SIGNATUUR MICROVORM BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: • • MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER: IMM69C-lfb\6a I KITLV/Royal Netberlands Institute of Southeast Aslanand Carlbbean Studies SHELF NUMBER MICROFORM: GraaCde Monte-CrlstoI karangannJa A1..ander Duma. ; IJerUaken dalam bah. MelaJoe rendah dengan menoeroetdJalan Jang gampang•• Balavla : Kansehoom & Co, 1894-1899. - Z5dl. (1183p.).; 16 cm VanaCbag. l1 uU door Albrecht & Co g. AVTEUR(S) Alaxandra OWUa p..ud . van Davy da l a Paillataria Esemplaargegeven.: Aanw.: Bag.I.Z5. - Bag 1·10 niet uU leenbaar M SINO 0022 dl 15 Sigo. Vin origineel: ShelCnr. oC orlglnal copy: M bh OZ04 Filmformaat I Sizeoffilm t Beeld plaatsing I Imageplacement : Reductie moederfilm I Reduction Masterfi m : l Jaar van verfilming I Fllmed in : Verfilmd door bedrijf I Filmed by : Sign. van mIcrovorm : SbeJrnr.oCmlcroCorm: M SINO0022dl IS I. HDP/_ 16 mm COMIC/IIB IS : 1 2004 Karmac Microfilm Systems hh 20ft urt!!F DE MONTE CHRISTO li.LEXANDER DUMAS .. biTJERITAKAN DALAM BAHASA MELAJOE RENDAH ME..'WEROET DJALAN JANG G.AMP.ANG. ( BAG I ANIS. BATAVIA .ALBREC3T & Co. 1899. . ( Q BIBLIOTHEEK KITLV 1 1" 1 11111111111111 1111 1111 1111 IIIII IIIIIII/!!1 111I11 11111111111111 1 0161 7685 , I.GSD l ~b ü . . . . , - . . i I • I 321 - »Makli ini bangsawan Italia memaug biasa aken k äwin sama ' bangsanja sendiri, boekan ?" bertan]a toean DANGLARS dengen sembrono, ' IIroepanja dia orang poenja kemampoean tida maoe di djatohken pada laen bangsn". . "BetoeI biasauja dia orang bikin begitoe j tetapi toean CÄVALCA~TI sa-orang jang aneh jaug soeka membikin tida seperti jang lain. Orang tida bisa berebahken kita poenja pendjoega-an, jang dia bawa poetranja ka kotta Parjjs, aken di djodohken dengen sn-orang prampoean disini. "Apa soenggoeh augkan doega begitoe? " "Kita brani bilaug itoe dengen tentoe." "Apa angkau djoega taoe denger orang bitjara dari hal kemampoeaunja?" "Grang bitjaraken ampir tida dari lain hal tjoema dari kemampoeannja j ada jang bilaug dia poenja harta herjoeta-joeta, ada jaug bilangdia tiada poenja kamampoean satoe pond" . "Tetapi apa angkau sendiri kim dari kemampoeaunja ?" "Ja, apa kita kim dari bal kemampoeannja angkau tida boleb pastiken, sebab ini aken diri sendiri• . "Pendeknja lab, apajang mendjadiangkau poenja pertimbangan? " "Kita poenja pertimbangan, ia itoe jang permili Monte Christo. 21 323 CA vA.I.CA~TI dan pada djamau dhocloe sem boeniken oewang di dalem tanah, jang tjoema di kassi taoe pada toeroenannja jang paling toea, sampe berjoeta- joeta, ~Apa betoei begini," herkata toean DANGLARSj "lehih boleh pertjaia djoega karna tida satoe manoe- sia dapet taoe jang dia orang poenja tanah." • Ada djoega jang taoe, tetapi tjoeuia sedikit orang j kila sendiri tjoema taoe dari dia orang poenja kapoenjaken, tida laiu dari dia orang poenja astana di Llleca." ~ Ach, II pa betoei dia orang poenja astana ?" berta-, njn toean DANGLARS dengen ketawa, "itoc lah socdah banjak barganja." .,Ja I tetapi itoe astana dia serahken pad a minister dari bagian oewang dan dia sendiri ringgal di roemah ketill, 0 I kita soedah bilang, jang kita rasa jang dia amat kikir. • Djikaloe begitoe angkau tida alem padanja." . • Dengerlah j kita sendiri belon kenal betoei pad a majoor CAVALCANTI, djikaloe kita tida kliroe tjoema tigu kali salamanja kita hidoep kita liat padanja. Apa jang kita taoe dari dia, kita dapet denger dari padri Bl'SSmlI sobat baik dari diaseudiri, Ini pagi majoor CAVALCANTI bi\iara pada kita dari kahendakannja hal poetranja dan