SIGNATUUR MICROVORM BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: • • MOE DERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: MASTER NE GATIVE STORAGE NUMBER: IMM69C-IOO\6(; KlTLVlRoyal Netberlauds Instltute of Souibeast Asiau and Caribbeau Studies SHELF NUMBER MICROFORM: Graaf de Monle-Crlslo I karangannja Aleunder Dumas ; IjerUaken dalam bab. Melajoe rendab dengan meneereet djalan jang gampang Balavia: Kameboo m & •• Co, 1894-t899.· 25 dl. (1183 p.).; 16 cm Vanaf bag. 11 uUg. door Albreebl & Co AUTEUR(S) Alnandre Dumas pseudo van Davyde la Palllelerie Est mplaafgegeve ns: Aanw.: Bag. t·25.· Bag t·10 nlel ullJeenbur M SINO 0022 dl 11 Sign.van origIneel: Sbetrnr. of orlglnale opy: M bb 0204 Filmformaat I Size offllm : Beeld plaatsing l Imageplacement: Reductie moederfilm I Reduction Masterfilm: Jaar van verfilming I Fllmedin : Verfilmd door bedrijf I Filmedhy: Sign. van mlerovorm: Sbelfnr. of mleroform: M SINO 0022dl 11 HDP/, - 1 6 / amm COMIC I IIB \S : 1 2004 Karmac Microfilm Systems hh '2..°lt .' u .,tl AF D ~I ONTtJ CHRISTO 1~ Il"ARAXOAXX,J .\ ALEXANDER DUMAS DI TJERITAKAN DALAM B AHA5A MELAJDE RENDAH DtlNOAX MENüERüEl' D.JALAK J AXO BAGIAN 11. BATA\'IA ALBREOHT & 00. 1898 , : , \ ". .. . GA~IPA NG. BIBLIOTHEEK KITLV 1 11111111111111111 1111 111111111 1111111111111111111111 1111 1111 111 0161. 7644 GRAAF DE MONTE CHRI8TO. L. • HAYDEE. Dengun itoe kareta jang nanti di sadiaken, G RAA P hendak pergi pada sobat-sobatnjn di djalunan Meslay, ja-Hoc ~fAXDIII.T .uN, J ULIE dan HE M ONTE CURI 8TO E~rANu ~; r,. Sabelen dateng waktoe aken berangkat, GHAAt' ini hendak mendapatken dhoeloe nona HAYDEE, ja-itoe nona baugsa Griek jang terpalihara olehnja. Sabagimana telah terseboet, nona ini alla hertampat di dalam bebrapa kamar.jang terpisah dari pada kamarkamarnja GRAA F m; M ONTE CIIRISTO, dan seknlinn kamarnja nona ini ada di dandauin tjaru 'l'oerki ; djoega sekalian dasarnja ada tertoetoep dengan pennadanipermudani tebal dan bagoes, sekalian temboknja tersaloet dengan soetra tersoelam emas, sedang di Ilaiintero tcpinja tembok itoe ada bangkoe-bangkoe polos jang"lebar, di manaadn bertoempoek-toempoek bantal bagces. HsYDEE ada di lajani oleh tiga orang prampoewan Franseh dan sn'orang prampoewan Griek. Itoe tiga 1 2 prampocwan Franseli bertampat di karnar jang pel'. tama, dan ada sadia aken lantas mengamperi, kaloe dengar boenjinja kelenengan, dan sadia aken melakoeken sckalian perintahnja itoe boedak prampoewan bangsn Griek, jang ada mengenal ~ioekoep djoega bahasa Frauseh, aken bri taoe kahendak nonanja pada itoe tiga dioeroe.h~ian,jang telah dapat pesenan O TECIIRISTO, aken hormati HA YDEE dari GRAAF DE M K sepcrti satoo ratoe. Di waktoe GRAAl<' hendakdateng kapadania, HAYDEE ada di dalam kamar jang paling ketjil, jang melainken dapet teraug dari sabelah atas, di mana sinarteraug ada meneui boes di katja dadoe, HAYDE.: ada rebah di dasar karnar dengun melendot pada bantal-bantal soetra bidjo terseclam perak , bahoe kanannja ada memeloek kapada djidat, sedeng tangan kirinja ada pegang! oedjoeng pipa jang terbikin D dengun batoe merdjan. flA Y EE itoepoen, sedeng ada mengiscp asap tembako dari pipa 'I'oerk] , ja-itoe asap jang meliwat doelee di aOl' wangi, kamoedlan baroelah dataug di moeloet. Pakeannjn HAYDEE ada sabiasanja pakeau prampoewan Griek, tapi samoewa soetra, dan ija poenja kaseet soerati jang ketjil adanja, ada tertaboer dengan emas dan moetiaru, dimikianlah djoega ija poenja kopea sedang kantjing badjoenja ada hermoetiara besar, Parasuja nona ini ada manis sekali : . djidatn~a lebar ajer moekania teraug dan rame, hidoengnja ban",il sedang bibirnja ada seperti merdjan dan e , . 't giginja meniroe-niroe moetiara. LaI~.dan. bagt oe, harceslab djoega dibilang, j:mg nona lIll ada oepama boenga jang baroe makar, ija poen baroe beroemoer sembilan belas atawa doewa poeloeh tahon, l\IONTE CllRiSTO panggil hambanja dan titahken bamba ini menaniaken pada IIAYDEE, apa ija (GRAAF) boleh dateng meudapatken. HAYDEE lantas sadia perintalt hambanja itoe kisarken koelamboe pintoe. l\tONTE CIIRISTO lautas dutaug mengamperi. HAYDEE mengaugkatken bad annj ~, laloe dengen tersenjoem ija angsoerken tangannja pada GRAAF itoe, sambil berkata dengan bahnsa Griek: Mengapatuh toewankoe soeroeh meminta idsin, aken dataug pada hambamoe ? Apa toewankoe soedah tiada djadi djoendjoengankoe, dan bamba tiada djadi boedakmoe lagi? :fifONTE CURISTO tersenioem, laloe berkata: "HUDEE! kaoe poen t aoe, ." "l\Iengapamh toewankoe berlakoe pada bambamoe ini lain dari biasa?" kata HAYDEE dengen memoetoesken omongnja GRAAF: "apa bamba telah berboewat, salah ? djika benar bagitoe, toewankoe misti hoekoemi bambamoe ini", 4 "HAYDEE !" kata poela itoc GR A : "Knoe poen taoe, A f' bahoewa kita orang ada di Frankrijk dan dari sebab bagitoe, kaoe ada merdika". "Merdika, bocwat . npa merdika '1" "Merdika, aken tinggalken kami" , "Tinggalkcn toewankoe!. , . . Mengapatah djoega ll~j a nanti tinggalken toewan ?" "ltoelah kami tida taoe. Kita orang poen aker bergaoelan sama orang banjak" . lIBamba tiada soeka melihat orang". "Dan djikaloc di nutara lelaki-lelnki moeda, jang kaoe nanti bertemoe, ada satoe jang kaoe penoedjoe, k ami poen tida nanti.. . . . . "Bamba belon taoe lihnt lelaki jang lebih tjakap dari toewankoc, dan belon sekali taoe tjintainlelaki, lain dari ajnhkoe dan toewankoe ini", ,,0, anak ! itoeluh ada dari sebab kaoe ini ampir belon taoe bitjara sama ornng-orang lelaki. lain dari ajahmoe dan kami" , "Ja, tapi apa perloenja hambalbitjara sama lain orang? Ajah seboet dirikoe ini si //jal/foel/g bati, toewankoe seboet si mal/is, dan doewn-doewa seboet -d joega dirikoe al/ah" . "Apa kan masih inget pada ajahmoc, HAYDEE?" IIAYDEE tcrsenjoem, laloe sambil memegang pada , 'mata dan pade hati sendiri, Ha berkata: . "Ija ada di sini l" 5 "Dan kami ini ada di mana?" kata MONTE CIIRIH'ro ambil terscnjoem. Tocwankoe ada di segala tampat," sahoet si nona. MO TE CURISTO lautas pegang tangannja HAYDf:f. N dan maoe tjiocm itoc j ta pi IIAYDEE tar ik tangannja itoe, laloe dekatkendjidatnja kapada moekanja GRAAit'. "Sekarang, HAYDEE", kata GRAAF itoe: "kaoe taoe, jang kaoe boleh menoereet pada kalrendak hati .sendiri. Kaoe bolch tinggal diam di roemah atawa djalan ka-loewar, sabaglmaua soekamoe; satoe kareta nanti ada sedia salamanja aken dipake olehmoe. Au dan l\1YRTIlOsanantiasa nanti mengikoeti padamoe dan melakoeken sekalian pcriutahmoe j dan kami melinken ada poenja satoe permintaän sadja padamoe". "Permintaän apa ?" "Kaoc djangan bri taoe kapada orang, kaoe ini anak siapa j djangnn seknli bitjam dari hal kahidoe pamuoe di tempo doeloe, dan muskipoen mcmbitjaraken perkara apa djoega, djangan sekali kaoe seboet nama ajahmoe atawa iboemoe". r.Hamba telah bilang, Toewan! jang hamba tiada maoe hertemoe orang". "Dengerlab i!AYD ! di ini kota Parijs brangEE kali tiada boleh djadi ka oe tiuggalterpisah sepcrti di tanah sendiri j maka biarlah teroes kao e beladjar kenal kahidocpannja orang-orangdi ini tanab sabelah oetara, sabagimana kaoe soedah berlakoe di Rome, 6 7 Florencie, di Milnn clan di .Madrid; hal ini poen nanti berfaedah padamoe, baik kaoe tinggal tetap di tanah sini, atawa knoe kombali ka tanah sendiri". HAYDEE mcmandang pada GRAAF itoe, dan sedang di matanja nda berlinang ajer, ija berkata : "Atawa kirn-orang sama-samn kombali ka Griekenland, boekan, Toewankoe?" "Ja, anak ! kaoe poen taoe, bahoewa kami tiada nanti tinggalken kaoe. Boekan poehoen jang tinggalken kembang, hnn]a kembang jang melaloeken dirinja dari pada poehoen. ."Hamba tiada nanti melaloeken diri dari padamoe,. 'I'oewan l kerna hamba taoe terang, jang djikaloe tiada toewankoe, bamba tidn bisa hidoep". "Anak! lagi sapceloeh tahon, kami nanti djadi toews, danlagisapoeioeh tahon,kaoe masihmoeda sekali"• "Ajah hamba ada poenjadjenggotpandjang jangpoetih; tapi itoe tida djadi sangkoctan aken bambatjinta padanja; ajah bamba beroesia anem poeloeh tahon, dan di mata bamba ija ada lebih tjakap dari pada sekalian lelaki moedajang hamba lihat di itoe masa", "Tapi tjobalah kaoe bilaug padakoe, I-!A.YDEE! apa kaoe rasa, kaoe nanti betah salamanja di . sini?" "Tapi salamanja bamba ada beserta toewankoe?" "Ja, sahari-hari kaoe ada beserte kami". "Kaloe begitoe, boewatapa bamba ditanja lagi?" "Kami koewatir, jang kaoe nanti merasakesel". ,,'l'idn, Tocwankoe l kerua di waktoe pagi hamba uauti menantiken datangmoe, dan di waktoe sore hamba nanti beringat-ingat, jang toewankoe telah datang; lain dari bagitoe, kaloe bamba ada seudirian, hamba poenja ingatau ada penoeh dengan apn jang hamba telah lihnt: hamba merasa seperti melihat kombali tampat-tampat bagces dan loewas, jang ditepiïn dengan goenocng-goenoeng tiuggi dan besar; djoega hati hamba uiasih beringat pada tiga perkara , dengun apa hnmba tida bisa djadi kesal ja-itoe : kasedihan, katjintaän dan sjoekoer". "Soenggoeh-socnggoeh kaoe ini anak haik sekali, HA YDEE ! Senangkeulab hatimoe: kami nantidjaga,soepaja kaoe poenja tempo-moeda tiadn nanti tersiasia ; kerna kaloe kaoc tjinta padakoesepertipnda ajahmoe, kami nanti tjinta pndumoe seperti annkkoe sendiri". "Salah, 'I'oewan l hamba tjintaï ajah tiada seperti tjintaï toewankoe ; katjintaän hamba kapada toewan ada lain sekali : ajahkoe telah meninggal, dan sujn tiada mati, sedang djikaloe toewankoe meninggal, saja poen nanti mati ", Dengan tersenjoem GRAU' itoe angsoerkeu tangannja kapada HAYDEI~, dan nona iui tjioem tangan itoe, sabagimana biasanja. Kamoedian GRAAP itoe lantas berlaloe, dan sebeutar lllgi ija lantas berangkat dengan kareta. !l LI. KOELA WARGA ~IORlt gL. Dengan sedikit tempo sadja GRA Af' DE )Ioxn: telah sampe ka depan roemah no, 7 di djalanan Meslay, Roemali itoe kalihatan bagces sekali dan nda di tengah kebon jang banj ak pepoehoenannja. Roemah itoe ada poenja doewa tingka tan atawa loteng. Bagiannja jang paling bawah ada didjadiken dapoer, kutnar kareta dan sabuginja itoe, sedang tingkatan-tingkatannjà ada diïsi oleh toewan roemah, Doeloc hari pekarangannja roemali itoe ada pandjang sekali, dan di bagiannja sabelah belakang ada satoe roemah aken tampat oraug bekerdja dan ada doewn paseban. 'I'api sekarang pekaranganitoc telah terbagi doewa; kerna tempo E MANUEl. telah beli roemali itoc, Ha dirikcn satoe tembokdi antara roemah kadiamannja dan itoe roemah tampat bekerdja serta itoe doewa pasehan. lni bagian jang terseboet belakangau, disewaken olehnja. Peugawal jang membockaken pintoe pekarangau, di waktoe dataug G RAAF DE ~[ONTE CIlRISTO, boekanlab lniu orang, banja COCLÈS jang toewa. Tapi dari schab matanja pitjek sabelah dan djoega soedah djadi lamoer, si toewa ini tida kenali pada itoe UURI TO GRAAF. Di waktoe G RAAF itoedatang, MAXIMIUAAN lagi lihat koedanja di pinggir kebon, hingga tempo BA PTI STI, menanjaken pada COCLÈS, apa Toewan dan Nonja HERBAUI,T dan toewan MAXl.lI U AAX M ORREl, boleh trima datangnja G RAAF DE l\[ONTE , Cn RISTO, MAXI 1I.IAAN itoe dapat dengar, dan lautas sadja lari mengumperi sambil berkata: "Trima GRAAF DE M ONTE UIlRISTO! Tantoe, tantoe sekali kita-oraug soeka trima padanja. 0 , saja hersoekoer saratees kali padamoe, 'l'oewan GRAn' ! oleh kerna kaoe tiada loepa pada djandjimoe", Sambil herkata bagitoe, M AXDIII,IAAN mamegang keras pada tangannja l\IONTE CIIRISTO, hingga GRAn' ini mendapat rasa, jang ija ada ditoenggoe-toenggoe dan sekarang disamboet dengun kagirangan. "l\Iarilab!" kata poela MAxunLIAAN: saja maoe antarken kaoe kapada soedarakoe; saorang seperti kaoe tiada pantas dianter 01 eh satoe boedjang j soedarakoe ada di kebon, iparkoe lagi doedoek membatja soerat-knbar di dalam roemah, pada tampat jang tida djaoeh dan istrinja j kerna di mana-manapoen, kaloe orang dapat lihat Njonja HERDA ULT, orang misti melihat sadja ka tampat dekat, aken dapatke n toewan EML"UEL" . Satoe prampoewan moeda, jang lagi memberesihi poehoen boenga mawar di tengab kebon, mengangkatken kapala dan menengok, oleh kerna dengar 10 11 soewara orang. Prampoewan ini nonaJULIE adanja, "Ja, PENELON!" kata JULIE: "pergilah kabari Toewan KIANURL, bahoewa 'foewan GRAAF datang mengoendjoengi kita, )IAXUm,IAAN! antarkenlah Toewan GRAAF ka pertengahau". Komoedian sambil menengok knpada MONTE CHRISTO, JULIE berkata: "Hendaklah Toewankoe mcmbri idsin aken saja jang sekarang ini telah djadi NjonjaHEUBAULT, saba- gimaan doeloe telah dineboewcti oleh soeroehannja firma TnO}[SON &. FRENCII. Ija djadi terkedjoet, oleh kerna melihat saorang asing; MAXIMILlAAN tertawa oleh kernn itoe, "Djangnn terkedjoet, adikoe", kata l\IA..