SIGNATUUR MieR VORM BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: • • MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER: IMM69C-IOO\ 6 CJ \) KlTLVJRoyal Nelberlands Institute ofSoulbeasl Aslan and Carlbbean Studies SHELF NUMBER MICROFORM: Graaf de Monte-Cristo I karangannJa Alnander Duma. ; tJeril.ken dalam bah. Mel.joe rendah dengan menoereet dJalanJlng gampang•• Bilavla : Kanseboom & Co, 1894-1899.·25 dl. (1183 p.). ; 16 cm Vand big. 11 uIIg.door A1brecht& Co AUTEUR(S) Alesandre Duma. pseud, van Da"Yde la Pallleterie Esemplaargegevons: Aanw.: Bag. 1·25., Bag 1-10niet uitleenbaar M SINO 0022 dl13 Sigo. van origineel: SbelCnr. of originaleo py: 1'01 hh 0204 Filmformaat / Sizea/film: Beeld plaatsing / Imageplacement: Reductie moederfilm / Reduaion Masterfilm: Jaar van verfilming / Fi/med in : Verfilmd door bedrijf / Filmed by : Sign. van microvorm: Sbelfnr. of mieroform: M SINO 0022 dl 13 HDP/4Ia 16/amm COMIC/IIB \5 : 1 2004 Karmac Microfilm Systems unA!F DE MONTE cnRI8TO KARA~WA .·.·JA ALEXANDER DUMAS DI TJERITAKAN DALAM BAHASA MELAJDE RENDAH DENOAlI' )l&~OEROET DJALAN JANG GAMPANG. BAGI AN 13. I. , ~ ~I\I BIBLIOTHEEK KITLV \ \I~ 11\\\\\\\\\11 \1 1\1 1\\\1\\1\\\1\\\111\11\\\\ 1\1 \1 1 1 1\1 0161 7669 . - ------ ~~ 161 kaoe seboet dia itoe sobatmoe, sedang kaoe baroe kenal padanja delapan hari sadja? 0, MAXIMILlAAN ! saja soedah sangka, jang kaoe ini blsa berati-ati dan tida begitoe gampang membriken nama sobat kapada orang." "Menoeroèt atoeran bitjara, omongmoe itoe ada benar sekali, VALENTI NE! tapi kendatipoen apa djoega kaoe kataken, rasa hatikoe tida nanti djadi berobah. Saja ada pertjaja, jang orang itoe nanti membantoe aken saja dapatken peroentoengan bagoes di hari nanti, dan ija ada kalihatan seperti ada taoe dan ada memegang koewasa atas peroen- I toengan itoe," "Apa dia itoe satoe ahli noedjoem?" "He, kadang-kadang saja ada merasa seperti terpaksa aken pertjaja, bahoewa dia itoe ada taoe apa jang aken djadi di hari nanti." "O! kaloe bagitoe, biarlah kaoe kasih saja berkenalan pada orang itoe MA XIMILIAAN ! soepaju saja boleh menanjaken, pada saja nanti ditjintaën betoelbetoei olehmoe, hingga saja nanti meloepaken segala kasengsaraän jang telah lama menindis padakoe ini." "Kaoe sendiri soedah kenal pada orang itoe, V ALENTINE!" "Saja soedah kenal padanja?" "Ja. Dialah jang telah loepeetken iboe-tirimoe dan soedaramoe katj ilakaän." Manie Christe, 11 ~ 162 163 "GRAAF DE l\IoNTE CHRISTO." "Ja." "Ach, .dia itoe tida nanti bisa djadi saboetkoe kerna ija ada bersobat baik pada iboe-tirikoe." , ,,~Ioestahil amat GRA.A.F D l\IO E NTE CHRISTO ada djadi sobat îboe-tirimos, VALENT INE! ' 8aja taoe betoel, jang kaoe salah mendoega." "O! saände kaoe taoe, l\IAXIM AN ! kaoe tida ILIA nanti bilaug bagitoe j keroa sekarang ini boekanlab EDOU ARD lagi jang teroetama di dalam roemah h~nja itoe GRAAF DE 1tfONTE CHRISTO jang sanga~ dieetamaken oleh Njonja DE VILLEFORT, kerna GRAAF . itoe amat banjak pengataoeännja. Ajahkoe sendiri ada berkata, belon taoe mendapati orang bagitoe berboedi seperti GRAAF itoe; si EDOUARD poen ada soeka pada itoe GRAAF, dan maskipoen ija takoet pada GRAAF itoe poenja mata jang besar dan ~~itam: tiada, loepoet ija berlari mengamperi, kaloe ua lihat GRAAF itoe mendataDgi. Kaloe GRAAF itoe datang, boleh dibilang ija boekan datang ka roemah ajabkoe atawa ka roemah Njonja DE VILLIFORT, hanja datang ka roemah sendiri." "Kaloe bagitoe, VALLENTINE! tantoelah kaoe soedah mendapati atawa nanti ineDdapati, baboewa GRAAF itoe biasa berboewat baik, Ija bertemoe ALBERT DE 1JfORCERF di Italië dan ija lepasken ALBERT itoe dari tangan penjamoen ; ija bertemoe I pada Njonja DANGL.ARS dil. Dija membriken bingkisan besar pada njoDja itoe; kaoe poenja iboe-tiri dan soedara meliwat di depan roemahnja, dan ija poenja. boedak lepasken marika dari pada babaja besar. Kaloe ija tersenjoem-senjoemnja ada halces sekali, dan saj a tida mengarti, bagimana orang bisa kataken, jang senjoemnja itoe membri rasa koerang enak. Apa ija belon taoe tersenjoem kapadamoe, VALENTINE ?" "Kapadakoe? ach, l\IAXIMILIAA.N! djanganlah kata tersenjoem, melihat kapadakoe ini ija poen tida soedi: salamanja ija menengok ka lain tampat, kaloe saja meliwat di hadepannja. O! dia itoe tida berhati moelja, atawa ija tida bisa melibat orang poen]a kaändaän, Kaloe ija bisa, tantoelah, ija .taoe, jang saja ini ada bertjilaka, dan kerna hatinja ada moelja, tautoelab ija geenaken penga-. roenja aken loepoetken seja ini dari pada kasoekaran. Kaoe bilang, .GRAAF itoe ada tjiuta padamoe, .1 MAXIMILlAAN ! tapi bagimanalah kaoe boleh taoe itoe? Segala lelaki poen memaug ada berlakoe manis pada satoe officier jang ada lima kaki. delapan duim tingginja, ada poenja koemis gomplok dan ada pake pedang besar, seperti kaoe j tapi pada satoe anak prampoewan, jang salamanja ada basah dengan ajer mata, ija.orang rasa boleh mengindjak sasoekanja." 