dia kassi taoe jang dia tida soeka aken ' tinggalken dijem harranja dalem negri Italië, tetapi dia hendak menambabken kemampoeannja di aegri Franseli atawa di negri lnggris, jang berjoeta joeta banjaknja. Begitoe djoega angkau moesti inget jang bagimana djoega kita pertjaja perbilallgannja padri BUSSO~I, kita tida maoe langgoeng segala apu jang kita soedah denger." :rida mendjadi satoe apa j kita membilang hanjak trima kassi pada angkau jang soedah mendatclIgken satoe langganan begitoe baek pada kita. Dia poenja namu sadja soedah menimboelken kapertjaja·an aken di masoeken dalem kita pocnja boekoe dagang j dan kita poenja toekaag oewang, jang kita . tem11gkeu .assalnju majoor CAVALCATI, attinja mendjadi beseer. , Tetapilah kita hendak tanja banjak pada augkau, sebnh augkan soedah koelillog dimalla mana dan soedah dapet pengartian dalam ka-ada-an roepa roepa bang~" apalab biasanja orang Italië, djikaloe nikahken ana k. nja kassi banjak harta banda djoega pada jang di nikahken? "Astaga! itoelah moesti di timbang dari kesenaug, :annja attinja. Kita kenal sa-orang Pangeren Italië, kajanja seperti isinja tambang maas dan assai bang. sawan paling besaar dari Toskane, jang djikaloe di poenja poetra nikab dengen kasenangannja dia mem. ba wa-in bebrapa joeta, tetapi djikaloe poeiranja.nik" ,. 325 I. ."Apa baraugkali angkau hendak nikaken dia engen nona DA~LA.RS? Apalab angkau senang djikaloe ANDREA di boenoeh oleh ALBERT? ,. . AT.B ERT," betkata toean DANLARS dengen tarik poendaknja, "Ach, dia nanti tida taro di dalem atti, " "Boekanlah dia bertoeuuugan dengen angkau poenja . poetri ?" ,,'l'ida lain, jang tjoema kita dengen DE ~IoRCERF soedah taoe bitjura dari hal ini nikahan; tetapi njonja DE .MORCERF dan AI,BERT .... .•" . "Angkaulah tiada maoe bilaug jang ini anak man. toe tida sampei mampoe? " ,,0, 0, di atas hal kemampoean nona DA:-10LAB8 djoegn boleh di tandingken dengen toean Da MORCERF rasa kita." "Pembawahan nikahan dari nona DANGLARS kita. pertjaja banjak djoega, betoei itoe, dan kita tida kaloewarken chabaran bohong." "Betoei, tetapi tida sadja hal pembawakenbarta. banda jang rnasoek dalem kita poenjapertimbangan j' tetapi aken tinggal bitjura di dalem hal ini bilanglah .p ada kita " "Apa?" "Sebab apa tida oendang toean de MORCERF den. gen permilinja pada angkau poenja perdjamoean ?" IIKita eendaug djoega padanja, tetapi dia tida tida mendjadiken kesenangannja dia tjoema 'kassi oewnng pengidoepan tida lebih dari tiga poeloeh Kroon saboelan. Sahnndeinjn sekarang AXDREA nika dengen kasenangannja abahnja, baraugkali dia nanti trima satoe, doea atnwa liga joeta, Djikaloe dia baraugkali knwiu dengen anak prampoean dari sa-orang bankier, baraugkali oewangnja sebagian di masoeken dalem perdagangannja mertoen anaknja, tetapi sabandenja poetranjn nika dengen snak prampoean jnng dia tida senang tentoe dia poenja peti oewang tingaal kntoetoep. l\Iakaitoelah ArmREA kapaksa aken hidoep sepertisa-orang hartawan aken toeroet berdjoedi dan main dengen kartoe palsoe. "Hoc kamoeda nanti tjari s!!