{nlII.lAAX ' itoe: "ini 'l'oewan GRAAI-', uiaskipoen baroc dataug di Parijs doewa-tiga hari sadja, ija soedah taoe halnja istrinja' orang jang sewnkan oewang di kota ini, dan kaloe Ua belou toea, kaoe nanti bri tnoe itoe kapadanja" , ,,0, Tocwau l" kata JULIE: "socdamkoe ini nakal sek ali ; ija tida sekali mengindahi adinja, hingga I I I1 1 t ija membawa kaoe mengamperi dengau terkoenjoengkocnjoeng hagini.. .... PEN";I.O~!.... PENELON!" Satoe lelaki toewn, jang lagi mematjoeli tauah, melepasken patjoelnja, laloe dataug mengamperi, sarabil gerak-gerakken moeloet aken pindahken sisik jang terkemoe. Ramboetuja telah beroebau, dan dari pada warna koelitnja dan sorot matanja jang tadjam, orang boleh kenali, [ang dia ini bekasorang pelajaran jang biasa menahan panasnja matahari. "Saja dengarkaoe memauggil saja, Nona JULIE!" kata orang toewa itoe,jang hernama PENELON. Ija telah biasa seboet anak toewannja "NonaJULIE", dan ija tida bisa ingat aken seboeti nona itoeNjonja HERBAULT. I herlaloe sakoetika". Sahabis berkata bagitoe, .TUI.IE itoe tida menoenggoe lagi penjahoetannja GRAU, hanja teroes sadja berlarilari masoek ka roemah. "Ach, Tocwan MORREL", kata itoe GUAAF : ,,8aja melihat dengan doeka, jang saja menerbitken kariboeran di antnra koelawargamoe". "Lihatlah itoe iparkoe di sana, jang maoe pergi toekar pakeau", kata l\l.uDlILI!AN: ' "ltoclab dar,i schab kaoe ada terkenal di ini djalanan l\leslay". ,,~[enoeroet saja poenjapelibatan, Toewan )[ORREI,!" kata poela itoe GRAAF: "kaoe ini ada poenja koelawarga jang beroentoeng bagoes". "Ja, Toewan GRA.AF! itoe benar sekali. l\farika itoe tida ada kakoerangan satoe apa aken merasa senang hati; ija-orang masih moeda, berädat baik, ada bertjinta betoeI satoe ,sama ,Iain, dan dengan ija-orang poenja oewang boenga doewapoeloeh limariboe frank satahon,ija-orang merasa ada mempoenjai kakajaännja besar sekali, sedang djikaloe ija-orang I ~~ iliiiiiiiiiiiiiilliiiiiiiiiiiii" ' IIiIiIiiIIII"" J"!"'!"- 12 " j I I 'I maoe, deugan sasoenggoelmja djoega ija-orang boleh diadi kaja besar". "8atoe harta jang melainken berboenga doewapoeloeh limariboe, itoelah tiada besar", kata lIIONTE C HRISTO dengan soewara haloes' sabagi soewaranj satoe bapa, hingga l\I AXDlILlAAN mernsa piloe : "tida boleh tinggal bagitoe; Ua-orang misti dapat kakajaän jang hitoeng joeta. Ipnrmoe itoe brangkali djoega atoe advocaat .... atawa doktor?" - "Ija satoe soedagar, Toewan GR AAF! Ija soedah teroesken pakerdjaäunja ajahkoe. 'I'empo ajahkoe meninggal, ija ada tinggalken hartn limaratces riboe frank, dan harta ini terbagi doewa antara adikoedan saja, kerna anak-anak ajahkoe melainken ada doewa orang sadja. Iparkoe jang telah menikah dengan membawa sadja hati bresih, pengartian besar dan nama baik, ija ingin mempoenjai harta sabesar harta istrinja, soedah bekerdja dengun radjin anem tahon lamanja aken dapatken doewaratoos riboe frank. Enak sekali dilibatnja, Toewan GRAAF! itoe laki dan istri j ang hidoep dengun roekoen dan ada kerdja dengan .radjin, sedang dengan pengartiannja jang besar, ijaorang boleh dapatk en kakajaän besar; tapi ija-orang tida maoe robah atoerannja bekerdja di perniagaän, hanja toeroet sadja sabagimana jang biasa terpake pada tempo ajahkoe; saände tida bagitoe, hanja kaloe : ija-orang toeroet atoeran atawa akalnia orang-orang perniagaün djeman sekarang, tautoe troesab sampe anem tahon, di dalam tiga tabon djoega ija-orang soedah boleh dapatken apa jang diharap olehnja. Ija-orang poenja nama sampe seksrang poen masih dipoedji-poedji oleh sekalian orang di Marseille. Aehir-aehir, pada satoe hari E MA.:UEL mengamperi istrlnja, jang lagi membajar segala rekening jang orang bawa padanja. "JULIE" , kata EMANUIU,: "inilah saratoes frank jang saja baroe trima dari Coct ss aken menjoekoepi djoemblah oewang, soepaju djadi doewamtces riboe, ija-itoelah satoe dioemblah jang kita telah tantoeken aken djadi watasnja kaoentoengan kita, Apa kaoe senang hati dengan itoe djoemblah ketjil? Dcngarlah, kita poenja pakerdjnäu ada mendatangken kaoentoengan ampatpoeloeh riboefrank di dalani satahon. Kaloe kita maoe, kita boleh djoewal kita poenjn pakerdjaän aken tigaratoes rihoe frank; kerna di sini saja ada dapat soerat dari toewan DELAUll'Y, jang membri taoe, bahoewa ija maoe beli pakerdjaän kita ini aken tigarntoes riboe, Tjobalah kaoe pikir, apa jang baik kita berboewat". "EMANUEL!" sahoet adikoe: "firma l\IORREL melainken boleb didjalanken sadja olehorang bernama l\IORRt:I.. 8ekarang soedah njata, jang namanja klta poenja ajah telah berdiri dengan slamat sampe pada aehirnja. Boewat mennjegab soepaju nama itoe tida bernoda, apa tigaratees riboe frank tida pantas ditam- 14 15 pik?" "Saja poen ada rasa bagitoe," kata EMANUEL: "tapi suja ingin dengat doeloe kaoe poenja pikiran". "Sekarang," kata poela J ULIE: "apa kita misti trima, samoewa soedah kita trima, dan sagala boetang kita soedah terbajar samoewa j maka sekarang kita orang boleh toetoep boekoe, sambil toetoep .djoega kita poenja kantoor j marllab kita bikin hitoengun aken menoetoep boekoe". Ija orang lautas doedoek bekerdja, dan sebentar djoega boekoenja telah tertoeroep. Di itoe waktoe ada poekoel tiga j pada poekoel tiga saprapat ada dataug satoe orang aken minta tanggoengan boewat doewa kapal j perkara ini ada besar kaoentoengannja, tapi EMANUEL silaken sndja orang itoe pergi kapada toewan DELAUNAY, sambil britaoe, jang ija soedah berentiken pakerdjaännja, Bagitoelah halnja,'I'oewau GRAAF! maka iparkoe dan soedarakoe itoe tida mendapetken -oewang boenga lebih dari doewapoeloeh limnriboe". 1I[ONTE CHRISTO merasa piloe di liati, oleh kerna dengar itoe tjerita, dan baroe sadja tjerita itoe itoe habis ditoetoerken oleh MAXI lILlAAN, lautaslab djoega &LUHJEL datang dengun soedah toekar pakean j ija merabri tabe dengan hormat, laloe ija bawa tetamoenja masoek ka dalam roemah, Di dalam itoe pertengahan, ka mana GRAAF DE MONTE CHRISTO dibawa masoek, ada penoehdengan haroemnja boenga jang tersiar dari roepa-roepa boe- nga di dalam satoe piring Djepang. JULIE, dengun soedah berias, dataug dengan sigra aken samboeti GRAAF itoe di dekat pintoe. Boenjinja roepa-roepa boeroeng jang ada di dalani satoe koeroengun besnr di kebon, ada kadengaran merdoe sekali, sedaug poehocu-poehoenan jang merambat ada melapisi kalamboenja djendela-djendela jang berwama biroe. Segala jang terdengat dan jang kalihatan di pertengahan itoe, dari pada bocnjinja boeroeng-boeroeng sampe padu scnjoemnja toewan-toewan roemah, ada mengoetaraken kasenangan hati. GRAAF DE MONTE CURISTO poen, sadari datang di sitoe, ada merasa enak amat di dalam hati, hingga ija ringgal berdiam, salakoe mengimpi sambil berdiri, tida ingat, jang samoewa, orang ada memandaug dan menoenggoe padanja aken berksta-kata . . Tapi sigralah djoega ija tersedar, laloe berkata: "Njonja brilah maäf aken kalakoeänkoe baroesan ini, jang tantoelah djoega ada membri rasa heran kapadamoe, jang lnasa ada di dalani kasenangan sabagi jang saja dapat lihat di sini j tapi boewat saja hal ini ada loewar biasa, hingga saja djadi tertjengang dengan memandang pada parasmoe dan paras soewamimoe, jang mcngoetaraken senangnja hati" , "Dengan sabenamja djoega kita-crang alla senang 16 17 hati" ; sahoet JULIE: "tapi kita-oraug soedah menuban djoega banjak kadoekaän". Di itoe waktoe ~[ONTE CIIRISTO ada kalihatan seperti orang ingin taoe balnja toewan roemah. "0" I kata ~L~XDIILIAAN: "kita-orang poenja hal holeh djoega diseboet hikajatnja koelawarga kita; tapi boewat kaoe, 'l'oewan GRAAF! kerna kaoe biasa melihat katjilakaän dan kagirangan besar, bikajat kita ini ada djndi sadja satoe perkara ketjil. Aken tetapi, seperti telah dikata oleb .J uw·;, ki tn-orang telah meuahan kadoekaän besar sekali", »Apa Allah soednh datangken djoega penghiboer kapadamoe di dalam kasoesahanmoe, sabagimana biasanja mendatangken itoe pada orang jung berdoeka ?" kata l\[ONTE CURISTO. "Ja, Toewan GRAAF I" kata J ULlE: "itoelah kita orang boleh bilang dengan sabenarnja; kerna Allah telah herboewat pada kita-orang, sabagimana jangija tida taoe berboewat palla orang lain : Ija telall kirimken satoe malaikatnja kapada kita-orang", Di itoe waktoe moekanja MON CIIRISTO ada kaTE Iihatan bertjahaja merah moedah aken sedikit waktoe, dan ija melaga batok, laloe mengaloewarken selampe aken menoetoepi sabagian moekanju. "Anaknja orang kaja, jang belon sekali taoe kakoerangan satoe apa", kata EM .\NUEL: "ija tidu taoe harganja kasenangan hati ; demikianlah djoega sa- ornng jnug belou taoe dnpat tjilaka di laoetau dan dengun memeleek sapotong papan teroembang-auibing oleh omhak-ombak hesar, !ia tiada kenal hnrgnnja laugit jang ternug " . ~[oxn; C IIR I~TO berbangkit, laloe berdj ala u boelukbalik dengau tiudu herkata satoe apa j kerna aän de ija bitjara, tautoe sekali soewaranja uanti bergoemetar dan menjutaken walangnja hati. "Kita-oraug poenja dandnuan r oemuh-tan gga mcmbikin kaoc tersenjoem, 'I'oewau GHAAF !" kata ~[AX I ­ :111LIAA N. 'l'ida seknli lmgitoc!" sahoet ~[ONTE C Il HISTO sambil tekau dengun tangan kiri hutinja jang berdebar-debar, dan meuoendjoek dengun tnngan kanan pada satoc stolp, jnng menoetoepi satoe .kantong soetra jang dirare di atas bantal kctjil dari beleedroe hitam : "hallja suja :1(1:1 meuauja pada dirikoe, upa maksocdnja ini kantong soctra, jang kalihatan adu berisi sapotong kerta s dan lagi satoe inten j ang bagces sekali, "Itoclah, Toewan G IU.H'!" kata ~lAXDI I I, 1 AAN: "uda djadi kita poenjn burang-bnrang jalig paling berhnrga besar." "Ja, itoe intan adu bagnes sekali", kata. itoc GUAAF. "O! jang dimakseed oleh soednrukoe", kata JUI,U:: "boeknnlah hurgnnju itoe intnn, maski intan )[on te Christo. 2 18 itoe ditnksir nda hnrganin saratees riboe frank, Toewan GRA,U'! Soednrakoe ini hemlak membilnug, bahoewa baraug-barang jang tertoetoep oleh stolp iui, nda djndi kitn-orang poen]a burang-lmrang soetji, iang kita-orang telah trima dari itoe malaikat jang , 0 terseboet t:Hli". Itoelah satoe perkara jaug snju tidn mengarti, " tinda pantas suja meuanjaken hnlnja, N' onja I" . ,l; j . : tapi kata ~Ioxn; ClIRISTO : "maka brilnh muäf padakoe, kaloe saja merusu tiadn pantas iugin taoe hal itoe", "Tiada pantas ingin taoe?" kata pocht JULIE: " Pada hal kaoe uda girangken hati kitn-orang dengun lantaran memhri sempat palla kira, uken kita tjeritaken haluja barang-barang ini. Saiinde kita mnoe raslaken Hoe perboewatan moelja jan g dimgatkeu pada kita oleh ini barang-barnng, tantoelah kitn tida nunti taro barang-barang ini di depau segala orang j kita ingat netaraken balnja barang-barnng ini pada sekalian orang di doenia ini, soepaju aehir-ahir boleh .mendapat taoe, siapa adanja itoe orang jang telah betbo cwat amal kapada kita". o ada hal bagitoel' kata ~[OXTE CHRISTO. "Toewan!" kata MAXLIlLlAAX sambil augkat itoe " stolp dan tjioem dengan hormat itoe kon~o~g soetra : ini kantong telah dipegang oleh tangannja itoe orang ,lang telah lepasken ajahkoe dari kamatian, telah leepoetken kita-oraug dari kamelaratan, telah lolos- 19 ken nama kita -oraug dari puda knnistaän , ija telah dipegang oleh tangnnnja itoe orang jang telah men. datangken peroentoengao haik pada kita-orang,jan " soedah misti terdjatoh ka dalam kamelaratan dan kad ockaän besar'" "lui soerat," kata poela UAXDIlI,IAA.X sambil mengaloewarken itoe dari dalam kantong dan kasihkeu itoe pada ~IoXT E CJl RISTO: "ini soerat telah ditoeli oleh kita-oraug poenja penoeloeng di hariansjahk ou hendak memboenoeh diri, dan ini intan dibrikon oleh itoe orang asing kapada J UI,n;, seperti pembrlnn jang misti dibawa nienikah". l\IOX'l'E CIlIUSTO bockaken dan katja soerat itou dengau merasa enak di hnti. Soerat itoe boekall lnin adanja, hanja soerat jang dikirimken kapndu JUI.IE oleh saorang jang menanda tangan SDIIIA'r PAL.HAHAX. . "Kaoe bilang," kata itoe GHAAF : "knoo tida dapnt taoe, siapa adanja itoe orang ja ng telab berbocwat baik kapadamoe ?" "Tida, toewan !" saboet },IAXl.lJLIAAX: "kita-oraw' belon beroentoeng dapat bertemee pada orang ito I maskipoen sahari-hari kita memoehoen kapadn Al lab, soepaja dikoerniai bertemoe pada itoe pence loeng ; tapi saäntero hal ini misti ada maksoedn], jang gaib, jang sampe di ini tempo belon djoegadjadt njata pada kita-oraug j samoewa ada kalibatall se 20 21 perti ada teratoer oleh satoe tangau jaug tida kalihatan dan ada berkoewasa besar". "O!" kata JULIE: "saja belou poetoes harapan, jang satoe kali saja unnti dapat tjiocm tangaunja penoeloeng kita, seperti sering kali saja soedah tjioemi ini kantong jang soedah taoe dipegang olehnja. Pada ampat tahon jang telah laloe, PENI,LOX ada di Triest. PEX ET.OX itoe, 'I'oewan GRAAF! ijalah saorang pelajaran jang tadi kaoe lihat meniegang patjoel di kebon ; doeloe ja djadi onderstuurman, seknrang ~ELON ada di ija djadi toekang kebon. Tempo P& Triest, ija dapat lihat saorang Inggris jang lagi toeroen ka kapal, dan !ia kenali ini orang Inggris seperti orang jang telah datang pada ajahkoe di hari 5 J uli 1829 dan telah kirim soerat ini kapadakoe di hari 8 September tahon itoe djoega. PEXELOX bilang, ija kenali betcel oraug itoe, tapi tida brani tanjaken apn-apa". "Saorang Inggris!" kata ~[OXTE CIlRlSTO dengun merasa koerang enah sidikit, kerna J U memanLIE daug betoel-bctoel padanja: "kaoe bilang, saorang Inggris r: "Ja," kata i'[AxnuLIAAN: "saorang Inggrisjang telah datang pada kita-oraug seperti soeroehan dari firma TnoM8oN & FREXCII di Rome. Itoelah sebabnja, 'l'oewan GRAAF! maka tempo di roemahnja toewan de l\lORCERF kaoe bilang ada kenal pada toe- wan-toewan TIIO~I SON & FREN itoe, saja djadi kaget CIl sedikit. Kerna Allah, bilanglah kapadakoe, Toewan GRAAF! apa kaoe kenal djoega pada itoe orangInggris! Ija telah membri toelocngan pada kita-orene . 