SIGNATUUR MICROVORM BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: • • MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER: IMM69C-lOO \ b r G KITLVlRoyal Nelherlaods losliluie or Soulheasl Aslao aod Caribbean Studies SHELF NUMBER MICROFORM : GraaCde Monie-Cri 10 I karlngannJa AlexanderDumas; IJerUaken dalam bab. MelaJoerendab dengan menoeroetdJalanJlng gimping•• DItlvII : Kameboom & Co. 1894· 1899. · 25 dl. (1183p.).; 16cm VlnlC big. 11 ultg. door Albrecbl& Co AlITEU R(S) Alexandre Dumaa p . .ud. van Davy da la Pailletede El emplaargeeevens: Aan...: Bi g. 1·25. · BIC1·10 nlel uitleenbaar M SINO 0022 dl 18 Sign.vin origineel: SbelCnr. oC orlglnll copy: M bb 0204 Sign. van ndcrovorm: SbelCnr. oCndcroCorm: M SINO 0022 dl18 Filmformaat / Sizeoffilm : Beeld plaatsing / Image placement: Reductie moederfilm / Reduction Masterfilm: J aar van verfilming / Fllmed in : Verfilmd door bedrijf / Filmed by: HDP/l l e 16/. mm COMIC/IIB 15 : 1 2004 Karmac Microfilm Systems hh .zoLr _-AAF D}J~IO NTE CIIRIST 0 ALEXANDER DUMAS DI TJERITAKAN DALA BAHASA MELAJDE RENDA It MENüERüET DHLAN H .NG G.B IPANG. 8 AGI A N 18. B.\TAVIA ALBRECH'!' 4: Co. 18!)!). BIBLIOTHEEK KITLV ~111 1 1 1 1 1 1 I1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0161 7719 IS S O l O~ 561 endiri.f Abis Albert Morcerf kasi itoe acerat kab -päda Monte Ohristo. Laloe Monte Ohristo batja "Orang toelis pada kita dari Janina:" "Soewatoe hal jang sampe sekarang telah tinggal rahasia, tida di maloemken, soedah djadi ketahoewan kita; Koeboe jang memperlindoengken kota itoe telah di serahken dengan tipoe kapada Toerki, oleh satoe opsir orang Praeman jang teramat di pertjaja sekuli oleh wasir Ali Tebelen. Maka namanja itoe opsir Fernand." "Abis apa sekarangP" bertanja Monte Christo, apa jang membikin sakit atimoe dalem ini kabar P" "Apa? Angkau tanja apa ja ng membikin sakit atikoeP" "Jaj apa augkan maoe perdoeli-in jang bentengbenteng dan koeboe-koeboe dari kota Janinn di serahken dengan tipoe pada Soeltan 'I'oerki oleh satoe opsir Prasman jang bernama Femand P" "Hoe kabar mengenaken akoo, sebab akoe poenja papa, Graaf de Morcerf poenja nama ketjil Fernand." "Abis apa papamoe ada bekerdja sama Ali PachaP" "Kaloe maoe di kata, papa berbantehan aken menoeloeng orang Grieka, di sitoelah bintjananja itoe kabar." r: "Ach toewan burggraaf djangan keboeroe nafsoe, lebi baik kita omongin ini hal dengen pikiran jang terang." "Akoe kepingirr sekali bitjarain hal ini dengen fikiran terang dan sabar." Tjobalah bilang padakoe siapakah di antero negri Frankr!lk bisa taoe itoe opsir jang bernama Fernand, ia itoelah graaf de Morcerf dan laen dari pada itoe, , siapakah sekarang ini maoe perdoeli-in aama kota ~Ionte Christo. 36 562 Janina jang djato dalem tangan moesoehnja di taon 1822 atawa taon 1~23." Ini dialah jang mendjadiken fitnah; orang toengoe do~'loe selama-lama-an, abis orang bongkar lagi hal itoe tjoema boewat membikin maloe satoe namajang terhormat. Dengerlah akoe ini bakelan pake namanja o.koe poenja orang toewa, ma~a . itoepoen ak~e tida maoe jang itoe nama beroleh tJatJat baraug sedikit. .A.koe nanti kirim doewa saksi pada Beauchamp jang moewat itoe kabar di co~rant?ja, akoe maoe jang dia mengakoe kasalahannja dl dalem soerat kabamja." Beauchamp tida nanti mengakoe kasalahannja." "Kaloe dia tida maoe, maka kita tentoe berkelai ," "Djangan angkau tido. nanti berkelai; sehab dia te~toe djaw~b padamoe, bahoewa di dalem bala tentaro. Grieka ada lima poeloe opsir jang pake nama ketjiel Fernand." . "Kendo.ti begitoe djoega akoe misti berkelai• .A.koe maoe bikin Hang nodahnja jang kena pada namakoe. Nama orang toewakoe termasjhoer jang gagah brani dan . . . ." Atawa Beauchamp nanti bilang : Kita orang ada seb~b, aken pertjaja jang itoe Fernand di dale~ kabar dari J anina boekannja graaf de Morcerf .lang djoega pake itoe nama Fernand." . . Biar bagimana djoega, akoe maoe .lang dia malo~:nken dalem soerat kaharnja, .bahoea ia kasalahan besar dengen moewat kabar 'jang bohong itoe dari Janina." "Djadi angkau maoe djoega kirim saksimoe pada BeauchampP" "Ja. " "A.ngkau salah." 563 " .\rtinja toewan tida mnoe bl'ihken toeloengan sama akoo jang akoe minta ini." "O! angkau taoo sendiri apa fikirankoe dari hal berkelai sama tandingall, akoe soeda kasi taoe itoe dengan teraug pada toewan, koetika di Rume spa toewan masih ingat?" , .~,A~is . kenapa akoe dspetin toewan sedang lagi aSJ.lk jakinin toewankoe aken membedH sama pestol; Ini perboewatan ada berbantahnn sekali sarna tjerita toewankoe." "Sobatkoe misti ingat kendati pikirankoe tinggal tetap seperti doeloe akoe tjel'itaken, maka anakau misti fikir jang di diaman sokarang, orang mistt'berati-ati bo.toel mendj~ga di~'inja! bahna sokarang terlaloe banjak orang .lang glla-gllo.-all tida sebab tida 1 lantara1. datellg-d~t~ng sadja lantas maoe mengadjak ber~ellU, atawn bikin I~lLloe padakoe di tempat orang bil ll.J11 k, Apakah akoe tida kellaksa aken ambil njawahnja itoe orang ja ng gilaP" " Kaloo begitoe angkau djoegn berkelai kaloe perloe?" "llarang ja ng tentoe !" "Kenapadan toewan tida maoe jang akoe bel'kelai?" "Akoe tida bHang jang angkau tida misti berkelai: tjoellla akoe bilang berkelai-au begitoe teramat be~ ratnja, hingga baik di pikirin lebi doeloe." . "A.~akah ~oe~an Beauchamp djoega berpikir, koetika dm toehs itoe kabar aken membrih mo.loe pado. ajo.hkoe pil "Kaloe betoei dia tido. pikirin koetika dia toelis' itoe kabar, dan dia mengakoe sendiri janl1 dia keloepa-an, djanganlah angkau goesar ati pad~nja. " "Wa-ah, toewan graaf terlaloe lemas ati." "Danangkau tel'laioe kakoe ati. Dengarlahjang betoei. ------.;. 564 565 Akoe sandenja doega ... . •.. Tetapi angkau djangan mara apa akoe nanti kataken ini ." "Tidaj baiklah akoe dengar ." Akoe doegajang kabarnja Beauchamp ada bener ,' "8atoe anak tida boic ambil doega-an jang membikin maloe nama orang toewanja, itoe tida bole. "Allah seksrang ini kedjadian begitoe banjak barang jang sebetoelnja tida bole djadi," Hoe jang tida baiknja di djaman ini. :Apa toewan maoe .robah ini semoewa P" Ja dalem perkara jaog mengenaken akoe. :Adoeh toewan begitoe keraa ati, "Ja memang." " Apakah toewan tida maoe dengar nasehat jang baik ?" "Boekan begitoe, akoe maoe dcngar nasehat dari pada aobatkoe," Maka apa akoe ini toewan poenja sobat P " "Ja ." , tiarilah taoe doeloe sebelonnje angkau kirim "Na,~ saksi moe pada Beauchamp. Pada siapa akoe misti tjari taoe P" " iid . "Sama H au ee." "Tjampoer-tjamp~er sa:orang ,pcra,mpo~an dalem ' ini perkara tida balk, lagi apa d~a bisa bilang, . Dia kan bisa kasi katerangan jlmg angkau poenja papa tida sekali-kali ada tjampoer tangan atawa !i~a ada ketahoewannja satoe apa dalem perkara matinja Ali Tebelen. Apakah baraugkali angkau dapet dengar dari sana-sinijang papa moe soenggoe-soenggoe .... •" Akoe boekan soeda bilaug sama toewan jang akoe berdosa aken mendeega begitoe P" "Djadi angkau tida maoe tanja sama Hajjdee P " "Tido.." " Angkau tida maoe sama sekali ?" "Tida sama sekali." "Maka tjoema tinggal lagi sntoe nasehat koe." "Baiklah, tetapi laen dari itoe akoe tida msoe dengar . "Angkau maoe dengar ?" ".Ja tjeritakenlah." "Djan~ao kirim saksi-saksimoe pada Beauchamp," "Apa?" "Angkau baek pegi sendiri padanja." "Itoe boekanlab melawan adat." "Angkau poenja hal ini poen boekan sembarang baraug hal." ,,'fetapi bilangkenlah kenapa akoe misti pegi sendiri padanjaP" "Sebab kaloe angkau pegi sendiri pada Beàuchamp, maka perkara itoe tioggal di antara moe berdoewa sadja," ,,~rerangkenlah lebi djaoe." "Kaloe Beauchamp soeka tjaboet komhall itoe kabal' dengan balk, bierlab angkau tinggalken dia bikin itoe sakahendaknja, sebab kendati sebagimana djoega dia tarik kombali itoe kabar; adapoen kaloe dia tida maoe tarik itoe kabar, boekankah angkau masih ada sampe tempo boewatadjakin doewa orang laen aken tjampoer di dalem engkau poenja rahasia." "Hoe doewa orang boekan orang laen, boekan orang jang akoe tida kenal, akoe poenja sobat." "Ingat lah toewan ini hari sobat, besok soedah bole djadi moesoeh." "Tj ontonja?" "T oewan Iiat sendiri Beauehamp." "Diadi ?" . "Akoe kataken pada toewan haik berati-ati." 566 567 "Angkau rasa baik akoe pegi bitjara sendiri sama Beauchamp P" "Baiklah, toewan ambil Franz dan Chateau Renaud akoe rasa itoe paling baik," . "Tetapi kaloe akoe misti bekelai, boekankah toewan soeka djoega maoe adjarin padakoe, aken bermaen anggar atawa aken pasang pesto) P" ,.Djang anlah toewan goesar, itoe djoega akoe tida "Ja." "Sendirian P" "Sendirian. Kaloe orang berharep aken dapetapaapa dari pada orang jang berhati tinggi, manoesia bole di bilang semoewa berhati tinggi, maka baiklah djangan kita loekaken orang itoe poenja hati tinggi." "Akoe rasa angkau poenja omongan ada betcel sekali." "Beroentoenglah." "Akoe nanti pegi sendiri. . "Baiklnh pegi; tetapi apa tida baik angkau biar djangan pegi P" . "Tida bisa." "Na, baiklah, pegi sadja, sebnb ini tentoeada terlebi baik dari pada niatmoe jilllg tadi," "Tetapi tjobalah toewan kataken, sandenja dengan perboewatankoe ini, akoe jakinin, soepnja hal ini bole djadi baik lagi, abis tida djoega bole djadi baik hingga misti kita berkelai, apakah angkau soek~ maoe djadi akoe poenja saksiP" "Toewan burggraaf," berkata lIonte Christo dengan sabar, "angkau taoe aendiri di mana-mana, kaloe akoe bisa toeloeng pada toewan ; -aken tetapi pertoeloeng~n jang toewan minta sekarang dari pada akoe, ada dl locwar kalangan, jang akoe tida bisa brihken pada toewan." "KenapaP" "Akoe minta padamoe toewan djangan minta taoe sebabnja." . "Na kaloe toewan tida maoe, nanti akoe ambil Franz dan Chateau Renaud aken djadi saksi." bisa adjari n." "Heran sekali, angkau saorang adjaib sanget. Angkau tida sekali maoe tjampoer-tjampoer dalem ini perkaraP" "Tida Buma sekali." ."Soedah abislah. 'I'abé toewan graan" "Tabe, burggraaf." Morcerf ambil topinja laloe brangkat kaloewar. Sampc di pintoe dia dapet kretanja jang lagoi m?nantiken dia. Sabole bole ia tahun nafsoe marehnja abis ia eoeroe bawa padanja pegi sama Beauchamp. Beauchamp kabetoelan ada di kantornja di toko tjitak Albert pegi ka sana. Kantornja Besuchamp kaliatan samoen sekali, gelap, penoeh deboe, orang kasi taoe padaBeauohamp, jang Albert ada maoe ketemoe padanja, sampe doewa kali orang kasi taoe, baroe dia bilang masoek I Albert masoek, maka Beauehamp terprandjat meliat sobatnja masoek melompatin toempoek-toempoekan eoerat kabar dan kertae-kertas besar-ketjil. "Di· sini, di sini, Albert, berkalalah Beallch~~p sembari kasi tangan padanja, "Apakah angkau bikm dateng kemari? Apa angkau moelai berdjalan boeron kesana kemari, apakah angkau dateng aken sarappan bersama-sama akoe P Marilah doedoek." "Beauchamp IIC berkatalah Albcrt, akoe dateng di sini hendak bitjara dari soerat kabarmoe." "Angkau, Morcerfa I" Apakah kahendakmoe P" --'""' . 568 "Akoc maoe minta katerangan.Cl "Angkau maoe minta katerangan? Bagimana AIbert? Tetapi doedoeklah." . "Trima kasi" djawablah Albert sambaring manggoet. "Katakenlah lebi terang maksoedmoe." "Akoe minta katerangan dalem soewatoe perkara jang menjatjatken kahormatan saoraug kaoem familie koe." "He apa itoe?" betkata Beauehamp dengan sanget herannja. Satoe moestahil." "Hal ini telah di moewat dalem eoerat kabar moe dengan alamat, "orang toelis padn kita dari Janina: "Dari Janina?" "Ja, dari Janins. Soonggoelah njata angkau tida taoe apa sebabnja hingga akoe dateng kemari." "Soenggoe begitoe. Baptestin, bawa eoerat kabar jang kemaren," betkata Beauchamp. "Tida perloe; ini ada nkoe poenja." "Beauchamp batja di dalem moeloetnjn: "Orang toetis pada kita dari Janina, enz: "Angkau taoe aendiri Beauchamp ini perkara berat sekali." Berkatalah Albert barang Beauchamp soeda abis membatja. "Apa itoe opsir ada bersanak padamoe Albert? bertanjalah djoeroe mengarang eoerat kabar. "Ja," berksta Albert sambil seperti maloe-malee sedikit. "Na bilang sadja apakah jang angkau kaliendaki aken berboewat, soepaja augkan senang bertanjalah Beauobamp dengen baik ati, "Akoe harep sanget, Beauchamp, jang angkau tarik kombali itoe kabar," Beauohamp memandangken Alb!lrt dengen mata 56!l jang mengoendjoekin, bahoewa ia soeka bikin begitoe. "Tjobalah kita Iiat," herkata Beauchamp, "ini hal tentoe bakalan membikin kita lama-lama bitjara; sebab perkara tida ketjil aken tnrik kombali satoe kabar, Doedoeklah, akoe nauti batja lagi ini tiga ampat baris." Albert doedoek dan Beauchamp batja itoe kabar j ang di oendjoekin oleh sobatnja, bermcela-moela kali. "Sekal'llng angkau toch liat sendiri, berkala Alhert dengen asran sedikit, "dalem angkau poenja soerat kabar orang soeda membrihken maloe pada saorang kaoem t'amiliekoe, mnka akoe maoe jang itoe kabar di tarik kombali," "Angkau . . . . . maoe P" "Ja. Akoe maoe." "Djangan goesar jang akoe kasi inget padumoe burggraaf jang augkan boekan orang jnng bitjura di hadepan orang banjak. "Akoe djoega tida maoe itoe," herkata Albert sernbaring bediri dari korsinja, "akoe maoe jang angkau tarik itoe kabar jang kemaren. jang membrilt maloe pada akoe poenja familie. "Angkau sampe kenal sama akoe," berkata Albert sembaring gigit bibir koetika di Iiatnja jang Beauchamp memandang padanja dengen tida di endahin, "angkau tentoe taoe dj oega jang akoe tida soeka menoendoek kaloe nkoe soeda djalanin satoe kali soewatoe perkara. " Djikaloe akoe ini sahbatmoe, Morcerf, maka dongan herkata seperti tadi augkan lekas bikin akoe loepahken jang akoe ini sahbntmoe adanja." "Dengarlah, djangan doeloe kita orang bermarahall sekarallg." "A ngkau asran, angkau murah dan engkau jang 570 571 mengatamkoe. Katakenlab doeloe siapakah sanak familiemoe itoe jang orang namsin Fernand di dalem itoe eoerat dari J aninaf" "Boekan orang laen, akoe poenja papa sendiri," djawablah Albert, "toewan Fernand Mondego graaf de Morcerf sa-orang djendral prang jang terrnashor gagah brani dan soeda mengadap apinja sendjata moesoeh di 20 medan peperangan, sekarang tanda kahormatannja dan tanda bekas sendjata moesoeh. orang maoe kena-in loempoer. "Papa-moe!" berkata Beauchamp dengan heran, ach kaloe begitoe ada laen perkara, harces angkau marah, Albert, marilah kita batja lagi sekali itoe soerat dari Janina." Beauchamp batja lagi itoe soerat dengan pelahan, satoe-satoe perkata-an di fikirinnja. Abis katanja: "Albert bagimana angkau bisa tentoe-in jang ini Fernand di dalem soerat sama seperti Fe rnand angkau poenja papa." "Tida ada pertandahan jang akoe bisa oendjoek, bahoewa Fernand itoe sama seperti Fernand akoe poenja papa, tetapi orang laen jang batja itoe soerat, nistjaja lantas doega tida boleorang laen, tjoema akoe poenja papa sendiri. Kermt. itoepoen akoe maoe jsng itoe