-orang poetri Radja negri Beieren atawa Persi. ,,0, ïtoe tida .samoea ini toean-toean bangsawan di sebrangnja pegoenoengan bernika dengen orang jang renda. Makalab, toean D!NGLARS, apa angkau ingin aken bernika dengen ANDREA, jang angkau tanja pada kita dengen begitoe perloe dari bal kemampoeannja .dan kabendakannja toean CAVALCANTI?" "Soenggoeblab," menjaoet toean DANLARS, "inilab djikaloe bisa mendjadiken peroentoengan besar aken kita; angkau taoe sendirijang kita sa-orang soedagar, I ,I r 326 f I I1 I I I I lj bisa dateng, kerna dia moesti llegi ka Dieppe dengen njonja de MO.RCERF, sebab ia inoesti dapet hawa J, oet." "Ja, ja," berkata toean DANOLARS dengen ketawa, ia moesti baek sekali aken dia." "Sehab apa?" "Sehab waktoe ia . moeda djoega mcndapet itoe hawn." GRAn' de l\IoNTE CnRIsTo mengerti djoega maksoednja ini perbilangan, tetapi dia poera-poera soperf dia tida mengerti. "Tetnpi," berkata Ingi toean GRAAF de l\IoNTE CnRIsTo, wdjikaloe angkau timbangjang ALBERT tida sampe k àiu aken bernikah dengen nona DANOLART, augkan begitoe djoega moesti mengakoe jang dia poenja nama sampe bagoes." "Itoelah betoei ; tetapi kita lebih soeka pada kita poenja nama sendiri," menjaoetlah toean DANOLARS. "Soenggoeh, angkau poenja nama soedah kasohor, tetnpi dia soedab, di koerniahin galaran, jang orang . soedah timbangpantes aken dia. Begitoe djoegakita sendiri mengerti, jang angkau lebih berkenan dengen galaren bangsawan jang soedah koeno, dari pada . ealnran bangsawan jang babroe doea poeloeh taon . lamanjá. "Ja, itoelah betoeI sekali," mendjawab toeanDANOUR8 deugen mèsem, .maka itoe kita lebihbaik pili toean ANDIUU CAYALCANTI aken di djadiken mantoe dàri ALRERT de ~rORCF.R~'. " "'l'etnpi," lierkata lagi de ~rOXTE. CnRISTO, Kita , rasa jnng de ~IOUCERF tida ocsab menoendoek pada CAVALCA"NTI" "De )(ORCERF? .... Dengerlah toean GRAU'," mendjawab toean DAXGI,ARS j "aogkaulah sa-orang jang boediman, boekan T' "Kita rasa begitoe," "Dan angkau djoega faham dalem hal alamat tjap bangsa? "Boleh djoega? "Maka angkau lintlab warna alamatnja kita pocnja tjap bangsa; itoelah lebib tetep darl poenja toean DE l\IORCEF." "Sebab apa?" "Sebah, djikaloe kita dari pada labiran boekannja baron, begitoe djoega kita poenjanama DANOUUS. " "Lagi?" "Dan dia poenja nama boekan MORCERF." "Bagimana! apa namanja boekan l\IORCER~· ." "Sama' sekali tida." "A!!tnga !" "Kitn. di djadiken baron oleh lain orang, maka kita dapet Hoe pangkat, tetapi dia soedah mengang-, I· I I I I I 328 kat dirinja sendiri djadi GRAAJo', maka dia boekannja GRAAF. "Tida boleh ·djadi!" "Dengerlah, toean GRAA}'," herkata poela toean DANGLARS; "toean de :àlORCERF saorang kita poenja . sobat soednh tiga poeloeh tahon lamanja. Angkau taoe hagimana kita sembarangan di atas kita poenja alnmat tjap bangsa, sebab kita tida meloepaken kita poenju ka-asalan", "Itoelah satoe tnnda, iang angkau saorang jang rendanken diri atawajang augkan teramat angkoeh." "Jalah, waktoe kita missi djadi djoeroetoelis kantor, toean :MoncERF djadi toekaag mentjari ikan tida Iebib." "Dan itoe waktoe orang seboet namanja ?" "FERNAND." "Tida lain dari itoe?!' I'FERNAND :àlONDEGO." "Apa angkau taoe betcel ini ?'. "Bagimanalah' kita tida taoe betoel, karana bebrapa lama dia djoewal ikannja pada kita aken kenal betoei padanja. . "Sehab apa angkau maoe kassi djoega angkau 'poenja anak prampoean pad:mja?" "Se"bah FERNAND dan DANGLARS doea orang jang mentjari kaoentoengannja dan mendapetken itoe, 329 maka dari kemampoeannja doea-doea bergalar bangsawan, maka dia orang di dalem bal pentjnrian ' sama djoega, melainken di dalem doea tiga perkara, jang orang soedah Oeritaken dari dia, jang orang tida boleh bilaug dari kita,' "Apalah itoe?" 0, tida apa-aun." 0, ja, kita mengarti djoega; apa augkan soedah bilang pada kita menimhoelken satoe peringetan parIa kita dari pada numanja FERNAND MONDEGO.. Kita: soedah taoe denger itoe uama di seboet dalem negri Griek." "Di dalem ' perkars uja ALl PA ?" CIIA. "Ja." "Itoelah rahasianja", berksta toean DA.NGLA.RS i "dan kita bilang teroes terang, [ang kita msoe, kaloewarken