0 dI tahon 1829". "Boekanlah kaoe telah bilang djoega, jang firma THOM ON & FREXCII tida sekali mengakoe telah membriken pertoeloengan itoe! ".Ja. " "Apa tida boleh djadi, jang orang Inggris itoe saorang jang telah trima kabaikannja :J:jahmoe di dalam perkara ini atawa itoe, jang ajahmoe sendiri telah loepn, dan tempo njahmoe dapat soesah, orang itoe datang membri toeloengan dengun tida menjatakan dirinja?" "Segala perkara boleh djadi, Toewau!" "Siapatah namanja itoe?" "Ija tida meninggalken lain namn dari itoe nama jang ada di dalam soeratuja ini," sahoet JU LIE. "Hoe boekan satoe nama, hanja satoe alias sadja," Dan dari sebab JUI.IEmemandang tetap kapadanja dengan berlakoe djoega seperti ada beringat-ingat padasoewaranja SIMBAD PALAJARAN, aken bandingkan itoe sama soewaranja UONTE CJlRISTO, GRAAF ini lantas berkata: "Tjobalah kaoe bilaug padakoe, tiadakah orang 22 itoe poenjn badan adu ampir samn besarnja dengan adankoe, brangkali djoega ada sedikit libih besar, lebih langsing, sedang lehernia salamanja ada terlilit dengan dasi besar, kantjing jasnja snmoewa di kantjiugkcn dan salamanja ija adn memogang satoe potlood?" "Ha, njatalah kaoe ada kenalorang itoe 1" kata JULUl dengun girang, ,,'l'iua," sahoet ~IoNTf; CURlSTO: "saja poen melinkon mendoega-doega sadja j suja ada kenal satoe Lord bernama WIL~IORE, jang sering kali borboewnt haik ambil semboeni'' . "Dengan tida mcmhri tnoe namnnja?", "Dia itoe lain dari ornng jang banjak, dan !ia tidn seknli maoe pertjaja, ada orung ja ng maoe ingat pada orang poenjn knbaikan". "Adoeh, Allahkoe !" kata J ULIF. dengun socwara sedih dan sambil meraugkal' k t angan: "apatah 1 een ndja jang orang itoe maoe pertjaja ?" "Ija tidn maoe pertjaja perkara itoe, pnda masa suja ada berternoe padanja," kata poeh MOXTE CIIRISTO j "tapi sadnri itoe tempo brangkali djoega Ua soedah mendapat kanjataän , bahoewa adn orang jang beringat betoei pada orang poenja kabaiknn" . "Dan kaoe kenalorang itoe, Toewan '?" kata E~ANUEL, ° ", kaloe kaoe kenal padanja, Toewan !" kata. 23 J ULI E: "brilah taoe siapa adanja itoe dan di mnua ija ada pada sekarang ini! kaloe kita bertemoe pa,? danja itoe, ja, MAXDIlLIAAX? ja, J.<.:.!A.XUET ija nanti terpaksa pertjaja, bnhoewa ada hati jang bisa ingat pada kabaiknnnja orang". MONTE CURl ro merasa, jang ajer matnnja maoc kaloewar. Kerna Allah, 'I'oewau GltAAF!" kata ~fAxDm.Ll.AN : "kaloe kaoe taoe, di mana adanja itoe orang Inggris, brilah tuoe pada kita-orang. 71 Ach," kata ~[oxn: CURIsro sauibil tetapken soewara jang bergoemetnr : "saände Lord WIL~IOTn; adnnja jang telah djadi pcnoclocngmoo itoe, adalah saia rasa, jang angkuoe tida nanti bisn dapat bettemoe pndanjn, Sarnpe sekarang teluh bcrselang doemt atawn tiga tahon, sadari saja hertemoe padanjn di Palermo, dari mana ija pergi berlnjar ka tanah diaoch sekali, hingga saja mendoega, boleh djadi djoega !ia tiada nanti boleh kombali, . ,,0, Tocwan l kaoe ini kedjam sekali! " kata .JULn: dengan soewurn sedih, sedaug ajer matn ada mengoetioel' di pipinja• . ".:.T jonja l" kata itoe GRAAF sambil niemandaug pada J ULIE: "saiindc Lord WIl,~lOnE dapat lihat, apa jang sl\ja lihat di sini, tautoe sekali Üa nanti tjinta kombali pada kahidoepan j kerna itoc ajer mata jang toempnh dari matamoe, nanti senangken dan lengket- 25 24 ken kombali hatinja Lord itoc kapada bangsa manoesia". Sababis bilaug bagitoc, GRAAF itoc angsoerken tangannja knpadn J UUE, jang lautas djoega samboetl itoe. "Tapi Lord WIl,~IORE Hoe," kata poela JULIEjang tida maoe lepnaken harapannja: "tantoe ada poenja tanah atsal, ada poenjn koelawarga, ada poenja sannk-soedara; pendeknja, misti ada jang taoc, ija ada di muna; apa tida boleh kitn-orang ?" ,,0, djauganlah kaoc tjari-tjnri katerangan, Njonja!" sahoet Hoc GRAAF: "djanganlah kaoe dnpatken pengarapan dari dalam bitjurakoe tadi, Tida, Lord WIl.MORE Hoc tantoelah djoega boekan orang jang kaoc tjari: ija nda djadi sobatkoe, dan saja taoe segala rasianja; kaloe ija telah djadi penoeloengrnoe, tautoe sekal i ija soedah tjerita djoega padakoe". "Dan ija tida tje rita satoe apa dari hal kita-orang?' kata J UL IE. "Tida" . ,,'l'ida sekali lia ada mengaloewarken sapatah kata, jang boleh terbitken doegaän sedikit?" "Tida sekali" . "rrapi toch kaoe soedah seboetken dia itoe!" _ "O! kaoe poen taoe, bahoewa di dalam perkara gelap sering kali orang mendoega-doega?" XlMILIA K: "Toewan A "Adikoe! adikoe !" kata MA GRAAF ini ada herkata dengun sapantasnja. lngatlah pada apa jang sering-sering dikataken 01e1l ajah kita : Boekan orang lnggris jan~ telah menoeloengi kita ", MONTE O IlHlS TO bergoemetar sedikit, kerna dengar omongan" • "Apatah jang sering-sering dikaraken oleh ajahmoe, Toewan M ORREl, ? " kata itoe GRA.A F. "Ajahkoe ada melihat moedjidjad di dalam perkaranjn, Toewan ! Ajahkoe pertja]a, hahoewa ija telah dapat penoeloeug jnng telah bangoen dari koeboeran aken goenanja. 0, itoelah satoe kapertjajaän tachajoel jang membri rasa piloe, 'I'oewau ! dan maskipoensaja sendiri tida toeroet pertjaja perkara itoe, tida sckali saj a maoe hilangken itoe dari da lani hati ajahkoe jang haik . Sering kali, kaloe ija berdoedoek diam sendiri-diri, ija seboet nauiunja saorang jang Ha tjinta dan telalt terhilang aken salarnanja ; dan pada waktoe ija ampir poetoes djiwa, setlang ingatannja ada teraug sckali, maka apa jang doeloe melinken adn disangka, di itoe waktoe ada djadi satoe perkara [ang teraug aken dia, dan ija poenja perkataän jang pengabisnn, ada begiui: ",,~IAXI.II' LIAAN! orang itoe Emroxn DANTE~ adnuja !"" Di waktoe dengar omongan itoe, MOXTE OIl RIS TO ada djadi poetjat sangat, dan ija tinggal berdiam salakoe bisoe. Komoedian ija melihat pada horlo- I djinja, salakoe ija telah meliwati tempo, laloe ija mbil topinja dan membri tabe dengan lekas pada JULm, E~rANuEr. dan ~[AXn[[LIAAN, dan berkatn pada JULIE: "Njonja! biarlah kaoe soeka .bri idsin aken sajn ering-sering dataug padamoe.. Roemahmoe ini uda enangken hatikoe, dan saja bersoekoer aken kaoe poenja samboetan jang manis. Soedah lama sekali aja tida dapat merasa senang, sabagimnnn barocsan ini" . Sahabis bilang bagitoe, terces sndjn GRAAF itoe berlaloe dengun bcrdjalan tjepat. "Lain sekuli dari orang jnng banjak, GUAM' m: MONTB CU RrsTO itoe" , kata E~I.UlUBrJ. "Ja", kata MAXDULIAAX: "ta pi saja rasa, !ia ada berhati baik sekali, dan saj a merasa taoe betoel,jang ija soeku bersobatan sama kitn-orang". "Ija poen]a soewara ada hnroeken snja poenja hati", kata J Uf,fE : "kema doewa atawa liga kali suja da merasa, seperti saja soeda taoe dengar ija poenja oewara". ." Lil. :\IAXli\lILIAAN DAN VALENTINE. Di belakangnja satoe roemali besnr di kampoengSait Honorè ada soewatoe kebon sajoeran jang lega djoega adanjn dan sabngimana biasanja satoe kebon, ini kebon poen ndn teridar dengun tembok. Di antara ini kebon dan pekarangannja itoe roemah besar, alla sutoe pintoe hek besi, jang socdah lama seknli tida taoe dihoeka. Doeloc hari kebon ini ada teritoeng pada pekaraagannja itoe roemnh besar, tapi komoedian dipisahken oleh ornng jang poenja dan didjoewal pada lain orang. Sckarang kebon ini adu disewnken oleh jang poenjn kapnda satoo ahli kebon aken limaratces frank di dulam satahon. Hoe pintoe hek besi jang terseboet di atas ini, ada dilapi si djoega deugan papen-papan jang hebraps kaki tingginja, maksoednja, soepaju orang dari dalam itoe kebon sajoer tida bisa melihat ka dalam pekarangannja itoe roemah besar; sedang bagitoe, pnpan-papan itoe tida terpasaug rapat betcel satoe sama lain, hinga dari pada reuggangnla itoe boleh djoega orang mengintip ka dalani itoe pekarangan roemah. Satoe pintoe ketjil j ang menemboes ka 28 atoe djalanan sepi, ada djadi pintoe aken orang berdjalan kaloewar-maroek di itoe kebon sajoeran. Di satoe podjok di dalani itoe pekarangan roemah besar, ja-itoe podjok jang berdamping sama itoe kebon sajoer, ada kalihatan satoe bangkoe batoe dan bebrapa korsi besi, jang di taro di tampat tedoeh; itoelah soewatoe tanda, bahoewaorang dari itoeroemah besar adn jang soeka doedoek-doedoek di tampat itoe pada waktoe ada pauas: tampat itoepoen, maski di waktoe tengah-hari, ada tedoeh dan herhawa adem. Pada soewatoe hari di waktoe lohor ada kalihatan di itoe bangkoe batoe jang ada di podjok pekarangan, satoe boekoe, satoe pajoeng, satoe kerandjang ketjil tampat pendjaitan dan satoe selampe soetra jang baroe didjait sabagian, dan tida djaoeh dari bangkoe itoe, di pinggir pintoe hek, nda berdiri satoe nona jang mengintip dari renggangnja papan ka dalam itoe kebon sajoeran jang terseboet di atas ini. Ampi r di itoe waktoe djoegn, itoe pintoe ketjil di temboknja itoe kebon kalihatan terboeka dengan perlahan, dan satoe lelaki moeda jang badannja tinggi-besar dan koewat, rnasoek ka kebon itoe. Pakeannja lelaki ini ada snbiasanja pakeau orang pakebonan, tapi Üa poenja koemis, djenggot dan ramboet jang kalihntan ada dirawati baik sekali, tiada soeroep pada pakeannja orang pakebonan. Sasoe.: dahnia melihnt koe1i1ing dan dapat taoe tida ada 29 orang melihut kapudanjn, lelaki itoe lautas toetoep itoe pintoe dan teroes berdjalan dengan tjepat mengamperi padu pintoe hek. Salelah melihat ini lelaki mengamperi, itoe nona j ang berdiri di dekat itoe pintoe hek, lautas moendoel' satindak, salakoe alla merasn takoet. 