164 "A?h, VALENTINE! kaoesalahmendoega; soenggoeh!" " DJlka~oe tiada bagitoe, MAXIMILlAAN ! hanja saände tia berlakoe padakoe dengan sapantasnja, tantoelah maskipoen tida sering, satoe kali sadja soedah djoega tia tersenjoem kapadakoe , tapi tida sekali, Ija ada lihat jang saja ini bertjilaka dan tida bergoena aken dia, maka tida sekali tia maoe mengopeni kapadakoe. Siapa taoe! brangkali djoega aken ~enangken hatinja Njonja DE VILLEFORT dan soedarakoe, ija ada aamaken saja ini seperti moeaoohnja; kerna MAXIMILlAAN ! kaoe tautoe merasa djoega, baboewa saja ini boekan satoe anak prampoewan jang pantas dibentji dengan tida ada sebab, Brilalt maäf padakoe, kaloe saja ada bitjam dielek dari hal' orang itoe. Saja mengakoe, jang ija ada poenja pengaroe besar, tapi tia goenaken itoe dengan menjakiti padakoe." ~Kaloe bagitoe, V~LENTINE I djanganlah kita bi~jara lagi dari halorang itoe, dan sajn tida nanti kasib taoe padanja kita-orang poenja perkara." "Ach, MAXIMILlAAN ! saja lihat jang suja ada ~endoekain batimoe. O! mengapatab saja tida bisa dapat pegang tanganmoe aken memintaampoen! Aken tetapi suja soeka sekali mendapatken kanjataän; maka biarlah kaoe bilang padakoe,apatab jang telah diperboewat oleh itoe GRAAF DE MONTE CHRISTO aken goenamoe?" 165 "Ha! saja merasa maloe, VALENTINE! keroa kaloe kaoe menanja bagitoe, saja misti membilang, bahoewa, benarlah djoega GRUF itoe belon berboewat apa-apa jang kalibatan aken goenakoe. Djoega, seperti saja telah bilaug padamoe, saja ada merasa soeka kapadanja melinken kerna pembawa hati sadja, boekan kerna adanja perkara apa-apa. Apa matahari ada herboewat apa-apa aken goenakoe? Tilla sekali; sedang bagitoe, saja merasa angat, sebab kena hawanja, dan saja boleh memandang kapadamoe di dalam sinamja, Apa hawa wangi ada herboewat apa-apa aken goenakoe ? ' Tida; tapi ija bri rasa enak padakoe, dan kaloe orang tan]a, mengaps sa]a soekain hawa itoe, saja melinken bisa bilaug sadja, sebab ija wangi. Saja merasa tjinta pada GRUF itoe dengan tida ada sebab, demikianlah dieega persobatannja kapadakoe; tnpi hatikoe ada merasa seperti persobatan ini telah ditakdirken Allah. Kaoe nanti tertawain saja, VALENTINE! kaloe saja bilang padamoe, bahoewa sadari saja kenal GRaF ini, saja ada dapat ingatau gila, bahoewa segala perkara baik jang telah djadi padakoe, ada terdjadi dengan lantaran dia. Pada hal saia soedah hidoep tigapoeloeh tabon dengan tiada perIoe toeloengannja, boekan? Tapi sekarang adalah perkara bagini: Ija ada oendang padakoe datang berdjamoe di roemahnja pada hari 166 Sapto~; ' itoelah tiada heran, kerna saja ada djadi sobatnja, boekan? Tapi komoedian saja mendapat ~oe, baboewa àjabmoe djoega ada dioendang, dan lboemoe poen nanti dataug di perdjamoean itoe. ~aka saja nanti. dapat berkenalan djoega pada ua-orang, dan stapelah taoe apa nanti terdjadi dengan lantaran itoe! Kalihatannja perkara ini ada dengan sadjamaknja sadja; tapi saja ada rasa b?eka~ demikian adanja dan saja dapat satoe pikiran Jang adjaib. Hatikoe herkata, bahoewaGRAAF ltoe. sa-o~ang jang taoe perkara gaib, dan ija maoe kasih sll:Ja berkenalan sama Njonja DE VILLEFORT. Sering-sering saja memandang pada matanja GRAAF itoe, aken mendoega-doega, kaloe-kalee 'ija telab dapat taoe djoega adanja katjintaankoe kapadamoe." 1I~IAXIMILIAAN! sajà nanti koewatir bahoewa ingattanmoe ada koerang benar, saände saja maoe de.ngar b~tjaramoe jang demikian itoe. Bagimanatah kaoe bisa sangka, jang oendangan itoe ada terhoe~oeng sama kaoe poenja perkara ? Ajahkoe jang .tida taoe dataug di roemnh orang, brangkali adalah sapoeloeh kali ija berkata pada NjonjaDE VILLEFORT bahoewa. baiklah tiada pergi ka perdjamoeännj; ~RA~F itoe, tapi Njonja DE VILLEFORT sangat ka~IDgm aken lihat roemah-tangganja itoe GRAAF Jan~ amat kaja; maka sasoedah meminta dengan banjak aoesah, baroelah Ua dapat gerakken bati . 