oewang banjakaken bisa dapet katerangan dalem ini hal." "Itoelah tida begitoe soesah, djikaloesoenggoeh angkan kepingin taoe sanget bal ini." »Bagimunulah ?" "Angkau boekan poenja saorang moeamil di negri Griek ?" "'l'entoe." "Di mana-mana." "Makalab angkau moesti toelis pada angkan poe- 330 ~ Ilja moe'amil di Janina, dan augkan moesti tanjah npalah sa-ornng Franseli bernama ]<'ERKAND soedah memboewat di dalem katjilnka-annja Ali 'l'ebelen, "Betoel.lah augkan poenja perbilnngan ini," berkata toean DANGLARS dengen berdiri j - "ini hari djoega nanti kita toelis.' "Bikin-Iah." • "Lantns djoega.' "Dan djikaloe angkau dapet denger apa-apa?" "Nanti kita knssi taoe djoe~ pada angkau.' "Dengen ini nanti angkau menjenangken kita poenja ati.' Sasoedahnja bersalaman toean D.!KGURS dengen sigra kaloewar dari katnar dan dalem sskedjab sad ja dia soedah berdoedoek dalem kretanja. ., LXVII CHALWATNJA PROC 'REUR I I ; I I I Î HADJA~ Pada djam satengah satoe tengah hari njonja·. DANGLARS soeroe paseng kretanja dan ia pergi ka kotta mceka SAINT GER.IAIN, dari sttoe ia masoek djalan Mararin, dan soeroe brenti kretanja di moeka pelataran PON'l'NENlo'. Disann ia kaloewar dari kreta dan berdjalan. Ialah berpskean sedarhana, seperti pantesnja sa-orang prampoean bnngsawan, jang berpegian waktoe slang. Di djnlan GUENEGAND ia menoompang kretn sewa dan soeroe pegi koesirnja ka djalan DE HARLAIJ, dimana dia hendak pegi. Baroelab dia doedoek dalem kreta, lantas dia kloewarken satoe tjadir item, jang dia pasaug di atns topi roempoet jang dia pake, dan dengen memandangmoekanja di satoe katja ketjil, jang dia bawa dan dengen senang ati dia dapet liat jang moekanja tida bisa katahoean orang, kerna tjoema koelitnja jaug poetlhdan matanja jang keliatan, Itoe kreta sewah liwat PONTNENF dan tanah lapaugDANPBNIE, dari mana ia teroes ka astana DE HAR... LUI. Disitoe koesirnja di bajar, sasoedahnja di 332 lboeka pintoe kreta aken kaloewarken pada njonja DANGLA.RS, jang berdjalan Ijepet naek tangga aken pegi pada Procureur Radja. Disana njonja DANGLARS -a da liat banjak orang jang bekerdja, tetapi tida 'satoe jang memandang padanja, sebab orang-oraug itoe kebanjakan pakerdja-an. Sreuta njonja DANOq.A kassi taoe namanja di moeka kamarnja Procureur RS .Radja, lautas sa-orang djoeroe koentji berdiri, dan ' t anja apalab dia jang soedah berdjandji dengen Procureur Radja aken dateng bitjara, dan aasoedahnja · njonja DA NOI,ARS mantoek ialah di auter dalem chalivatnja toean DE VILLEFORT. 1.'oean Procureur Radja doedoek di satoe korsi dengen senderau dan menoelis, dia denger pintoe -di boeka, tetapi badannja tida bergerak dan dia -denger bitjaranja djoeroe koentji: "masoeklah njonja I" ·dan dia dioega jang pintoedi koentji lagi, sesoedahuja ·tljonja DANLARS masoek, tetapi srenta dia dengen sigra dia menolih pegi ka pintoe dan grendel itoe dari dalem, serta kelamboe pintoe di toeroenken -dan mempreksa disana-sini apalab tida ada jang -bersemboeni di dalem katnar. Sasoedabnja dia priksa disana sini dan tida menglloenasken lagi, jang ada orang bisa denger pembij "t ara-annja maka berkata-lah dia pada njonja DANO-LA : RS 333 ", "Kila membilaug trima kassi jang angkau soedab dateng." Samantara dia ambil satoe korsi dan berasanja seperti hendak meletos. "Ia-lab," belk'ata toean PRO CUREUR Radja dengen menjender korsi, bahroe ini kita bisa katemoe lagi pada angkuu sendirian tetapi sajang-lah jung kita . orang penbitjura-au ini kali tida menjenangken. Me~, .mang betcel-lab di atas kita orang poenja perboewatan kamoedian mendjndi ternjala djoega, tida bisa tinggal di dalem rahasia. Ja-lab aken banjak orang sampe menoempab aer matanja." . "Toean" betkata njonja DANoLAns: angkau mcngertii pri ka-ada-annja kita poenja diri maka mcmbri ampoen-lah pada kita. "lui karnar dimana sa-ari ari ada bebrapn pesakitan masoek, djoega mengingetkcn pada kita dari kita poenja kasalahan". 