kabar bohong misti di tjaboet." Koetika Albert seboetken "akoe maoe" maka Beauchamp lantas angkat moekanja memandang Morcerf sebentaran seperti orang jan~ kaget, srenta soeda, maka matanja memandang kabawah lagi. Srenta ia berflkir, Angkau nanti tjaboet ini kabar jang bohong, boekan P Beauchamp, angkau nanti toelis aken melawan itoe kabar ja!" berkatalah Morcerf dengan hawa nafsoe marahnja jang semangkin bertambah, adapoen dia tida begitoe oendjoek marahnja. "Haik, herkata Beauohamp." "Soekoerlah, djawab Albert." ,,'l'etapi akoe tida nanti tjaboet, kaloe akoe belon dapet taoe dengan tentoe jang itoe kabar soenggoe palsoe dan bohong adanja, "Bagimana P" "Soeda tontoe ini perkara misti di terangken, dan akoe nanti bikin terang padauja." "Tetapi apa lagi jang angkau maoe terangin toewanP bertanja Albert dengen terlaloe amat marahnja. "Kaloe angkau tida pertjajll. jang itoe Femand akoe poenja papa, kntakenlah lekas seboetken itoe di dalem soerat kabar, tetapi kaloe angkau pert jnja jang dia itoe akoe poenja papa, katakenlah apa sebabnja sampe angkau berkira begitoe.'I Beauehamp memandang Albert sembari bermesem maka katanja: "ToewanP duri sebab angknu maoe seboetken akoe toewan, maka akoelah jang misti bertnnja padamoe, kenapa angkau dateng kemari, apakub aken minta katerengun dalem soewatoe perkara apa boekan dan djangan omong doeloe dari kita poenja persahbatan dan omong dari perkara jang tida bergoena, hiogga akoe ilang tempo pertjoema. Apa angkau maoe bertoetoeran begitoe padakoe dengen perkata-an toewan dan boekan dengen menjeboetken akoe sahbnt, baiklah angkau kataken." "Ja akoe tida nanti seboetkon angkau sabbat, djikaloe angkau tida tjaboet itoe kabar jang bohong." . "Sabar sedikit, djangan pake antjeman, kaloe soeka toewan Albert Mondego, burggraaf de Morcerf! Akoe tida maoe denger bagitoewan dari akoe poenja moesoeh. istemewa poela dari akoe poenja sabbat , Djadi angkau maoe akoe tjaboet itoe kabar dari ge· 572 noraal Fernand, ia itoe socwatoe kabar jang sasoenggoenja akoe tida taoe satoe apa." ",Ta, akoe maoe, berkata Albert jang soeda loepa daratan. Abis kaloe akoe tida tjaboet, tentoe kita berkelai boekan? bertanja Beauchamp, dengen sabamja seperti di bermoela-moela, "Ja, herkata Albert dengen terlebi asran, kaloe angkau tida tjaboet itoe kabar, tentoe kita berkelai." "BaikLl.h, ini djawabkoe toewan, itoe kabar boekanuja akoe jang moewat, akoe sendiri tida taoe; tetapi oleh kerna perboewatanmoe ini, maka baroelah akoe taoe dan seknrang akoe tida lepas padanja; ini perkara nanti tinggal sarnpe oreng-orang jang wadjib itoc mengoendjoeken dengen terang jang kabar itoe bohong, atawa [ang itoe kabar soenggoe benar adanja." "Toewall," berkata Albert, "kaloe begitoe, maka dengen hormat nanti akoe kirim akoe poenja doewa saksi; dan toewan bitjam padanja di rnana kita nanti berkai dan apa sendjatanja." "Baik, toewan !" "Kaloe toewan soeka ini malem, tetapi paling lama sampe besok pagi akoe maoe toenggoe aken bediri berhadepan toewan." ,,0. itoe tida. Akoe nanti berdiri di hadepanmoe, djikaloe soeda sampe temponja; akoe jang di adja k berkelai, maka akoelah jang misti bikin djandjinja, akoe bilaug belon waktoenja. Akoe taoe angkau pandé bermaen seudjllta, akoepoen pllndé djoega. Akoe taoe dari anem kali augkau membedil sama pestol, maka tentoe tiga kena matanja boelan-boelanj tetapi akoe djoega sampe pandé bermaen pestol, kerna itoepoen perkelaian kita ini, 573 dji ka soeda kita berhadep-hadepan, nistjsj a heibatlah, sebab toewan brani dan akoepoen tida nanti moendoer, Akoe tida maoe ambil njawahmoe atawa engkau ambil njawahkoo dengan tida memeriksain ati-ati doeloe hal ini. Djadi sekarang akoe maoe tanja padamoe dengun terces terang: "Apakah angkau begitoe keras maoe, Ilk?e tjaboet itoe knbar, hingga angkau rnaoe ~mbtl nJawa?koe, djikaloe akoe tida tjaboet k~bll.r lt?e~ Kendatlp~en akoe kasi taoe pada moe lagi sekali, jang akoe tida taoe satoe apa dari itoe kabarf dan kendatipoen orang laen biar siapa djoega, tida sekali-kali bisa taoe jang itoe generaal Fernand terseboet di dalem itoe kabar djndi ajandamoeP" Ja akoe malle itoo dengan keras." "Baiklah akoe trima biar kita berdoewa memotOl;~ masidg-masing poenja . Ieher, tetapi la~i tig.a 'minggoe. Dalem itoe tiga nl1ng~oe, akoe nanti h~(h­ ri di hadepan moe dan akoe bileng pada moe, itoe kabar benar apa bohong. Knloe akoe bilaug itoe kabar bohong tentoe akoe nanti tjaboet, maka kaloe itoe kabar benar adanja, nistjaja akoe tjaboet pedangkoe, atawa akoe djoedjoeken pestol sebagimana kahendakmoe." Tiga minggoe wa-ah terlaloe lama, seperti tiga rat~es taon dan selama itoe maka namakoe terlantar! Djikalo~ angkau masih djadi sahbatkoe, itoe laen pe:kara, tetapi sekarang kita b('rmoeso~~an, maka akoe bilang padamoe: !,Apa a~oe pe~d?eh.l.n h~l~oe, akoe di adjak berkelal akoe jang blkm djandl. Tida mengapa, baiklah, nanti lagi tiga minggoe," be~'kata ~Iorcerf. "Tetapi ingat bet?el, kaloe soeda liwat itoe tiga' mingoe, maka akoe tlda maoe dengar . 574 lagi omonganmoe aken oendoerin itoe waktoe d laen-.laen .hal, akoe maoe bediri di hadepanmoe den(J':~ sendjata Jang terhoenoes." 0 · Beauc~a~lp poen bediri djoega serta katanja: SaJang sedikit toewan, akoe belon bole lempar damo? k~loewa~' dari ini djendela, akoe misti ber~~n~i lagl tiga mmggoe, lagi 21 hari. Sekarang baroe ~n~gal 29. Augustus djadi di tanggal 21 September la .ltoe paling laa!. Sampe di itoe hari, baiklah akoe brihken n~sehatuJa orang bangsawan padamoe, dja?ganlah kita bergongongan seperti doewa andi Jang kadoewa.doewanja di rante." Jmg · ~Iaka ~eauchamp ~asi tabé paria Albel't laloe bahkm. blllkang padunjn terces pegi lagi ka pertjit _ kannja, 11 Albel't berdja lan kaloewar. · Sedang Albert maoe Mik kretanja maka ia dupet liat Morrel jang liwat di sitoe. " Maka Albert ta~ik nafas pandjang seperti orang soeeah serta katanja; "Ach dia itoelah orang jang beroentoeng betcel." Soengg.o~l~h Albert tida salah doega, sebab Morrel merasa dirinja sanget beroentoeng LXX IX. AER LIMONADE. Memang Morrel rasa diriuja sanget beroentoeng. 'I'oewau Noirtier soeroeh panggil padanja, dan dia soeda begitoe tida sabaran aken mendapet moe apa sebabnja jang dia misti di panggil, hingga dia tida ingat lagi boewat toenggoe kreta kosong. Dia berdjalan kaki terboeroe-boeroe di ikoetin dari blakaug oleh Barrois jang di soeroeh oleh toewan Noirtier aken memauggil sama Morrel. Kesian ini orang toewa jang soeda beroemoer anempoeloe taon djalan sekoewat-koewatnja, aken memboentoetiu Morrel jang baroe beroemoer tiga poeloe satoe taon. Morrel sampe di roemahuja toewan Noirtier tida keliatan tjapenja, tetapi Barrois mandi kringat, ia ini kasi masoek sama Morrel dari pintoe jang boekan sari-sari di pake, abis dia toetoep lagi, maka tida lama kadengeran soewara pakeau bergerisikan ia itoe Valentine jang baroe dateng. Roepanja Valentine memake item,'sebab baroe kematian, soenggoe tjakep sekali, Morrel tadinja kira jang dia bisa bitjara sendiri bersama-sama nona Valentine, tempi kedengeransoewara korsinja toewan Noirtier di dorong masoek. Noirtier poenja mam keliatan teramat girang mendenger toewan Morrel poenja poedji-poedjian, aken membilang trima kasi jang toewan Noirtier bisa dapet toeloeng Valentine dari pada aangaara kawin sama orang jang tida di kahendakinja. Abis Morrel memandeng sama Valentine jang bernanti seperti orang 576 maloe sedikit kapan dia bole toeroet bertjampoer menoetoer kata. Morrel kepengen sekali dengar spa sebabnja toewan Noirtier pan~gil padanja. . Noirtier poen memandang djoega sa~la V~lenhne. ábis Valentine bertanja pada papa tjangnja; "A pa akoe misti bilang sama Morrel seperti jang di pesan oleh papa tjang? " Noirtier kasi tanda: "Ja." :Maka berkatalah Valentine: "ToewanMorrel,.akoe poenja papa tjang, toewan Noirtierj.ada ma,oe bllan~ banjak hal pada toewan,kol', soeda tIg~ hari akoe dl kasi taoe hal itoe sekalian; sokarang la eoeroe panggil sama .toewankoe, soepaja akoe tj~ritaken ito~ Bemoewa padn toewankoe. Segala apa jang papa tjang bilang pada koe ak óe nanti sampeken pada toewan , deneau tida di tambahken atawa di koeraugk " 1 "en. Katakerllah nona, kataken, akoe soeda terlaloe an;~t kepingin dengar tjerita itoo, Vulentine menoendoek serta ia memandang ke bawah ia soewatoe tanda jang baik ba~i Morre!. , . " "Akoe poenja papa tjang ~aoe ,pll~da, ?an SIDl, berkatalah Valentine: "Bal'rOls lagi tjari-in roemah jang baik boewat papa tjang." .A.bis nona -bagîmana nantinja," berkatalah Morrel" "sebab nona terlaloe sekali perioe bagi toewan , Noil,tier." Akoe sahda nona Valentine," "akoe tida nanti tinggalin padanja, itoe soedaakoe perke~anken • .A.koe poenja kamar nanti di sebelah kamarnJa: Belon, k~­ taoewan apa t<>ewan Villefort maoe kasI permissie sama akoe ooewat toeroet atawa tida. Kaloe toewan de Villefort kasi perlDissie, maka lantl1s akoe maoe brangkat bersama-sama toewan ~oil,ti~r" dan ka~oe toewan de Villefort tida maoe kasl permissie, akoe h da 577 bi-u roeroer lallr,~~ dan ukoo misti bernanti sampe ukoe soeda s:\Inpc oe "wel', ia itoe liwar sepoeloe boelau. ~Iaka knpan akoe soedu 81llll pe uemuer, baroelah benllng ukoe tida oesah berganroenguu pndu ol'l1"g laen, Ahis ~ berkurn Morrel. " , :,Abis c1 engeu ridlnnju papa t.lang a koe ~?n ti pe', I wl!a djuudjiken Pilzuns. ,djundjikoe, J'anl! ukoe relnh sc t" , . • «lil" roewu11. Vul enriue herkutu-kata in; begitoe peluhun sa mpe ~lol'l'el ampir tidu denger, t~r :lp~ bahna dia ,kapingin ruoc betcel peSUlllln toe Wil 11 ~ oirti er. rnuku dllt p~sang koeping "er()(:I-"crll~1 dll~l UIlL dupet dengor djoega apa katnnju nuna Valentine. . . .'Iaklt bertnnjalah Valentin« pudu toewan Noirtiur upukuh ~I!ga la rjerirukoe ini pada roewan Monel be, toel seperti kahenduk toewuu P , 'I'oewan Noirrier kusi tundu ju betoei seperti kahendakkoe. .'Iaka herkata pocht Vulentiue: "ApabillL akoe soeda rinerglll hersuma p:lpll rjang, l~lllka toewl~n, M~r­ rel hole dateng keremoein akoe .IJ hadspan 1111 kitu poenja penoeloeng jllng' sunget buik, Jan blOde sooda sampe rcmpnnja maka tOCWIl~1 )Iol'l'e! hole ateng minaug seudir i pudn ukoe, nnnn ukoe roenggoe padanj u.' " , "O !" berkuta ~lonel sembnring berkoei UI hadcplUl roewnn Xoirticr: "Apll.lmh akoe soedah taoe bel'bOl'war Laik belalllll idoepkoe sa lil pc akoc mcndjacli beerini hel'oellroeng!" ~Sa mpf! 1'< eklll'ang ini haik kitll toel'oet s~hllgilJlaua adat biasa, kita dHnglu' uan tOOl'oet se bll.~lJn~na k:lhcndnk kila pocnja OMlllg tocwa. PendeknJ a kltn balk bcrnllnti slldjn doeloc." Baiklah" bcrkata Mond biar bagimalJll soesllh IJ " MOlll t Chritilo. :17 -- --- 57S sekali poen, akoe 1I1LIlti menoenggod dengun sabar." ;.Korna Hoe," berknta Valentine elengan tuemandang ~Iaximiliuan samu mata jang manies djungan Hang hera ti-ati , soepaju djangaulah orang omongiu nonamoe jang dari bermoeiu-moela pikcel namamoe dengun hormut." :Morrel taro tangsnnja di dada. Selagi beaitoe toewan Noirtier memandung itoe kndoewa orang dengun rnanies dun lluÜang. Barrois jang tinggal hediri di sitoe sombaring mesom, kaliatan djidutnja penoeh kringet sllmpe hertétésau dari kepalanja jang botak, ".fa Allah! Ilarroie kenupa engkan berkri uget hegitoe keras," herkata Vulentine. "O!" herkata Barrois, sa!ill ini hegiui berkringet, sebah saüa berdjalu n begitoe kerns, nona tuoe! ']'etapi, wah, toewan lIol'l'el herdjnlan lehi keras Ingi dnri saÜa." Toewan Noirtier oendjoek dengen matunju padu satoe baki miuoemun jang ndn satoe botol deugen limonade sama satoe gelas. Hoe hotol soeda tida penoeh. sebah toewan Noirtier soeda minoom liwat setongu djam. "Inilah, Barrois", "berkata nouu Valcntine, umhil, sabnb akoe lint jang engkan terlaloe kepingin minoem isinja." "Socnggoe," berkuts Barrel s, suja rasu umpir mati dari sebab terlaloe noes, baikluh snja minoom satoo ~lllS limonade boewat slamctllja nulilt. " "Baik, rninoemlah," berkata Valclltille, "lLbis lekas holeh kombali:' Barrois angkat itoe baki telllpat minoelllall; dia baroe Rllmpe di gang, malm oran~ Roedl\ holeh liat dari malla. pintoe jang dia loep" t.OL!tO('l' hagilU:uu dia 579 mendongak aken toenggingin Hoc botol limonade di moeloetnju, , Valentine dan )[on'el betoei bedoewa berkaai tabih dl hadepan toewan Noirt ier, koetika oranz den 0'01' SO~Vlt\l'a tlontljen.g di atas di tnngga toewan Vi1lef~rt. , oa oe lU Ha Jllng ada ornng datolig. Valentine lia] -11 pendule. . ." Poe~oel doewa belas, katanja: papa tjang sebab lIJ I h?l'1. Saptoe, tentoe dokto r jung date ng." di Noirtier kusi tnnda jnIlg din poen rasa begitoe joega, "Dia misti dateng kemnri; toewan Morrel balk pegi, ja papa tja ng?" "Ja." "BlLrrois! berseroo nonu Vulentine, Barroia mari ! " . Ora ng ?engCl' soewnranjn ito e boedjnng [aug toe a e Jang menjaoet : "Ja , sajn dateng nona l " "~anti r Barr,ois unterin toewan tllll,npe di piutoe berkara ' al en t~ne ,pada Morrel; .tetapi djangan loc. pa, toewan ops~r, Jong akoe poenja papa tjung adjarin pada toewan, djangan aken bikin satoe apa jan O' bole memalangken percentoengun kita.' ,0 "Akoe soeda djundjiken," berkara lI orrel, jang akoe nanti toenggoe." Tida lama Barreis rnasoek. "Siapu tadi gojaug Ioutjeng r'' herkata Yalentiae, "Doktor d' Avrigny," herkata Barreis jan'" amph' tida bisa bediri lagi. . ' 0 "Hé, angkau kenap~ Banois~" bel'tanja Valentine Hoe o .rang toewa hada mcnjaoet, dia memandal1B toe~va n n.Ja dengen mata orang jang ketakoetan sem. bar: g menggerepe Sllma mngannja aken tjari pe.. ganoan. ....- - --- "Ati·ati dia itoe nanti djato," berkutu ~Iol'l'el. Sabenarnjulah , Barreis gellletcrun begitoe keras, semangkin lama semnngkin berta mbah kerus, seperti oran g jung sakiI keras, N oirtier meliut boedjungnja hegituc, semangkin keras boekil toetoep rnaranja seperti aken meugoendjoek koewatir nja jllng' sanget keras, Barro is mcnga mpiri toewunnja satoe doewa tindak, ".ra, toewankoe ! "be rkum Burruis, saijll ini k cnfLpll~" "Saija merusa sakit, saija poeuju muta gelap. :Saüa poenju kepalu dari dalem kaja di tj otok-tjotok djaroem jung [ lltIllHI. Allah djangun pcgang sama RaÜll, djllngan·ujnngan." , MlltlLnjll terpoeter-poeter, melotot, dun kepalunjn djato keblakung, badannja mend[ad i kako u, . , Dengen keras kaget, maku Vulentiu e mendjerit, Mor rel tahan sama Valcutine dengen kadocwu tangauuja seperti aken meudjaga, meliudncngiu dia. Toewan d' Avrign v l toean d'A vrigu y! ' Valentino herseroe sakerus-kerusnja lekaslah duteng, toeloeng!" Barreis sepert i orang rnabok sempojonga n dia madjoe lagi satoe doewa t indak, tetapi, k l~kinj ll soedll,h borat, dia tersandoeng djat oh berkoei dl dopau kakinja toewan Noirtier, seiubari ng menuhun budannja dengen taugan , maka kuta nja : " .1a tuewanklle jang teramat haik, ja, toewankoe !'' Di ini koetika lIIaku toewan de VilIefuI't .Inteng 0'111' dia deno soewal'll o ra n ~ riLoet-riboet. )I orl'el lan, tas lepas samll Yllientille ja ng ampil' djlltll pang:lllll 11 bis di:L. bersemboeni di poujokan kamar jan~ ketoctoepan sedikit sa ma !clangsé. Mockanjll ue Villefort pöetjet sepel'ti orang di pagoet oeler, ia uJelJlandang orang jang sakit itoe. ~ Noirti er soperti omq tida subara n, tetapi kasian ia tidu bisa toeloeng hoedinng nja, jang soeda djadi soperf tomennja jn ng t rrurnat haik, Bnrrois ting-g.ll terletak, moekanj u ampir tida Liga di kenali n orung, schab meunban snkit, Tuugannja di retnns-remasujn dan knkinja soeda kukoe, di bibirnju adu keliutan boesnh, nupasnjn soesuh seperti o\'llng sl'"ak. De Yillofort pconj a ingetan tida laon tjoema Hanois .ljul'gll jung di fikiriunja hingga ia tida liur sama .