167 .soewamlDJa aken antar padanja ka perdjamoean 'Hoe. Djanganlah kaoe ada harepan gila-gile ~b­ XIMILIAAN! dan biarlah kaoe pertjaja padakoe, ba-hoewa di doenis ini, lain dari pada kaoe ini dan akikoe jang tida bisa bergerak, tida ada manoesla jang saja boleh harap pertoeloengunnja, dan saja tida ada poenja senderan, lain dari pada iboekoe jang ada di aehirat, "Saja merasa, bahoewa bitjaramoe ada benar. sekali, VALENTINE! tapi rnaskipoen kaoe herkata bagitoe, perasaän jang telah ada di dalam hatikoe, tida djadi berobah." "lngatanmoe ada sabagi ingatannja orang mabok, MAXIMALIAAN ! dan djikaloe kaoe tida ada poenja lain katerangan, aken njataken jang kaoe mendepat sadja perkara haik dari GRAAF itoe, saja rasa ...." ,,,Ada djoega satoe katerangan lain, tapi saja misti mengakoe, bahoewa ini katerangan nda lebih gila lagi." VALENTINE tersenjoem, laloe berkata: "Kaloe bagitoe, lebih pajah lagi." "Aken tetapi," kata poela MAXIMILI.A.AN: "Katerangan itoe ada tjoekoep aken saja sendiri, jang ada pertjaja pada pirasat hati, dan di dalani tampo sapoeloeh tahon, salama suja ada bekerdja di dalam balatantara, sering kali saja terlepas dari kabinasaän dengan lantaran pirasat hati, jang soeroeh saja 168 mudjoe atawamoendoer satindak, soepajapelorjang boleh kena padakoe, djadi meliwat sadja di sampingkoe.'\ n MAXIMILlAAN ! mengapatah kaoe tida katakeu bahoewa pelor-pelor itoe soedah tida melanO'!ro; 00 kapadumoe, oleh kerna dca-koe. Kaloe kaoe ada di paperangan, saja tida berdoa pada Allah dan pada iboekoe aken goenakoe sendiri, hanja saja berdoa aken goenamoe." ".Ja, sadari kaoe telah kenal pa lakoe j tapi pada sabelon knos mengenal saja, VALENTINE?" "B,liklah! sekarang, kerna kaoe tida maoe trima alla oetang padakoe, orang nakal! biarlah kaoe tjeri~a~ten apa adanja itoe kanjataiin, jang kaoe sendiri kataken gila adanja." "Biarlah kaoe melihat dari renggangn'la papan • • 00 • mi pada itoe koeda jang terikat pada poehoen " ,,0, itoelah satoe koeda bagces sekali." "De~gan sabenarnja koeda itoe bagoes seknli j ~argallJa p~en bagoes djoega, Kaoe taoe, jang saja tiada poenju kakajaiin besar, VALENTINE! dan lain dari bagitoe, saja ini ada terseboet berädat beres. Sajn depat lihat ini koeda jang sekarang saja namain )fEDEA.II, Saja tanjaken brapa harganja, dan soedagar koedu bilang padakoe, !ja maoe dloewal aken 4500 frank. Kaoe tantoe merasa, VALENTINA I jang d~ri. sebab bagitoe, saja terpaksa bilang, bahoewa koeda im koerang bagoes, dan saja lantas berdjalan 169 pergi dengan doeka hati, kerna sasoenggoehnja saja ada .penoedjoe sekali pada ini koeda. Di itoe sore adalah bebrapa sobat dataug di roemahkoe, jaitoe toewan CHATEAU RENAUD, toewan DE BRAY dan bebrapa orang lagi, Ija orang moefakat aken main kartoe. Saja tidil. taoe main j kerna saja tida sampe kaja, aken boewang oewang di medja-main, djoega boekan saorang miskin jang misti harap kaoentoengan dan main kartoe. Aken tetapi saja ada di roemah sendiri, dan kaoe tantoe mengarti, jang muskipoen saja soeka atawa tida, saja misti dataugken kartoe dan berdoedoek main sama tetamoekoe itoe. Sedang kita-oraug berdoedoek main, datanglah GRAAF DE MONTE CHRISTO jang lautas sadja toeroet herdoedoek main. Pada sahabis main, saja dapat taoe, jang saja ada menaug 5000 frank. Di itoe waktoe soedab tengah-malem; tapi sasoedah tetamoekoe berdjalan poelang, saja poen lautas berdjalan ka roemahnja itoe soedagar koeda, dan lautas beli ini koeda bagoes, jang lautas djoega saja selaïn ~an ~oeng­ gangin djalan koeliIing. Saja merasa dl bah, VALENTINA! bahoewaitoe GRA.A.Fada dapat taoe, bahoewa saja ingin dapat ini koeda, dan ija sengadja kalabken oewangnja, soepaja saja djadi menang." Ach MAXIMILIAAN ! njatalah kaoe ini soeka pertjaj"a pada perkara gaib . . . .. Tab, dengarlah! suja di panggi1." .170 .."Ach, VALENTINA I masoekkenlah oedjoeng djeri- ' ~~lmoe ka renggangnja papan ini, soepajasaja boleh tjlOem." "l\IAxIMILIliN! kita soedah berdjandji, jang kitaorang melinken boleh betkata-kata dan saling; pandang satoe sama lain." "Ja, dan saja patoet menoeroet pada djandjiän itoe." ,,~pa kaoe nanti merasa' senang, kaloe saja toeroet! permintaänmoe?" "Soedah tentoe!" VALENTINE tida masoekken oedjoeng djarinja ka dalam renggangnja papan, hanja !ja naik ka bangkoe dan berdjingke di sitoe, aambil sodorken pada MAXIlIULlAAN antero tangannja jang !ja liwatken di atas papan pedengan. ".0 I':. kata l\IAXIMILIAAN dengangirang, dan lautas sadja ua mandjat sedikit di pintoe hek, laloe pegang tan~annja VALENTINE dan tiioem itoe dengan ker~ i. tapl lantaslah djoega VALENTINE tarik tangan sendiri dan teroes berlari pergi. LIX. TOEWAN NOIRTIER DE VILLEFORT. Pada