'I'oean de VILI.EVORT bergodek dengen kapalanjadan taril~ napas pandjaag. "Dan kita," herkatalab ia lagi, ftkita mengakoe sendiri, jang kita djoega . mocsti masoek djadi pesakitan?" "Angkau", bcrtanja njonja DANOLARS. "Ja, kita." »Kita rasa jang angkau timbang terlaloe berat ja di dalem angkau poen perkara sendiri," berkata njonja DANOLARS, "ialab angkau moesti timbang djoega jang angkau poenja kesalahan terkoewat dalem, 335 334 ngkau poenja oemoer moedn, makalah waktoejang augkan missi koerang ingetan, makalah Allah jang Maha koewasa nanti membri amp?en pada augkan -sa-orang jang pegaug pangkat besaar. "Njonja," berkata toean de VILLEFORT, augkan kenal pada kita, kita tida soeka bohong, atnwa poera-poera, djikaloe tida ada kamoestiannja. Djixnloe kita poenjn batnek soedah soedah keliatan keroet maka itoelnh schab kita, poenja ati berasa sedi makn djikaloe kita poenin ati seperti batoe, ·maka itoelah aken rnenahan kesoesahan jang dateng pnda kita, Waktoe kita missi bertoendangan waktoe kita orang benljàmoe dalem roeman di. djalan Du -Cous di Marseille. Tetapi 'dari pada itoe waktoe samoealah berobah, ia di dalem kita poenja alti, ia di loewarnja; kita poen]a pengidoepan saperti ·orang jang soedah toea, dan kepengin tidalain dari aken mendjadi orang besar, Begitoelah kita djadi ·apa jang kita soedah lama harep j begitoe djoega ·kita poenja ati missi sadja berasa jang kita soe.lah memboeat hal jang dhoeraka, tetapi angkau orang·orang prampaean menoetoep angkau poenjaatt i, dan hersalnken pada laen orang perboeatan -dhoeraka, .j ang angkau sendiri soedah bikin." "Begimana djoega, toean, angkau moesti mengakoe mendjawab njonja DANGLARS, "djikaloe betoet kïta soodah . memboewat hal dhoeraka, maka kemaren maleui kita, soedah dapet pengharikan jang sanget." "Kasianlah, angkau," berkara toean DE VILr,EFORT dengen mempegang tangannja njonja DANGLARS, "ja .betoellah angkau soedah teramat dapet penghardiken schab sampei doea kali angkau djatoh pangsnn, begitoe djoega " "Lautall?" "Apa· kita rnoesti bilang djoega . . ... tetapi augkau moesti pegang alti brani, njonja, sebab angkau poenja knsangsara-an missi belon poetoes." "Astaga Allah," bersambatlah njonja DANGL.\.lt missi "Angkau sumpe sekarang tjoema lint palla. apa jang soedah kedjadiau, tetapi tida mandaug apa jang nanti boleh kedjadiau; ingetlah apa jun; uanti boleh djadi pada harl di depan ... . •" BARONNE:l DANGLARS soedah kenal betoeI adat oja. toean DE VILLEI"ORT, makalah ia mcndjadij poetjet dan hendak mendjcritlah ia, tetapi tida bisa. IIBagimallalah hal jang soedah kedjadian itoe boleh di kombaliken lagi? bertanja toean DE VILLEFORT, bagimanalah satoe hal jang soedah ada di dalem choeboeran bisa di keloearken lagi ? ,. " Jalah l " herkata njonja DA GL& "soedah tentoe N RS, dari pada pertemoean." ,,0 ja; boleh djadi djoega apalab djoega tida 336 337 kebetoelan jang GRAAP Ol, rtfONTE CHRISTO ' soedah beli itoe roema? apalah tida kebetoe1an djoega,jang dia soedah soeroeh bongkar djocga Hoe tanah? apa lah tida kebetoelan jang itoe anak soedah di kaleewarken dari bawnh poehoen ? Ach, kesinn amat · anak itoe jang kita dengen pnja soedah lahirken.jang soedah menoempaken pada kita begitoe banjak aer mata. Ach! kita poenja