\t ulTel. Sakocti ka d jOl'ga ia tinggal hordlam tida bisa herkam-kam hocloc budannja bediri , ahis ia lar i ka pintoc sembaring herseroe keras-kerus: 1: Doktor ! Doktor ! leka s dllteng' kemari !" "Nj ollj u! njonja !" berseroelah Valcutine memauggil mama tirinja, dan sem baring bersenderan di Ilegangan tangga, maka iu bersoroe poel a: .J ekaslah dateng kemnri, hawa njonja poenjn bottol sarna spiri- [ • I tus." "Ada apa~" herka ta njonja de Villefort dengan soewarn ornng jllng sa har. '. I I yAlIllh, lekaslah dat eng, lekas !" "T etapi mana Doktor P" herkata de Villcfort, di mana dia adu P " Njonja tie Villefort toeroen pelnhan-pelahau; kadougarun soowa runja bettindak. Ui dalem taugannja jang R lltoe, ia adlL peglulg sctungan jllng di pakenja seka lJ) oeka, .Ian di tangunnja jang laen ia pegang mpe, maka hermoeIaitoe bottol spiJ'Ïtns. Baran ~ slL moela dia pIlIIuaug toewau S oirtier jllng tida mengoendjoeken luen tjoema sllnl;ct hCl'kasian sama boedjangnjn, abis njonja memandllng itoe hoedjang. . .Ä.pauila eJj liatnja BarroiK jllllg !loeda ampir maH malm .nj onja Villefort p~etjat dan tida hen di boe. I 'Wat.njll, rnclaenken memendaug berganti-ganti toewan Noirtier dengan Barruis. "Njonjll, astega di munakah adanja toewan doktorr " "Dia adn di toewan poenja karnar. .AIIgkan liat sendiri ini ornng sakit kesamper, barungkali kaloe di sanggra dia masih bole kato eloeugan," "lpn soedn lama dia makan P" hertanju njonja de 'ViIIl'fol't, jung tida lautas djawab pertnnja'a n toewan de Villefort. "Njonja," berkata Yalcntine, dia tida rnakun apaapa, tjocma dia berdjnlau telaloe tjepat sampe mandi kring et, sebah papa tjang eoeroe snma dia, Koetika dia poe laug, dia berasn aoes, dan dia t iada minoem bnrang laen tjoema sa toc glas nel' limonade. ,,0," berkatn njonja de Villefort. kenapa tida kasi dia ruino em anggoer, schab aer limonade boentora ng jan~ tjap é mcmang tida buik." "T~irnonade itoe ada tersedia di dalem karafuju papa tjong; abi s si Bnrrois ka -aoesa n minoem sadja npa jong' dia dapet." 'I'oewnn de Villefort kaget; Noirt ier memandung mantoenja dengun mnta seperti hendak temhoesin orang. Kutanju njonja de Villefort: J a, lehernju Barreis pendek sekali. ,.~jonja, " berkata de Villefort, akoe tunja palla njon ja di mana ada doktor d' Avrigny, astaga njonja JOenjaoetlah lekas lli mana ada doktor." . DlJktor atla di kamarnja Edllnrd, schab Edual'd nda sakit," kerkata njonja de Yillerort lantas lari ka](II'war boewat amiJil doktor. . "Kuloe begini," bel'kata njonja dc Yillefort, tentoe orung nanti Rnnggra padallja. Akoe lehi baik masoek ka k.umal', scbab akoc tida h i~a lil1t dumh." AiJis dia toe- roet de Yillefort. Soedu begitoe ) [ul'rèl keloewar dari podjukun tempilt sC lll hocn i l.ljl~ ~idll kll.Ii~tJ.n ora'~g j seb:liJ. masing-masing pudn momikirin hulnju Barrois sadja. LIlkas pegi, )fa xdmi lil1lln," herkata nonu Valeu tine, dan djangnn dateng klimbali, kaloe nkoe tirla soeroe dateng. )[ orl'el menunju pudu toewan Xoirtier dengun mata. Ahis toewnu ~oirticl' kusi tnndn ja. Morrel pegllng tangunnju Vnleurine, di teken di dudnnju laloe ia kal~IJ\\'l{r dari djnlnu jlLng rasin. Sakeetika itoe djoega toewan de Villefort dun doktor museek. Burrois moelui ingat kombali; pungsannju ilang, ama toewan dia bisa omong 11Igi. Doktor d'Ayrign y B de Yillefort angkut .llLn turo Barreis di atas bangkoe. "Doktol' apa haik kita bikinj" . bertanja Villefort. Secroe baWIL aer suma ether. lui baraue hoekan " v angka u adn di roemnh?" ",ru, ault." "Soel'oe urnbil minjak terpentjju dan obat boewat moenta ," Lekas ambil I" berkurn Villefort. " Biar semoewa ol'l1ng pegl dun. si m, . . , ::Akoe djoegnf" bertnnja Valelltillo denga n maloe sedikir. .ra nona, apl) lagi angknu misti lekas kaloewar," " , berkara doktor dengun knssar. Ventme memuncl ung a I' padanju dengan hel'lLn, ia tjioeltl . djidatIIJa too,,:an Noirticr ahis ia klLloewal'. Doktor JRng toetoep pmtoe koetika Valentine kcloewar, maka 1Il0ekanja doktor sepel'ti orang jlLng marah. " Lint, Ilokto1', !iat, dia lIIoeiai ingat kombali, penjakit. nja tiua iJegitoo kem!!." ToeWlLn doktor d' AHig ny bormcscm, maka mockanja st'pcrli orang jang 811 ngct berkoewatir. " Bllgimana pcngra:ln-anllloc, Harrois?" bertunja toewan doktor. "Ada buikan sedikit toewan." " Angkllll bisa minecru ini gelaR nor tertja mpoer ether?" "Suja nunti tjoba toowan, tetnpi djuuzuu ruhu saja puunju badan.' .,Konupa ?" "Saja takoot kulno teewan rahn saju [lnünja hndan, nanti luntns saju sakit lagi." " Minoemlah !" "Hanois urnbil itoo g'elns di angkat salllpc pada moeloetnja abis dia minoom separonjn. "Di mana nngkau mernsa snkitl' hertnn ja doktor. "S ekoedjoer badnn toewun, ssjn merasu oerat-oerat semoewa djndi kentjeng dan prongkolan serta kram p." " Apa uugka u mernsa poesing ?" ".l a P" "Koeping mernsa pengeng?" " Keliwat.., :,Kapan angkau moela i kena IDI penjakit?" :,Baroesan sekuli." "Apa lekas datengnjll?" .,'Vah kajn kilap." " Apa kemaren dan kemaren doeloc ungkuu tida mernsn npa-npa]" "'l'idll." "Ängkllu tida merusa mongantoek sluljl1 utuwa lesoch ?" "T ida." " ini :1I'i apa IIl1gkall soeda lIlakun ?" "Saja tida mukall apa-apa; saj :l tjnelllll minoclll aer limonade dal'Î botol knmfnjll toeWlln." llarrois sembaring hikin tandu snrna kcpnlunju aken kusi oendjoek toewan Noirt ier, j ang tidn hrenti niemandaug hal ini dan ticla loepoet mendengar masing-mnsing poenja toetoerun kata. Di mana itoe lier limonade:' bertunja doktor dengan mnruh, "Di dalem karaf, ui buwah." "Di inuuu, di !lawa h :''' "Di dulom dupoer." "Apu tOI'W:1I1 muue ukoe sudju umhil itne karuf:';( herranja Yi liefort. "Dj llll;;an, tinggal sadjn di sini dun subole-bole kaf'j dia tuinoem sisuh uur di g'l'las ini." ".lhis iroe lil' I' limonade?" "Akoe jan;; nmhil herkuta dokter." )[Il ka ia lekus knloewar lnri toornen di tnugga terces pegi ka dcpun sampc dia tochrock njon]u de Villefort jan g djocga maoe pegi ku dupeer. Njonja mendjerit, tetapi doktor tidu denger in, Mebnb ingurnnnjn tjoerua satoo, hingga dia toeroen tang ga boekan saroe-sntoe tingknt, hnlnju tiga-ampat salila sokuli diu lompatin, sampe di dupoer din dapet lint itoe klimt' jallg musih ada isihnja tinggul soprapat, Denzou sigruh dia urnbil itoe botel dia lari lagi nnik ku kil lil IU' tempar Har mis lagi snkit di mana ia salllJle hersengul-senga l. Njonja de Villefort naik lugi rungga itoe dengen peluhan-peluhun terces pegi kil knmarnjn. "Apa ini hotol tempat lier Iilllonallol''' her tunja doktor 11' .A ITi;;n,r. ,,;111, tuewan itoe diunja, " r'~l1 ini ner limonade lIpa itoe diunjn j llll~ tadi angkall lIlinocm::: " Snja 1'U!!:1 dianjtl." fiS7 "llagimanll. rasanja?" " Ada pait-pait." Doktor toewang sedikit di tapaken tangannju dia tjitjipin ahis dia hoewang lagi dari moeloetnja. " Jni dia itoe limonade," herkata doktor. ,,'l'oewan Xoirtier, apa toewankoe djoega minoem ini limouader'' "Ia kaai tamlu dengun mutn jang betcel dia minoem itoe limonade." "A bis rasanj n djoegu pait-paitr" ".Ja." "Allah, doktor adoeh" herkata Harruis seperti orang jang terlaloe amat snkit hudannja melingkor-Iingucr, ".1dooh itoo penjaki t moelui dateng lagi. La illa, kasianiluh hamhanja jung tida bersnluh." Doktor lautas mcngatupiri orung jan g sakit itoe abis katanja pada Villofo rt : " Pegilah lint apa itoe obat boewat moenta soeda dateng." Villelort lekas herlompat ka pintoe laloe berseroeseroe di moeloet pintoe: "Ajo lekus, obat hoewat moenta, apa orang soeda bawa itoe obat ?" Tetapi tida alla sntoe orang jang menjaoet. Di dalem 1'0 01111\11 sepi dan diam seknli, " Aai, tjoha akoe ndu poenja akal boewat bikin dia bisa bernafas, asal kita bisa hikin hawa rnasoek di dalem dadanju, maka dia tiudu merasa begini sesak di leher, 'I'etnpi akoe tida liat apa-apa boewat toe- pcnDlt di medja lantas di ambilnjn dan dia maoe kasi rnasoek itoe dalem mooloetnju Hanois, tetapi soedu tida bisa, moeloetnja Burroi s soeda terkuntjing," Kesiun hetcel Hanois kena lagi di dutengi sllkitnja, doktor tidil bisa toeloeng satoe apa , ia tjoema ampirin toewan Noirtier seinbari ng menanju: ,,'r oewankoe bagimana rnsanjnl' apa bnikr" ".T11." "A pa peroetnja toewan tida rasa berut?" "Tida ." "Apa toewan merasa dirinja seperti sari-sari, knloe toewan minoom itoe pil jang biasa di minoem suben hari minggoe?" ".Ta." "Apa Barreis jang bikin toewan pocnja limonade?" "J a." "Apa toewan jnng soeroe minoem sama Blll'l'oi s P'~ "Ticlll P " "A pa toewan de Villefort P" "TiuIl." "Apa Njonja P" "Boekauo" ll~jadi nona Valentine ~" "Ja ." Barrei s beruufus pandjung, dan dia mengoelet sampe giginja berkritikan, Doktor dengar itoe lekas pe. gi dekatin samu Barreis. "Bal'l'ois," bertanjnlnh dokter, apa ungknu masih loeng padanja." bisa berk a ta P" " Adoch, toewan, adoeh !" berkara Barrois, "apa toewan tinggulin sadja suma snj n begini mati dengan tida di tooioengin?" .Ja Allah, adoeh akoe mati, akoe mati. "Kasi penn,d, pClIJlll ! berkata tloktorj dia lint satoe Barrois seperti meugolllung, tempi orang tidu blsa mengarti perkata-uunju, ,,'l~jobalah, bitjl1rl1 jung betooI Barl'Ois?" Hurrois hooka matllnjlLjuug soedll merah klljll da. rah. " Sia pa jllng hikin itoe limonade r" "Sa!ja." ,,8asoeda hnja nugkau hikin itoc limonade apa nngk a li lnnt is kusi ruinoem sama toewan Noirtier r" "Tida." " Apa ungkau tinggalin di rnana-muna doelee P" "Di ri npoer ukoe tinggalin, sebab akoe di panggil," "Siapll jang buwu itoe limonade nai k kemari lI" "NOIlIl Yalontine." Doktor ti' Anigny poekoel djidutnjs sumu ta ugun 'semharing berturik nafus pandjang pendek. "Astll~n ." " DoktOI', dokten', toeloenglah, udoeh sajn mati." Barrois kutign kalinja kena di dutengi lngi itoe penjak it. Katanja dokter : " Apa orang tida muoe buwa itoe obat boewat moenta.P " Villefort betoei masoek, "A pll ini doktor obat moeura satoe gelas." ,,8iapa jan g bikin itoe obat?" ,,8iapa jnng bikin? Orung roemah obut jang toer oet sama ukoe." ,,~[i nom ll lllh !" ".1 a toe wa n, sajn soeda tida bisa nelen! soeda kcla-atau, snju pounja leher soeda seperti te rdjirat, adoeh sesaknjn. Allah, kepalakoe, ndoeh, kenapn ukoe misti menanggocng scngsarn bcgini borat, Allah, toewan a pa masih lama slljll misti merniknel ini sakitl'" ,,'l'ida, tidn, Bal'l'ois," herkatll doktor, " Iagi sedikit, llIalm angkau soeda tida oesah mikoei sakit lagi." , " AlIah tocwan, sajll mengar ti kata toewankoe !" .Ja 1'oehan kasianilah hllmbalJloe. Barrois mendjerit, ~i a djato tjelelltllng kajll. orang jang di samber kHap. Doktor tlll'O tangan di dadanja Hal'l'ois, di betoelan nti in pllsang \mtjll di depan idoeng dan 1Il0cioetnja Ra1'l'o ig. "Bllgilllanuli" hertauja de Villefurt. "Pegi kil dupeer dan soeroeh oruug lekus bawlt samu ukoe siroop jau g oenggoe geudulu." Vi11 efort lautas pezi. 'l'OCWIUl Noirtier rida oesuh .koewutir, bur kata duk-. tor, akoe nanri buwn orang sakit ini ka dalem kamul' jang laen, di sitoe a koe muoo soe nt ie k oerat daranja, sebuh tur laloe sengsara din, kalot' di Illll /o{gal' sakitnju da n tidu enak di liat Ol"llng. ALis doktor poudoug Barruis di bawuuju kil ka-, mar di ump ir sitoo; tetapi subentaran dj oega dia liueda balik kombali sama Noirtier boewat urnbil itoe sisah lim onad e. . ~ oirtie r toetoep mutanja jang kan an. ; l'ocwall uiuue biur 1101lIl Vulentine duteng ~ haik nunti akoe souroe orang pan g~il pudauja kemnri.' Yillefort hulik kom buli; doktor kete moe sa ma dia di gang. "llagillHllla doktor !'I " bertunju Villefort. " ~Iu ri toeroet saiua ukoe, berku ta doktor d'.Ä.nigll,\'. Abis dia buwu toewan de Villefort ka dalem kumur. "Aai dia masih loepaken di rinja !'Ia berrunju toewan procurellr karadj a-un. "Dia soeda iuati !" Apa hila de Villefort dengur perkatu-all iui, muka ia moendoer, allgkllt tuugunnja doewu-doewa ka langit ; semhuring memanduug limit irue dellgall Ballger kasiannja, kIltalIja: .Ach Legitoe lekas dia IIInti !'I " ~ Jll lII elllaug lekas, buekllll :-" hel'kala c luktOI' d'A n igllY. •tetapi iC hal tida oesah melllhikill toelJe wall meuujadi hemu lagi." 'l'ocwan dan ~j onju de Saint )I érall tijocgn Ulilt i begitoe lekas. 0, di t.oewan poellja l'uemah melllang orang mati melldadak, toewlllI de VilJ eforr." "Apa lI" h~rkl\ta tocwall hakim itlle dellgnll kaget , - , -' ... flflO f)!ll dan bentji, " Apa toewan lagi-lagi dupet doega -an jang t ida baik P" jung utiuja sanget terbautiug-b anting, koetika di dengernju tjerita doktor radi. Lintluh di dalem ini mangkok ada siroop oengoe, dan di dalem ini botol karaf' ada limonade jn ng soeda di minoem sedikit oleh toewan Noirtier dan Burroi s, 'L 'joba kaloe ini limonade tjerei, tidu adu ketjam. poeran ratjoen itoe, ja.ng ukoe kutaken tadi, maka ini siroop poenja warna tidu berobah, kaloe ukoetoewangiu ini limonade, aken tetapi kaloe ini limonade uda itoe ratjoen, tentoelah siroopnja haknlan djadi idjo. "Liatluh jan g hetuel." Abis doktor toowuugiu itoe limonade kadalein mangkok deugen peluhau-Iahan, Apubil« Iimonude itoe djato kndnlem muugkok, makn limonude itoe mendjadi biroe scdikit, ubis semu ugkin lama semangkin mendj adi idjo !lampe mendjadi idjo seperti idjo djamer oet, Njntaluh jang iroc limonade ratjoe n adanju. "lJIll'rois mati kena rnakan ratjoen j ang di namuin :-itriichnos pseudochina utawa lh· uux vunieu," berkata toewan dokter, sekaraug biur di hadepnu A.llah sekuli poen akoe hrani soempa jan g soeuggue iui rutjoenlah jang kena kemakan oleh Barrois,' Villefort tiuggul bediri tiada hlsu herknta-kata; tUllgunnja mllsih djoega lli djoendjoengnjll ka langit, abis SllnHl sekali dia ~epcrti p\lc~ing lallIe djato di dalem kor~i m:t1eil. "Saben, toewan saben ! djawah toewan dokter; "HeIon perllll docgaän jung djelek itoe laloe dari pada fikirankoc, maka aken eendjoekon dongall njata pada toe Wil11, jang iui sekali poen ako e tida toega salah, maka ukoe minta pada toewan aken dengar jang betoel katakoe ini, toewan de Villefort." Ha kin t hesa r ini sepert i ora ng maue ilang semangetuj u, Adu tillt'oepll ratjoeu, kaloe di kasi rnakan ol'llng, maku tidu sekali ada katinggalan apa-llpa di badan ma it jang mengoendjocken, bahoewa ornng Hoe mati denga n ratjoen, Orang tentoe kim dia mati , sebab penj akit soengoe, Akoe kenul betoeI itoe ratjoen, akoe soeda pelndjarin hetusl segalu penjukit dan tjaranja sebagimann rutjoen itoe memboenoeh orang jang kenu makun dia. Hoe rntjoenlah akoe kenalin telah soeda kena suma Barrols, betcel seperti doelee akoe kenalin ratj oon itoe, koctika njonja de 8aint Mérltn kenu muknu dia. Ada satoe aksl aken mangoendjoeken adunja ratj oen Hoe. Kaloe hill'lln g bil'oe soeda djadi met'ah, sebab kenl1 asem apa-apil., maka itoe bilrang djadi hiroc kombali, kaloe kena itoe ratjoen, ser ta siroop jallg oenggoe gC IHlolla, kaloe kena tertjampoer mt joen itoe, mnka oenggoe itoe mendjadi idjo, Di sini tida ada 'hÏl'Oe, tetapi lillt orang soedll bawa itoe siroop oenggue jallg akoe minta tadi." Orang dUlIgar tindaklln kaki ol'llng berdjalan di gall gj doktor boeka sedikit pintoe kamar, ambi1satoe JU:lngkok , terisi dengan stroop itoe dari tangannja bahoe, abis dia toetoep lagi pintoe itoe. "Liatlah," berkata doktor padll toewan de Villefort, LXXX. 593 1'lmTI )E l)( )E I I .