjat mendjadi tjerdik, ulet dan litjin makin hanjalt dibu at barang- barang pa lsu dan tidak berfaed a h, Dan djika scgenap matjam ketjerdikan dan kelhjinan dikagumi dengan terang-terangan, maka or an g-orang j ang tabiatnja rendah, penipu-penipu dan j:,n~ be rp u ra -p u ra , akan mendjad i djaja (LV II:7, 8) L T .K. Apabila ~a~jak orang:orang pin ta r da n litj in maka tirnbulla h rupa rupa kegandjilan , Djikalau undang-undang didjalanItan semakin ta djam, maka pen djahat (maling dan perampok ) sem a kin banjak 46 . Pem er io t ah jang Dlerde· ka daD adll. P emerintah jang m erdeka dan adil memberikan 66 kepada ra kjatnja mentj ari kem adj ua n sen di ri Dj ika pemerintah ked jarn d an mcme ras, rakj a t ter nnd a s da n sengsa ra . Ke seng saraan h anj a sebag a i ba jangan daripada kebaha gia an, d an keba hagiaan hanja sebagai b adj u d a ripada kesengsar aan. (LV III : I -4) L .TK. Djika peratu ra n- pe ratura n peme rin tah sed er ha na, maka rake jat akan rne n aati dengan pa tu h, Bila pe m erin tah memp er radj am politiknja, maka rakjat ak a n ge lisa h, Sua ru b entj ana ada lah sa ndaran d ari keberka han, sebali knj a keuntun gan ad a lah ternpat se mb unji dari ben tja na . ". 7. Mentjuri se tjara ha Ius. Tao j ang mahabesar arlaJah sangat sederhaua, tet api orang lebih suka mengikuti tjara -tjara kelempatan 67 jang kutus, Dirnana istana-istana .angat indah, boleh djadi tanah ladang penuh belukar dan lumbung-Iumbung kosong, Mengenakan djubah jang men tjorong j menjis ipkan pedang-pe dang jang tadjam, makan minum serba lezat dan menaumpul kan kekajaan besar, inilah kunamakan mentjuri setjara halus dengan tjara baru, (LIII: 3·5) lumbung tinggal kosong . Mengenakan pakaian bersulsm jang mentereng, dengan warnawarni jang indah; d ipinggaug diselipi pedang jang tadjam; makan dan minum sepuas-puas nja; harta bcndanja berlebihlebihan Maka in Iebih surup unruk disebut PENTJURI BESAR. L TK Djalan Too jang Maha Be· sar ada sangat lapang dan sangal aman, namun umumnja orang memilih djalan jang sem pit dan penuh bahaja. Istana dibangun berringkar-ringkat sanKat indahnja, namun sawahsawah dibiarkan terlantar tan' pa diurus, hingga tumbuh gombolan - gombolan rum put dan rumput alang-alang maka panennja gagal tak dapat memetik padiuja hingga lumbung- 68 69 XIV DJAH AT NJA PEPERANGAN DAN KE KE RASAN. 4li Keker as Bn sendjata. Sia pa bek erdja un tu k negara sesuai de ugan Tao t ida k a ka n men aklu kkan rakjat d engan kekuar an seudj ara, Sikap dem ikian ak a n mcmbawa pembalasan d ikem udian hari jang tidak d i kehendaki, D imana tentara digc rak kan , tanah ak an pcnuh belu ka r clan puhon-po hon d iliput i duri. Ge ra ka n tentara aka n di iku ti olch bahaj a kelaparan jang m endjad ikan ra kjat seng- sar a, (X XX ; l . j) L .T.K . Radja j a ng ngajomi (melinlindungi) rakj at sel ur uh negerinja dan sesuai ka n hidupnja deligan Tao rak akan mengg una nakan kekuatan ten ta ranj a untuk ruen akluki manusia diselu ruh dunia, la puuja pekerdjaan sangat haik, maka iapun akan mem perolehk an pe m b alas an baik dj uga, Dimana bala te n ra ra ditem pa tkan, d isiiu tan hnja akan rerli pu t ol ch gom bolan alang-ala n g dan duri . Sesudahnj a a d n gera kan ten ta ra setjara be sar -besaran kemud ia n akan diiku ti tah un p atj eklik . 49. Sikap s corang tcntara jang baik. Seorang teu tarn j an g baik se lalu me nundjukkan kegagahan nja apab ila perlu tetap i tidnk mau b erdjoang untuk mend apatka n kekuasaan. Djika perlu la me nun dj ukkan ke bcrania n, tetapi tidak u ntuk menindas ; tidak menundj uk ka n kesombongan; tid ak an gkuh ; ridak mengetjcwakan; tidak pemarah. (XXX :4-9) LTK. Orang budirnan serelah mentjapai hasil baik senantiasa 70 71 akan merasa pUIS dan tidak serakah untuk mengangkangi sebanjak-banjaknja dengan meng gunakan kekerasan dan kekuatlla sendjata. Setelah berhasi} tidak mengandalkan kegagahannja; dan ridak rnembanggakan pabalanja; serelab berhasil tidak sombongkan clirinja, senantiasa menganggap bahwa hal ini memang rak bisa lain dari pada begitu Kapan beroJeh hasil djangan undjuk kebcngisan arau kegugahan, karena segala perkara tidak Janggeng . !lO. Kemenaogao jaog semes- doja. Tentara jang baik dapat menang dalam peperangan, sebab ketnenangan sudah mendjadi baliannja; setelah mee ang sedikit pun la tidak merasa bangga, Benda-benda mendjadi rusak djika dipergunakan lewat batas, Ini dinamakan bukan-Tao dan 72 apa jang bukan-Taos n istja j a lekas musna, (XXX 1.11) LTK. Siapa jang satu kali mentja« pai puntjak dari kekuatannja, selekasnja akan mendjadi rua dan mendjadi lemah; inilab jang dikarakan tak sesuai dengan Too dan siapa jang tak sesuai denpan Too akan legera berachir riwajatnja, 51. Seorang budiman daD seodjata.