atti berasa petjab, waktoe toean G RAAF membitjaraken hal itoe auak.jang soedah di cboeboerken dalem kebon kembang," ,,1'ida1ab, njonja, jang apa kila bendak bilang palla angkau, te rlebih ngeri," menieoot t~ean' DE Vn,LI<,PORT, "omng tida dnpetk en katinggalnnnin itoe anak di dalem tanah; angkau tirla oesah menangisin itoe anak, tetnpi angkau moesti goemeter." "A palah angkau maoe bilang ?" bertanja njonja D ANGI.ARS dengen kaget. , "Kita maoe bilang, jang GRAAl' m MONTE C IlRIST() waktoe ia soeroe bongkar tanah di bawah poehoen is tida dapet hangkenja anak, djoega tida dapet satoe kopper ; sebab disifoe tida ada bangke, djoega tida ada kopper." "Apa angkau bilang jI" bertanja njonja DANGLARS apa betoei tida ada bangkenja dan djoega tida ada koppernja? _»Betoel," menjaoet toean D E V ILLEFORT, dengen memegang kapalanja, "lagi sekali, dan seratees kali betoeI! , " "Tctapi, apalab tida betoei disana, jang augkan choehoerken itoe anak toean; sebab apa angkau memboedjoek pada kita ; lantaran apa? ajolah-ajoluh bilaug pada kita l " "Mem:JDg betoei disitoe tempatnja, tetapi dengorlah njonja, angkau tentoe uauti berasa kasian pada kita, jang soeda doea poeloe taon lamanja simpen dalem ati hal rahsia jang amat ngeri, dongen tida membri taoe itoe pada angkau, [ang pstoer moesti taoe djoega," "Astaga, angkau bikin kwatir pada kita, tetapi tidn meudjadi apa, kita deuger." "Angkau tentoe missi inget waktoe tenga malem, jang augkan ampir mali ada di dalem tempat tidoer di dalem kamar, jang di gantoengin kain taloeki merah, niaka angkau dengen temmat koewatir bernanti datengnja waktoe aken melahirken anak, Itoe anak di lahirken djoega dan di taro di kita poenja tangan, tetapi ia tidabergerak satoe apa, tida hertarik napas, dan tida poenja soewara; maka itoe kita orang kim, jang itoe anak di lahirkeu mati." "Njonja DA NGLARS bergerak dari korsinja seperti saorang jang hendak berlari, tetapi toean DE VILI,E}'ORT tahan padanja, dengen berkata lagi : Moott Chrlsto, 22 3H!) ~ Kitn orung kim j:lIlg iroc anuk socdah mati, maka kita masoeken itoe di dalem satoc kopper, aken Lil,in peri mati; begitoelah kita pegi dengen itoe koppel' serta isinja ka kebon dan disana kita gali lobaug, dimana kita masoeken itoe koppel' dengen sigrn , Baroelah kita hendak oeroek lagi itoe louang, lautas kita bcrasa tangnnnjn itoe orang COnSIlL\, mnka kita bcrnsa seperti kitn liat hajangan, jan g linjap rngi dengen sigra kita bernsa sakit dan maoo mendjerit, tetapi kita poeujn badan selaloc berasa anjep dan kitu pocuja rocngkoengan berasn terkoeutji ... kita djntoh ampir mali dan bersangka jang kita di boenoeh. Soengoe kita sekali-kali tida bisa loepaken angknn poenja ati gagah perkasa, jang waktoe kita ampir mali, tetapi soedah dapet kombali kita poenja ingetan, jang angkau djoega missi sakit pajnh dari padn bahroe beranak, soedah dateng pada kita aken toeloeng, lui hal jang soedah kedjudian moesti tinggal di dnlam rnhsia i angkau soedah brani poelang ka roemahmoe, dengen di toeloeng oleh baboe soesoe, maka di atas kita poenja diri, soedah di dapetken akal, nkeu D1rmbilarg jang kita soedah berkalai kema )lel'karn. hormat, maka kita mendapet loeka. Sabagimaua kita tida bisa mengharep, begitoe djoega iui hal bial' tinggal di dalem rahsia dau ol'ang s oednh bawn pada kita ka VERsAIl,r,E. Tiga boelau lamanjn, kitn poenja djiwn terg:mtoeng antaranj. hidoep dan mati, dan waktoe kamoedlau dari pada koewatnjn kitn poenjn bnduu, kita memdj adi lebih haik, di kirimlah kita ka tnuah Europa seblah kidoel, aken dupet hnwa back disana, soepaja lekas