\.~ , Doktor' tI'Ani gur lekus membrih toeluenguu piulIl toewan de \ ï llefol:t jung roepanju seperti muit dan bnrumr ia bisa berkatn-katu, muka katunja: ".A~h !~lalaiklll muoet soedu da teng ol iam-dinm Iugi di I'llemah koe," , '1 ' 1)',uu1 hiluuu •\Ial:ukllt muoet, djuwah roewnn rau " . b b doktor lehi haik augkan Lilau g jllng- purhouwnrun kadjahatnu soeda memhoenoeh pudn Barrnis, , lJnk tol' her kuru t11~ Villefurt akoe tidu talie llpiL " " jang ukoe , rusuiu tli dalem ut:, scpc ru a k rak 'oe roer ata~1l ~cd i hurungkali ukoe moelu-moelui djaJi gillt," Ju ." berkuts doktor d'AriUOllr nkue muoe peltjuiju lUW pClIcrl'asaiin toewun tidu kuruwun , tl' tapl ukoe ,rasu lebi " ". buik djunguu kim tiuggul .)'lam, :;t~ Ilil II ki nnsuru . " ti bekonlju , k i t~ misti tjllr i akul uken mcntj~ga dja ngun ornne-eI'a 11 cr "1111'" di roemah rouwunko« mun ruendnd ak. " ", " , . , ,,:Schuh ukue )'U SiL jang' ukoe \.Ida ,.;a ll g~ of~ p ,.;111I peil ini rahu sin." Yillufort memaudung ka kuuun-kiri." ';,lJlI lclIl roemuhkue," bertuuju VillefOl,t, "da lem ' I " , u • • • , roemuhkoe. " " Ajoluh toewan hakim, djauguuluh ungkun uj:L1! AngklLll wudjih mendjalnnken ku-mlilan e1 ung'un tida memnndnng urang siupa." , " DoktOI' angkau hikin ukoe tcrlehi kerjil llti lagi." "Akotl soetl iL hilllng." "Apa ada orang ja ng toewlln t101 l,cdJUtl wlIt ini !gll dalem I'oelllahkoc:'" AkoC' tida tel'ka slItue orang, tctnpi tleugal'1 l1h l fllYaikat nllWN j an/-\, angkall Snhlltltkell t:llli, tc h 11I11!la soek di dalem roemah toewan abis boekannja dia menjamber dengan boeta-toeli pada hal dia itoe bekerdja seperti dengan ukal manoesia, Tndinja akoe tida begitoe mengarti djalannja Malaikat maoet itoe, sebab mutakoe seperti ketoetoep dengun doewa penoetoep mat/I. Pertama penoetoep mata, jang di namain persahbatunkoe padamoe toewan dengan sekalian kaoem kaloewurgamoe dan kadoewa ia itoe jang di namain hormatkoe bagi toewnn, tetapi ..... " "Katakcnlah doktor apa fikiranmoe, akoe nanti tabain atikoe. " "Toewan de Villefort di dalem roemahmoe ini ada saorang jang pandé meratjoeni." De Villefort mendjeiit setelah di dengarnja doktor d'Avrigny herkata begitoe, dia takoepken tangannja kadoewa seperti hendak menjambah minta ampoen pada doktor. Tetapi doktor berkara poela: "Ada pri basa kata orang hakim jang toewa, katanja: kapan nda kadjahatan terboewat, maka tjarilah taoe orang mana jang bole dapet kaoentoe ngannja dari pada perboewatan itoe." "Doktor katamoe ini betoeI, tetapi brapa kali hakim menghoekoemken salah dari sebab ter laloe ia pegang keras pri basa kata itoe! Akoe tida taoe, tetapi akoe rasa jang ini kadjahatan " A! djadi angkau sekarang méngakoe djoega jang kamatian ini boekan kamatiall sari-sari, tetapi dari perboewatan orang. Ja, akoe pertja!ja jang nllgkau betoeI adanja. Akoe kepaksa aken mist! pertjaija itoe. Tetapi biarlah akoe berkata teroes lagi. Roepanjll. ini katjilaka-an tida menimpah orang Honte Christo 1 ,1 :l8. 5H5 !l!l4 I I' il laen melaenken akoe sendiri, Alcoe rasa jang akoelah sendin nanti misti pikoei ini semoewa. "Ach manoeeis itoe memang tida laen tjoema dirinja dan oentoengnja sendiri jang di besarkennja, dia kira bahoewa matahari bertjaja tjoema boewat dia aa-ornng sendiri. Djiwa ornng laen sekali Doen tida di itoengnja. Toewan de 8aint Mèran doeloe, baroe njonja de Saint Mèran abis toewan Noirtier." "Apa P toewan Noirtier P" "Ja memang; apa toewan kira nüat si pendjahat itoe hendak mengenaken si boedjang? Boekan. Jang misti kena minoen itoe aer limonade ia itoe toewan Noirtier dan dia poen soeda kena minoem itoe aer limonade, tetapi si. Barreis tjoema kabetoelan sadja kena dan kendati poen Barreis jang mati, menoeroet ' betoei Noirtier jang misti mati." "Abis kenspa toewan Noirtier tida mati." Doeloe di kebon, waktoe malem njonja de 8aint Méran mati, soedah akoe kasi taoe padamoe, badannja toewan Noirtier soedah biasa sama itoe ratjoen. Kaloe dia minoem itoe ratjoen soeda tida mempan lugi di badannja, tetapi orsng laen jang kena minoem tentoe djadi matinja. Orang tidil taoe jang akoe obatin penjakitnja toewan Noirtier dengan ratjoen." "Ja Allah," herkata Villefort dengan sedi dan remes-remes tangannja, seperti orang jang ada dalem soesah besar, "Tjobalah angkau toeroetin djalanannja si pendjabat, pertama-tama toewan de 8aint ~Iéran di langgsr, "Aai doktor, akoe pel'tjaja betoei jang dia mati lantaran itoe ratjoen djoega,sebab kendatipoen akoe tida liat dengen mata 'sendiri, maka apa orang tjerita dari sakitnj a soeda tida salah, betoei seperti matinja Barrois." " Si pendjahat meratjoeni toewan di Saint }Iéran abis dia meratjoenin nj onja di. 8aint Méran sebab matinja orang doewa ini mangaduken poesaka doe. wa kali lebi banjak," Villefort berkringet seperti orang tjapé snnget la ' seka kringet di djidatnja, "Dengerlah jnng betoei !" 1 1 . "Ach, doktor! "bel'~ata de Villefort dengen mena~ r ik napas pandjang, tida satoe perkata-anmoe ilang tiJ da koe denger," Toewan Noirtier doeloe bikin soerat testament tetapi di dalem itoe eoerat testament boekan enekan e ata~a s.a-orang kaoem famieliemoe, jang di djadikeo abliwarie, pedahal orang-orang miskio di kota ia itoelah jan~ di djadiken waris. Toewan Noirti~r idoep , ~eroes ,bda tergod.a apa-apll, sebab apa goena matinja ~ ~ Jang bda membrih ka-oentoengan buranz sedikit. 'I'etapi apahila ia battalken itoe soerat test~ment jang I' pertama, ia bikin soerat testamentjang baroe ri-taka lan~as dia ~i kasi minoom itoe aer limonade; 'bamng kali oraug itoe takoet djaugan nanti toewan Noirtier ganti lagi testamentuja. Itoe testament janO' baroe di bik!n ~cmaren doeloe, liat orang engga k~si tempo lagi, tJoba toewan Noirtier poenja badan tida biasa rnakan itoe ratjoeu, nis~ia.ia matilah ia. "Allah doktor kasianilah akoe !" "Tida kasian, toewan. Pakerdja -an doktor itoe teramat moeljja di doenia, djika ia berhati loeloes tiada memandang oewang, melaenken kabaikan manoesie djoega jang di fikirinnja . .Kerna itoe poen dia peladjari ilmoenja aken membrih ~asen~ngan manoesla.jang sakit, Djika sekarang kamatian itoe boekan dari kahendak Allah sendiri ia itoe orang mati kepaksa, seperti sekarang dengan' ! I I i I I \ 5!l6 5!li ratjoen. : maka doktorlab jang rniati oendjoek siapa jang salah. " Ampoen, toewankoe, akoe minta nmpoen boewat onakkoe !" bersemba toewan Villefort. . Angkau sendiri boekan, jang seboetken namanjnf " . Angkou papanJa I" . T ' " "Ampoen toewnnkoe, boe w~t .' ~Ientl~e. Ach dengnrlah, tida bole djadi dia begitoe, s~01'ang jan g atinja poeti bresih seperti kernbang melati, nkoe tida bisa pertjajja." Tida ada ampoen, toewan proe.III'elll' kOl'adja.~n? kadjahatan ini soeda ternjata seka l~. Non~ ~a~en tIDe sendiri jang boengkoes obat-obat Jang dl kirim ': ' pada toewan de Saint Mó:an,. maka t?e,,:an de Samt Mérlln mati. Nona Valentine Jllng sediahin aer obat boewat njonja de 8aint l lé ran, maka njon~a de Sai~ t Méran mati, Abis sekarang nona Valentme, ambil itoe bottol jang terisi limonade dari tangannja Barrois jan g di panggil kaloewar. Hoe Iim on ~d~ boewa~ toewon Noirtier maka dengun kabetoelan 10 tida mati minoem Hoe li monade sebab badannia soedn biasa ratjoen, tetapi Barrois jang tida biasa ratjoen ,badannja lautas mati, Tida bole laen, nonn de VIllefor t jang bersalah berboewat ini kadjuhatan. Toewan Procureur karadja-an, akoe mengadep, menoedoehken nona de Villefort pada toewan, lakoekenlah kawadjibanmoe." . . Doktol' akoe tida melawan lagl lebl lama, akoe pe;'tjajjá t~ewankoej tetapi demi Allah, sajjangkenlah oemoer dan nama baikkoe." Toewan de Villefort," berkata toewan doktor dengan bértambah marahnja, "ada djoega haljang men,tbikin akoe loepaken berati ati. Tjo?a toew~n poenJ.R RDak tjoenia sekali beJ'boewat kadJahatan Itoe, abls I akoe liat dia maoe bikiu Illgi sekali, maka akoe te. gorinlah pada toewan, ukoe tentoe nanti bilang pada toewan: Kataken pada anakmoe jang dia misti tinggal sadj~' di dalem klooster. Tjoha dia soeda bikÏJ! doewa kali kedjahatau itoe, maku tentoelah ,Ilkoe na~t! bilaug pada toewan : nLiatlah toewan de VI1l efor~1 1O! ratjoeu jang tidil di kenul o le ~ toeka ng mel'lüJoen~ itoe, saroepa ratjoen j ung menjam hel' maoet, seperti gledek tida adu obntnju, kaaiken ratjoon itoe pada anakmoe, serahkeu dj iwanja pada Allah, maka toeloengken nama haik moe dan oemoermoe sebab anak moe poen djoega meugindik indikin njawarnoe. Akoe liat dia seperti lIIelaikat maoet ber terbangan dengen tiada kaliatan di ampir-ampir tempat persdoewanmoe, maka djaga buik-balk, nti-atilah toewan de Villefort sebab kaloe tida, uiatjaja angkuu poen kena kcsambe:' si benzis l Itoelah nona Valontine tjoema memboenoeh doe~VI1 orang sadj11, aken tetapi dia soeda rnakan B ampe tiga djiwa 1II1111oesill, dia soeda dapet liat tiga mait serta ia bersoedjoet melaga bersembajaog di ampirnja mait-mait itoe, kOI'UlL. ito~, lIla~11 tangan legodjolah jang haroes menganibil njuwunja. Ajo bawa padanja sama legodiol Toewan seboet-seboet uurna balk, nu, eendjoekenlah nama bllikllloe, bikin seperti di titllh oleh kawadjihllnmoe, maka namallloe sa-oomoer irloep thhl illlng." Villefort berloetoet di hlldepan doktol', . n DenO'erla h, " katallJ'a de Villefort: nAkoe poenja . tl Rti tida hcO'itoe keras blll'an~kali llll~klln 8atoe bapa o djoega tida oanti sardpe llti kapan 11111 ini kedjadian akoe, tetapi kedjadiall snlllli anakmoe, boekan Bama aD nona Madeleine. Toewan doktor: melldjadi poetjet. nDoktor manoesia illi di labir kell aken memikoel 598 soesah dan aken mali; buiklab doktor akoe trima pikoelaukoe dan akoe nnntiken adjalkoe." "Djaga baik-baik" berksta toewan doktor. "Kam a~ tian itoe pelahan djalannja; Angkau tida nanti liat dia dateng menjamperi padamoe, djikaloe pnpamoe, njonjamoe dan anakmoe jang lelaki belon djalan lebi doeloe." Dengan sanget ngerinja hingga ampir sesek dadanja, maka Villefort pegang tangannja doktor. Dengarlah" katanja "kasiani akoe, dan toeloenglab akoe . ...• tida boIc djadi, akoe poenja anak tida saluh . . . . Bawa kita orang aa-isi roemah ka hadepan hakim, maka akoe nanti kataken lagi sekali jang anakkoe tida bersalnh, tida ada orang berboewat kadjahutan begitoe ui dalem ini roemuh, Akoe tida maoe, angkau dengar, jang di roornahkoe ada rnasoek kadjahatnn, Dcngarlah, apa angkau maoe perdoeli-in jang akoe mati di ratjoenin P Apakah angkau sohbatkoe, upa angkau ada poenja ati P'I'ida, sebab angkau doktor. Nah, akoe bilang jang anakkoe tida nanti di bawa pada legodjo dari sebab akoe. Ach doktor memikirken ini hal sadja membikin akoe seperti giln. Djikuloe angkau kasalahnn, dokter, djikaloe boekan anakkoe jang herboewat itoe? Djikaloe akoe bisa mengadap pada moe seperti bajangan dengan moeka jnng poetjat, maka akoe kataken pada moe doktor: "Pemboenoeh; angkalliah jang soeda boenoeb anak· koe I" Liatlab doktor kaloe sampe kedjadian begitoe angkau kesalahan, maka binr akoe pertjaja betoeI pada godral Allah, tadapet tillda akoe binllsain nja· wabkoe·" "Baiidab", bel'kata tocwan doktor sa-abi5nja berdiam sabentaran, akoe nanti toenggoe." 599 Villefort memandang dia seperti orang jang masih berkwatir ,,'fetnpi, berkata poelu dokter d' AY.ri~ lIY dengan sabar, kapan di dalem roema~~loe I Dl n~a orang jang sakit, atawa nngkau sendiri merasa tida e~ak badan, djunganlah panggil akoe, sebah akoe tida nanti dateng. Akoe rnaoe simpen ini rahasia .bersanll~ samn t?e~ wan, tetapi tida maoe maoe meliat kadjuhatan Int bertambnh lagi di roemah ini". Kaloe begitoe angkau tinggul iu akoc. UO.ktO I"" Ju schab akoe tida hole toeroet lebi djaoe sama toean', ukoe misti berunnti ui kaki gantocngan. Selamat tinggal". "Dokte r, dengerlah, ja dengerlah' '. . . Semoea bal ini jang meuodnhken at ikoe Jang po: tih bresih, membikin akoe djadi beutj i roemahmoe ini, selamat tinggal toewun !" .. Lazi satoe patu dokter, dengarlah l Angkau nn tinggalin akoe eedeng likoe nda di .dale~ 8~esah ~e­ sar, jang menberatken akoe terlebl olebl lagl. sa-abisnja akoe dengar toe~oe~ toew~nkoe: !e~apl ap~knh orang di leewar nanti kirn dun matinja lil! boedjang . toewa jang mendudak dadak~", "Ja betoel" herkata doktor u' Avrigny: "ÁJo auterken akoe," Doktor berdjalan lebi doeloe, to.ewan Villefort b~a~ kangan; boedjangoboedja~g pada hda sell~n~ b~rdll'1 di gang dan di tangga dl mnna doktor mlsh d]lllan. "Toewon," berkata d' ÁVI'igny dengall soewara keras pada Villefort, soepaja sekalian orang-ol'ang b?le dengal', "Si Barl'ois kasian, soeda. terlal~e lama tlda luen doedoek sadja tida taoe ber,uJallln-dJalan, seda~g dia doeloe biasa toeroet toewannJa kamana-mana DUIk 600 koeda atuwa kreta; abis sekarang aeluma-lamanja dia misti doedoek di ampir korsi rnales toewannja, itoelah jang membikin matinja, Daranja soeda djadi kèntèl. Lagi lehernja pendek dan dia orangnja tègèp; dia kena di langgar sakit beroerte (sawan keleboeq). Maka dengan plahan katanja, ati-ati itoe mangkok dengan stroop oengoe misti di boewang di aboe," Doktor tida kasi tungan lagi sama de Villefort lautas pegi dengan tida berkata-kata lagi, di ante r oleh orang-orang di roemah itoe jang menangis dari sebah sedihnja. Di itoe malem djoega sekalian boedjang-boedjang di dil lem roemah pada berkoempoel di dapoer membitjnruin hal ini, abis marika itoe ketemoe-in njonja Villefort aken minta brenti. Wah kendati njonja itoe boedjook dan minta dengan manis padanja sertu maoo kasi naik gadji semoewaitoe pert joemalah; marika itoe pnda menjaoet: "KitIl orung maoe pegi dar i sini, sebab ini roornah soeda di tempnti Malaikat rnaoot. Djudi marika itoe semoewa berangkatlah tidn maoe mendengar boedjoeknju njonja, betcel dia ornng semoewa bilang jang dia ~rang berdoekn tjita sanget, aken misti tinggalin njonja jang baik, apa lagi nona Yalentine, jang terlaloe di sajnng oleh boedjang-boedjnng sebab dia baik ati. Baraug toewan Villefort dengar ini, mnka diu lantas pandaug sama Yalcntine. Ia ini menangis keras, sebab atinja terlaloe sedi. Aneh sekali! la liat Valentine menangis boekan seperti orang bikin-bikin, halnja tungisnja orang jang betoel-betoel sedi sekali, hingga de Villefort sendiri ketarik-tarik tida bisa tahan nel' matanja. Abis ia pandnng njonja de Ville- 601 fort, maka dia liat moekn itoe seperti bermesem, tida kaliatan sedi baraug sedikit, 60a LXXX'. KAMARNJA TOEKANG ROTI JANG MAKAN RENTEN. ~Illlemnja dari pada hari itoe koetika de Morcerl kaloewar dari roemahnja Danglurs dengan maloe dan marah, sebab dia poenja perminta-an di tolak, maka d~t~ngla~ .toewan Andrea ~aval canti. Romboetnja di bikin kriting serta mengkilap dari sebab memake pom.