'l'ap i itoe lelaki telalt dnpat lilrat dari renggangnja papan nona itoc poenjn pakeau jang poetih dengun pinggiran biroe ; maka satelah snnrpe pada itoc pintoe hek, lelaki itoe dekatken moeloctnja pada renggangnja papan, laloe berkata.: "Djangan takoet, VAl.EN'l' I NA ! Saja sendiri jang datang !" Satelah dengan itoe soewaru, nonu itoe lanta mengamperi kombali pada itoe pintoe. hek, dan berkata dengan perlahan : ,, 0, 'I'oewan l mengapatah di ini hari kaoe ajal amat ? Apa kaoe tida taoe, jang sekarang soedah ampir dataug waktoe aken orang berdoedoek makan, dan saja misti berlakoe deugan tjerdik dan . tjepat, soepaju terlepas duri matanjasaju poenja iboe tiri jang mengiute-inte sadja, dan djoegadari matanja baboekoe jang salaman]a intipi sadja kalakoeankoe, sedang adikoe soeka amat menggodah? Saja soedah dataug di sini dengan bawa pendjaitan, tapi saja tida mendjait, hingga kaloe saja poelang, tida sekali ada perolehankoe l Kaloe kaoe soedah kasih 3U I' 31 katcrangau, mengapa kuoe ajnl-ujalau, kaoe misti bilang djoega pudakoe, apatah artinja ini pakean jung kaoe pake sakarang dun jang telah djndi lantarun aken saja tiada lantns kenall kuoe", Djantoeng-hatikoe VAU:N'J'INE! " kata itoe lelaki : "saja senang hati dengat tjomelanmoe itoe; snja ruerasa enak sekali j tjomelmoe itoe ada djadi satoe tauda, jang kaoe ada ingat padakoe iui. Kaoe iugin taoe, mengaps 'saja socdah berinkoe ajal dan apa schab saju berpake bagini , saja nanti kasih taoe sebabnja, deugau meugarap jang kaoe nauti trima tlengan baik sekalian bitjamkoe. Suja soedah memilih satoe pakerdjaän l" "Satoe pakerdjaän l Apatah jang hendak dikataken olehmoe, lfAXIMILIAAN? Apa sakarang kitu soedah beroentoeng betoei di dalam kita poenja perkara, hingga kaoe bisa bitjara dengan memain?" "Adoeh ! moestabil amat saja brani memain dengan ini perkara jang ada genggam djiwakoe! Saja mernsa tida enak, aken berlakoe lebih lama lagi seperti satoe peutjoeri jang sering-sering misti pandjat tem. bok, dan saja ada dapat rasa takoet, kerna kamarin kaoe pesan padakoe aken beräti-ati, djangan sampe aja hmoe daput lihat dan toedoeh dirikoe ini satoe pentjoeri. Saja ingat, saände terdiaril katjilakaän bagitoe, tantoelah bagoes, sekali aken balatantara Frankrjjk. Djoega saja ada merasa koewatir, kerna sering-scring orang dupnt lihat satoe kapite in her. djalnn ka satoe tampnt, di mnna tida ada tangsi, djoega tida ada benteng ; sebah bagitoe saj a djndi toe. kang mengehon dan berpake tjara orang pakebonan", ,.Inilah perkara gila sekali !" ,, ~I a sa ! suj a rasa, inilah satoe atoernn paling tjer. dik, jang saj a taoe perboewat ; kerua atoeranko ini membri senang pada kita-oraug". "Bitjaralah lebih djaoch!" "Suja soedn pergi kapadn orang jang poenja JUl kebon, dan dari sebab penjewnnja jang doeloe, tida mnoe sewa lagi, suja sewn kebon ini, Seknlinn tanaman ini jang kalihatan olehmoe di ini kebon, ada poenjakoe, YALBX'['INE! Tidn ada jang tjegah, kalo saja maoe dirikeu di sini satoe pondok, soepaju boleh tinggal di tampat jang tida djnoeh dari kamarmoe, 0 , snja mernsa amat girang dan beroentoeng betoell Apa knoe bisa mengarti, VAI.ENTINE! jang orang boleh dapatken itoe rasn slamat dengan toeloengan oewang? Sedang bagitoe, segala rasa slamat dan kagirangan itoe, jang suja maoe beli dengan oemoerkoe sapneloeh tahon, saja dapatken sadja dengun limaratces fran di dalam satahon, jang saja misti loenasken dengun ampat bajaran, jaitoe tiga boelau satoe kali, Kaoa lihat, jang sekara ng ini kita-oraug traoesah takoet apa-apa lagi. Kaloe s~ja ada di sini, saja ada di tampatkoe sendiri; saja boleh senderken tangga pad 32 33 tembok aken snja mandjat dan melihut ka sabelah, dan dengan tida tortjegah oleh satoe upa, snju ho~ch njatuken katjiutailnkoe knpadumoe, ~ala~nu kaoe tl~a merasn terhina aken dengnr itoe dan moeloetnja sa-oranz pakebonan", VAI.t~mn; djarli mcrasn girang sekali; tapi lantns djoega Ua knlihatau seperti ada merasn doeka, dan aken sajn mendjaga padamoe. Sadari itoe waktoe, apa saja nda membri lanturan aken kaoe dapat rasa menjesal, kernn kaoe soedah pilih saj n dari nutara orang banjak, jang nanti merasa beroentoeng sekali, knloe boleh mati aken goenamoe? Kaoe telah bilang padakoe, jang kaoe telah bertoendaugan sama toewan D'EI'IYAY, dan hal itoe telah didjadikeu oleh ajahmoe; itoelnh maoe bilnng, jang perkara itoe tida bisa djudi oeroeng, kerna segala perkara jang dikahendaki toewan de VILL gFOIl'l', misti terdjadi. Sedang bagitoe saja tida poetoes harapan aken menantiken toeloengan Allah, dan kaoe ada tjinta. padakoe, ada merusu kasihan kapadakoe, VALt:Nl'INE! dan knoo bri tnoe itoe padakoe ini, Saja bersoekoer aken perkataänmoe itoc jang amat manis, jáng saja piuta padamoe, biarlah sering-sering kaoe oelang padakoe: perkatnän itoe poen membikin suj a loepa sama segala lD1 Ua berkata : " Ja MAXDlILI.\A X! tapi seknrang kitn-orang nunti " , . r d' mendapet terlaloe banjak senang h:~ ti, dan (:, U 1 loepa pnda Allah. Sebah taoc, iang ki tn-orang tiada nanti terganggoc di dulum hal hertemoe sntoe sama luin, kitn-orang nnnti sering amut bert cm~)C, dan h~l ini nanti mendatangken katjilnkaän pada kita-oraug , »Aeh, bngimanntah kaoe bisa herka ~a .bagitoe kapndakoe, djnntoeng ha t i! sedang sadari sa~a h:\Ioe : kenal padnmoe, snban had poen sajn memhri kanjntaän, jang di dalam se~ala perkara suja llIeno ~.roe t sadjn palla pikiranmoe dan saju guntoengkcll. d.J~wa­ koe kapada djiwamoe ! Apatab jnng lll ~\l(I.J:~{hken kaoe bisa pertjaja kapadakoe ini ? Schab S ~a­ UJa orang jang bisa diaga uama sendiri, boekan'I ~empo kaoe bilaug padakoe, bahoewa kaoc ada dapat pirasat, jang kaoe nanti mendapat Oilaka besar, saia l:mt~s bri taoe, jang saja salamanj a ada sadia aken hekerdJa boewat goenamoe, dan saj a tida meminta laiI~ ~ep~­ han, banja meminta sadj a soepaja kaoe hl'! ulslll perkara lain". \ "Toh, itoelah, )CAXDrIl .I.\H! jan g bikin kaoe djadi lebih brani ; itoelah ada membri kapadakoe rasa euak sekali, sambil membri djoega rasa soesah sekali, ja-itoelah djikaloe saja uda menaniaken pada diri sendiri, apa jang lebih haik aken diriko e ini: keuajaännja iboc til'i, apa ram S!:llllllt jung berbahaja, jang saja rasai di hadcpallllloe", nBcrbahaja! bagimallatah kaoe bisa mengatakcn perkataiin bagitoc kcras dan tida adil? Apa kaoe )[onte Chl'Ïstu. 3 -_ . · - ' 35 soedah taoe lihat saloe bocdak jang lebih menoernet dari palla dirikoe ini? Kaoe soedah membri idsin pndnkoe, YAI,ENTl.'.:! aken betkata-kata sama kaoe, tapi kaoe alla bri larangan, jang saja tida boleh mendekuti kaoe di depan orang; saja menoereet pada larangaumoe. Sadari saju dapat akal aken ma roek ka ini kebon, dan dapat bitjara padamoe di ini pintoe dengan berdekat satoe sama lain, lapi tida dapat melihat pada kaoe, apa saja soedah taoe meminta aken masoekken taugun ka renggangnje papan boewat merobah pada pnkeaumoe? Suja soedah taoe bergerak aken pandjat ini temhok, jang saja boleh pandjat dengan gampnng sadja? Belon sekali saja taoe berkata dengun sapatah kata, bahoewa kaoe ada berlakoe terlaloe keras; belon seknli saja taoe mem inta sntoe apa, Biarlah kaoe meugakoe hal itoe, soepaja saja tida rasa, jang kaoe tida adil". "Itoelah benar sekali, l\[A~:I .IILIAAX! saja mengakoe, jang kaoe ini satoe sobat jang baik ; tapi kaoe alla berlakoe ûengan mendjaga perkammoe scndiri: kaoe poen taoe, jang djikaloe satoe boedak menoentoet apa-apa, ija nanti kahilangan segala harapannja". Sambil herkata begitoe, YALENTnIE rnasoekken bebrapa djeridjinja ka dalam rengangnja papan, dan ~IAXDlII,IAAN lantas menjioem pada djeridji itoe. "Kaoe telah berdjandji," kata poela VALENTINE: "baboewa kaoe nanti berlakoe seperti soedara ka- padakoe, ini, kerna saja tida sekali ada a -upoen] sobat, hidoep tersia-aia oleh ajah sendiri clan terbentji oleh iboe tiri, hingga aken djadi penghibocr, koe suja ini mclinken ada poenja sadja saorang toewa, jang soedah djadi bisoe dan tidn bisa hergerak, dan melinken bisa bitjara sadja dengan lilatanja, Peroentoengankoe jang djelek, soedah djadiken dirikoe ini moesoehnja segala orang jang Iehih koewat dari padakoe, dan ~embriken saorang jan~ aama dengan majit, akan djadi senderankoe. Ach l\IAXDIILIAAX! &,\ja oelang katakoe, bahoewa saja ini ada tjilaka amat, dan buik sekali adanja kalakoeanmoe, oleh kerna kaoe tjintai dirikoe ini". . "VAI.ENTINE!" kata l\IAXI~rILIAÄ.l'i' dengan merasa piloe di hati: "saja tida boleh bilang, 'jang ssja melinken ada tjintaän knoe saorang di doenia ini j kvrna saja tjinta djoega pada adikoe dan iparkoe j tapi katjintaänkoe pada marika ini ada soewatoa katjiutaän jang tedoeh, tida boleh dibandingken dengan katiintaänkoe padamoe, jang angat adanjl , . Djika saja beringat kapadamoe darahkoe djadi angat, dadakoe berdebar-debar dan hatikoe djadi penoeh dengan katjintaän ; sekalian apinja dan kakoewa, tannja hatikoe saja nanti pergoenaken aken tjintain kaoe sa-orang sadja. l\lenoeroet kabar, toean FRAN7. d'EpINAY nanti tinggal di lain negri lagi satoe, tahon lamanja, dan di dalam tempo satoe taho 36 boleh terdjadi banjak perkara aken gocna kita-orang. Maka biarlah kita-oraug tetap mcngarap ; dan enak sekali rasanja hati. djikaloe ada poenja barnpan. 'l'api kaoe VAJ,ESTIXE ! kaoe ini djadi apatab aken dirikoe sampe di ini waktoe? Tida lain, hanja kaoe ada djadi sadja noun eilokjang berhati dingin ! Apatnh jang kaoe djandjiken aken saja poenja katjintaän dan kalakoean amat menoeroet? Tida sckali ; Apatah jang kaoe idsinkcn kapadakoc ? Sedikit sadja! kuoe bitjara dari hal toewan d'EpINAY, toendanganmoe, dan kaoe menarik napas, kermt beringat, jang knoe akan djadi poenjanja toewan itoe. Bilanglah, VALENTINE! apa malinkcn sabagitoe sadja jang ada di dalam djiwamoe? Bagimanatah bolch bagitoc! knhidoepankoe ada sadia aken goenamoe ; sajn briken djiwakoe kapadamoe; pada tiap kali hatikoe bergerah, saja ingat kapadamoe, dan kaloe sanntero dirikoe ini djadi pocnjamoe, dan djikaloe saja ada merasa, jang kaloe saja kaltilangan kaoe, saja tida nanti bisa hidoep, apa kaoe tida kaget, kaloe kaoe ingat, jang dirimoe nanti djadi poenjanjalain orang? 0 , VALENTTh'E! YAI.ENTI XE! saände saja djadi kaoe, saände saj a taoe betoel ada tertjinta, seperti kaoe ini ada tertjinta olehkoe, tantoelah soedah lebih dari saratoes kali saja masoekken tangan ka dalam renggangnja papau-papan ini, aken memegang tangannja si 1tfAXIMILIAAX, sambil berkata kapadanja: 37 "Di doenia ini dan di aehirat, MAXtIILlAAN! dirikoe ini ada djadi poenjanja kaoe seudiri sadja ", VALENTINE tida menjahoet; tapi 1tfAXDIILIAL'i dengan ija mengela napas dan menangis. .O!" kata ~fAXDIILIAAN: "VALEN TINE! VAT,ENTINf: ! loepakenlab omongankoe, kaloe omongan itoe at.h terbitken rasa traenak di hatimoe". "Tida", kata VALENTINE: "omongmoe itoe poen ada dengan sapantasnja, Tapi apa kaoe tida lihat, jang saja ini ada bersoesah, ada sama seperti uda scndirian sadja di dalam roemah jang ampir samn, adja dengan roemah lain orang? Bocwat dirikoe ini ajahkoe sendiri poen ada sama sadja dengan sa-orang asing, sedang segala kahendakkoe, soednh sapoeloeh tabon lamanja, salamanju poen dipoetoesken oleh iboe tiri jang menganiaja, Tida sa-erang taoe, jang saja ada menanggoeng sengsara di dalnm hati, dan saja tida bri taoe itoe kapndn omng, lniu dari kaoe sendiri. Di hadepannja orang, segala perkara ada kalihatan baik, samoewa orang di dalnui roemah ada kalihatan manis kapadakoe, tapi sahenarnja samoewa ada seperti moesoeh. Orang banjak berkata: ""toewan DE VILLEFORT ada poenja terlaloe banjak kerdjaän, dan adatnja ada terlaloe pendiam aken bisa berlakoe manispada anaknja; tapi anak itoe ada beroentoeng djoega, kerna Njonja DE VILLEFORT ada djadi pengganti iboenja?", Tapi orang banjuk 38 itoe 1I da salah mclihat. Ajahkoe tida mengopeni pudnkos dan iboekoe ada membentji sangat sekali ka pakoe ini, dan kabentjiannja itoe ada diadi lebih heibat adania, oleh kerna salamnnja ada ditoetocpi deugan senjoem jung manis". . " ~IclII bentji kapadamcel kapadamoe ini, VAL}''NTIXE! dan tjara bagimanatah orang boleh bisa membentji kapadamoe ?" "Aeh, sobat! llnja terpaksa meugakoe kapadamoe, bahoewa ini kabcntjian kapadn dirikoe ampir boleh dibilang ada terbit dengun menoeroot djalanannja doenia, Iboekoe tjinta keras pada Ua poenja annk, oedarakoe, jang bernama EDOUAUD". "Ijn tjinta pada EDOUARD dan membentji kapadamoe?" a ".Ja, sobat ! Saja rnsa U membentji kapadakoe tlnri sebab perkara oewang, Kerna lja sendiri tida ada poenja harta, sedang sajri soedah dapat kakajaän dnri iboekoe sendiri, dan di belakang kali hartakoe nanti djadi berlipat besarnja, kaloesoedah tertambah djoega dengun hartanja Toewan dan Njonja DE SAIXT ~ lJ.:~AN, iboe-tirikoe djadi mengiri. Ach, Allah! kaloe saia boleb kasihken saparoe kakajaänkoe, dan lantas ajn disamaken seperti satoe anak di dalam roemahnjn ajah sendiri, o! sekarang djoega saja maoe kasihken bartakoe itoe". 110. saja merasa kasihan amat padamoe, VALEN tIP TlNE I. .