sasoedah Njonja DANGLARS dan anaknja berangkat poelang, ja-itoe sedang VALENTINE ada .berkata-kata samaMAXIMILlAAN, toewan DE VILLEFORT dengan teriring oleh istrinja sendiri ada dataug pada ajahnja. Sasoedahnja memanggoet pada itoe orang toewa, dan sasoedahnja boedjang toewa bernama BARROIS pergi ka loewar, toewan DE VILLEFORT dan istrinja itoe berdoedoek di dekat korsi ajahnja itoe. Toewan NOIRTIER ada berdoedoek di korsi-malas jang pake roda, sedang pada tembok di hadapanaja ada soewatoe katja besar, hingga maskipoen toewan NOIRTIER itoe tida bisa bergerak, !ia bisa lihat kaädaän di dalani antero kamarnja itoe dan bisa lihat segala orangjang mendatangi dan jang berlaloe. Pada saban pagi orang doedoekken dia di korsi itoe, dan pada saban sore orang pindahken dia. ka pembaringun : ija poen tida sekali bisa gerakken badan atawa kaki-tangan, malab mengaloewarken soewara ija poen tida bisa; tapi ija poenja mata dan koeping ada tinggal haik, dan matanja itoe 172 ada amat tjeli dan bersorot tadjam sekali. Dengan mata ija memerinta pada orang, dan denean mata ija njataken soekoer hatinja, hingga amarahnja dan kagirangannja poen ada kalihatan pada matanja. Melinken ada tiga orang sadja jang mengarti bahasanja toewan NOIRTIER itoe, jang mengataken sekalian kahendaknja dengan sorotnja mata. Tiga orang itoe, ijalah DE VILLEFORT, V ALENTINE dan itoe boedjang toewa bernama BARROI S. Aken tetapi, dari sebab DE VILLEFORT diaraag datang pada njahnja, kerna tida soeka datang, kaloe tida terpaksa maka toewan NOIRTIER itoe melinken boleh . berkata-kata sama VALENTINE sadja, dan VALENTINE ini, dari sebab ada amat telaten dan sabar, ga dapat mengenal betoei maksoednja gerak.gerakan dan SOl'Ot mata akinja itoe, hingga boleh dibilang, jang dengun memandang pada mata akinja, ija dapat bade sekalian ingatannja akinja itoe, dan dari sebab bagitoe, ija bisa bi~jara banjak sama itoe orang toewa, jang maskipoen badannja soedah ada ampir sama dengan majit, ingatannja ada terang dan tadjam, dan hatinja ada tetap dan koewatir sekali, Itoe boedjang nama BAROIS, ija soedah berhamba pada toewan NOIRTIER itoe doewapoelosh lima tahon lamanja, dan telah mengenal betoei kabiasaän toewannja, hingga djaranglah toewannja itoe perIoe membilang apa·apa padanja. 173 Seperti telah terseboet di atas ini, toewan DE VIL~EFORT ada kenal ajahnja poenja bahasa gagoe, dan ija tida perloe toeloengan orang aken bitjara sama ajabnja itoe. l\laka pada sabelen masoek k~ dalam kamar ajahnja, ija soeroeh V ALENTINE ~ergl ka kebon dan soeroeh BARRDIS kaloewar dan kamar itoe j' dan satelah soeda berdoedoek di dekat ajahnja, ija berkata: . "Ajahkoe ! djanganlah kaoe beran, ~aloe VALLENTINE tida datane di sini sama-sama klta-erang, dan baroesan saja .soeroeh BARROlS berlaloe dari sini j kerna saja datang aken membitjaraken satoe perk~­ ra, dan ini perkara tida boleh dibitjaraken .di dep~nnJa satoe anak prampoewan atawa di depannja hoedjang, Saja hendak bri taoe pndamoe soewatoe pe~kara b~s~r. Matanja toewan N OIRTIER berdiam sadja, sedikitpoen tida bergerak, sedang toewan DE VILLEFOR'l' memandang tetap kapadanja, seperti hendak membade ingatau orang. »Istrikoe dan saja ini," kata poela DE VILLEFORT.: ada merasa dengan pasti, bahoewa kaoe nanti moefakat aken ini perkara jang saja maoe bri taoe.' )[atanja NOIRTIER tinggal berdlam djoeg~. »Ajahkoe!" kata. poela DE YILLEFORT: "klta-orang bendak tikahken V ALENTINE." NOIRTIER tetap sadja berdiam seperti soewatoe pateng. 174 175 .Njonja DE VILLEFORT lantas samboengiomong soewaminja itoe dengan berkata: "Kita-orang ada rasa, jang kaoe nanti perhatiken ini perkara, Toewan I kerns VALENTINE ada tertjinta olehmoe. Sekarang kita-crang haroes bri taoesadja padamoe namanja VALENTINE poenja toendangan. Lelaki ini ada pantas sekali mendjadi soewaminja VALENTINE j ija ada kaja besar dan ada ternama baik, sedang kalakoeännja dan kabiasaännja ada bri njata, jang VALEJ.'iTINE nanti merasa senang dan beroentoeng bagoes di dalam hidoep sama-sama dia. Ija poenja nama tantoe ada terkenal djoega olehmoe, kerna boekan .lain adanja, hanja toean FRANZ DE QUES- . NEL, baron D'EpINAY." Sedang istrinja itoe bitjara, DE VILLEFOR'l.' memandang haik-balk padamoekaajahnja. Tempo namanja FRA.NZ diseboet oleh Njonja DE VILLEFORT, matanja NOIRTIER kalihatan bergoemetar dan mentjorot seperti hendak kaloewarken api. DE VILLEFORT jang taoe betoei adanja permoesoehau antara ajahnja dan ajahnja FRA.NZ, ija mengarti apa maksoednja