~d e jang h.aroe1ll , koemiesnju di poeter sampe l~ntJlp, tangannja memake earoeng tangan jang begitoe 8pan !lompe koekoe tanganaja njata kaliaten. Ja rnasoek di dalem rcemah don abis ia di kasi belndjar kenal sama tetamoe-tetamoe, ia dapet akal aken kena beromong-omong sama Danglars berdoewa-doewa aadja, Barang ia dapet omong samn Danglars, maka dia bisa bU:-nl,omongan itoe sabegitoe roepa, sampe ia dil pet tjerita pada Danglars jang ka hidoepannja teramat sedih sekuli, "Selomanja pnpanja brangkar maka ia rasa dirinja sanget piatoe sekali, tjoba i~ tida di trima seperti anak di dalem roemah toewan Danglars, nistjaja dia tida tooe apa misti bikin maka itoe terlaloe banjak trima kasinja padu teewan dan njonja Danglars, jang soeda bikin dia begitoe beroentoeng seperti ia mendepot iboe-bapa jang baroe. Aken tetapi hatinja jong begitoe penoeh dengan tri~a kasi, soeda loeka oleh kerna pemandang matanJa nona Danglars, hingga ia merasa dil'inja terlaloe tji1oka, djikaloe ia tida dapet liat nona Danglars barang satoe djam lamonjA." Danglars deugerin omongnju toewan Älldrell dengan sabar, memang soeda ampat-lima hnri lebi doeloc dia doega jong ft ndrea tentoe nanti bitjura begitoe. Abis ~ndrca o~ong, moka matanja Danglars bertjahja lngi, Jang tadi soeda goerem dari sebab omongnja )Jorce1'f'. Ake,n t~tapi . aebagimana biasa satoe bapa, kaloe anaknja dl minta orong, dia tida lantas trima ia misti tanja doeloe begini begitoe. ' . :Muka katanja: "Toewnll Andrell , apakah toewan tidu terlaloe moeda boewat kawinj'" ,,0, .tidn s?knli .toewan I" herkata Cavalcanti, sajn raEa, bda; biassuja menrang orang banjok (Ii !talia· kawin moeda-moede sekali." ."Na, toewnn," berkata Danglars: "Sandonju por, n~wta.an. to~wall jnng membrih hormat pndukce, djoega .dl trl~JU oleh njonjakoe dan oleh anakkoe, ubie. Buma BHlpa. k,lta 01'llng misti bitjnrnin hal iniP Sehab ok.oe rasa 1111 hal berat seknli, jang wadjib di bitja- . rOID oleh orang toewa dari kadoewa fihak, aken menetepken pel'~entoengan anak-anaknja." ' . "Toewan djangan takoet, saja poenja papa saorang .lang pandjang fikirannja, ia itoe bngimana aken menoeroet adat sopan santoen. la so~da l'ikiri? lebi doeloe hal' saju, jang suja barangkali Jnll?e hnggal selarnn-lamnnjn di Frankrijk oleh kerna itoe , koetiko. dia maoe brnngkat, maka bersama-sarna soerat-soerat ,.., meneranzken per[ang ' .., ~na k k can 'oe, la soeda toelis djoega satoe soerat dalem .lang mana ia djandjiken dengan tentoe, kaloe ~l\ja maoe sama satoe nona jang dia soeka maka sajl\l ~apet oewa~g ~)Iandja seratoes lima poelo~ riboe fronk Ja~ g moe.lal UI bajar, teritoeng dori pada had ' so.jo. ab l~ kawm. K~loe tida sol8h, ia itoelah 80.perapat dan pada blandJa saja poenja papa." 604 llAkoe," barkata Danglars, "memang soedu bernüat aken brihkon pada anakkoe limn ratces riboe frank kaloe ia kawin. Laen dari itoe, maka ia djadi ahliwaris sendiri-diri dari akoe," "Kaloe begitoe," herkata Andrea, "toewan liat sendiri jang semoewa tentoe bnik adanja, Saija ini bermoeln-uoela fikir jang peminta-an saja katrima oleh njonja Danglars dan nona Eugenie, kaloe tida katrima, soedulnh tidu djadi apa·opa kitn dapet blandja 1i 5.000 frank, Sandenja Illgi saija bisa bikin sampe toewan markies boekannja bajar pada saja rentenju suja poenja oewang, totapi ia brihken ocwang itoe sama sekali (ini baraug kali soesah, tetapi engga bole taoe), maka beroentoenglah kita, sebnb toewan nistjaja bisa dapet kaoentoengan dari itoo docwa atawa tiga miljoen, . jang bisa kalocwarin snmpe sepoeloe percent kaloe jang mengoeroes oewang itoe ada tjerdik dun pand é seperti toewan." . "O! akoe tida ambil oewang boent lebi dari 4 percent," herkata toewan Danglars, biasanja tiga percent setenga. Tetapi sama akoe poenja mantoe akoe masi tentoein lima percent dan oentoengnjaakoe maoe bagi doewa. "Astaga onak betoel, mertoewal" betkata Cavalcanti jang mendjadi kasar, sebah terlaloe girang dengar orang seboet oewang bermiljoen-miljoen frank. Dia itoe adat aloesnja tjoema seperti sepoehan sadja tida boie gil'ang atawa apa sedikit, maka létjétlah sepoehan itoe dan kaliatan tembllganja. "'l'etapi berkata Danglars jang tida dengar katanja Andl'ea jang sama sekali dari hal kawin lantas membitjarain hal oewang, sebagil1n dari bahagian moe tentoe papa moe maoe serahkeu padamoe boekan lI l l "Bagian jang mana P" bertunja Andrea. "Bagianmoe dari fi hak mama." "Soeda tentoe papa maoe kaai bagian dari mama koe Leonora Corsinari." "Bl'lIpa banjak kira-Idra baglaumoe itoe l'" "Ach," berkata Andrea llsoenggoe mati toewan be1011 pernah saja fikirin ini, tetapi suja rasa paling scdikit doewa miljoen." Danglars mendjadi tornmat girang, seperti orang dapet komhali hartn kekaju annja jang soedah ilang. Oirangnja seperti orang jang anjoet abis mernsn ang kakinja kenn iudjek tanah, ,, ~ a, toewan," berkara Andree dengan hormat apa suja bole berharepî'' "Toewan Alldrea," herkata Danglars, "berhul'epluh dan angkau bole tentoein kaloe toewan sendiri tidu membikin ada alangnn, maka tetaplah n!jot kita." "Allah toewon bikin saja terlebi girang lagi, betkata Andrea. " "Tetapi kataken lah," herkata Danglors aembari memikir, "kenopa graaf de Monte Christo jang bawa padamoe di koempoel-koempoelan di ParDs, kenapakah dia itoe tida toeroet dateng beraama-sama toewan " aken bantoe bitjara P Andrea poenja moeka djadi merah sedikit, sobab maloe, tetapi tida kentara. "Saja kabetoelan dateng dari roemahnja toewan graaf," berkatalah Andrea, dia itoe eaorang baik se· kali, tetapi terlaloe amat hemn adat kelakoewannjaj dia poedji sekali jang suja pilih nona Eugenie aken djadi saja poenja isteri, ia poen bHang djoega pada sa!ia, dia tiada kocwatir jang saja poenja papa tentoe brihken pada saja oewang itoe semoewa dan boekan 606 607 sadja; ia sumpe djandjiken djoegu jang ia nantt toeloeng s?b.ole-bole pada saja, soepaja papa b?toel-be.tocl k~SI itoe oewang pada saja, tetapi dia bilang ~Joc~a, Jang .dia tidu brani toeloeng tanggoeng .aken m!ntl1lD .aoa~nJa orang; dia sendiri menjesel aangat .,Iang d~a tida bole t~.eloeng sabegitoe roepa, kendatI,po~n dia tuoe terang Jlmg pertoeloengannja ini aken d~adl kaoe~toengan dan kabaikan saja berdoewa, saja dan saja poenja bakal isteri. Maka kaloe toe"van maoe tanja apa-apa dari hal ini padanja dia soeka djoega kasi katerangan." , , ,,0, baik sekali." ,,~elmrang," berksta ÄlIdl'ea dengen mesemnja jang mam.s. "Sekarang akoe soeda abis bitjara sama saja ipoenJa bakal mertoowa, maka sekarang saja maoe omong samu toewan bankier." "Apakah angkau maoe bilang? Kntakenlah akoe .denger," barkata Danglars sembarins ketawa "Hari noesa saja misti trima dari toewan ki'm-kira 'ampat riboe frank; tetapi dari sobab toewan zraaf men~arti sendiri, Jang di dalem boelau depa; saj~ pO,enla on?kos nan,tI hertambah lebi banjak, hingga saja p~cnJa b,land}a tentoe tida tjoekoep, maka ini ,apa, saJa eendjoekin pada toewan satoe acerat wissel da,rl ~oewa, poelee ~'iboe fl'~nk jang toewan graaf, 'saJa t,lda bilaug k~SI pada saja, tetapi soegoeh-in pada BaJa. Toewan ha~ sendiri jang ini wissel soeda di tandain tangan olehaja, bagimana apa bole saja trima? "B.Lwa pada akoe lagi satoe miljoen wissel begini akoe n~nti baj,ar semoenja," berkata toewan Danglan: se,mbarl~g kasl ~asoek soerat itoe di dalem kantongnJR; "bIlang sadJa i apan angkau maoe pake itoe oek wang, nanti akoe poenja orang dateng bawa itoe ~ewang doewa poeloe amat riboe frank padamoe." "Ach besok pagi poekoel sepoeloe, sebaginulDa toewan maoe; lebi pagi ja lcbi buik, sebab saja maoe pegi besok." "Baik, nanti poekoel sepocloe; ruasih djoega di roemah rnakan Hotel des Princes?" "Jn." Besokan pagi dengan tartip betoel, maka itoe doewa poeloe ampat riboe frank di trirnalab oleh itoe anak moeda, jang soenggoe-socnggoe pegi, abis tinggalin oewang docwa, ratoes frank boewat Caderousse. Andrea itoe sengadja pegi dari roemah tjoema soepajja djangan oesah dia ketemoein temannja itoe jang djahat, maka itoe djoega dia poelang laat tengah malem. Tetapi baroe dia sampe di depan roemali makan, maka lautas djoeroe pintoe dateng ketemoein padanja, jang beenanti dengen memegang topinja di tangan. . /roewan, herkata si djoeroe pintoc, "itoe orang tadi dateng kemari." "Orang [aug mana?" bertanjllill.h Andl'ca seporti dia tida taoe lagi siapa jang misti dateng itoe, pada hal dia taoe betoeI siapa.' ,,!toe orang, jang Sri Padoekn kasi itoe oewang blandja taonan.' ,,0, zoo," berksta Andrea, "itoe djongos jang toewa dari akoe poenja papa; abis apa angkau socda trimahken itoe doewIl 1'atoes frank padanja, jang akoe kasi pegang padllmoe?" "Ja, Sri Padoeka."- Pembatja liat dan dengal' jang Andrea soeroe panggil dirinja Sri Padoeka -tetapi dia tida maoe trima itoe oewang. Andrea lantaa mendjadi poetjat, tetapi sebab gelap malem, maka tida kentara. ,rent~ l1Uj l\ I' tiOo G08 "A pa? dia tid~ maoe trima?" bertanjalah Andre: dengan soewara Jang gemeteran sedikit. nTida, dia tida maoe; malaban dia maoe omon. sendiri sama Sr~ P~doeka. S~ja bilang jang sri p~. doeka soeda ~egl, ,dia ~aoe djoega omong, tetapi saja omong padan}a balk-balk, maka dia maoe djoega de· ngar kata s~Ja dan d,ia tinggalin ini eoerat jang memango ada dl ba~va. dt"kantongnja dengan pake zegel. "TJobalah kasi liat, herkata Andrea abis dia ba~ja itoe soemt. ~i terang let;Jters kreta~iaj boeninja Itoe. eoerat begini: "Angkau taoe di mana akoe tinggal; akoe toenggoe padamoe besok pagi poekoel sembilan." . ~ ndrea pri ks~ betcel zegel-zegel soerat itoe aken tJal? taoe. apa. baran,gkali soeda .di boeka orang, tetapI ternjata Jang itoe soerat bda di boeka orang zegel-segelnja semoewa misi baik. ' Katanja pada itoe djoeroe pintoe baik " ach ka, it ' . l! , l:l1a~ I .oe ,Ol·ang. t~ewa ~ia memang baik sekali." Abls .dlll tinggalin lt~e djoeroe pintoe jang tida mengarti apa maksoednja perkata-an toewan itoe siapakah misti di poedjinja si djongos toewa, apa si toewan. "Lekas boeka koeda abis naik ka dalem kamar koe," bertitahlah Andrea pada loopernja. . Dengun sigrab Andrea naik ka kamarnja teroes bakar soeratnja Oaderousse abis aboe soerat dia sendiri sial'-siarken. Dia betael abis berboewat itoe koetika loopernja naik masoek di kamar. "Pièrre, angkau sama besarnja sepel'ti akoe," berkata Andrea. "Semangga sri padoeka !" berkata djongos itoe. ll A.ng~au ada poenja. pakejan mentèl'èng baroe boekan, Jang kemaren dl bawain padamoe?" • • ,,8aja, toewan." .A.koe ada apa-apa sarna satoe ncna toekang men;j djait, jang akoe tida maoe kasi ta oe namakoe dan • pangkatkoe; djadi pindjemin akoe pakejanmoe itoe bersama-sama soerat-soeratmoe, boewat akoe pake kaloe perloe akoe misti mengincp di pesanggrahan. Pièrre toeroet seperti kata toewannja dan dalem limu menuut Andrea soeda menjureeken dirinja tida bisa di kenalin orang. la naik kreta sewahan teroes pegi ka roemah pasanggrahan jnng di na11111in Koeda Dawoek di Picpus. Besoknn paginja dia poen pegi djoega dium-diam dari itoe paaauggrahun seperti kemaren ia kaloewar dari roemah rnakan Hotel de Princes. Dia berdjalan liwat djalannn Boulevard Saint An· toini sampe di djnlnnan Menil-Mo ntunt, di depan pintoe iang kntign di sebelnh kiri dia brenti, dia tjari taoe di mana dia hole tanja-tunjn, sebab pendjaga pintoe tida ada, Dari sebrang ada porampoewnn toekang sajoera n tanj a padanja: "Hoi, njo, siapa angkau tja ri?" ,,'l'oewall Pa lletin, lij n," djawab Andrea. ,,0 , bekns toekang roti j ang sekarnug idoep dari oewang rentennja." " .Ja, itoe dia." Roemahnja di blakang, sebelah dalem, di kiri ting kat lotteng nommor tiga. Andrea berdjalan seperti di oendjoekin oleh orang porampoewan itoe. Sampe di atas dia liat oedjoeng tali lontjeng di tembok sepel'ti kaki klintji, apabila oe· dia tal'ik itoe kaki, muka kaden~al'all di dalem B wal'a lontje ng bel'boenji dan tida brapa lama lagi Caderollsse dateng boekain pintoe. ) Iunle Chtislo 311. IHO Hll Ha unukau hisa betcel djuga tempo," berkuta luh " , . Caderousse0 sembaring angkat paI ' aug pintoenja, ,'f jilalm!" berkara Audrea sombaring mnsoek, ia le~pal' topi djongosnju jan g djnto mongglinding di dalem karnar. Ach!" herkata Caderousse, soeda djangan terlaloe marah , sobat l Liutlah bngimnnn akoe ingnt seknli pndnmoe akoe sedia makanan jung angkau paling soekn, tento e enaklah nngkau maknn ini seknli l" AndrIJIl memung dapet tji oem bnoe masakan, tetapi [an g paling keras di baoenja, ~a ~toe.:, bawang P?eti, gemoek, tjengkee dan paln lngi dia tj iocm baoe ikan di tjeewee. I~i baoe semoewa kaloewnr dari pada doe wa koewali besi jang musih uda di atas api komfoor. Di karnar sebelah, Amlrea dapot lint medja soedn di toetoep bresih-bresih hoewat doewa orang rnakan dan djoega soeda ada tersedia anggoer doewa botol jaug sato~ botol pnke lak merah, dnu jung laen pake lak idjo; udu djoegn brandjj satoe borol di toewang dalem' karaf, boowah-boewahan toratoer bngoes di tempat boewah jang .di alesin daon kool. , "Na, bagimana fikirrnoe sobat, npa enak atawa tida ? Auzkau taoelnh, doelee di suna memang akoe ommor satoe; apa angkall masih ingat apa kokki no tida, kaloe di sana akoe masak apa-apa orang malmn 'sampe djilat-dj ilat djarinj a bahna ka-enakan." . Angkau jang pertama-tama tjoba masakan akoe di sana, tentoe angkau masih soeka djoega boekan?" Abis CadOl'ousse teroes mengoepas hawangnja jang masih katinggalan. "Baik," berkata Andrea dengan asran. ,,'fjilaka, kaloe angkau m·aoe akoe kemari tjoema hoewat makan sadja, biar pegi persetan !" "Anak !" herkata Cnderousse dengun moelia, sembaring makan kita hole beromong-omong; tetapi i-ieh koerang trima, apa augkan tida girang ketemoe lngi sobatmoef orang laen tentoe uangis, sebab terlaloe kagimngannja ." ~Iaka soenggoe, Cuderousse menangis; tj oemn orang soesah bade apa dia nangis, sebab girang ata wu dia menangis, sebab kena getah bilwang, jau g membikin matanja Caderousse kaloewar aer. "Diam, bnngsat !" lierk ata Andren, "orang seperti angk au suliang S1l1ll 11 nkoe, augkau ! " "Ju soenggoe ukoe sllÜllng padamue, biar tida dapet selamet," berkara Caderousse, "ukoe tuoe j nng 'akoe tida bisa semboeni-boeui-in atikoe jang saüllng padamoe." . "Biar begitoe djoogu, tidu udu nlangan bagimoe aken berchijunut pndukoe deugan memboeka rahasia." ,,'l :jies ! beikata Onderousse, sembaring seeka pisonja di kuen topo jung di pukenja di pinggaug," kaloe akoe tidu soeka, tidn saüang padamoe, apa angkau kira akoe maoe penghidoepan begini, seperti angkau brihken padu akoe? 