= -- 39 "Saja merasa seperti ada dirante. sambil merasn djoega lelah sekali, hingga saja rasa seperti tante itoe ada djadi senderankoe dan saja takeet memoetoesken itoe. Lain dari bagitoe, siapa herani langgut perintalmja ajahkoe, soeduh tautoe Ua nanti mendapn t soesah. Ajahkoe ada berkoewasa besar atas dirikoe; Ua nanti bisa dallatken koewasa atas dirimoc, malnh atas dirinja Radja djoega, kerna ija poenja pahala besar di dalam tempo jang telah lnloe, adn mengagoengken padanju dan memberi kakoewasaän besur kapadanja. Ach, l\IAXI.lII.IAAN! saja bilaug padamoe, saja tida bisa merontak, kernn snja takoet nauti djadi tjilaka bersama-sama kaoe" . "Ta)li VAf,ENTINE! mengapatah merasa bingoeng. mengapatah poetocs hampan ?" "Sebab saja menimbangken perkarakoe sama perkara-perkara di dalam tempo jang telah laloe, sobat !" "Benarlah djoega dirikoe ini bockan toeroenau besar, tapi diradjatkoe ada membri bak aken snja bergaoelnn sama orang-oraug sasnmamoe. Sekarang ini soeduh tiada hoeroe-hara di dalam karadjnlln ini; orang-ornng jang doeloe hari teritoeng moesoeh satoe sama lain, sekarang ini telah djadi sakawan sadja ; saja boleh mengarap nanti dapatkcn deradjat tinggi di dalam balatantara dan saja ada poenja barta jang besar djoega, dengan apa saja boleh bidoep merdika: namanja ajahkoe ada tel'poedji di dalam negri kita 40 41 seperti satoe soedagar jang terkenal paling baik dan beresih kalakoeaunja, Saja bilang, negri kita, VALEXTINI!:! kerna kaoe ini berät sal dari Marseille". "Djanganlah bitjara dari negri Marseille, )IA.xD{[J,IAAN! kermt uama itoe ada kenaugken suja pnda iboekoe sendiri jang amat haik, jang snsoedahnju memalihara di dalurn sedikit tempo pnda anaknja seudiri, sekarang poen - sabagimana jang saja harap - masih djoega mendjaga dan memandang kapadakoe dari dalnm sorga . O ! saände iboekoe masih hidoep, MAXDIILJAAX! sa]a tida nanti takoet satoe apa; tantoe sekali saj a ka sih taoe pad anja , jang saju ada tjinta padamoe, dan Ua nanti menoeloeng pnda kita" . "Ja , tapi VAJ,EN TIXE! saände lboemoe hidoep braugkali djoega saja tiadn kenal kepadamoe : kuoe poen bilang, jang kaloe iboemoe hid oep, knoe tantoe beroentoeng dan senang hati, Dan kaloe kaoe alla beroento eng dan senang, tantoelah djoega tiada soedi merendahken dirinja aken berkenalan padakoe". nO, sobat! sekaranglah kaoe sendiri moelal djndi tida adil ..... Tapi tjobalah bilaug padakoe ....." "BHang apa ? katakeulah sadja apa jang SI\la misti bilang, VALENTJXE T' "Apa doeloe hari di l\Iarseiile telah ada terdjadi djoega perkara apa-apa jaug terbitken permoesoehan nutara ajahmoe dan ajahkoe?" "Sabagimana jang taoe, tida ada, katjoewali perkam ini: ajahmoe ada mendjoendjoeng kaoem BOURBON, dan ajahkoe ada mendjoendjoeng KEIZER NA.POI,EON. Saja ra sa, melinken hal itoe sadja ada mendjadiken satoe tjidra autara Ü a-orang. Tapi mengapatah kaoe menanjaken perkara itoe, VALENTINE?" "Saja nanti bilaug padamoe apa sebabnja; kerna. kaoe misti taoe. Di harian soernt-soerat kab ar ada membri warta, jang kaoe telah dikoerniai bintang officier LEG IOEN VAN EER, ajabkoe ada doedoek di dalam karnar akikoe, dan toewan DANGLARS poen ada doedoek snmu-sama.; kaoe tautoe kanal djoega itoe toewan bank, jang koedania soedah kaboer dan ampir djadi lantaran dari ka tjilakaän besar aken saj a poenja iboe tiri serta soedarakoe, Saja ada membatja soerat kabnr di hadepan akikoe NOURTlER., sedang orang-orang jang lain ada membitinraken, bahoewa toewan DE MORCEltF boleh djadi djoega nanti menikah samn nona E lJGENIE DANGLlRS. Tempo saja sampe pada itoe kabar dari hal kaoe, jang suja memaug soedah batja djoega, saja merasa enak di dalani ha ti, tapi saja ada bergoemetar sedikit, kerna terpaksa seboetken kaoe poenja nama dengan soewara njaring ; saände saja tidn selempang nanti terbitken doegaän apa-apa, tantoe sekali saja soedah langkahi sadja kabaran itoe. Saja tetapken hatikoe, dan bat]n itoe kabaran, Tapi baroe sadja 42 : I' 43 saja seboetnamamoe, ajahkoelautas menengok. Saja merasa, jang samoewa orang ada terkedjoet sedikit, tempo dengat namamoe, malah saja merasa djoega eperti ada libat ajahkoc bergoemetar, demikian djoega itoe toewan DL"iGLAHS, ""~IORREL?" kata njahkoe snmbil kisoetken djidat. "apa dia, itoe satoe dari antam toewan-toewan MORREL dari Marseille, orang Bonapartist jang di tahon 1815 soedah membri banjak soesah pada kita ?",' ""Ja," kata DANGLARS: "saja rasa dia ini anaknja itoe toewan MORREl, toewajang ampoenja kapal-kapal di ~[arseille"". "Ha!" kata l\[AXIMILL\AX: "dan ajahmoe lautas berksta apa? Tjeritakenlah itoe, VALENTINE!" "O! ija kalocwarken omongan djclek sekali; saju tida brani bilaug itoe kapadamoe". "Katakenlah sadja, VA LENTIXE!" "Ajahkoe berkata sambil kisoetken djidat: ",,~Ia­ rika itoe poenja Keizer bisa sekali hargat rahajatnja i toe j ija seboet marika itoe makanan mariam, dan itoelah satoe namajang pantassekali dibriken kapada marika itoe. Saja senanghati,oleh kernaGoevernement jnng sekarang ini poen maoe briken djoega marika itoe djadi makanan mariam. Maskipoen Gouvernement 'dapat lindoengken ALGIERS dengan lantaran kahilangan banjak marika Hoe, saja nanti membri slamat pada Gouvernement"", bagitoelah kata ajahkoe". "ltoelah satoe atoeran negri jang harces diseboet kotjak sekali," kata MAXIMILlAAN : "tapi apa kaoe tida merasa maloe aken pikiranaja toewan de VILLEFOR1' itoe, djantocng hatikoc? Ajahkoe poen tida kalah sama ajahmoc di dalam hal itoc; kerna sering-sering ajahkoe berkata: ""Mengapatab Baginda Keizerjangsoedah bikin benjak perkara bagoes, tida maoe di-· riken satoe balatantara dari toewan-toewan hakimdan advocaat, dan kiriraken itoe ka medan perangl? " kaoe lihut, sobatkoe, bahoewa kadoewanja fihatitoeada sama bisanja aken kaloewarkcn omongan haloes, Tapi apatab katanja toewan DAXGLARS, satelab dengar kataaju njahmoe itoe?" "o, iJ'a moelai tertawa mentah, sabagimana biasa-. . nja; komoedian sigralah djoega ija lantas berangkat poelang. Di itoe waktoe baroelah saja melihat,[ang akikoe ada girang hati, Saja misti bilang, MAXIMILlAAN, jang saja sendiri sadja hisa doega perasa-. an hatinja akikoe itoe. Salagi ajahkoe bitjara poem sajn ada lihat, jnng akikoe ada merasa koerangenak, kerna orang bitjara bagitoe ~ari hal ija poenju.. Keizer". "Ja, akimoe itoc saorang jang banjak terseboet pada djeman Keizer NAPOLEON j ija taoe djadi ang-. gota dari masjawarat karadjaän, dan sabagimana. jang kaoe telah taoe, atawa tida taoe, VALE."iTIXB!: ija ada teritoeng pada ampir samoewa pakoempoe- \J I1 -- \ rr 45 lan rasia, jang terdiri aken goenanja NAPor,EoN di t empo Keizer ini ada di poelo Elba". "Ja, saja poen ada dengar djoega sedikit dan ,itoe perkara, jang saja rasa adjaib adanja: akikoe LEO!\, sedang ajahkoe ada ada mendjoendjoeng .l: APO RBON! Tapi apamendjoendjoeng kaoem radja BOU lah sekaraugjang saja maoe tjeritaken padamoe? Ja, tempo saJa datang kombali pada akikoe, ija ini me'lirik pada soerat kabar, Saja berkata padanja: "Ada apa, Papa! apa kaoe senang hati?" "Ja/l, s ahoetnja dengan kedipan mata. "Atas hal jang dikataken oleh ajah ?/I "Boekan/l, sahoetnja dengen bekerdja bebrapa kali. N LA "Atas hal jang dikatakan oleh toewan DA G RS?/I " Boekan/l, sahoetnja poela. "Apa kaoe senang hati, dari sebab toewan ~IORREL dikoerniai bintang officier LEGIOEN VAN EER ?/l "Ja,/I sahoetnja. Apa kaoe bisa pertjaja, l\IAXIMILlAAN? akikoe senang hati, oleh kerna boe diangkat djadi officier dari raadjelis LEGIOEN YAN EER, sedang ija tida sekali kenal padamoe ini; maka brangkali djoega hal itoe ada djadi dengan lant aran ingatannja jang gila-gilaija poen ada dikataken telah djadi lingloeng; tapi dengan sakoetnja itoe ija membri rasa enak sekali pada hatikoe", "Itoelah ada perkara leewar biasa: ajahmoe ada kalihatan membentji kapadakoe, sedang akimoe - ada seperti berhati tjinta kapadukoe. Itoelah ada terdjadi dengan lantaran perkara negri." St! laloekenlah dirimoe! uda : orang dateng." l\IA XIMILIA lautas memegang pada patjoel dan AN moelai mematjoeli tanah. "Nona ! Nona. !" kata satoe soewara dari orangjang Rl' mendatangi: " ~j onja DE VILI,EFO tjari kaoe koelilingan, dan soeroeh orang panggil kaoe j ada tetamoe datang di roemah." "Ada tetamoe ?" kata VALENTINE: "siapatah adanja tetamoe itoe?" "Satoe toewan besar ; orang seboet djoega pangeE ran, [aitoe GRAAF D l\IONTE CIIRISTO." "Baik! sekarang djoega saj u berangkat poelang!" "Haha!/I kata l\lAxuIILJA dengan melendot pad a AN patjoel sambil berpikir: "tjara bagimanatah GRAA.' DE 1ioNTE CIIRISTO telah djadi kenal pada toewan DE VU,LEFORT?" 4i Sasoedahnja membri tabe pada Njonja, GRAAf' DE menaniaken toewan DE VILf,EFOltT. ,1Soewal1likoe uda dioendang berdjamoe di astauauja ferdana mantrii belon lama ija berangkat ka saua, dan tantoe sekali ija nanti merasa amat menjesul, oleh kerna tida dapat bettemoe pada kaoe." Komedian Njonja DE Vn,u:FORT itoe berkata pada EUO UARD: nSoedaramoe VAI,EXTIKE lagi apa? soeroeh orang panggil dia, soepaja kami boleh kasih ija hertemoe pada 'I'oewan GRAAF". llApa kaoe ada poenja djoega anak prampoewan, Njonja?" kata .Mmm: Cnmsro : "tapi tantoelah djoega masih ketjil? "Boekan anakkoo sendiri," sahoet si Njonja: "hanja anaknja toewan m: Yn,f,EFORT dari istri jang doeloe; anak ini soedah besar dan bagces roepun]a." "Tapi lesoe sad]a kaJakoeannja," kata EUOUARD, sambil tjaboet salembar boentoetnja satoe boeroeng bagoes, kerna ija maoe tantjapken boeloe itoe pada topinja; maka di itoe waktoe pertengahan itoe djadi penoeh dengan soewarania itoe boeroengjang triaktriak keras. Tapi Njonja DE VILLEFORT melinken herkata sadja: "Diamlah EDOUARD!" Laloe ija menengok kapada GRAAf', dan berkata: "lni anak nakal soedab oelang omongkoe jang sering saja kataken dengan merasa doeka hati; kerna .MOKTf: CIIRISTO LUI. RATJOEN. " telah dateng kapada lUonja DB VILLf:FORT dengan niatan aken mengoendjoengi toewan DE Vn,LEFORT, jaitoelah aken membalas boedi, oleh kerna toewan itoe telah berdjoempa ka roemahnja GRAAF. Njonja DE VILLEFORT jang ada doedoek sendirian .di pertengahan roemah, pada waktoe orang kabarken datungnja GRAAE DB MONTE CIlRISTO, lia lantas soeroeh panggil EnOUARD, soepaja anak ini membilaug lagi trima kasih kapada itoe GRAAF jang soedah membri toeloengan kapadanja, dan EDOUARD itoe, jang di dalam doewa had lamanja ada dengar orang membitjamken sadja GRAAF itoe, ija datang dengan sigra, boekan dari sebab mcnoeroet pada panggilan iboenja dan boekan aken bersoekoer, hanja dari sebab soeka taoe apa-apa dan soeka tjampoer moeloet, kaloe orang-orang toewa lagi mengomong, hingga seringsering iboenja berkata: ilO, ini anak nakal sekali! .tapi saja misti membri maäf kapadanja: ija ada tjerdik seka li." GRAAF DE MOKTE CIlRISTO 'I -- ._-49 48 1 1 1 muskipoen saja girang-girangken hatinja, Nona na VILLEFORT ada berlakoe lesoe sadju, dan adatnja ada nmat pendiam, hingga meroegiken pada kaeilokannjn sendiri. )fengapatah ija belou djoega datang? EDOUAIlD! tjoba kaoe pergi lihat, äpa lantarannja itoe." "Sebab orang tiari padanja, di tampat ija tida ada", sahoet EDOUARD. "Orang tjari dia di mana ?" "Di kamarnju aki NOIRTIEH." "Apa ija tida ada di sitoe?" ,,'fida, tida, tida, tida, tida, " kata EDOUARD sambil menjanji. "Di manatah adanja? bilanglah, kaloe kaoetaoe." Ija ada di kebon, dekat pintoe bek." Njonja DE VILLEFOR'l' lantas merahah pada kelenengnn aken memauggil boedjang; tapi di itoe waktoe V.ALE~'rINE datang ka itoe perteugnhan. Dengan sasoenggoebnja djoega nona ini ada kalihatan lesoe, salakoe orang berdoeka hati, dan kaloe orang lihat betoel-betoel padanja, orang nanti dapat lihat djoega, jang ija baroe hahis mcnangis. Ini nona V.A.L~TINE telah beroemoer sembilan belas tahon j pengawakannja ada tinggi dan langsing j matanja blao bersorot halces j koclitnja poetih sawarun moetiara, sedang pada pipinja ada berbajang oerat-oerat biroe. Gerak-geraknja ada sabiasa tingkahnja orang bangsawan. Satelah datang di pertengahan, ija memanggoet pada GRAAF D MONTE CnRIsTo, dan tingkabnja ada E kalihatan panlas sekali, hingga itoe GRAAF djadi memandang kapadanja. "Inilah Nona D VILLEFORT, saija poenja anak E tiri," kata Njonja DE VILLEFORT kapada GRAAF, sambil mengoendjoek pada VUENTINE. "Dan inilah GRUF DE ~fONTE CIIRISTO, Radja 'I j ina, Keizer Cochin Tjina," kata EOOUARD dengan tersenjoem kapada soedaranj a. Pada ini kali Njonja D EVILI,EFORT ada djadi poetjet dan maoe goesari anaknja jang tjembeletoek itoe j .aken tetapi ~[OXTF: CIIRISTO ada tersenjoemdan kali, hatan ada memandang dengun soeka kapada EDOUARD itoe, hingga sang iboe djadi merasa girang sekali, ,.Ta pi, Njonja!" kata itoe GRAAFsambil meneneek e boelak-balik kepada njunja de VILLEt'ORTdanVALEN TINE: "apa lebih doeloc dari ini waktoe, saja belon taoe bertemoe padamoe dan pada ini Noua djoega? Saja ada merasa se perti soedah taoe bertemoe ; baroesan, tempo Nona baroe datang, saja poen ada merasa seperti ini telah kenal padu roepanja." "Saja rasa traboleb djadi kaoe ini soedah taoe bertemoe pada nona DE VILLEFORT, toewan I" kata si njonja: "Nona ini poen tida taoe bergaoelan sama orang banjak, dan kita-oraug diarang pergi ka loewar roemah." Manie Chri.to, 4 r I I I 50 Saja poen ada merasa te1ab bertemoe ini nona " . dan kaoe, njonja! dan lugi itoe anuk jang loetjoe, boe- kan di pakoempoelan orang banjak," kata iroe GRAAF: pada orang-orang Parijs saja tiada kenal banjak : saja poen baroe behrapa hari -sadja datan g, di kot~ ini; 'tapi hiarlah saja ingat-ingat .... nantilah ... Sambil herkata begitoe, Mo:nE CllRISTO memogang pada djidat sediri, salakoe hendak mengoempoelken ingatau. Komoedian ija berkata: ., . Di soewatoe tempat . . . . saja tida ingat lagi di "mana; tapi saja ingat jang pertemoeän hoe ada terdjadi di hari raja, Noua ada pegang satoe boenea, itoe anak ada memboeroe-boeroe palla • • satoe l:> hoereens merak di dalani kebon, dan kaoe, njonja, ada berdoedoek di bawah satoe poehoen. 