sorot matanja toewan NOffiTIER itoe; aken tetapi ija melaga tida lihat itoe, dan lantas samboengi omong istrinja dengan berkata: "Ajahkoe ! kaoe tautoe mengarti, bahoewa VALENTINE jang sekarang ini soedah beroemoer sembilanblas tahon, perloe sekali dapat katantoeännja. Sedang membitjaraken perkaranja, kita-oraug soedah ingat djoega pada .perkaramoe, dan sekarang kita telah dapat taoe, bahoewa soewaminja VALENTINE, sekali poen ija tida soeka tiuggal di sini sama-sama kita, ija nanti senang hati, kaloe kaoe soeka tinggal di roemahnja, hingga kaoe traoesah merobah apa-apa di dalam kabiasaänmoe, dan boekanlah satoetjoetjoe, hanja' djadi ada doewa tjoetjoe jang merawati padamoe. Bidji matanja NOIRTIER djadi berwarna merah. Brangkali ija ada sangat moerka, dan dari sebab tida bisa mengaloewarken amarahnja, dadanja djadi sesak; kerna moekanja poen djadi merah dan bibiruja djadi berwarna blao. De VILLEFORT boekaken djendela, sambil berkata: "Ada panas sekali, dan ini bawa panas ada koerang baik aken ajahkoe." Komoedian ija dataug kombali ka dekat toewan NOIRTIER, tapi ija tida berdoedoek kombali. "Ini perkara kawin," kata Njonja DE VILLEFORT : 'EpINAY "ada terdjadi dengan soekanja toewan D dan ija poenja koelawarga jang melinken ada , doewa orang sadja, ia-itoe pamannja dan bibirnja. Ija poenja iboe telah meninggal pada tempo melahirnja dia, dan ija poenja ajab diboenoeb orang di tabon 1815; maka ija ada memegang koewasa atas dirinja sendiri.' r 176 177 "Tida kataoeUn siapa pemboenoehnja itoe," kata DE VILLEFORT j "ada banjak orang jang diterka tapi tida ada jang ditoedoeh." ' NOIRTIER rapatken moeloetnja," salakoe maoe tersenjoem." kali, dan kaloe ija ingin apa-apa, ija melirik ka langit, ja-itoelah soewatoe tanda, soepaja orang lantas tanjaken kahendaknja dengan toeloengan kitab logat. Kaloe ija ingin VALENTINE datang padanja, ija kedipken sabelah matanja jang kanan, dan kaloe ija ingin BARROIS dataug padanja, ija kedipken "Dan pemboenoeh itoe," kata poela DE VILLEFORT : jang di doenia ini boleh dapat hoekoeman dari manoesia, dan di achirat nanti dapat hoekoeman dari Allah, ija tantoe merasa sangat beroentoeng, kaloe ija bisa kasihken anak prampoewan kapada toewan FRANZ D'EpINAY, soepaja dapat hilangken djoega doegaän orang." mata jang kiri, "Ja," sahoet NOIRTIER dengan kedipken mata, tapi sorot matanja itoe ada njataken rasa bentji dan goesar. De VILLEFORT sahoeti ajahnja itoe dengan mengangkatken poendak sendiri Komoedian ija bri tanda pada istrinja aken berbangkit. "Sekarang saja meminta padamoo, Toewan I/) kata Njonja DE VILLEFORT pada mertoewanja: biarlah kaoe pertjaja, jang kita-crang sanantiasa ada mendjoendjoeng padamoe, Apa kaoe soeka djoega. EDOUARD datang membri tabe padamoe?" Kabiasaännja toewan NOIRTIER, kaloe ija berkenan aken satoe apa, ija kedipken matanja satoe kali j kaloe ija hendak bri taoe, jang ija tida maoe atawa tida berkenan, ija kedipken matanja bebrapa I Tempo mantoenja menanja, kaloe-kaloe !ia soeka EDOUARD dataug padanja, ija kedipken matanjabebrapa kali. Si mantoe gigit bibirsendiri,laloeberkata: "Kaloe bagitoe, saja nanti soeroeh VALENTINE datang di sini." "Ja," sahoet NOIRTIER dengan kedipken matanja satoe kali. Toewan dan Njonja DE VILLEFORT memanggoet, teroes berlaloe, dan si njonja lautas djoega soeroeh boedjangnja panggil VALENTINE. Sigra djoega VALENTINE soedah dataug pada akinja, dan sateluh melihat pada moeka akinja itoe, ija poen lautas taoe, jang orang toewa itoe ada berdoeka. "Adoeh, akikoe!" kata VALENTINE: "telah ada perkara apatah? Orang mendoekaïn hatimoe, ja? Dan kaoe ada goesar?" "Ja," sahoet NOIRTIER dengan kedipan mata. "Goesar pada siapa? Pada ajahkoe?" Monte Christo. 12 178 "Boekan." "Pada Njonja DE VILLEFO ?,. RT "Boekan." .Pada saja ?" "Ja." VALENTlli'E djadi terkedjoet, laloe berkata: "Goesar pada saja ?" "Ja," saboet NOIRTIER dengan matanja. 17Dan apatab adanja kasalaban saja, akikoe? NOIRTIER tida menjaboet, dan VALENTINE lantas berkata poela: "Sadari pagi, baroe sekarang saja datang padamoe; apa orang telab bitjara apa-apa dari bal saja?" "Ja." "Ada perkara apatab ? . . . . 