'Ijobalnh angkau liat, angkau bisa pake-pakejan djollgos, djlldi tanda besar jang angkall sallggoep piara djongos, abis akoe ini bagimana akoe misti bekerdja sendiri, masak selldiri, bl'esihin bal'ang scndiri, akoe tida mampoe piara djongos; akoe mengar ti jang angkall barangkali tida soedi makan bal'ang makanankoe, sebab angkau soeda biaso makan makanan jang aloes-aloes di roemah makan Hotel des Prin ces. Maka akoe djoega bisa ada poenja koeda kreta, akoe djoega bisa lJ1akan enak di ·roemah makan besar, tetapi semoewa itoe !J.koe tid g, openin, kenapa akoe bcgitoe? Tjoema djangan sampe 612 613 akoe poenja Benedetto hole dapet sakit ati. Ajo! betoel apa tida ha! apa akoe tida bisa idoep besar?" Andrea tida herkata apa-apa, tjoema ia memandang moekanja Caderousse, tetapi itoe pemandangan soeda sampe njata, "Na, soedalah, buik akoe trima jnng sngkau betoel sajang sania akoe," berkata \ ndren, ntetupi kenapa angkau panggil akoe boewat rnakan sama-sama?" ~ Tjoemn sebab akoe kangen sekali padamoe itoe !" n'rjoema sebab terlaloe kangen ! tida ada laen sebab P Boekan kita dari beimoelu-moela soedu bikin perdjandjian P , "Ach akoe kepingin ketemoe sadja snma akoe poenja Benedetto, Apa soerat testament tida ada tambahannjn P Tetapi ungkau dateng di sini boewat ma~11Jl boekan ? Djadi haiklab itoe kitu fikirin lebi doeloc. Doedoeklah, ajo kitn rnakan doeloc ini ikan eardijntjies sama mentega haroe. Jn, ja pnndung sadja karnurkoe, liat koeliling tiker dan korsikoe dan rigoera-figoere jang moerah-moorah. Apn nngkan maoe maloe, di sini boekan tida sama dengan roemah makan Hotel des Prinees. ' nAllah liatlah kenapa augkan begitoe pédés; auzkau . ' I> poonja roepa betoel kaja orang jang tida beroentoeng, sedang doeloe angkau tida maoe djadi laen tjoema angkau maoe idoep seperti toekang roti." Cllderousse tal"Îk nap118 pandjang. nNu, apa sekarang angkall n1l10e bilang? Apa kahendakmoe jang seperti impian tida di kaboelken Allah ?" Ja Benedetto betoei soenggoe impian, sebab saorang toekang roti jang idoep dari rentennja soeng. goe-soen~goe kaja, ada poenja soerat oetang dari negri, djadi negri beroetang padanja." "Angkuu djoega ada poenja renten." "Akoe ? nJa, memang angkau ; apa akoe tida bawa-in pa· damoe doewa ratoes frsnk P Apa itoe boekaunja renten ?" Caderousse gojang poendaknju. "Soenggoe maloe," berkntalah Caderousse, aken misti trima oewang itoe jang di brihken oleh orang tida dengun soeka ntinja, oewang jang sebentarbentar bole ilang duri pada tangan kita, ,.\ ngknu lint sendiri, akoe kepaksa boewat idoep miskin, soepajn bole ukoe bisa simpen-simpen oewang boewat hari di blakaug kaloe akoe adn dalem soesah, Inaatlah peroentoengun itoe tida tetap, .... koe taoe jang peroentoenganmoe terlaloo terung sekarang, bangsnt! boekankah angkau nanti bakalan kawin sama anaknjn toewan Danglars?" "A pa! toewnn Dnnglaraj " "Memang Dnnglnrs! ,\pakah angkuu mnoe akoe bilang baron Danglars. Ini sih sama djoega seperti akoe kata Graaf de Benedotlo Danglars memang akoo poenja sobat lama, dan kaloe dia bockan orang peloepa-an, maka harces akoe dia oendang dieega pnda hari unaknja kawin ..... Sebab dia doeloe ada bersama-samu koetika akoe kawin .... J a ja koetika akoe Imwin, tjill1ka! Doeloe dia tidl1 begit~o berati tinggi, 010'010, dia tjoema boedjnng tokonJu toewan ~Iol'J'el. "koe sering makan di sutoe medja bersama-sama dia, dan toewan Graaf de )101" cel'fj ang-kau liat sendÎ1'i kenalankoe semoC\va orang baik-baik." nO, Caderousse, angkau tidll bisa lint o1'ang laen be1'oentoeng sedikit luntas angkau mengatjau." "Baik, Benedettokoe, tetapi akoe taoe apa jang «rs 614 akoe bilaug. Tetapi ajo makanlah." Cadero usse makan sepcrti orang jang betcel lapar sekali. Satoe-satoe rocpa rnnkanan jang di seegoeinnjn pada. tetamoenja, tida brenti dia poedji. Makn si totamoe itoepoen djoegn mnknn dan bookn hotol auggeer jang ada didepanuja , , ~Ani, sobar, begimanalnh rasnnja mnsakankoe, apa mnsi enak dan sedap? Roepanju 1I 11~k11ll soeda tida marah lagi sarna angkau poenja koki j ang doeloe," I "Xa, !jalah! herkata Andrea jang loepa semoewa, sebab betoot dia ennk sekali III aka 11. .Apa betoeI enak begini, ballgsllt?" ~AkQe rasu begitoe enak sampe 11koe tida abis pikir orang jang sahari-hari maknn-mukanan begini enak masih kira dirinja tjilaka tida boroontoeng. "0," berkata Caderousse, angknu taoe kenapa akco rnsu dirikoe begini tjilnka P Sebah udn satoe fikirankoe jang menggods pada akoo." , P ikiran apa P" ".à.koe pikirin jang akoe makan doewit boeta dnri satoe sahbat bole di sarna-in suma oewang dermah, sedeng akoe masih rasa dir ikoe sampe gaga h boewat mentjari oentoeng sendiri." ,,0, djanganlah angkau pikil' begitoe," bet kata Andrea, akoe ada sampe boewat rnakan sama doewa orang; bikin sadja apa angka ll soeka." Djangan, soenggoe djanga n, angkan maoe pertjaüa baik, t ida ja soedah, tetapi saben ahis boelan, maka akoe merasa menjesel di dalem ati ." , ",Ja Cader ollsse!" . " Akoe merasa begitoe keras menjesel sampe kemaren akoe tida bisa trima itoe oewang doewa rat oes frank." ' , ,,,J a, angkall maoe omong doeloe sama akoe; apa .. betocl-betoel itoe ati menjesel, ach tjobalah angkau bileng sebetoelnja!" "Soenggoe beloel-betoel menjesal , dan lain «ad itoe uda satoe fikiran lagi j ang mcngoda sanget sama akoe." Andren gomoter ; saben-snben diu gemeteran, kaloe dengur fikirannju Caderousso, IISocnggoe tida enak sekali, angkau taoe," herkata Caderousae, saben misti menoenggoe sampe ab is boelnn." "Ach," berkara Andreu, npuknh ka-idoepan menoesia tida laen tjoema bernant i sadjn, Seperti akoe ini, npakah perboewatankoe boekun menoenggoe sadja? 'l'etupi ukoe hisa hersnbar, boekan? ",Ja, soeda baraug jang tentoe angkau sabar, sebab angkau toenggue-toenggoe hoekan oewnng doewa ratces frank, tetapi ungkau toenggoe oewang baraugkali limn-auem riboe, barangkuli sepoeloe ri boe, djangan -djangan doewu belas riboe frank, seba b akoe kennl ungkau memnng tidu berteroes tera ng sama akoe; di sanu doelee ungknu adu roeparoepa kantong ketjil -ketjil tjelengan dan luen-Iaen, abi s angkau ~jari roepa-roepa akal aken tjeugkolong ks poenja -annjn Caderousse. Baiknja Caderousse ada pirasat jang baik." "Ach, lagi-Iagi angka ll mengatj ltll, dan Illgi .Iagi an gkall omongin per kara doeloe-doeloe, Kenapll sih? "Akoe maoe tanja!" "Ach, angkall poenja oenlOer baroe doewn poeloe satoe taon, abis soeda angkau loepain perk lll'a j llng soeda-soeda; akoe poenjll Demoel' lebi lima poeloe taon, djadi akoe misti ingat-ingat hal jang doeloedoeloe. Tetapi soedalah, mal'i kita bitjsruin hal kits sendiri. " n16 U17 ",Ta, baiklah." "Akoe 1II110e bilang begini, tjobnukoe djadi seperti ia poela seperti matjan ja ng maoo menerkern , akoe angkau .• • • • • • 11 "Abis kenapa?" "Akoe snbole-bole tjar] nkal, aken mendapot banjak oowang." "Bagimana boleh dapet banjak oewang " ",Ta, kaloe akoe, maka akoe minta oewang blandjn setenga taon lebi doeloe, akoe melagu bilnng jang akoe maoe soeroe pilih akoe djadi anggotn pem:uentah di negri, akoe perlee misti nda poenja tuunh sepotong; abis akoe lari sama itoe oewang." "O! o! 0 I herkata Andrea, tjakep betoel njjntmool" ",Ja sohatkoe, herkata Oaderousse. ")[akanlah, llbis toeroet kntakoe, ungkau tida nauti menjesel tauduin moeloetkoe." . "Kaloe ungkau 1'l\SIt haik begitoe," herkata Audrea, konnpa angk au tida toeroet sendiri seperti katamoe? Kenapa ungkau tida mnoe bikin sampe angkau "apat oewang blnndjamoe, nnem boelau atawa sutoe tuon sama sekuli, abis angkau pegi ka Brussel. Boekunnja angknu djadi seporti teekaug roti ja ng idoep duri rentennja, pada hal angkau nanti sama seperti ol'ang jang lari, sebab bangkroet; itoe bagoes betoel." "'retapi, tjilnka bagimnnakah 1lI1gkall maoe jang akoe idoep ~joekoep sama seriboe doewa I'atoes frank?" "0, Cild e l'on s~e, angkll.ll semangkin lama semlmgkin soesah di senangin atimoe Iiwat doewa boelan kemarinja nngkau setengah mati kelaparan." "Hoe dia semblll'ing makan ol'l1ng djadi lapar," berkata Caderollsse, sembaling mendje ngit seperti monj et jll.ngo mengoendjoek giginja, atawa sepel,ti matjan jang menggel'Oeng. "Oleh kerna itoe poen," berkata ada sewatoe nijat," " NU atnja Caderousse membikin Andrea djadi terlebi takeet. "Kataken lah, CUdeI'911SSe upa njjatmoe; tentoe bagoes." " Kenupa tida bagoes? N[jat itoe aken pegi dnri roemah makannja toewan siapa doeloe P Siapa namunja itoe toewan, dari maua datengnjn, tjobalah angkau bilang akoe rasu akoe jnng lebi doeloe dapet itoe njjat, abis apa djahut itoe n[j at, Sltlll pe kita ornng bisa dateng di sini." "0, akoe tida bilang jang njjatmoo dja hat, berkuts Andrea, kndang-kadang adn djoega IIUat moe jang back; soedalah, ajo kataken apa njjntmoe ini." "Baiklah," berkata Caderousse, "apa ungknu sanggoep kasi akoo lima blus riboe frank dengen tida oesah augkan sendiri kaloewarin barnng satoe cent? .. ... . . hoekan lima belas riboe frank, itue tida sampe; akoe tida bisa djadi orang buik jan ~ herlocl~es hati, kaloe nkoe tidu adu poenja tiga poelee riboe frank." . "'l'ida," berkuta Andl'ea seperti Ol'ang jaug kesel, tid a, akoe tida sunggoop." "Roepanja angknu tida mengarf katakoe," djawablah Caderollsse, sllperti orang j ang mendongkol, "akoe hilllog tlldi dengen tidll oesa h angkall sendh i kaloewal'in hal'ang satoe cent." "Apa harangkali angkall maoe llkoe mentjoel'i, aken meroesukin lagi hal koe bersama-samu halmoe, dan aken hikio kita berdoewa misti pegoi lagi ka itoe I'oeilla makall jang doeloe, trimll kasi hlllljak." "O! berkata Caderollsse, "nkoe sih tida perdoeli keoa di tangkep lagij llkoe memllug aneh, angkllll m8 dongar A.ndrca? Kadang-kadang seperti akoe kaliware sama temen-temen di sana jang doeloe, sebab akoe tida saperti angkau tida sekali sajang temen angka u dan soeda tida maoo liat lagi tomen-temenmoe di sana," Andrea mendjadi poetjet kaja kertas poeti, ia lantas gemeteran. "Soeda, Caderousse, djangan gila-gila, angkau dengar?" "Tida, djangnn koewatir Benedetto, tetapi tjohalah angkau ndjarin akoe bagimllna aken dapet tiga poeloc riboe frank, angkau tidn oesah perdoeli-in apaapa, biar sadjn akoe kerdjain sendiri." "Baik, nanti akoe lint, akoe pikir in," barkata Andren. ,,'l'etapi selagi augkan pikirin begitoe, nngkau kasi naik blandjakoe sabun boelan sampe lima ratoes fran k ja Andrea P Akoe ada tikiran jang aneh, akoe kepingin piara orang." "Baik angkau nanti dapot limu ratoes frank," berkata Andrea, "tctapi boewat akoo mendjadi berat sekali Caderoussel . . •. angkau keliwat dari misti... ." "Ach, masa," berkara Caderousse, "boekan kah peti besimoe tida ada inggannja. " Kaloe orang liat moeknnja Andrea, koetika dia dengar begini, maka orang tentoe kim jang adn harang ingatan apa jang baik kena di fikirnja, sebab matanja seperti orang girang sekali, tetapi tjoema sabentaran sadja. Sabenarnjalah, berkata A.ndrea, serta toewan jang menoeloeng Ilkoe poen soenggoe moet'ah hati pada akoe." !toe toewan penoeloengmoe, berkata Caderousse djadi bnelan-boelan kasi padamoe? .... "Lim a riboe fmnk, " berkata Andrea. 61 !1 Djadi sabegitoe banjak riboe, seporti banjak nju ratces jnng angkau kasi pada akoo, barkata Cnderousse, sabenarnja ka oentoengan itoelah mcmang boewat anak bustard (boekan anak kawin), Lima riboe frank dalem satoe boelau. ... tjilaknl bagimana orang bisa bikin nbis oewang sabegitoe banjakf "Ja, Allah, sebrapa sih lima rihoe frank, dengen sabentarun djoega soedu ah is, serta akoe seperti angkau kepengin sekali dapet uewung banjak." "OewlIng bilaug riboe, ja, soeda tentoe, akoe maoo pertjaj]a, runski antoro doenia djooga maoe dapet ocwang bilaug riboe." ".Ja, tetapi akoe nan ti dapet hart a seba njnkan." "Uari mana angkau nanti dapot, dari angkau poenjn prins? ",Ta dari ukoe poenja prins, tetapi sajang sedikit . jung ak oe misti toenggoc." "Apa angknu misti bemantikon? bertnnja Caderousse ,,)[enantiken matinja.' ,,)I enantiken matinja angkau poenja prins." ".Ta'! " Kenllpn ? u "Sebab dia kaai akoe rnasoek dalem dia poenja soerat testa ment ." "Soenggoe? "Biar djangan selamat." "Brapa banjak ?" ,,'l'joema lima ratoos riboe." "Tida lebij tetapi bole djadi koorangan." "Seperti katakoe, lima ratoes riboe." "Ach, moestahiI." "Caderousse angkau sahhatkoe lil "Dari sini sampe di acherat?ll "Na, nanti akoe kasi taoe padamoe soewatoe rasia." H21 620 "Kutnkenlahl" nTetapi, toetoep moeloet!" nAstaga angkau tida pm'tjalja, akoe bisa toetoep moeloet tida berkata-kata seperti ikan." nBaiklah, akoe ra sa " Andrea brenti se bentara n meliat koeliIing. nAngkau kim ? Ach djangan angkau takoet tj ilaka, kita ini sendiri an." nAkoe rnsa jang akoe dapet kombnli akoe poenja papa." n A n ~kall poenjn papa jung betoei ?" n J a ." nBoekan papa Cavalcanti P" nBoelmn ; sebab dia .soedn brangkat; papil jang benar jang toelen." nHoe papa, sia pa P" "Dengerlah, Oaderousse, ia itoe Granf de )[onte Ohristo ." "Ach, masa !" "Ja; angkau mengarf sekarang soeda teraugkat. 1UlIa akoa di depan-deDia roepsuja tida akoeken R pan orang, tetapi dia akoeken akoe dengen toeloengan toewan Cavalcanti, ini toewan di kasi present lima poeloe riboe roepia oleh graaf aken akoeken ukoe." "Lima poeloe ri boe frank boewat djadi papa! Tjoba ukoe, biar sepnronja djoega akoe maoe trima; Allah biar lima belas riboe soedah, kendati sepoeloe rihoe djoega djadilah; heran betcel bagimana bole djadi jang augkan masih loepn sama akoe, ie ieh si koerang trima I" "Bagimana akoe bisa taoe ini segala, ini di perboewatnja sedang kita ada di sana." " Aai, ja betoeI . . . . . Djadi di àalem soerat testamentnja? . . . . . . . . "Soedll brihken pada akoe lirnn ratces riboe frank." "Apa angkau bole tentoe-in P'' "Dia sendiri kasi lint sama akoe; tetapi ini belon semoeWll," nAda tambahannja? seperti tadi akoe kataken padamoe?" " Bole djadi." "Abis di dalem itoe tarnbuhan dia akoeken akoe djadi anaknja," "O! itoe papa orang baik sekali, nomrnor satoe ialah papa jang paling sllijang nnak, paling boedi~ man! herkata Caderousse sembari mainin pering di tangannja." "Ka takenlIlh sekarang jang akoe masih bisa simpen rahnsia boewat kamoe." "Boekan begitoe, sebah pel'~jaüamoe itoe, maka a~gk~n mendjadi leb.i ba!k lagi di pomandungankoe, Djadi papamoe sepert i radja, amat hesar kekajaännja?" . 