1'johalab ka oe iugat-iu..at , njonja! apa sekaliau hal jang sajn o • ?" kataken itoe, tidu kenaugken kaoe pada satoe apa Tida, tida sekali l" kata ujollja DE VU,LEFORT itoe: "tapi saja rasa, Toewan! saände sala telah taoe bertemoe padamoe, tantoe seknli saja tida loepa." "Brangkali toewan GRAAF telab melihat pada kitaorang di Italië", kata VALENTINE. Ja, di Italiä .•.. boleb djadi," kata itoe GRAAF: ap; kaoe soedah taoe dataug di Italië, noua?" . "Pada doewa tabon jang telah laloe," kata VALENTINE: "iboekoe antarken saia ka snna, kern~ doktor-doktor ada koewatir saja mendapat sakit dada, dan soeroeb E:~ja pergi tetira ka Napels. Kitaorang pergi ka snna deugun meliwat di Boulogne, Perouse dan Rome." ,,0, itoelah benar seknli, nona!" kata ~rONTE CHRISTO salakoe omng jaug telnh ingat dengun betoch "Saja teluh lihat kaoe di Peroase palla hari raja, sedang kaoe adn di Post-Hotel j sekarang saja ingat betoel " ,,'fapi s:l:ja sendiri tida ingat teln bertemoe padamoe," kata VALENTINE saurbil memaudang pada itoe GRAAF. "Saja ada ingat!" kata EDOUARD jang soeka tjampoer moeloet. ,,~aja nanti kennngken kaoe palla pertemoenn itoe, njonja!" kata poela itoe GRAAF: '"di iioe hari ada panas keras j kaoe menoenggoe datangnja koet/a, tapi koeda itoe tida datung, kerna di hari rnja segala koeda sewaän ada Jakoe sekuli j nona ada berdiri di oedjoeng kebon, dan ini anakmoe jancr e . ketjil, memboeroe-boeroe pada boeroeng merak,' "Saja dapat pegaug boeroeng itoe, Alama! apa kaoe tiada iugat?" kata si EDOUARD: "dan saja dapat tjaboet tiga lembar boentoetnja." "Kaoe njonja! ada doedoek di hangkoe batoe," kata poela blONTE CURISTO: dan kaoe ada berkatakata sama saorang lelaki." "Ja, betoel," kata njonja DE VILLElORT : "seka- 52 rang saja ingat j saja ada mengomeng sama saorang lelaki jang pake djoebah besar . . . . sama satoe doktor, kaloe saja tida salah." "Benar, njonja! orang lelaki itoelah saja sendiri ; selama saja adn mencernpang di itoe hotel, 'saja semboehken hoedjaugkoe dari penjakit demem, dan saja semboehken toewan roemali dari penjakit koening, hingga oraug kataken 'aja ini satoe doktor jang pnham. Kita-erang bitjura dari hal banjak perkara, dari hal adat-lembaga, dari hal pakean, djoega dari bal aqua totana,saroepa ratjoon jang dikataken masih terkenal rasian]a di nutara bebrapa orang di Perouse.' "0, benar sekuli! sekarang snj a ingat betoel l" kata si njonja dongan tjeput, sedang roepanja urla knlihatau seperti uda merusu koerang cnak. "Suja tida ingat lagi, apa jang kaoe bilang padakoe, njonja!" kata itoe GRUP: "tapi saja ada ingat betoel, jnng dari sebab kaoo poen ada toeroet sangkaken saja ini satoe doktor [ang paham, kaoe soedah membitjaraken hal kawarasannja nona DE VILLEFORT." "Ja ," kata Njonja de VILLEFORT : tapi Toewan! dengun sasoenggoebnja djoega kaoe ada djadi doktor. kerna kaoe semboehken orang-orang jang sakit." "Orang nanti bilang padamoe Njonja! bahoewa djoestoe dari sebab suja ini boekan satoe dokter, saja soedah bisa semboehken orang, sedang satoe 53 ~oktor sering kali memboenoeh orang dengun obat Ja?g salah. Sajn sendiri maoe bilangsadja, bahoewa saJa telah peladjari buik-balk ilmoe kimia dan ilmoe alam, tapi aken socka-soeka sadja." Di itoe waktoe lontjens berboenji anem, "Soerab poekoel anem," kata Njonja DE VU,I,EFORT jang knlihatan ada merasa koerang enak: "tjobalah kaoe pergi lihat, VALENTHIE! apa aki moe hendak berduedoek makan.' VALE~TINE lautas berdiri, dan snsoedah memanegoet pada ~IoNTE CURISTO, Ua lantas berlaloedengun tida bilang satoe apa. "Ach, Njonja!" kata GRAAF itoe : "apa kaoe soeroeh Nona DE VILLEFOR'l' berlaloo, oleh kerna saja ini?" "Boekan bagitoe," sahoet si Njonja deneau lekas: "banja di ini waktoe toewan NOIltTIER binsa santap baraug .makanan, soepaju bisa ringgal hidoep lebih lama di v dalam kaüdnäunja jang mendoekal hati. Kane. tentoe soedah taoe djnega, Toewan! bagimana adanja kawarasan mertoewakoe itoe.' "Ja, Njonja! toewan DE VILLEFORT soedah tjeritaken d~oega hal itoe kapadakos , saia rasa, itoelah jang diseboet penjakit timpaug antero badan." "Ja, orang toewa itoe tida sekali bisa gerakken badannja; tjoemah djiwanja sadja belon berlaloe : tapi ~ala~a.uja ija ada bergoemetar dan .pnetjat: seperti apinja lamp~e jang muoe berangkat padam, 55 .I Ach, brilnh maäf padakoe, Toewan ! kaloe aaja soedah memhitjaraken bal kasoesahnnkoe j saja soedah poeroeskeu bltinramoe, tempo kaoe herkata ada mengenal bnik pada ilmoe kimia." "O! suja tida sekali bi lan~ bagitoe, Njonja! saja poen melinken soedah pelndjnri ilmoeitoe, dari sebab saja bernint aken beroemalt di tanah wetan, dan nda rasa baik aken meuoeroet tocladannja radja MITIIRIDATES. ,,~hTIi RIDA TES, radjajang sahanpngi minoemsailikit ratjoen," kata EDOUARD jang tjemheletoek, snmbil goentingi gambar-gambnrau dari dalam sntoe boekoe bagces. "EDOUARD! anak naknl!" kata Njon ja DE VILLEi'ORT aambil rampas itoe hoekoe dnri tangnn anaknja.: "kaoc iui menggodah munt. Pergilah kaoe kapada VALENTDIE dan aki NOlRTlER." "Mari itoe bockoe !" kata EDOUARD. "Apa? boekoe ?" Ja, saja maoe itoe boekoe !" ,.Mellgapa kaoegoentingi gambnr-gambarannja?" "Sebab suja soeks goeotingi Hoe". "Hujo! berlaluelah!" "Suja tida mnoe, kaloe tida dikasihitoe boekoe!" "Nah, amhillah, dun djangan godah kita-ornngl" EDOUARD trima itoe boekoe, dan lautas berlaloe dengan diantar oleh iboenja. "Apa ija nanti koentjiken djoega itoe pintoe ?" kata MONTE CHRIBTO di dalam hati. Sasoedah anaknja berlaloe, NJONJA DE VILLEFORT koentjik-n itoe piutoejang menemboes ka Iain kamar; komoedinn ija lautas doedoek komhali. ,,8a;ja hendak membilang, Njonja !" kata ~IONTE CHRISTO dengun tersenjoem: "bahoewa kaoe berlakoe terlaloe keras pada Itoe anak manis." "Sllja ter paksa, Tcewan l" sahoet si Njonja, seperti soenggoeh-soenggoeh ija soe-lah berlakoe keras. . "Anak itoe seboetken satoe perkara jang ada ditjeritaken di ' soewa toe b óekoe, tempo ija dengar kita bitj ara dari hal ~IITIIRIDATES; itoelah satoe tanda, jang anakmoe itoe, muskipoen masih ketjil, telah banjak djoega taoeuja." "Ja, Toewan GRAAF! anak itoe terang sekuli ingntaunjn, dan ija. bisa mengarti, apajang ija batja ; tapi ija terlaloe soeka membawa adat sendiri. Aken bitjara kombali dari hal jang diseboet oleh anakkoe itoe, Toewan! apa kaoe pertiaja, jang ~IITIIRIDATES telah membiasaken diri aken minoem ratjoen soep~ja tida boleh terbinasa dengan diratjoeni,dan apa dia. itoe dapatken maksoednjn hati di dalam halnja itoe?" "Saja taoe betoei perkara itoe, Njonja! kerna Baja sendiri poen telah membiasaken diri aken minoem ratjoeu, soepaja tiada djadi mati dengan lanfaran diratjoenin, sedang saja ada di Napels, di 56 57 Palermo dan di Smyrna. Saände suja tiada soedah membiasaken diri bagitoe, tautoe sekali suja soedah djadi mati diratjoenin." 1 Dandaja-oepajamoe itoe telah kalihatan goenanja?' , . Kalihatan dengun njatà sekali." 1 Ja, sekarang saja mgat , jang tempo ada di Perouse, kaoe soedah tjeritaken djoega hal itoe." "Saja soedah tjerita dari bal itoe? He, saja sendiri tida sekali ingat.' Sedang herkata bagitoe, Moxn : C HRISTO kalihatan seperti ada merasa heran, tapi sabenatuja ija. melaga heran: ija poen ada ingat betoel, apa jang Ua telah omongken di tempo ada di Perouse. "Di itoc tempo", kata Njonja DB VILI,EFORT: "saja ada menaniaken padamoe, apa ratjoen-ratjoen ada sama sadja koewatnja aken orang-orang di tanah oetara dan orang-orang di tanah selatan, dan kaoe lautas bilang, bahoewa badannja orang di tanah berhawa dingin, ada lebib bisa menahan ratjoen, dari pada badannja orane di tanab berhawa panas.' "Hoe benar sekali," kata MOXTE CIIRI STO: "saja soedah taoe lihat, orang Rus makan baraug jang ada. menggenggam ratjoen, dan ija tida sekali dapat soesab, sedang djikaloe sa-orang Napels makan barang itoe, tentoe sekali ija djadi mati.' "Kaloe begitoe, kaoe ada rasa, bahoewa orangorang di tanah dingin ada lebih gampang aken membiasaken diri minoem ratioen dengan ditambahi sedikit-sedikit, dan kaloe soedah djadi biasa, ija tida boleh terbiuasa dengan ratjoen?" "Memang j tapi ija tida bisa meoaban segala ratjoen, han]a melinken itoe sadja, jaog ija soednb biasa minoem." "Ja, itoe saju mengartij tapi tiara bugnnuna orang misti membiasaken diri di dalam hal itoe?" "Tida aoesah. Ande'iolab jang kaoe telah taoe, orang niat ratjoenio kaoe dengan ratjoen apa, oepama dengan brucine... ." "Itoe brucine, sa]a rasa, ada terdapat dari tanaman jang beruama brucoea ferruginea.' "b enar, Njonja! dan sekarang saja taoe, jang sajn tiada oesah menerangken banjak kapadamoe, kerna kaoe ini ada banjak pengataoeän , hingga mempoenjai djoega pengataoeän jang djurang ada di antara oreng-oraug pratnpoewan." "Saja mengakoe, jallg saja ada soeka sekali ~jari-~jari peugataoeän rasia: tapi teroeskenlnh bitja' ramoe, 'l.oewan! kerna apa jang kaoe nauti kataken , itoe, saja ingin sekali dengar." "Na, andeïnlah jang ratjoen itoe brncine adanja, dan kaoe minoem, oepamanja, di hari pertama saper-riboe bagian dari satoe gram, di bari kadoewa doewa per-riboe bagian, dan teroes bagitoe pada saban hari ditambahi dengan saper-riboe bagian dari 58 59 satoe gram. Kaloe soedah membiasakan diri hagitoe sampe satoe boelau lamanja, dan kaoe diratjoeni dengan ratjoen itoe, kaoe nanti merasa I!adja sedikit koerang enak dan dapat taoe jang kaoe telah dira.tjoeni, sedang djikaloe laiu orang , j ang belon membiasaken diri seperti kaoe, kena diratjoeni bagitoe, Üa lautas djadi binasn." ~ A pa tida lain akal aken batalken koewatnja ratjoen?" "Saja tida kenal akal lain." "Sltja soedah batja hikajatnja ~rITHRIDATES, tapi sl\ja anggep jang hikajat itoe satoe dongeng sadja "Orang-orang di tanah wetan, Njonja! boekan sadja menggeeraken ratjoen aken mendjaga diri, hauja pergeenaken djoega haraug itoe seperti sindiata, Marika itoe geenaken pengntaoeäunja boekan sadja seperti taming, hanja dja.liken djoegn gaman aken menjerang; saroeps pengataoeän dipergoenaken olehnja aken entengken rasa sakit, lain roepa dipake olehnja aken membinasaken moesoeh: dengun apioen, belladonn dan harchis üa' oran~ senangken diri, dengan brucine dan sabaginja ija-orang membinasaken l~OC­ soehnia' '. "'I'api, Toewan l apa soenggoeh di tanah wetan oranz buleh ratjoeni orang dengan tida terhoekoem, sabagimana ada dit jeritaken di dalemsoewatoe kitab?" r Tida bagitoe, ~jllnja! kerna di sana poen ada pengadilan, hiugga siapa kudapatun meratjoeni ija digautoeng, atawa ditabas bataug lehernja j tapi ornng-orang sana alla poeuia akal bagces aken \indoengken diri dari padu hoekoeman. Ija orang tida meratjoeui tjara bodo, seperti orang-orang di sini, hlngga sebentar djoega kasalahan lautas terujata." "Apa oraug-oraug saua telah dapatken kombali rasianja aqua tofano, jang dikutaken telah terhilang?" ,,'I' ida ada satoe apa jang terhilang di doenia ini, Njunja! Segala il moe ada djalnn koeliling j barang-barang ada bernama lain." adanja ." "Boekan dongeng Njonja! hanjn hikajat benar. 