0, Njonja dan Toewan DE VILLEFORT telab datang di sini, boekan ?" "Ja." "Dan merika itoelah jang telab bilang apa-apa, hingga kaoe djadi moerka? Ija-orangbilaug apatab ? Apa kaoe maoe saja pergi tanjaken padanja, soepaja saja dapet taoe kasalabankoe dan meminta maäf padamoe?" "Tida !" "O! tapi saja merasa amat traenak j apatab djoega telah dibilang olebnja kapadamoe ?" Sababis kata ' bagitoe, VA ENTINE berdiam dengan L beringat-ingat; komoedian ija berkata : 179 "O! sekarang sl\ia taoe! Apa ija-orang telah bitjara dari bal kawinan saja ?'t "Ja ," sahoet NOIRTI ER dengan matajang njataken amarab bati. "Sekarang saja mengarti: kaoe goesar padakoe, kerna saja tida bilaug satoe apa padamoe. O! inilah maksoednja, maka orang pesan padakoe djangan bilaug apa-apa kapadamoe, akikoe ! Lebih doeloe pada saja sendiri poen orang tida bilaug satoe apa, dan saja dapat taoe perkar akoe ini, sedang perkara ini diomongken sama lain orang. Saja telah dipesan j itoelah sebabnja, maka saja tida bri taoe hal ini kapadamoe. ' Brllah ampoen padakoe, aki !" Matanja NOIRTIER berdiam sadja dan memandang dengan moeram, seperti bendak berkata : "K~mi berdoeka, bockanlab sadja dari sebab kaoe tida bilaug satoe apa padakoe.' VAT.ENTINE dapat bade ingatan hati akinja, maka ija berkata: "Apatab lagi jang mendoekaïn padamoc? Apa kaoe rasa, saja ini nanti tinggalken kaoe, akikoe? dan saja nanti loepapadamoe, dari sebab menika~ ?" "Tida," sahoet NOIRTIER. "Apa aiahkoe telah bilaug djoega padamoe, bahoewatoewan D'EpINA.Y ada moefakat, jang kita nanti tinggal bersama-sama di dalam satoe roemah?" . 180 181 "Ja." "Kaloe bagitoe, mengapatah kaoe berdoeka?" Di sitoe matanja NOIRTIER kalibatan bersorot haloes sekali. II Ja, saja mengarti," kata VALENTI NE: 11kaoetiada senang, kerna kaoe ada amat mengasibi pada saja ini." lIJa," sahoet NOIRTlER. II Dan kaoe koewatir, jang saja ini nanti bertjilaka, akikoe?" lIJa." "Apa kaoe tida soeka sama itoe toewan FRANZ D'EpINAY?" Matanja NOIRTIER berkedip banjak sekali, itoelab satoe tanda aken ija membilang, bahoewa ija sangat tida soeka, II Dari sebab bagitoe, kaoe berdoeka sangat, akikoe kata V ALENTl NE. lIJa," sahoet si aki. II Kaloe bagitoe, dengarlah," kata poelab VALENTINE sambil berloetoet di samping akinja dan memelok pada leher akinja itoe: IIsaja djoega ada soesab hati i kerna Sll:ja djoega tida soeka pada itoe-toewan D'EpINAY." , {atanja NOIRTÜlR menjataken kagirangan bati. II Apatab kaoe masih ingar, baboewa kaoe telab ada goesar sekali, tempo saja maoe djadi orang • I 1 roemab pertapaän, akikoe?" , kata VALENTINE. Satetes ajer mata lautas meleleh dari matanja NOIRTl ER. "Saja soedah maoe uiasoek ka roemab pertapaän, soepais tida djadi meoikab sama itoe toewan D'EpINAY," kata poela VA I,ENTINE. . NOIRTIER djndi merasa engap. "Kaoe tida soeka saja menikah pada lelaki itoe, akikoe?" kata V ALENTINE: "Och, Allab! slamat amat dirikoe ini, saände kaoe bisa membri toeloengan, hingga ini bal kawinan mendjadi oeroeng, akikoe! Aken tetapi kaoe tida berdaja lagi di badepan ajahkoe i ingatanmoe ada terang dan hatimoe ada koewat, aken tetapi boewat berbaotab sama oraug, kaoe ioi tida koewat, malah ada lebih lembek dari padakoe. Acb saände toeboehmoe masih njaman dan koewat, kaoe ini ada djadi penoeloengkoe jang berkoewasa besar sekali i tapi sekarang kaoe melinken bisa mengarti sadja kaädaäu hati saja, dan merasa senang atawn soesab bersama-sama saja j itoelah satoe kaoentocngan jang Allah soedah loepa hilaogken dari pndakoe." Di itoe waktoe matanja N OIRTI ER ada kalihatan seperti matanja orang jaug tersenjoem, hiogga VALENTINE djadi merasa, seperti oraugtoewa itoe hendak berkata: IIKaoe salah saugka i kerna kami ini masih bisa berboewat banjak sekali aken goeuamoe.". I 18~ 183 ~laka libat daftar dari perkataän-perkataän jang moelai dengan oetjap 110. VALENTINE toendjoek sasoewatoe perkataän itoe, sambil melihat djoega pada moekanja NOIRTIER. Satelab ija sampe pada perkataän notaris, ija libat NOIRTIER berkedip. "Notaris I" kata VALENTlNE itoe: "apa kaoe hendak panggil satoe notaris, akikoe?" "Ja," saboet NOIRTIER. "Kaloe bagitoe, saja misti minta notaris datang di sini?" "Ja." "Apa ajahkoe boleh dibri taoe bal ini?" sekali," "Ja." "Apa kaoe maoe notaris datang sekarang djoega?" lantaslah djoega VALENTINE itoe berkata: "Apa kaoe bisa berboewat apa-apa aken goenakoe, aki?" "Ja," sahoet NOlRTlER. Komedian orang toewa itoe melirik ka langit, ja-itoe satoe tanda, jang ija ada kabendaki apa-apa, "Kaoe ingin apa, akikoe?" kata VALENTINE, dan sababis kata bagitoe, nona ini lantas seboetken bebrapa roepa barang, jang ija doega ada dikahenki oleh NOIRTIER; tapi sebab doegaännja salah sadja, ija lautas berkata: "Biarlab saja pake toeloengan, sebab saja ini bodo Komoedian, sambil memandang dengan tersenjoem pada moeka akinja, VALENTINE itoe