holen semboeh kombalt. Àlllpat ornng soedah pikcel palla kita dari kotta Parijs ka Chalons,sabau ari kita berdj a. Jan auem djam lumanja, maka njonja VILr,IW Oltl' mengalltel' dari blakaug kita poenja taudoe dengen mCllOelDpang kr eta, Di Chalon orang menoempang, ken kita di kapal Sûne dan dari pada kerasnja harocs, maka kita milir sampei di MIes; disaualah kita di naeken taudoe lngi, dan di bawa terces smups di Marseille. Sepoeloe boelau lamanja babroelah kita semboo samn sekali. Kita tida' denger lagi jaug orang bitjura dari angkau dan kita tida braai tunja djoega apa jang soeda h kedjadian pada angkau, Waktoe dateng kombali di kotta Par!js, kita dapet denger jang djandauja toean DE NA N E soeuan ROO N bernika dengen . toean DAHor,ARs. Semantaralah, apalah jang mendjadi kita poenja pikiran, sasoerlnh, nja kita mendjadi semboe kombali? 'l'ida lain dari pada satoe hal itoe sadja, ialah bangkenja baji jaug samalem·malem keliatau di ,dalem kita poenja mimpian, j aug kaloewar dari lobang ehoeboer dengen mengan. 340 341 tjem pada kita. Bahroelab kita dateng kombali di orang Oorsika jung soedah bersemboeni dalem kebon kotta Parjis, lautas kita priksa lagi ini hal. Itoe dan soedah meioekauiu pada kua, iulah soedah Iia t, jang kita Ultlnggl\lih tobaug cuueboer dan liut jang roemah, sasoedahnja kita orang laloe dnri sitoe, tida kita iuusoekeu itue uangke disitoe. di tinggalin orang lngi: tetnpi sekarang di sewnbken Maku boleh dJatii ujoega, jaug dia nauti dupet keaken sembilan taon lamnnjn. Kita lautas pegi pada nal palla augkan baraugkali ujoegu dia soodau kenal pa da a ugka n. Djikaloe beguoe, apalau diu naujang sewah itoe roemnb, dengen poera-poera kita ti tiua neutluk menjeselkeu palla augkau kauioedian membilang kepengen sekali, djangnn sampe itoe roe- dengen memboeka mi rauasiu Apalalliui nanmah djatoh di tangnnjn lnin orang, sebab itoe poenja- ti nda meudjadikeu peuiualesun djuuat asen dia, nja abahnia dan mamanja kita poenia istri, Kita jang kitu tida meudjudi uuti dnri pacla paurkeumja? Maku itoe kita tiuibuug perloc sekuli, aken hitaugken bendak memhri knroegian, aken ' mntiken itoe per- segala pertaudahau, jung uiissi boleu kuliatuu uari djandjian sewn; orang minta anem riboe frank; kita hal itoe. Maka itoe dj oega kita nda liaj all o aK"u , djoega maoe bajar sepoeloe rUJOc, ialah djoegn doea kaloewarkeu oewang boewat mankeu pt:ruJ"u ,tJlau poeloc riboe kita maoe bajar. Itoe oewnng kitu bawa sewau, tjoema aken itoe kita dateng duu aken It06 djoegu kita beruanti. MaieUl 8011dau uroeuu dateng; djoegn dan lautas kitn minta itoc perdjandjian di kita ueruauti sauipei soeda u meudjudi gelap. Kita matiken ; srenta itoe soerat perdjandian matiken ringgal dalem kutuur deugen tidu pakei iampue, - sewah soedah di teeken dengen sigra kita pegi ka dau khuuboenja pintoe uergojallgtleUóllt dan pad" angiu ureuioep, muku suboutar-sauentar kita sepern Auteui1. Dari pnda waktoe kita laloe dari itoe roema, liat ada oraug jaug ureugiutip dari uiakaugnja. 'I'euitida ada satoe manoesia rnasoek disitoe, Waktoe kita po-tempo kita benoutjat dari palla kaget; kuu denger dateng disitoe ialah djnm lima soree ; kita pegi ka seperti angkul1 bersauibat-suuibat di dalem tempa.t katnar merah dan bernanti disitoe sampe mendjadi I ti~oer, maku kHa tiû~ llra.ui ~enolell. i~itll. po~uj~ .. . . " I at! uerdebar-debar UI dalem Itu~ kll.lllar Jung soenJl, malem. DIsltoelah se~mla lIpll.Jang soedahkedJadlan maka kita beralll1 umat tukuetnju dau koewatir djoedan ketakoetan jang ki.ta berasa dalem ati satoe ga, jang kita poenja