'l'api, Njonja! perkara [ang knoe omongken itoe, tinda boleh djndi soerlah tjnri taoe aken soeka-sneka sadja, kerna pada tempo doewn tahon [ang telah laloe, kaoe poen telah menanjaken djoega hal itoe kapadakoe, dan sekarang kaoe bilang, bahoewa soedah lama kaoe ada pikiri itoe hikajnt ." "Benar, Toewan ! kerna sndari masih anak-anak, saja soeka sekuli tjari taoe rasinnja tanaman dan logam, dan di belaknng kali, tempo saja dengar bahoewa pengntnoeän atas bal tauaman ada menerangken hal hikajatuja orang-oraug di tanah wetan, saja dapat rasa menjesal, jang saja ini hoekan lelaki dan tida boleh tjari pengataoeän di dalam hal itoe." 60 61 ,..Benar sekali l kaoe ini poen satoe ah \i kimiu . jang teroetama itoe ajer obat jang kaoe telah kasih anakkoe ruinoem dan sedarken dia dengun lekas dari pada pangsannja...." ,,0, djangan terlaloe pertiaja, jang ohat iloe haik soenggoeh, Njonja ! satoe tè iès ada tjoekoep aken setlarken itoe anak dari pangsannja; tapi tiga tètès nanti bikin hatinia bergojang keras j anem rètè s nanti bikin ija kalengat j sapoeloeh tètès boleh poetoesken d.iwan]a. Itoelah s èbabnjn, Njonja! maka tempo auukrnoe meraha IJ parla pelesnja obat itoe, saja lautas tjegahken." "Kaloe beg-toe, obat itoe soewatoe ratjoen besar?" . "Boekan, Njonja! kerua haroeslah djoega kita berkata, bahoewa tida s ékali ada mIjoen, sebab di dalani i1moe mengobati, ratjoen jang paling djahat poen. kaloe dipergoenaken sabagi urana jang perloe, ada djadi obat jang moesradjab.' "Apalah adanja obatmoe iroe?" "Itoelah sarcepa ajer obat boewatannja schatkoe AOAL.IONTE, jang telah bri taoe padakoe tjara bagimana tnisti goenakeu itoe." "O! obat itoe harces disehoet saroepa obat jang amat baik aken bilaugken rasa sakit." ..Benar, Njonja! dan saja ada pergeenaken itoe sahari-hari, jultoe dengan ati-ati, sabagimana jang perloe, hnhaha !" "Itoelah saja pertjaja. Saja ini, sa-orangjang amat pengagetau dan gumpang sekali djadi pangsan, ada perloe sekali sama itoe doktor AOALMONTE, soepaja ija toeloeng bikiuin snjn obat boewat semboehken saja dari penjakit engap , bingga snj n tida nanti koewatir lazi' jung s'l')a uanti mati mendadnk dari 0 0 • sebab tida bi. a menapa . Tapi sekarang ini, dari sebab tida bisa dapatken obat itoe di Frankrijk, dan itoe doktor AOU.lONTE brangkali tida maoe datang di Parijs . aken goenaken, sajn miari pake sadja obat- hoewatannja toewan PJ..\NCII. Inilah dia obat itoe." MONTE CIIlUSTO boekaken sutoe doos ketlil dari koelit penjoe, [aug diadepken kapadau]a, laloe ijn tjioem baoenja obat jang ada rli doos itoe. Komoedian ija berkata : n Buik sekali; tapi orang jaug tuinoem obat ini, misti mengisap-isap, hingga obat djndi antjoer di dalaiu moeloet. clan itoelah nda soesah diperboewat oleh orang jang ampir pangsan. ~raka sajn lebih soeka sa ma saja poen]a aer obat itoe." nSoedah tantoe," kata Njonja OE Vn,J,EFOR'I': "saja poen lebih soeks sama obat itoe, lebih lagi oleh kerna saja sendiri soedah lihat kamandjoerannja; tapi tautoe sekali tjampoerannja obat itoe ada diraslaken, dan saja tida brani menaniaken hoe, sebah takoet dikataken trntaoe adat." 62 63 "Tapi saja, Njonja! soeka membri taoe itoe pa. -damoe.' ,,0, Toemln !" dah membri djandji pada orang, dan saja tida boleh batalken itoe. Saja soedab berdjandji pada satoe poetri Griek, jang belon taoe lihat kome~i besar bahoewa saja nanti autar ija menonton komedie . itoe, ,dan Ua ada meuoenggoe saja dutaug kapa danja, " "Baiklah, Toewan ! tapi djanganlah loepa aken kasihken saja recept dari itoe ajer obat." "l.T· • Moestabil amut saja boleh loepa, "' Jonja ,. kaIoe saj~ loepa itoe, tautoe saja misti loepa djoega jang kim. soeduh bitjura lebih dari satoe djam lamanja; itoelah tida boleh djadi." Habis berkata begitoe, GRAAF itoe lantas berangkat pergi, Njonja DE VILLEFORT ringgal berdlam dengun bcrpikir j komoerlian Ua berkata: GRAAF ini saorang leewar biasa, dan akoe rasa "sendiri ada bernama ADALMONTE. " ija . IlI0STE CIlRISTO ada merasa enak sekali di dalem hati, kerna telah dapatkeu lebih dari jang ija soedah harep, . .. "Ha !" kata GRAAF itoe di dalem hati sendiri: lI ini njonja ada oepama tanah jang gemoek j ak.oe rasa, itoe binih jang akoe limparken ka atasnja, tantoe sekali nanti toemboe." Dan pada esoknja GRAAF itoe kirimke.n k~~ada njonjaDE VILLEFORT, itoe recept jang telab d.Ja~d.llken. I Tapi biarluh kaoe ingat sama hal ini: kaloe diminoem sedikit, ija djadi obat. kaloe diminoern banjak i ia djadi rntjoen ·befo:ar. Satoe tètèsobat iroe, sepertl kaoe soedah lihat sendiri, boleh sedarken orang jaug pangsun j lima atawa anem tètès boleh mernbi nasakeil, dan lebih lagi ija harces dikataken djahat sekali, kerua kaloe ditjampoer sagelas anggoer merah, ija tirla sekuli rnel'Ohahken raf'allja anggocr itoe. Tal'i hillrlah sa]u poetoesken bltiarakoe ini, Njllnja! kcrna kaloe saj:L bitiaru banjuk, suja djadi kalihatan seperti mnoe adjnrl kaoe D1eratj oelli." Di itoe waktoe blledjang bri taoe datangn;a satoe njonja, sobatujn Njonja OE VILLEFORT, jang diselaken datang aken nlak:,n-minocm. "Saün:le saja soedah sering berternoe padamoe, dan boekan baroe karloewa kali sadja, Toewan GRAAF!" kata Njonja DE VILLEFORT : "dan kaloe saia diakoe sobat olebmoe, sedang snja meliuken soedah menerima sadja pertodoellganrnoe, tautoe sekali saja memiuta knpadam.n, biar kaoe toeroet makan-lIIinoem di sini, dan suüllde oedangankoe ditampik aken pertama kali, saja tida djadi kapok aken me- ' ngoendaug kombali di lain tempo." "Riboe-riboe trima kasi, Njonja! tadi saja soe- LIV. SI DOERHA KA. Palla waktoe ore di hari itoe ada tontonao di roemnh komedi besar, dan dari sebnb kawanan komedi-njanji, jang bri tontonao itoe, ada bermashoer namanja, maka baniaklah orang menenton. AI,BERT DIo) MORCER", sabiasanja nnak-moeda hartawan, ada poenja tampat doedoek di dekat tampatnja moeziek, dan lain dari itoc !ia boleh doedoek djoega di dalam rowangnn-rownngan poenjanju ija poen ja soont-sobet. Tampatnjn CUA'l'EAU RENAUD ada di deka~ ta~patn.i:J. ALBERT. BEAUCHA.MP, oleh kermt adn diadi redaeteur, \ia bolch dapat tampat doedoek, di mana lja soeka. Di itoe sore LUCIEN DE BRAY boleh pake rowargan poenjanja muntri, dan ija silaken GRAU' DE MORCERF memake itoe, tapi dari sebab ~[ERCEDES menampik, DE BR.n lautas tawarken rowuugan itoe kapada DA:NGLARS, aambil bri taoe djoega, baho:wa kaloe njonja dan nona DA.NGL.I.R maoe pake itoe rowangan brangkali di waktoe sore ija oanti dataug mengoendjoengi njonja dan nona Hoe. D:NGLARS dan istrinja itoe tida sekali nanti maoe menampik. Ornng hartawan besar poen memang soeka sekali mendupat pake rowangun di roe mah komedi dengan tida membajar satoe apa. Tapi DANGLARS sendiri ada bri tuoo pada istrin]a, jang dari sebab !ia ada djadi anggota dari masjawarat mantri-kaoem, ija rasa tiada pantas aken ija memake rowaugannja mantrl. Dari sebab bagitoe, Njonja DA.NGI,AJ::' lantas menoelis kapadn LUCIE~, soepaju dia ini dataug sampar pndanja, kerna kaloe berdoewa sadja sama EuoR.'m, ija tida bisa pergi ka komedi, Dengan sa 'oenggoehnja djoega, kaloe Njonja DA.xUI.ARS kalihatan berdoewa sadja samaauakn]a, orang nanti kataken koerang pantas; tapi kaloeNonaDANI1LARS dataug di komedi bersama-saiua iboenja dengan diantar oleh lelaki katjilltaiinnja sang iboe, orang tida nanti herkata npa-apu, Soeduh bngitoelnl. adanjn adat. Di waktoe kain lajar pedengau I)Uuggoellg digoeloengkeu naik ka atas, baroe ada sedikit sadja penouton jang datang: memaug bagitoelahbiasanja: orangorang Parijs biasa datang di roemah komedi, kaloe komedi soedah moelal main j maka babakan pertama boleh dibilang tidn ada jang lihat atawa dengar, kerna sekalian penouten memandang sadja pada orang-orang jang baroe datang, dan tida dengar lain dari boenjinja pintoe-pintoe jang tergerak dan soewa, ranja orang-orang jang mengomong. "Lihatlah," kata Af,BERT sambil melihat pada satoe Monle Cbri~fo 5 - I - 66 67 rowangan klas satoe jang baroe diboekaken: "libat, I" · . itoelah Njonja G...... "Siapatah Njonja G....?" kata CnATEAU .RENAUD . Hola baron!" kata poela ALBERT: "baglmanatab ka~e boieh menanjaken sinpa adanja gravin G....?" o buroe saja iugnt l" kata ClIATEAU RENAUD : "B~ekanlah ini njonja [aug nmnt eilok, jang diseboet gravin itoe?" . . "Ja I" sahoet ALBERT, di waktoe gl'a:1D itoe .dapat tihat pndaula dan memanggoet kapadanja sambil tersenjoem. . ~Apa kaoe kenal padanja? " . J a! FRAN7. soedah kasih saja berk enalan padaula i! di " Rome." . "Apa kaoe soeka kasih saja berkenalan padanja di sini, seperti FRAllZ soeduh herboewat pndemoe di Rome ?" k la 1 Dengun segala soeka 1 ti I. " :D,amlah! ' kata orang banjak jang maoe dengar boenjinja muziek ; tapi A.LBERT dan C~ATEAU HENAUD itoe tiada meladeni, han]a terces sadj a berkata.ka~ Gravin ini telah dutaug djoega pada perlombaan ko;da di Champ de Mars," kata CUATEAlT RENAUD. "Kapan?" kata ALBERT. . "TadL" . · ini hari ada orang bikin perlombaan itoe. 11 O, Ja, Apa kaoe ada bertarob?" "Ju, tupi tjoemah Iima poeloeb oewang emas." "Slapa jang menang?" "NA UrILIUS: snja poen bertoroh boewat dia." "Aua tiga djoeroesan perlombaän itoe, hoekan ?" ".Ja ; satoe gandjnrun, jaitoe sa toe tjawan emas, ada di dapatken oleh saoraug jang tida kataoeän siapa ad unia. " Bagirnanatah boleh bagitoe?" "Orang~ tidn doegnäu ada apa-upu jung locwar binsa, tempo oraug dengar ada satoe koeiln ditoelisken berna ura VA~I PA, dan djokinja bernama JOH j samantara itoe datanglah satoe koeda gambir jang bagocs sekali, ditocnggangi oleh satoe djoki jang tida lcbih besar dari kopalallkoe ; orang terpaksa tambahi berntuja deugnn timah doewa poeloeh, tapi hal iui tida dja.li sangkoeran aken Ua sa ui pe paling doeloe pada watas kamenangan." "Dan orang tida dapat tnoe, siupa poenja koeda dan djoki itoe?" "Tida.·' 11 "Kaoe bilang, koeda itoè di toelisken bemama V!.lIPA ?" "Ja." "Kaloe begitoe, saja ada lebih taoe dari kaea j kerna suja taoe, siapa jang poenja iwèda itoe," "Diamlàh!" 'kat'a ora~g banjak. .; 6H I ti '1 II I 1 1, Pada ini kali C IlAn:AU Jb:NAUJ) dan ALm;HT mcrasa, bahoewu ija-orang janl;' disoeroeh berdi-m. ~laka Ha-lJl'lIng berbalik dan melirik pada orang banjak, aken riapat taoe, siapa jnug bri kanjatalln ada meuanggoeng perhoewntau itoe, kerna Ha-orang pandang perboewntau itoe nda uiehinaken kapadanja : tapi snmoewa nr:lII~ nrl a berdlam ~:lIlja, dengun memandaug palla pnnggocug komerli. Di itue waktoe rowangun pocnjallja mantri ada kalihatnu terboeka, dan Njonja O ANOLAR8 , snma-sam» uuaknja dan LUCIEN UF. B RAY kalihatnn Ilatang dan herdoedoek di dalam rowangan itoe. "Haha !" kata C JlAT1:AU Jb:NAIJD: "itoelah kenalaukenalanmoe, BUnOGRAAF! He, melihatlnh ka knnnn ! oraug tjuri padamoe." AL Bl:ll'l ' herhalik, lnloe daput lihat Njonja O .\NOLARS, jung membri tabe padanju dengan gerakken kipas. Tapi nona EUOENIE nmpir tida melirik ka tampatuja A LBERT. Soeueeoeh, sobat l" kata poela C II AT l:.\U HEriA UlJ : " 00 "saja tida mengarti, apatah jang mendjadiken kaoe koerang soeka pada nona DANGLARS; kerna dengan sasoenggoehnjn dia itoe eilok sekali.' "Kaloe kaoe bilaug eilok sekali, itoelah ada Ik.. ngan sabenarnja," kata A LBERT: "tapI boewat sa~a sendiri, suja lebih soeka kaeilokan jang lebih lemas. jang lehih soeroep pada sifat prampoewan." 69 "Ha ! bagitoelah adanja auak lelaki jang soedah beroemoer baojak ! Hatinja tida dapat disenangken! Baglmanata h bagitoe, sobat ? orang briken padamoe satoe toendaugun jang kalihutan gilang-goemilang, tapi kaoe tida seuaug !' nGilung-goemil:mg ! itoelah sebulmja. Sa ja lohih peneedjoe ka-eilokaunja mata-huri." Ja . kaloe orang nielihat pada itoc uoua DA~G LAR8, orang merasa pantaslah dj oega Al,B1mr herkata bagitoe ; kerua ka-eiloknnn]n 1I0 n:l itoc boleh dika taken terlaloe inenj alah. Ramboctuja 111111:1 itue ada berwarua hitam djeugat, tapi kuloe orang membah pnda ramboet itoe, orang nanti iuerasa, bahoewu Tamboet itoe kakoe sekali j matanja nonn itoe berwurua hitam, sabagima ua ramboctuja dun sorotuja adu radja m sekali, dan dj lknloe kadung-kadaug uona itoe kisnetken djidut, matanja itoc kulihatau seperti maue mengaloewarken api j lniu dari bagitoe, matunja itoe ada uj ataken hati jang tetap, snbagimanu djuraug terdapat antara orang-ornng prnmpoewan : hidoengnjn bal'gil sekali j moeloetnja boleh dibilaug ada terlaloe besar, tapi giginja bagces dan bihirnja uierah sekali, edang koelit uioekauju poetin meletak. Toeboehnja uonu itoe ada Roeroep pada roepanja dan ada kalihatan gagah tingk ahnj a. Pengadj aran jaug dibriken pada nona itoe poen harces dikataken - .. 