lautasseboetken sasoewatoe hoeroef "a, b, c" dengan menoeroet roentoenannja; satelah ija sampe pada boeroef N, akinja itoe berkedip. "Ha I" kata VALENTINE itoe: "kaoe kabendaki soewatoe barang jang namanja moelai dengan boeroef N. Dan N itoe djadi oetjap apa? djadi lIa, lIe, tli, tlo?" "Ja, ja I" kata NOIRTIER dengan matanja. ,,:\Ioelai dengan oetjap no?" . ".Ja." VALENTINE lantas ambil kitab logat dan boekaken itoe di depannja NOIRTIER, hingga NOiRTIER dapat "Ja." "Kaloe bagitoe, saja nanti lantas soeroeh orang panggil padanja." "Ja." "Apa melinken itoe sadja jang kaoe kahendaki?" .Ja." VALENTINE boenjiken kelenengan, laloe soeroeb BARROIB silaken Toewan dan Njonja DE VILLEFORT datang kapada NOIRTIER. "Kaoe sanang hati, akikoe?" kata VALEN TINE. "Ja." "Ha! patoetlah djoega saja tida dapat bade ka- hendakmoe !" kata poela nona itoe aambil tersenjoem. Sigrah djoega toewan DE VILLEfORT datang terïring oleh BARROIS. "Kaoe panggil saja, ajahkoe?" kata DE VILLEFORT itoe kapada NomTIER. II Ajahkoe !" kata VALENTINE: "aki minta dipanggilin notaris." De YILLEFORT lautas melihat pada ajahnja, sala.koe orang hendak menanja, dan NOIRTIER kedipken mata aken bri taoe, bahoewa benar ija minta dipanggilin notaris. , "Memanggil notaris boewat apa?" kata DE V11.LEFORT. Nom'fIER berdiam sadja. "Boewat apatab panggil notaris?" kata poela DE VU,LEFORT. Matanja NOIRTIER tida bergerak. "Boewat terbitken perkara djelek aken kitaorang?" kata poe1a DE VILLEFORT itoe.. "Ach," kata BARROIS, sabagimana biasanja boedjang jang telah bekerdja lama dan ada sedikit brani: "djikaloe Toewankoe ini minta dipanggilin notaris, tantoe sekali ija ada perloe notaris, dan. saja nanti pergi panggilin." BARROIa itoe tida mengenal lain madjikan dari pada NOIRTIER, dan ija tida maoe lihat, jang kabendak madjikannja dibantah orang. "Ja, kami ada perlee uotarls," kata NOIRTlIo:I~ dengan matanja jang ija kedipken dengan perlahan, sedang mata itoe ada kalihatan mentjorot. Orang nanti panggil satoe notaris, dari sebab kaoe maoe dengan keras, Toewan !" kata Dt: VILLEFORT : "lapi saja nanti meminla maäf pada notaris itoe, dan kaoe sendiri poen nauti meminla maäf'; kerna ija nanti datang tjoemah-tjoemah sadja ." BARROIS tida menanti lagi, hanja terces berdjalan pergi panggil notaris. Sedang BARROIS berdjalan pergi, NOlltTlER memandang pada VALENTINE dengan mala bersorot halces seka1i. VALENTINE mengal·ti maksoednja mata itoe; tapi DE VILLEFORT poen mengarti, kerna ija kisoetken djidat dan moekanja djadi asam-seka1i. Ija tarik sutoe korsi dan lautas doedoek menoenggoe NOIRTIER tida mengopeni pada anaknja itoe, tapi pada VALENTINE ija hri tanda deugan matanja, bahoewa VA.LEN'rINE traoesab iboek dan djangan berla1 oe. Sasoedab berse1ang tiga perampat djam, BARROIB datang kombali dengan membawa notaris. "Toewan!" kata DE VILLEFORT pada notaris itoe : , kaoe dipauggil oleh ini toewan NOIRTIER HF, " 00 VILLEFORT jang berdoedoek di sini ; dengan 1antaran saroepa penjakit, ija tida bisa bergerak dan tida b isa bitjara, dan melinken kita-orang sadja bisa mengarti sedikit-sedikit apa jang termaksoed olehnja." . NOIRTIER membri tanda pada VALENTlNE, soepaja nona ini djangan berdlam sadja j maka lantaslab djoega VALE~TINE berkata pada itoe notaris: "Saja ini, Toewan! mengarti samoewa, apa jang akikoe ini hendak bilang." "Ja, Toewan !" kata BARROIS pada itoe notaris: "seperti tadi saja soedah bilaug padamoe, Nona DE VILLEFORT mengarti dengan sampoerna apa jang madjikankoe maoe kataken.' "Bri maäf padakoe, Toewan ! dan kaoe djoega, Nona!" kata itoe notaris pada DE VILLEFORT dan pada VALENTINE : "saja rasa, sekarang ini saja misti hekerdja dengan teritip betoel-betoel, soepa.ja tida nanti dapat salah apa-apa. Boewat membikin satoe akte jang sab, satoe notaris misti taoe betoel, jang ija ada mengarti dengan baik aken maksoednja orang jang meminta toeloengannja. Sedangbegitoe, saja tida bisa dapat taoe dengan betoei kabendaknja orang jang tida bisa bitjara j dan dari sebab kabendaknja itoe tida bisa dinjataken, saja poenja kerdjaän tida nanti bergoena dan tida bersatoedjoe dcngan oendang-oendang." "Sahabis herkata bagitoe, notaris itoe lantas memanggoet dan maoe berdjalan pergi. DE VILLEFORT tersenjoem j tapi sedang bagitoe, NOlRTIER memandang pada VALENTINE dengan mata jang njataken kadoekaän besar, bingga VALENTlNE itoe lantas menjegab dan berkata pada itoe notaris: "Toewan ! bahasa jang saja pake bitjara sama akikoe ini, ada gampang sekali aken