'IA~oe maoe pertjaüa jang dia kaja, sebab dia sendm tida taoe sebrapa besar kekajaännja." "Apa betoeI sih begitoe?" "Astaga! masa akoe tida taoe jang ampir saben '~llktoe ada di roemahnja? Baroe ini akoe dateng dan SI toe.. Bllr?e doewa tiga ari satoe boedjang dari bank bawain dia oewang lima poelee riboe frank dalem domper, tida lebi tebel dar i ini kaen ser vet: kemar?n b~nkiernja sendiri dateng bawain dia ~eratoes riboe frank semoewa ocwaug mus." Caderousse kaget, heran tida taoo apa misti herk~ta-kata, dia dengar Andrea herkata begitoe, seperti (ha so ~d a dengar soewara oewang itoe berkrintjingan. "AbIS angkau dateng di dalem itoe roemah?" bertanja Caderousse. "Akoe dateng . kapan akoe soeka." ti22 Caderousse tinggal berdiam memikir sabentaran, maka kalintanlah jnng ndn njjntnjn mendjadi terang abis samn seknli ia berknta : Ani akoe kaliwat kepiegin molint ini semoewa; tentoe, bagoes sekuI'I I, " Benarlah " berkatu Andree, memang bagoes." ::Apa. dia 'tida tinggnl di moeloet djalanan Cluunps Eljjsier ?" . " J a, norn mor 98." Becitoe f herkata Caderousse, "N 0 28." J a di dalem satoe roe ma h' jang bed' , sendi 1\'1 iri" , diri ada pakurangan (1epan dlUI kb on." re Begitoe; tetapi apa akoe perdoeli-in matjemnja ito~ roernn h dari loowar, akoe kopingiu liat betoei itoe roemah duri dalem; prubot roemah tangganja sabazimann bagoesnju P" ,.Kpa angkau soeda tnoe liat astuna radja P" "B elon." "Na, roemahnja dari dalem lehi bagces dari astana radj a." ,Dengel'1ah, Andrea enak betoel, kaloo itoe toe. wa:} de Monte Ohristo jang begitoe buik kasi djato kanton g doewitnja, kita tjoe ma moengoet sadja.' »Allah ! oraug tida oesah toenggoe bogitoe," herkata Andrea, dia poenja oewang soeda tida ada tempatnja , sepert i boewah-boewah tergantoeng di poehoen. »Dengerlah, angkau misti bawa akoe sekali di dalem itoe roemah." »Waalt , tida biB bagimana akal, apa akoe miBti a, bikin, apa akoe miB bilang padanja Bampe angkau ti bole maB pil oek "Ja betoe!, tetapi angkau B oeda bikin akoe djadi begitoe mengilér, akoe miBti liat dalemnja itoe roemah; akoe nanti dapet akal boewat maBoek." " I:) »Djllngan mnen gila, Cadm'ousse!" "Akoe melags djndi toekunz tjoetji djo obin, nanti akoe date ng padanja," "Djoegll soesah, sebab nute re roemuhuju pake permudani." ".Ta sajang hetoeI! nkoe misti ' tjnri lnen aknl, atawa ukoe tjnba doega dan kira-kim sadja sebagimana ha~oe ~nja itoe roemuh." "Hoe lebih haik pertjaja moeloetkoe." ,,'retllpi toeloenglah eendjoekin akoe sedikit-sedikit, soepaja ukoe bisn kir a-kim sadja bagimnna bngoesnj a. "l3agimnnu nkoe bisa kasi taoe padamoe P'' " Gllmpang sekali. A.pa roomahnja besar P', "Sedeng sadju, tidil besnr dan tida ketjil?" ,,'l'etupi di dalem bagimanu teratoeruja P" ,,'l~jil alm betoeI ! kaloe ukoe maoe kasi taoe atoerannj n itoe roemah dari dalem, maka akoo misti ada pena, tinta sama kertns bolo a koo oendjoek dengen ga mbnr." " Ini apa pena, tint a dun kertas, herkata Cnderousse sembari bangoen memboeka latji medja, aken kaloewarin itoe semoewa. "Na! herkata Cadm'O I\BBe gambarkenlah dengan njatn doedoeknja itoe roemah duri dalem, anak !" Andrea nmbil kortas itoe sombaring tertawa abis ia gambar keu : . "Akoe bilang tadi jang itoc I'oemah ada pekarangan depan dan kebon, liat begini!" Ändrea gambar doedoeknja itoe Bemoewa dan dia gambar matjemnja itoe roemah dàri loewar. A pa tembok-temboknja tinggi P" Tida, sebab paling tinggi akoe raBI1 delapan sampe sepoeloe kaki." (;24 625 "D!a koerang ati-ati sekali," herkata Caderousse. "DI kebon ada banjak poehoen djeroek manies." ~Apa dia tida pasang kala pesat atawa djepitan kaki dan rantjoc?" ,,'fidn." "I Ktalnjn di manaP" "Di sobla hek." " Begitoe , . . . ." )Iak a Andrea terces gumbar doedoeknja itoe roemnh dari dalem. "Kumol'-kamar di bawah bagimana?" bertanja Caderou sse. "Di bawah ada karnar boewat tempat makan,lagi doewa kamar, karnar tempat medja bola, tangga dan tangga rahasia," "Djandellanja bagimanay" "Dj~ndellanja bngoes, bessr; ukoo rasa orang jang seperti ang~au, besar badannja, gampang sadja masoek kaloe dia bisa angknt satoe raam ka~jll. djendella." "Bocwat apalah ada pintoe-piutoa kaloe orang piarah djendella begitoe besar-besar?" "Apa maoe kata boewat kabagoesan sadj a. "Djandclla kajoenja bagimana." Ol djendelia kajoe tida taoe di toetoep. MonteChristo memang adjaib aekali; dia soeka kaloe malem aken liat a~van di loewar dari dalem roernahnja.' "DI ltlana tempat-tempat boedjangnja?" "Di roemah sendiri, terpisa dari roemali besar, Tjoba augkan kira-kira ada satoe loods bagces kaloe orang ma~oek doedoeknja di sebelah kana~, di mana orang armpen tangga-tangga, Di atas ini loods ~da bebrapa kamal' boewat boedjang, pake Iontjeng Jang bersamboengan kadalem roemah besar, ,,'l'jilakal ada lontjeng?" "Apa angkau bilangP" "Ach tida, akoe tida bilaug apa·apa. Akoe bilang tentoe banjak ongkosnja boewat pasang lontjeug di mana-mana; tetapi akoe maoe tanja apa goonanja itoe semoewa?" "DoeI03 ada saekor andjing, jang di Iepas waktoe maIem, tetapi itoe andjing soeda di bawa pogi ka Auteuilj angkau taoe boekan di mana angkau toeroet sama akoe ?" "Ja." ,,'Kemaren masih akoe bilang padanja toewan terIaloe koerang ati-ati; sebab kaloe toewan pegi ka Auteuil bersama-sama toewan poenja boedjang-boedjang, maka toewan poenja roemah tinggal kosong tida ada jarig djaga." "N al abis?" bertanja ia." "Nanti besok atawa noesa pada soewatoe ari, toewan katjoerian." "Abis apa katanja?" "Apa dia menjaoet?" Ja." "Dia menjaoet apa angkau maoe perdoeli-in akos kemalingan." "Andrea, tentoe tempat oewangnja pake pekakas koentji koentji rahasia dan pake machine." "Machine." "Ach kan sekarang ada machine, jang kaloe maling masoek maoe boeka itoe, lantas itoe machine rna eoekin itoe orang ka dalem krangkeng seperti krangkeng matjan pakc socdji besi, abis itoe machine maen saperti orgel." "Ach tida, tempat oewangnjadi medja toelis dari kajoe mahoni dan kontjinja tida taoe telepasdari selotnja," Mooie Chrlsto 40, 626 "Maka orang tida malmgin dia ?" "Tida, sebnb orang -orangnja somoewa hole di pertjajja betoel," ,,'fentoe banjak oewangnja di dalem itoe tempat 'lewang. "Ba rangkali orang tida taoe apa isinja. " Di mana adanja itoe tempat oewang P" " Di loteng jang pe rt ama." "Tjobalah angkau gambar doedoeknja seperti tadi angkau gumbar karnar jang di bnwah." "Gampang sekali." Andrea ambil lagi pena sama tinta laloe in. gsmbarkon lagi. ', "Liat disini loteng jang pertama, ada karnar besar di sebelnh moeka dan satoe kamar: di sehelah kanan kamar besar ada kamar tempat boekoe dan karnar tempat batja-batja bookoo; di sebelah kiri dari itoe kamar besar ada kamnr tidoel' dan karnar boewat berpakejan; Na, di itoe karnar pakejan, di sitoelah itoe tempat oewang ada bediri." " ApIL ada djendella di itoe karnar pakejan P" "Ada doewa, di sini satoe dan di sana satoe berkata Andrea sembari mcngoendjoek sama penanja. Caderousse memikirin. "A.pa sering dia pegi ka Auteuil P bertanja Caderousse. "Doewa atawa tiga kali dalem satoe minggoe; seperti besok dia pegi ka Auteuil menginep satoe malem." "Apa angkau taoe tentoe itoe ?" "Dia adjak akoe makan di Auteuil." "Begitoelah baik! ach idoep senang betoei berkata Caderousse, satoe astana di kota dan satoe di oediek." "Ja, kaloe orang kaja semoewa bole." "Abis angkau nanti pegi makan di sana P" 627 "Uaraugkali." "Kaloc angkau dateng rnakan di roemahnja, apa angk nu tinggal ante r o malem di sana? " . "I{aloe akoe rasa senang, ja akoe tinggal, sebab ako e di roe ma nja Graa f seper ti a naknja sadja," Cadorousse memandang snma A ndrea, seperti ora ng jang maoe tembocsin ntiuja itoe annk moeda, aken dapot taoo bennr IIpa tidu segala tjeritanja ini, 'l'etapi Andrea ambil dompet rokonjn dari kalitong, laloe minoom roko havann, serta katanja: " l\ llpan nngkuu maoe itoo limn ratoes frnnk P Kaloe angknu ada sekarang, 1Il11k/1 akoe 1Il110e djoega t rima seka rnng." Andreu kaloewnriu doewa poeloc lima oewang mas duri doewa poeloc frank (ia itoe satoe oewllng mas 1 Louis d'or nunmnja ). ,, ~ [IlS?" berk ata Caderousse, "tiada, trima kasi banj nk. " "O! apa augkan tidn sooka oewung maR?" " Uoekan begitoe, akoe soeka oewang mas, tetapi akoe tida mnoe." "Gèndèng, nngkau bole dapet oentoeng, sebab oewang mas nda hasinjn setali, kaloe Ol'll ll g toekar oewang mas jang doewa poeloc frank orang dapet doewu poeloe frank tambah basinja setali." "J a betoei akoe djoega taoe, teta pi sinpa maoe pel'tjaüa jang ol'ang-ol'll.ng oetangkoe bajar padakoe sama oewang mas, boekun laut as or,ang tangkep 8ama akoe? Djangan maen gilll anak, lebi baik kasi akoe oewang pcrak sadja, ringgitan, sebab banjak orang ada poenja ringgit. "Apa angkau tida mengarti ja ng akoe tida bawa lima ratoes frank oewang perak di dalem kantong." DNa baiklah, kasi sadja samn. angkau poenja djoe- 62tl 628 roe pintoe itoe lima ratces frank akoe pertjaija betoel padanja dia orang baik nanti akoe dateng ambil dari dia." ' "Ini hari djoega?" "Boekan, nanti hesok; masa kemana sih akoe tida ada tempo ini hari." ' ,!Na baiklah, besok, sabelonnja akoe pegi ka AutemI nanti akoe kasiken itoe lima ratces frank pada djoeroe pintoe." "Akoe bole tentoein?" "Oltentoe." "Sebab akoe lantas bole piara orang perampoewan, kau taoel" "Bikinlah sakahendakmoe, tetapi soeda abis ini angkau tida ganggoe-ganggoe lagi sama akoe boekan?,l "Tida lagi-lagi." . Caderousse soeda seperti orang jang tjoema fikinn keras satoe hal sadja, sampe Andrea tjari roepa. roepa akal, dia bersoewit, dia tertawa dan laen-laen tjoema aken djangan kasi liat jang dia dapet pandang perobahan moekanja Caderousse, "Ach angkau loetjoe betoeII" berksta Caderousse ~aloe orang liat angkau begitoe, nistjaija orang kir~ Jang angkau soeda dapet poesakamoe sekalian, "Saijang betcel jang akoe belon trima, tetapi kaloe satoe kali soeda ada di dalem tangaakoel'' "Abis kenapa?" "Maka .baroe.lah orang ingat teman-temannja; soedil. akoe tida bilang apa-npa lagi." , "Ja, angkau poenja ingatau memang baik, angkau bda gampang loepa; itoe betoeI." . "O! angkau maoe bikin akoe seperti orang jang menoenggoe ranBoemnja." "Akoe ! ach, bagimano, angkau fikir bei'itoe." " Salab, pada hal akoe maoe kasi nasehnt padnmoe . seperti aaorang sobat jang baik, "Nasehat apa?" . "Akoe J.Daoe bilang padnmoe haik itoe tjintjin intanmoe, Jang angkau pake tinggalin sadja di sini, sebab moestahil angkau maoe pasanO' djiretan soeo paj]a kita bole kena bel'doewa.doewa. "Kenapa, OaderousseP" " Kenapa? Angknu pikir sendiri, angkau berpakejan seperti boedjnng abis djarimoe memake tjintjin intan jang berharga bilang riboe roepia." "Astagll, betoeiangkau pandémenaksir baraug. Kenapa angkau tida maoe djadi toekangtaksir baraug sadjaî" "Akoe taoe apa intan, sebab doeloe akoe ada poenja djoega." "Allah, banggalah angkau sekarang, tetapi Andrea tida oendjoek moeka jang dia taoe, bahoewa CaderOUSBe maoe gigit lagi oewangnja, maka itoe dia kasi itoe tjintjin pada Caderousse, Caderousse pegaug itoe tjiu-tjin di boeluk baliknja di pandangnja, hingga Andrea dapet rasa jang dia lagi tjari taoe apa itoe batoe toelen ntawa pulsoe. ,,!toe hatoe palsoe," berknta Andrea. "Ach djangan maen gila Andrea. IlO! djangan marah; orang bole tjoba preksn? Caderousse pegi sama itoe tjin-tjin mengampirin djendeUa katja laloe di geretnja, maka njata leadengerran itoe katja seperti terpoteng. "ConfiteorI" herkata Cadcrousee sembaring kaai masoek itoe tjin-tjin di kelingkingnja, tjiluka betoeI, ach siapa njana jang ini batoe palsoe, tetapi memang toekang-toekang inten terlaloe tjerdik, inten dia bikin palaoe orang ampir tida bisa liat bedanja dari uatoe jang toelen." 631 U30 . "Na" herkata Andrea, apa soeda apa belon P" ma. 81b ada apa-apa angkau rnuoe tanja ~ Apa angkau mao~ mint,a djoega akoe poenja dompet oewaug.u koe poenJa topi dan apa Illgi ? Ajolah djangan maloe kataken sadjn apa nngkau maoe, selagi akoe ada di sini." !,Soeda ,tida ada lagi, memang angknu sa-orang balk sekali, Akoe tida nanti ganggoe logi padamoe , akoo nanti jakinin biar ilang sera knhkoe." . ,,'fetapi ati-ati kaloe angkau djocwal itoe inton dJnn~lln sampe kedjadian soperf angkau tjerita tadi, koet.'k,a angkuu bilaug jnng orang tentoe tida maoe pcrtjaja nngkau ada poenja oewnng mus." ,,0 djang,an koewatir nko o tida nnnti djoewal." "Jn, dim sekarnng sampe besok ntawa noesa bal'~ng~:t1i. tidu" demikinnlnh frkirnja Andren, tetapi diu tida kelocwarin. "Angkall, tjilaka! orang beroentocng seknli, berkata Caderousse, seksrang angkau poelang ketemoe lagi boedjnng-boedjangmoe, koeda kreta moe dan toenangan moe." ){cnapa tido," bertanja Andrea. "Akoc harep di hnri kawin moe kaloo anakau kawin sama anaknja jung perampoean dari nOkoe poenj a 80b~t Dauglars, maka angkau tida nanti loepa aken ka81 prescn sallla akoe blll'llng jnng bngoes?" . . "Boekan .akoc SOCd'l bilang padamoe, bIlhoe wIl piknan moe Itoe bohonlJ' ndanja." "Klllo!) angkau kawin ' bra'pa Ilngkau dapet ?" "Akoe bilang lagi sekali padamoe....." "Satoe miljoen P" . An~iea angkat sadja poendaknja. Biar satoe milJ oen~ berkata ~adel'~usse akoe hal'ep jang llngkau nanh dapet lebl darl itoe." . / "Trim a kasi," herkata Andrea. "Soenggoe akoe harep betoel-betoel dengen ati jang poeti bresih biar soepaj]a angkau bole dapet lebi lagi dari itoe satoe miljoen," herkata Caderousse sembari tertawa kerns, "Nanti akoo ant er padamoo ka loewar. "Ach tida oesah." "Baik akoe anterin. ' "KenapaP" "Sebab akoe poeuja pintoe tida sernbarnng orang bisa boeka, nkoe pikir haik borati-ati selut pintoe itoe hoewatan Huret & Fichet, tetupi akoe robah dan bikin lebi hnik lagi. Kaloe angkau soedn kawin, soeda ada bebrapa miljoen, maka nnnti akoo bikinin satoe selot jang se· per ti i ni." "Trima kasi, herkata Andrea, "nanti delspan ari dari moeka akoe knsi taoe pada moe." Orang doewa itoe bertabéhan. Caderousse tinggal berdiri di atas tangga sampe dia dengar Andrea . toeroen dan sampe dia lint Andrea djalan kaloewar pintoe, baroe ia .lekas mnsoek lngi ka kamar, ia kontji pintoe ati-ati nhis dia nmbil gumbar