70 I I1 11 I~ It 71 soeroep aken, dia, dan ada lebih pantas dibriken pada anak Maki. Nona itoe mengenal bebrnpa roepa bahasa, bisu menoelis gambar-gambaran, hisa mengarang sair dan pande ekali main muziek. Ijn alla oeka sekali Buma ilmoe maiu muziek dan peladjari ilmoe itoe sama-sama satoe nonn, temennjn hergoeroe. lui nona masih moeda, tida mempoeujai harta, tapi soewaranja merdoe sekuli, hingga ornng bilang, knloe !ia djarli nunn komedi-njauji, tnntoe seknli !ia nanti terpoedji oleh ornng banjuk. Satoe toewan jang paude seknli mnin muziek, soedah membri pelarljaran palla iui nonn, dengan harapan, jnng noua ini nanti bisu dapntken kakajalln dengun luntnrnn soewaranja in ng merdoe. Nona ini bernaura LOUISE D' ARMII,LY dun dari schub boleh djadi djoega jang !ia nauti djarli te ekaug menjanji di atns panggoeng komerli, maka rnaskipoen bersubnt kupadnnja, Nona DANOLARS tiada maoe membawn dia sama-sama ka nntara orang banjak. Baroe '!'a dja sakeetika lamanja Njonja D ANGLARS berdoedoek di dalam rowaugan, laiar pedengan panggoeng clitoeroenken kom hali, dan di itoe waktoe banjaklah orang pergi ka saua-sini mengamperi pada sobat-sobat atawa kenalan, ALBERT dan CnA TEAu RENAUD poen berbangkit dari korsinja, dun Njonja DANOLARS jang ada sangka bahoewa marika itoe nanti dataug padanja, !ia bisiki nona EUGENIE, bahoewa noua ini poenja toendangan ada mengamperi; tapi E UOENI E gojang kapala, dan aken djadi kanjataän jang n011a ini tida salah mendoega , sigra djoega AI .HERT knliharan di satoe 1'0wangan klas satoe, di mana gravin G. . . . ada berdoedoek. "Ha ! kuue dutaug padakoe, Toewau!" kata itoe gravin, sambil augiloerken tangau kapada ALBERT: "manis sekali kalakoeiinmoe, kerna kaoe soedah soedi kenali dan mengumperi padakoe ini." nBiariah kaoe pertjaja, Njonja!" kata ALBERT: "jang saände lluja dapnt taoe kaoe telah datang di PUl'jjs dan aju dapat tnoe, kuoe nda di roemali mana, tautoe sekali saj a tida menoenggoe sampe sekarang aken mengoendjoengi padamoe, Tnpi brilah idsin aken saja adepken padamoe 'I'oewnnbaron DE CUATEAU RENAUD, SU toe dari untura obat sobatkoe dan satoe dari antnra oreng-orang bangsawan jang tiuggal sedikit sadja di ini tanah Frallkrjjk: dari dia inilab suja mendapat tuoe, ja lig kao e telah datang dj oega di perlombuäu koeda di Ohamps de Mars." CUAT.:AU R E~A UD memanggoet pada itoe gravin. "Ha! kaoe soedah dataug dioega di itoe perlombaän?" kata i toe GRAVIN. - "Ja, Njonja !" - "Kaloe bagi toe, kalle ta utoe hisa bilaug pacht- · ~.- -. ~ -- - - --.-..----. - 72 koe, siupu jllUg poeuju itoe koeda, jaug telah riaputken itoe tjawan emas?" - ,,'l'ida, Njonja! baroesuu saja poen menunjaken itoe kapnda ALBERT. "Apa kaoe ingin sekali dapat taoe, siapa jang poen]a koeda itoe, Njonja?" kata ALBERT. ".Jn , snjn sangat kapingin! kerna tjobalah kuoe pikir . . . . .. tnpi knoe ada kenulorang itoe, BURGORAAF?" II Kuoe hendak tjeritnken satue apn, Njonja! kaoe herknta: tjobalnh knoe pikir." - ,Ja, tjobalah 1\11Oe pikir. Tempo suja dapat Iihat itoe koeda zambir dengun djokinja jang moengil sekali. saju merasa girang sekali, hinggn saja mengarap [an g koeda dan djoki itoe nanti dapatken gandjaran jang telah disadiakeu; dan tempo saja Iibat koedn itoe ..nmpe di watas kamenangan, sedang lain-lain koeda ada .katinggnlan di belakang, saja djadi girang amnt, hingga snja menepok tangall salakoc prampoewan gila. Tjohnlah kaoe pikir, bagimana besarn]a rasa heran jang dataug padakoe, tempo snj a poelang ka botel dan dupatken itoe djoki jang moengil, ada berdeedook di tangga, Saj a sangku, toewaunja djoki itoe ada tinggal di itoe hotel djoega; tapi satclah saja boekaken pintoenja pertengahankoe, lantaslah djoega saja dapat libat di atas medja itoe tjawan emas jang telah didapatken oleh djoki itoe di perlombaäu. LJi dalam itoe tjawan adu sapotong kertas jang ditoelisl baginh Palla GRAVIN G..... Dari RUTIIWEN. "Kaloe bagitoe, hennrh h dia !" kata Ar,IH:RT. " Dia siapa ?,. ..,LORD RUTHWEX t" II LORD RUTlnVF.x juug muna 'i" ,LORD RUTHWEN kiin, njonja ljaitueluh urung poetjat jang kita lihat di roemah komedi ARGENTINA, dan kaoe kataken setau mendjelema dan namai dia LORD RUTII\Vf:X," "Socnggoeh? Apa sekuruug ija ada di sini '?" "Ja." "Dan kaoe sering bitjura samn dia, trima U daa lang di roemahmoe dan sering' kali knoe datung di roemahnja?,. II Dia itoe ada djadi sobatkoe . toewan C IIA'!'E 1I RENAUD poen kenal kapndanja." "Apatah jang terbitken doegnäu padumoe, buhoewa Ua [ang poenja itoe koedn ?,. ,,\toe koeda di toeliskeu bernama "A~rp.\ di dala m dnftar dnri sekalinn koedn jang aken herlombn." "Dan lagi ?,. "He, apa kaoe tida iugat lagi pada namanja itoe kapala begal, jang telah tangkap saj«, dan lepasken saja kombali, kerna saja di toeloengi olch itoe GRAAF jang kaoe namai RUTlIWF.N? lf 74 .Ja, dia itoe bernama VAMPA." ,,!lfnka njatalah, boekan lnin orang adanja." "Tapi meugapatab GR HF itoe kerimken itoe ~i awan kapadakoe? "Lebih doeloe, nj onja! sebab ·eri n~.se ri ng saja omengin kaoe, sahngimana kaoe eU ri boleh doeI1J ga; kadoewa, schab kaoe telah berlakoe girang. tempo koedanja dapat knmenangan.' " S~ia harap, knoe tida tj eritn padanja, apa jang saja kata ken aken dia." "Boewat itoelah saja tida brani soempah; !ia sembuhken tjawan itoe kapadamoe dengun pake nnma HUTII\n:x, itoeluh soewatoe tamla .. . . ," "Ach, itoeluh perkara djelek sekali; tautoe sekali ija goesar aangut pndakoe ini." "Apa perboewatann]n alla oendjoek permoesoehan, njonja ?" "Tida j itoelah suja ~lIi. ti mengakoe. Kaloe begitoe sekaruug ini jia ada di Parjj s ?" "Ja." . "Oan bagimanatah ndnnja pikiran orang atas dia itoe ?" ,,0, di dalam delnpan hari lamanja djadi biang omongan segala orang j komoedian ramelah orang membitjaraken halnja ratoe Inggris disilaken ka atas tachta, dan bal pentjoerian emas-iutnn di poenjanj a nona ~lARS; sa-ande tida ini doewa perkara. 75 tautoelab uiasih rameh sad]n IIrang bitjara dari bal _ GRH.' itoe." "Sobat ! kata CUATEAU HENAUD: "njatalah kaoe ini ada djadi sobatnjn itoe GRAAlo', dan kaoe herlakoe eperti sobat di dalem !ia poenja hal. Njonja GRAVIN djangau pertjnju bitjnranja ALIlERT j kerna sampe sckarang poen tiada lain jung di omongken oleh sekalinn orang Parj]s, halnja GItAÄF MONTK Cmusro sadja. Ija moelui deugau membriken kapada ujonja DAXO URS npnsung koeda jang berharga SOO, 0 frank, laloe üa meuoeloeugi kuhidoepnnnja njonja D VILLEFORl': komocdian adulah knlihatan E ja ug ija telah dapntken itoe tjawan cmas dari pcrlombnün koedu. Keruluti At.Il ERl' berkara apa pocn, ~l1ja sendiri tetap bcrkata, bahoewa sampe di ini waktoe poen masih sadjn orang omongi halnjn GRAAF' itoe, dan lagi snboeluu djo ega ornng tida nauti berenti omongi dia, kaloe terces flatija Ua herhoewat perkarn-perkara locwar biasa." "Boleh dj ad i,' kata ALBERT: "tapi siapalah jang r ake itoe rowangan poenjanja oetoesau HU8LAND?" "Rowangan jnng uinna ?" kata itoe GRAVI• . ,Jang itoe, kata .~ LBERT sambil menoendjoek : "tiaja lilrat ada lnin-lain orang di rowangan itoe.' n Benar sekali," kata CUATEAU Ib:NA UD: rapa di waktoe babakan pertama snedah ada orang doetloek di itoe rowuagan?" .1li 77 .Belon," kata itoe GItA : "kema baroe seka\'JN 'rang sajn lilrat ada orang di sitoe. Kuloe begitoe," kata poela GHAVIK itoe kapnda :\.LBER'l' : "kaoe rasa GRAAI' de [OKTE CllRJSTO jang- telah rinpatken itoe ~ia\Van di perlornbaän ?" ",Ja. Njonja!" sahoet 1\ u n.ur. . "Dan dia djoega jang- kirintken tjawun itoe kapadakoe." "Tantoe sekali bockan laiu orang. "Tapi saja tidu keual knpadanja : ~llj a i ngiu poe. langken kombali tjawan hoc: ' . "Lebih baik tidu; kerua kaloe kaoe poelaugken itoe, ijananti kirimken kapadamoe laiu tj uwan jang lebih bagoes lagi. Soedah memaug bagitoeada tnju G RAAF itoe." Di hoe waktoe terdengnrlah bocnji kelenengan jang diboenjikcn akcn hri taoe, bahoewu babakan kadoewa aken dimoelai. A r,IlERT berbangkit aken pergi ka tnmputnju.sendiri. "Apa suju nauti herteume komhali pudumoe r: kata itoc GRA \'IX. "Kaloc lajar puoggocng ditoereenken kouibuli, saja nanti datang poela, kaloc kaoe soeku, :-;l.\ja ingin menanjaken, kuloe-kalee saja boleh berboewat npaapa aken goenamoe di iui kota Parijs: ' "Tocwan-toewankoe P' kata pnela itoe GltAVJK: "pada saban Saptoe sore saia trima sobnt-sobatkoe di djalanan Rivoli, roemah no. 22. AI,IlEItT dun CHA'fEA U ltENA UD memanggoet, laloe berdjalau pergi. Tempo tia-orang dataug di tampat seudiri, ija dapatken samoewa orang ada berdiri deugan memandang pada satoe rowangan; ija-orang poen lautas toeroet melihnt pada rowangau itoe, jaitoelah rowaugau poenjanja oetoesan Rusland. Saornng lelaki dengun pnkean bitani dan saorang prampoewan jang be rpa ke tjara 'l'oerki, ada kslibatau herdoedoek di rowangun itoe. Prampoewan itoe eilok sekuli dan Ua poenja pakeau ada tertaboer dengan intan banjak seknli hinggn sekalian orang terpaksn memandang kupadunja. "Ha!" kata ALBElt'J': ~ itoell1h ~loNn: Omuaro snma !ia 11IIcnja nona Griek.,. Boekaulah sndjn orang-orang lelaki, huuju sekalian orang prampoewan poen rn omandnng palla itoe nona HAvm:.:. Salamn babak«n kadocwa. nua terdengur rame sekali soewura orang mengomong dengun perlahan, sabngimana biasanja di dalaui pakoempoelan orang banjak, kaloe ada apa-apa jang loewarbiasa. Tida saorang ada ingat aken triak . Iliamlah!" kerna samoewa orang ada memaudaug sadja p:1I1a itoe HAYDE.: jang amat eilok dan berkerë dë p. Di itoe waktoe, sedang ALBERT menengok pada njonja DANGLARS, njonja ini membri tanda, jang ija ingin AT,RRRT da.taD~ kapadanln, AT.1n:RT tiada m oe -,. 78 ditoenggoe lama-lama, kaloe orang soedah hri njata ada menantiken datangnja , maka tempo lajar panggoeng ditoeroenken, sigralah Ua pergi hamperi njonja OANGLARS itoe. NGLARS ämboeti datangnja dengau Njonja DA sinjoem manis, dan EUGEXIE meniaurboeti dengun Inkoe angkoch-angkochan. "Adoeh, soba t !" kata DE BHA)": "I,aoe Iihat di hadepanmoe saomnz lelaki jung tida berdnja dan mcminta toeloengan 1II0C. Njouia baron oeroeki sajn dengun pertanjuän atus halnja itoe Guur DE MOYTF. CURISTO: ija ingin taoe, duri IIImJa utsulnja GRAAF itoe, dari mana datnngnja ka siui, dan ka IIJmJa Ua hendak pergi, dan dari schab snju iidn taoe apn-apa, maka seja soedah berkuta sndjn : Tunjakeulnh itoe samoewa kapada toewan DE MOHCEHF: Ua poen taoe betoel sekallan halllja GRAAF itoe: itoeluh sehnlmja, maka kaoe dignpein." "Tiadakah herau, ' kata njonja OANGLARS: II kaloe orang ada pegaug satengah jocta frank aken mernhajnr politie rasia, tapi misti herkata tidn taoeapa-apa ?,. "Njonja!" kata de BRAY: "aja. minta kaoe pertjaj3, jang djikaloe saja ada pegang satengah joeta frank jang saja boleh geenaken di dulam pakerdjaänkoe, saja nanti geenaken itoe aken lain perkara dan tida nantl geenaken aken tjari taoe halnju toewan DE MONTE CHRI8TO, jang di dalam saja poenja peli- 79 hatnn tida nda lnin halnja, meiinken adu kaja besar, Tapi saja soeda minta toewan DE MORCERF illi bitjara; maka biarlah kaoe menanjak en pa da nja ." "Saorangjang ternama sadja kaja besar," kata njonja DANGJ.ARS: "ti da nanti kasihken pedakoe sapasnng koeda jang berharga 3COOO frank, bc erta ampat intan jang masing-masing berhnrga 5000 frank dun ditempelken pada roos koelit perhin annja pempelengan koeda." "O! inten," kata ALilERT sumbil tertnwa : "itoelah kasoekaännja. Suja rasa, snlamauja Ua alla sadia intan di dalam snkoe badjoen]a." "Saja rasa, dia itoe soedah dapatken satoe parit intan," kata poela njonja DANGI.ARS: "kaoe tautoe taoe djoega, jaug ija ada poenja satoe soernt tanggoengan aken mengumbil dari kantoor soewamikoo oewang jang rida diwatnsi brapn besarn]a." ,,'lïdll, itoelah saja tida taoe," sulroet ALllgR1' : "tapi boleh djadi." "Dan iJa telah hilang pada soewnmikoe, jaug ija . "maoe tinggal sarahou di kota ini dan maoe habisken anem joeta frank." "Saja rasa, dia itoe Sn All PrRZIE [ang berdjalan dengun menjamar," kata DE BRA.V. "Dan itoe ' prampoewan," kata EUGE:\IE: "apa kaoe lihat iang ija eilok sekali, toewan LUCIEN?" .Soenggoeh, nona!" sahoet DE BRn: "saja tida kenul satue urang jang lebih adil dari kaoe di dalem hal membitjarakeD ka-eilokan sasama prampoe\Vao." "Sambil herkata bagitoe, Luornx pake katjn matanja j komoedian Ü herkata : a "Ja, eilok sekali ?" . "Apa 'romvan m: .\10 ItCEHF taue, siapa :1l/11lJjU njonja jnng eilok itoe ?" kata poela Eum:xn:. .,Nooa !" sahoer A LllERT : "saja umpir taue samoewn ha/nia GRAAF DE MONTE C HnISTO itoe. ~0I1l1 itoe satoe prampoewan bangsa Griek.,. "!toe ada knlihatan njata dari pada pakeaunja,,. kata EUGE?\IE: "maka deugan herkata hegitoe, kaoa nda bri taoe sndja paoakoe: apajanlr R emoeWll orang .,lloedah raoe,,. "Ach, saj:1 merasa doeka, oleh kerua soeduh mengatakell apa-apa dengan tida berpikir doeloe," katn poela ALR ERT: "tapi saja ada raoe dioegu,jang uona .itoe bisa sekali main taboe-taboeiin ; kerna pada soewatoe pagi, sedang saja herdoedoek makau di roemabnja itoe GRA.U saja dengar boenjinju ', ke~japi , jaug tantes sekall adn dlboenjikell oleh ini nona Griek." rKaloe begitoe, kaoe puenja GltAAJo' hillila trirua tetamoe?,. kata njonja DANGURP. ;,Ija trima tetamoe satjara orang hartawan h('sar, njonja!" sahoet ALBERT. "Sa:ja. maoe minta pada toewan D.-\NGJ.AItR biar