loeka naulÏ terboeka la;;i. ::lla· taon lamanja, bertimboel lngi lebih sanget di dalem met kamoediau kita tida denger satoe apa lugi, dari kita poenja kapikiran. !toe orang Corsikajang soe- I itoe kita pikir jang tida ada oraJlg jang meugiutlp . . . . ' pada kita, maka klta hendak berdjalan ka kllbou. DengerlalJ HERMINE kita bersan gru nf J)J~ :\!OXTI': CIIHI8TO soedah biijarakon dnri hal menggnlih aunk ti i luulepnu kita ora ng, uiaka diuluh j:lIIg- moesti tuoe kita orungpoe. ll.lR raI ' " rasta. "Alluh ! Astaga pirolnh!" benamba t njonja DAXOLAns. Toenn de Vn.L EFOHT tidn hitjura sntoe npa mendenger sambatuja njonja DA ~ GLARS, tjoema mcngge, r Cl lg sarlja, . "Tctapi itoc :mak! adalah di manalah itoe auak , toean! mendj:mab njollja D AXGL AHS. . Ach, bra pn lama kila I'ocdah tjari pada Hoe anak bCl'ka ta toclln de \' I LL J-: r o HT dellgen nli socsah ' I':l8alah (dIa scpel'ti ..inlah 8ampc waktoe kita lilloer hC JlIÎ ~ 8 i tj nri djoega iloe mmk ; hrupa kali ldl a harep 8fl(' Plli~ kita bolch WII,)IORf: minta aken bitjam padauja dan di temtoeken itoe pada djam 10 slang . Sebah penjoeroehnju kapala policie dateng sc pceloeh minuut di moekania djam 10. maka di kasi taoe padanju jung L OllU W",)I ORE belon dateng di roemah, tentoe dia unnti dateng betoei pada djum 10. ~[aka peniocroeh itoe bernanti dalem kamar biijaru. Sasoedulmjn dia toenggoe betoeI sepoeloe minuut lamanja dan loutjeng poekool djam 10, di boekalah pintoe dan LORD WU,)IORl: dateng. LORD WU,)IOIlE saorang jang sedeng besaruja, dengan moeka poetjet dan ramboet merah, jan g banjak soedah mendjadi poetih. Dia poeuja pakeau seperti biasanja orang Inggris, ialah aneh sekali, djas blaoe dengun kantjing sepoehan, seperti orang biasa pakei dalem tahon 1 J81. Srenta ma soek toean LORD WJ/,)IORE lant~s bitjara: ÎJAlIgkau taoe toean, ja ng kita tida bitjar.a ballasa Franseh." .Kitit taoe jang lIngkau titla soeka hitjara ini bebahasa" menjaoet si penjoeroeh dari kapala policie. 372 373 I I I I ,,'l'etapi augkan boleh djoega bitjam bahasa Fransch berkara l O WILMOH "biar kita tidn bitjara Hoe RD E, bahasa, kita mengerti djoega Hoc," "Dan kita," menjaoet si peniocroeh dengen salin bal .asa, "bisa dj oega bitjura bahasa lnggris. ~Iaka Hoe kita orang boleh bcromong di dalem bahasa itoe." "Hao!" menjambat LOHD WII,)(ORE, menocroet biasanj a hnngsa Inggris. pa~a ~adja 01'1'0 disana, aken mendapet hak menggalih itoe tambang perak, dan di bri djoega ini hak padanja. Dari padn itoe dia mendjadi or:nO' hartawan, jang manoeroet taksirn]a LO RDWII,)IOREI:)mendapetken k:ih~sil an dalem satoe talion haujaknia satoe atawn ~Ioea joeta frank, ini kemampoean brenti djoega srenta itoe tambang tiada menghnsilken perak laei. ,,'I 'etapi, apa angkau taoe,' berkntn jang bel·tam~e "sebab apa dia dateng di negri Fransch." , "Dia hendak tjnri kaoentoengan dalem kreta dia dan sebab dia snoraug pandei kimija dan berilmoe dhalikat, maka dia soedah dapetkeu prabot teleeraaf bahroe, jang dia sekarang heildak tjoba''. I:) . " Br~palah kira-kim banjakuja blandjanja?" hertanjak SI tamoe. ,, 0, kita kim lima ratces atn wa anem ratces riboe frank, tida lebih", menjaoet Lom) WIr.~[OHF. sebab dia saorang jang kikir " . ' " Kentara sekali jang Lonn WII,)IORE dari bentjinja pada GRAAF OE M OXT8 Omusro, ia bitjura djahat dari dia dan menoeudjoek jang dia saorang kikir. "Apalah angkau taoe djoega dari roemalmln di . . Allteuil ?" "Temtoe". "Apa angkau taoe 't" "Apa angkau maoe taoe kaheudnkannja deugan itoe roemah ". "Ja". .GRAAF DE l\IOXTE CURIS1'Omentjnri kaoentoenganI ' , . maka