doedoeknja roemah jnng di bikin oleh Andrea di priksanja dengen fikiran dan akal jang tadjem seperti satoe ingenieur jang memel'iksa gambar.gllmba1'l1n pakerdja-an jang hendak di boewatnja. )Iaka katallja: "si Benedetto betoeI haik, akoe rasa ja rrg dia tida nanti bersakit ati, kaloe ada jang toeloeng bikin sampe dia lekas dapet itoe lima ratoes riboe fl'anc, tentoe itoe ol'llng djadi sobat kerR~lIja. B3fJ LXX XII PEN'fJOERl lIEMBONGK \R ROEMAH. Satoe ari sasoedahnja orang kadoewa itoe beromongomong, maka Monte Christo soenggoe·so:mggoe pegi ka Äuteuil tjoema di ikoet oleh Ali, doewa-tiga boedjang dan koeda jang dia muoe tjoba. Tadinja ia tida sekali ada nijat aken pegi ka Auteuil, pada kemarennja dia tida sekali pikirin aken pegi ka sana, tetapi Bertuccio dateng dari Normandia membawa kabar dari itoe roemah dan kapal korvet. [toe roemsh soeda tersedia dan itoe kapal soeda sampe delapan nri lamanja ada berlaboe di moewara moeloet toeroet sebagimana prentah, makil dia orang soeda tersedia boewat brengkat lebi djaoe lngi, Graaf itoe memoedjiken sanget radjinnjn Bertuecio, maka di mintanja pada Bertuccio aken bersedia, soepaja bole lekas brangknt, sebab ia tida bole tinggal lama-an di Frankrjjk dari satoe boelau. "Sekarang," katanja A10nte Christo baraugkali perIoe akoe dalem sntoe malem misti dari Parijs sampe di Treport, akoe misti ada sedia koeda di delepan tempat, hingga nkoe bisa berdjalan lima poeloe paal dalem sepoeloe djam. Katanja Bertuccio: "Bri Padoeka soeda kasi taoe kahendaknja dan koeda semoewa soeda di sediaken, Sajja jang lebi, abis saBa sedia-in itoe di mana-mana tempat jang buik, di dessa-dessa di mana tida ada banjak orang." "Baiklah," bet'kata Monte Christo, "llkoe nanti tinggal di sini lagi satoe-doewa hari, sedang begitoe angkau sedia-sedia jang laen-Iaen. Betoei Bertueeio mnoe pegi boewat sedia-in apa jang perioe aken branzknt, maka Baptistin boeka pintoe membawa satoe baki perak sepoe mas, di atas itoe baki ada soerat. . "Apa angkan bikin di sini ~" bertnnja toewan Graaf sebab di liatnja Baptistin begitoe kotor penuc deboe; "akoe rasa tida panggil padamoe," Baptistin tidu menjaoet, dia tjoema rn engamperin Graaf itoe dengen mempersembahken soerat itoo abis katanja: "Perloe' sanget tida bole bernanti." Graaf boeka itoe soerut maka begini boenj inja itoe soerat: . /foewlln Graaf de ~[onte Christo di tegorin jang ini malent hakalun adn satoe orang rnasoek kndalom roemahnja Graaf di Champs El!jsees boewat mentjoeri soarat-eoerat jaug di kiranja adn di dalem me~ dja toelis. Orang taoe jnng toewan graaf sampe brani dan tentoe tidn nnnti maoe minta toeloengau pudu polisie serta pel'toeloen~an itoe kaloe di mintil oleh Graaf, nistjaja meroesakin pada saija,jang kirim ini tegoran pada toewankoe. 'I'oewan Graaf kaloe ~aso~k dari karnar tidoernja ka kamar tempat pakejnnnja atawa kaloe Graaf maoe berdiri semboeni di kabinetnja maka Graaf bole bikin sama itoe maling sebegim~n~ di kahendakinja Graaf sendiri. Orang laen tentoe fikir haik mentjegah perboe,vatan maling itoe, sabelonnja kedjadian, tetapi kaloe Graaf bikin sabegitoe roepa, maka Gra~f tida ada serapat b?ewat kenalin satoe moesoeh jang kebetoelan beladJal' kenal sama penoeliB soerat ini, sebab kaloe tertjcgah sekarang ini sablonnja kedjadian, maka. saija, tida biBa tegorin lagi pada toewan, kema Sl mahng B oeda berati ati. 634 Bennocla-moela Graaf kira inilah nkal maling, dia tegorin akoe boewat sntoe hal, tetapi dalem tegorin itoe pocn ada djiretan jnng laen di mana akoe hendak di djiritnja. Dia soeda ampir rnaoe soeroe bawa itoe soerat kapada Commissaris Polisie, Maka dia fiki r, bole djadi ini maling moesoehnja, jnng tj oema dia sendiri bole kenalin. Orang kennl Graaf itoe bagimnun dandauannju koewat dan bomkal. Ape di fikirnj u sakali tida di lepasnja dan dia tida pandung apa djoega, kaloe dia maoe berboewnt soewu toe hal. Dia ornng boekan maoe mentjoeri nkoe poenja soerat-soerat, berfikir ~I on to Christo," tempi dia ornng maoe boenoeh sama akoe; dia ornng itoe boekannja maling tetapi pemboenoeh. Akoe tida maoe schout tjumpoer-tjampoer tangan dalem perkarakoe seudiri. Akoe boroontoeng sampe knjn aken djangan membomtken kantongnja polisic dengan perkara ini." Graaf panggil kombali sumn Haptietin jang soeda kaloewar dari kamar, sasoedahnjn serehken soernt itoe kapada Graaf. Katnnja }[oute Christo: nÁngkau misti poelang ka Parj] s dan angkau misti bawa kemari semoewu boedjang ja ng kctinggalan di rOl'mall, sebab akoe perloe r ake Ilkoe poenja orllng-ol'llng semoe\\'ll." nllagimana toewan, apa itoe roemllh maoe di kosongin sama sckali!" bertanjll llaptistin. T ida, pendjaga pintoe boeklln tinggal di roemah." Apa toewan loepa jang roemahnja pendjaga pintoe djaoe dari roemah besar? nMasa kenapa ? . "Orang bole angkat antero toewan poenja isi roe· mah tnngga tida satoe orang jang taoe." / 635 nSiapa maoe angkoet itoe barang r" n~[aling." nOclI deng, Baptistin, biar maliug maoe dongdongsemoewa baraug-barang dnri roemah, akoe tida begitoe sakit at i seperti kaloe orang tida lautas toeroet prentahkoe." Bnptietin mnnggoet. .Angk:lll mengarti boekan ~ bcrtnnja Graaf bawa kemari semoewa boedjang-boedjang dari nonnnor satoe sampe pongabisan: laen duri itoe tinggal itoe roernnh l:ebn~i 11Ian1\ nda; tjoemn djendella kiljoe jnng di bawah di pinggir djalan, bol.. di toetoep, laen-Iaen t inggnIi n begimana ada." Abis djendella jang di tillgk:Jt loteng pertnmnP" . Angkall taoe sendiri jung djenrlella knjoe di sitoe selamunja tida di toetoep. SlIetlll djulun sadja." G raaf kasi prentah jllng dia 11I 11 oe rnakan sondirian dan tidu ol'nllg laen rjoemu AIi sadja jnng hole lajanln padanjn. Graaf runkan seperti earl-sari, nel' makoennja tida berebah. Abis rnakan tengnhari ia kusi tnndu sama Ali boewat toeroet pndanja. .\Ionle Christo djalan kaloewar dari pintoe jung' ketjil tii bln kang, ia masoek djala n di Bois de Bonlogne abis ternes djulan pelahan-pelahan pegi ka Par j] », waktoe megrib dia sampe di ü hamps EIÜsecs. , 8emoewanjll. gelnp dan sl'pi sekali, tjocllla ada keiJatlin pelita di kamal'njll penlljllga pintoe, j llng noa sepoeloe toembllk djaoehnja dari roemah beslli'. l\Ionte Chrisfo bersenderan di poehoen memandang dengan tadjem, aken meliat apa tida ada orang jang bersemboeni di dekàt-dekat sitoe. Kira-kira sepoeloe menunt dia memandang begitoe, maka tida keliatan ada orang. Abis sama sekaH dia lari bersama AH ka tiB6 .soewatoe pintoe jang ketjil, dia masoek lekas laloe naik di atas tangga jang rahasia itoe masoek ka kamarnjn. Dia tidn b?eka satoe kaen ,Ielan~sé ata~a kaen djendella, rnaskipoen toekan,g djaga plO,toe .hda taoe jang graaf soeda poelang, dia teroes kira jang itoe roemah kosong sama sekali. Sampe dalem karnar tidoernja, maka Graaf kasi tanda pada Ali aken berdiam sadja, abis Graaf m~­ soek di kabinetuja boewat preksa; semoewa masih sebagimana ada; medj~, t?elisllj~ masih b~diri di sito~­ sitoe djoega dan kontjinja 1Il~81h ada ~.I moel(JetnJ~ medja toelis. Graaf poet~r It~e kontji d,oewll kah laloe di tjaboetn]a dan dl knsi mnsoek dl kantong. Soeda begitoe dia rnasoek lagi ka kamarnja tadi, Grendel pintoe dia patahin. , . . Sedeng begitoe, maka A I~ blIWIl. sen~Jata.sendJ~ta ..ianA' di minta 01011 Graaf d~, turonja dl atas medja. Ia itoe satoe sinapau karabijn, satoe pasang pestoI moeloet doowa. Dengen iui sendjata Graaf bole melawan Iima orang. Hoe malem soeda kira-ldra setengah sepoeloe. Graaf sama Ali lagi boeroe.boeroe. rnakan r~ti ,sama anggoer. Monte Christo. boeka pintoe ketjil Jan.g membikin .dia bisa Iiat dl semoewa kamnr. Sendjntn-sendjatanja semoewa nda deket padanja. Ali jang bediri .di sebelahnja ada pegang satoe kampak peperangan. Graaf bole Iiat k:docwar kaloe dia Iiat dari d iendella keDlarnja.. .. Soeda liwat 2 djem. Dl loewar gelap dan soenJI sekali, tetapi Monte Christo dan Ali bahna b!asa.da~i do~loe di tempat-tempat jang. sang.et berbahaJa dJa~1 tad~em sekali pemandan~annJa, dIa orang ~endat~ begltoe gelap, dapet liat di loewar dengen DJata dJ~e~a apa / jang keàjadian sampe daon bergerak dapet dl hatnJ8. ti37 Pelita di kumarnja pendjaga pintoe soeda lama. terpadem. Baraugkali knloe maling rnaoe membongka~' ro~­ mah, rnuka dia nnnti naik dari tangga dan hd~nJa dia nanti masoek dari djendella; sebab )fonte Ohristo poenja doega-all oreng-orang pendjahat itoe boekan muoe mentjoeri barang-barangnja, pada hal maoe mentjoeri djiwanja. Djadi pendjahat itoe tentoe maoemasoek di dalem karnar tidoernja dan tida bole masoek dari laen djalan tjoema dari itoe tangga jang ruhasia, utawa dari djendella di karnar pakejan. Monte Chrislu soeroe Ali bediri di depan pintoe tangga. dan ia sendiri djnga di karnar pakejannja. Lontjeug di loewar berboenji seprapat 1i\V~t te~gah malem, Baroe abis kadengeran soewara lontjeng itoe, maka Graaf ada rasa jang dia poen dengar djoega aoewara begeressekan di dalem karnar. Soewara itoe kadengeron lagi sekali seperti orang geret apa·apa, abis kadengeran lagi sampe urnpat kali, maka Graaf lantas taoe apa ini urtinju, Satoe tangan jang soeda biasa sekali kaliatan Jagi potong katja djendella jang ampat pesegi. Atinja Graaf berketak ketiek lebi keras, Memang begitoe, kendati orang sebagimana brani kapan di liatnju bahaja, maka atinja bergerak lebi keras, Samentara itoe Graaf kasi tanda sama Ali dan Ali mengarti jang bahaja itoe ada di dalem kam.ar· pakejan, dia lekas madjoe boewIlt ada dek.at toewa.nnJ.a, kaloe ada bahaja apa·apa. Monte Chl'\Sto kepmgm tnoe siapa moesoehnja dan brapa banjuk ol'angnj'7 Djendella jang di kel'dja-in si pembongkar ltoe betoeI nda di hadepannja lobang, dari mana· graaf memandang ka dalem kamar pakejan, maka itoe matanja lantns Iiat satoe bajangan, abis kaliatRn i~oe katja kaja ol'ang tempellin kertas dari 10ewal', hda· 638 lama maka itoe katja bersoowarn, tetapi tida djato. Soenggoe sang maling betoei paham sekali, dia sengadja tempellin kertas djangan sampe katja itoe litjin bisa terlepas dari tangannja, Barang itoe katja soeda borlobang, maka kaliatan tangan ui londjorin masoek memboekn knip djendella dun tida b pa lama lagi, itoo dje ndella terboeka dan ada satoe orang betlompat rnasoek. Dia tjoema sondirian. " Astaga, ini ürang betoei bangaat jang toramat brani," berkata graaf dalem atinja, Di koetika itoo djoega dia merasn jang Ali koetiek poendaknja. Gl':lllf' berpaling kablnknng, nhis A1i oendjoek kamarm djendelln dari karnarjang dia orang tempelin dan ja ng bole kaliatan knloewar, Monte Christo llilteng nmpirin itoe djendella, dia taoe jang Ali poenju umta seperti mi ta loewak, kendati di gelap dia bisa lint. Soenggoelah Uonte Ohristo dapet lint di locwar ada satoo o l'a ll~ jllng knloewar dari blakang tembok pintoe tcroes memandjnt tiang seperti aken molint apa jang kedjadiau di dalem roemah, "Baiklah" berkata toewan Graaf, .jang satoe be kerdj a, dan jang laen djaga datenguja orang." Graaf kasi tanda pada Ali aken dja ugi 1 lepns itoe orang di locwar dari matanja, abis Graaf pegi sa mpe ka kamar pakeja n. Sang maling toekallg potong katja soeda masoek, tangannja dia londjorin kemoeka aken tjari djalan. Kamoedian dia t oe semoewa, sebab dia grendel doe· wa-doewa pintoe kamar pakejau. Barang' itoe ol'ang ampil'in kamal' jang di tempatin )[onte Christo, maka ia ini lantas pegang pistolnjl'., tetapi dia tiada dengar satoe apa, malaenken k~j a orang kontji itoe pintoe / dari loewar. Ini perboewatan tida laen tjoema soepaja itoe pintoe tida bisa di boeka Ia:gi, tetapi dia tida taoe 639 jang graaf soedu augkat grendel pintoe. hingga gampang di boeka kendati di kontji dari leewar. Sang maling kira leloewnsa sekarang bekerdja, Dia sendiri-diri, dia kaloewarin duri kuntong Le brapa roepa barang ja ng tiada keliutu n njata hetoel, nbis dia terces djalan meneedjoe tempat toelis dia raba-raba di mana temput moeloet selut, tetapi dia roepauja kaget, sebub tida udn kontji di moeloet selot. Adnpoen sang maling ini orang j ang berati-ati semoewa pekakas nda terscdia. 'r ida brnpa lama graaf dengar soewam bcsi tergosok suma besi, ia itoo kontji maling jang segnbocug j ang di tjoh:L kasi rnasoek di dalem itoo selot. "lIa-ha!" berkutu ) Ionle Christo sembari bermesem jang dia kctjelee, ach tjoemn maling, akoo kim pemboenoeh." Tetapi roepanju sanl! maling tidu bisa dnpet kontji jnng pas betoei sebub gelap; din umbil snroepa peknkns dia tnrik satoe per, maka sampe terangluh karnar itoo boent maling aken tjal'i ll pa dia maoe dan boewat kaliatan torang djoegn tangannja dan moekanju, Aai! berkata ) [onte Ohristo dengan heran sampe ia meendeer setindak kaja Ol1ng kaget. "Ach si si si." l' Ali angkat kampaknja. .Djungan bel'gel'ak," bel'katll )I onte Ohrislo pelnhan-Iahan, lepas slldja itoe kampak sekal'ang kita tida perioe lagi pake sendja ta. Kenuati bllgimann pelahan gl'llaf itoe bel'soewara bahna kagetnja, soewul'll itoe roepanja kadengal'lln oleh sang maling, sehab ialuntas tinggal berdiam dan kaloe di pandang ia berdiri begitoe, maka betoei sep,erti orang toekang gosok ~oe n t i n g. . Graaf bisik-bisikin sama Ali dan Ali lekas pegi djalan berdjingké dan dia ambil dari tembok satoe 640 I I djoeba ita m dengan topi jaag beroedjoeng tiga. Selagi begitoe graaf lekas boeka djasnja, rompinja dan kemedjanja dan sebab tjahja terang masoek di selah-selah pintoe, maka orang bole Iiat kemedja rante jang aloes dari wadja toelen jang di pake oleh graaf, maski pelor jang sednng tida mempan terces di itoe kemedja wadja. Dia lekas pake itoe djoeba item dan pakc ramboet palsoe, hingga kapalanja di tengah keliatan botak, bekas di tjoekoer, sama topinja jang beroedjoeng tiga, maka roepanja soeda betoeI kaja pendita abbèe. Hoe maling tida dengar soewara apa-apa lagi t eroes pegi ka itoe tempat toelis dan dia maenin pekakasnja dalem selot sampe beboenji ka]a selot maoe petjah. Baik berkata Graaf' jang kenal rnhasiu selotnja, jang tida di ketahoei si maling, kendnti dia ini bagimana pandè djoega. "Baiklah itoe selot nanti lagi bebrapa menuut djoega belon teboeka," abis Graaf amperin djandella aken Iiat kaloear, Hoe orang jang tadi kaliatan mandjat tiang soeda toeroen lagi dan berdjalan moendar mandir di djalanan besar, Tetapi heran sekali, itoe orang jang meendar mandir di djalanan tida koewatir, djangan dia nanti kedapetan orang jang liwat dari Champs Elüsees atawa dar i Saint Honore, dia tjoemn. Iiatin sadja apa ja ng kedjadian di dalem roemanja toewan Graaf'. Sama sekali Monte Christo poekoel djidatnja sama tangan seperti orang jang dapet ingatan jang baik sekali, ia bermesem, koetika Ali dateng ampirin, maka kata nja pada AIi : llTinggal semboeni di sini di gelap, biar apa djoega ang kan dengar, biar kedja-