dipeladjari, hingga di dalem sakitjap mata sadja saju boleh kasih kaoe mengenal babasa itoe, hingga kaoe nanti mengarti betoei bitjaranja akikoe ini, seperti saja scndiri. Apatah jang perloe, Toewan ! soepaja kaoe boleh melakoeken djabatanmoe dengan senang hati?" "Aken membikin satoe soerat jang sah, Nona!" sahoet notaris itoe: "saja perloe dapat taoe betoel, apa jang dikaliendaki dan apa jang tidn dikahendaki. Orang sakit boleh bikin soerat testament, tapi ingatannja misti alla di daluni kaädaän baik." "Tgewan!" kata poela VAI.ENTINE: "dengan lantaran doewa tanda sadja, kaoe nanti dapat taoe dengan pasti, bahoewa ingatannja akikoe belon faoe ada lebih terang dari pada di ini waktoe. Akikoe ini, jang ada bisoe dan tida bisa bergerak, ija ketjapken matanja satoe kali, kaloe ija berkenan aken satoe apa, dan ija kitjapken matanja . bebrapa kali, kaloe ija tida berkenan. Sekarang kaoe soedah dapat taoe apn jang perloe aken bitjara sama toewan NOIRTIER j biarlah kaoe tjoba bitjara." Di itoe waktoe NOIRTIER ada memandang pada VALENTlNE dengan mata jang njataken tjinta dan. soekoernja hati, hingga notaris poen merasa taoe arti sorot matanja orang toewa itoe, "Apa kaoe ada dengar dan mengarti, apa jang baroesau tjoetjoemoe bilang, 'l'oewan?" kata itoe notaris kapada NOIRTIER. NOIltTIER kedipken matanja. Dan apa betoei itoe tanda-tanda jang dikataken olehnja, ada terpake olehmue aken mengataken kaoe poenja ingalan?" kata poela itoe notaris. "Ja," sahoet NOIR1'IER dcngan kedipan mata, "Apa kaoe sendiri jang telah soeroeh memanggil saja jI" "Ja." "Aken bikin soerat wislat ?" Ja." "Dan kaoc tida kasih saja berlaloe, 'sabelon saja .membikinin soerat itoe ?" NOIRTIER kedipken matanja bebrapa kali. "Bagimana sekaraug, Toewau!" kata YALENTINE : "apa kaoe boleh melakoeken djabatanmoe dengan senang hati ?" Tupi sabelen notaris itoe menjahoet, DE VILLEFORT betkata padanja: "Toewan ! apa kaoe bisa pertjaia, bahoewa saorang jang ada sakit seperti ajahkoe ini, ingatau.nja boleh tinggal baik jI" "ltoelah jang bikin saja koerang senang,'Toewan !" 11 I saboet itoe notaris: "dan saja tida taoe, tjara hagimana boleh dapat mendoega ingataunja ini toewan NOIRTlER, soepaja boleb pake doegaän itoc aken menanja kapadanja." "Kaoe lihat sendiri, jan g bal itoe tida nanti boleb terdjadi," kata DE VILLEFORT. V ALENTI~E dan N OIRTIER dengar bitjnranja DE VILLEFORT dan notaris itoe; dan NOIRTIER memandang pada tjoetjoenja, salakoe hendak menanja, mengapa Dons ini berdiam sadja, Maka lantaslab djoega VALENTINE herkata pada itoe notaris: "Toewan ! djanganlab kaoe merasa soesah oleh kerna itoe j . kema muskipoen ada soesah, atawa kaIibatannja ada soesah aken kita-crang mendoega ingatannja akikoe ini, saja nanti njataken bagimana adanja ingatan itoe, dengan pake atoeranjang terang sekali, Soedab anem tabon saja rawati akikoe, dan tjobalah tanja padanja, apa di dalam anem tabon itoe ada satoe kahendaknja ringgal terpendem di dalarn hati, dari sebab ija tida bisa bri taoe itoe kapadakoe?" Satelah notaris menengok kapada NOtRTIER, orang toewa ini lautas kedipken mata bebrapa kali. "Biarlab kita-orang tjoba," kata itoe notaris: "Apa kaoe soeka trima tjoetjoemoe ini djadi kaoe poenja djoeroe-bahasa, Toewan NOIRTIER?" NOIRTIER berkedip satoe kali• Baik; sekarang tjobalab bilang, Toewan !" kata 190 poela itoe notaris: .apa adanja kabendakmoe, dan soerat apa jang kaoe maoe soeroeh saja bikin?" VALENTINE lantas seboetken hoeroef abc " '" , dengan menoeroet roentoenannja, dan tempo ija sampe pada hoeroef T, akikoe lantas berkedip. "Hoeroef T [ang dioendjoek j itoe terang sekali," kata notaris. "Nanti, " kata VALENTINE, dan san.bil memandang pada moekanja NOIRTIER ijaberkata poela: "til . . . te.•." "NOIRTIER berkedip pada waktoe VALENTINE mengataken itoe eetjap te. Komoedian VA I,E:\TlN lantas ambil kitab logat E dan boekaken itoe pada lembaran dari perkataänkataän jang beräwal dengun eetjap te. Tempo ija oendjoek sasoewatoe perkataan itoe dan sampe pada perkataän Testament, akinja berkedip. "Testament!" kata notaris: njata sekali, jang toewan NOIRTIER bendak bikin soerat testament." "Ja," kata NOIRTIER dengan matanja, "Soenggoeb-soenggoeh adjaib betoei, Toewan !" kata notaris pada DE VILLEFORT jang ada berdoedoek dengan berdoeka. "Benar," kata DE .VILLEFORT itoe: "tapi itoe soerat testament nanti ada lebih adjaib lagi j kerna perkataän-perkataän jang misti ditoelisken, tida nanti bisa dataug ka atas kertas, kaloe tida dengan toeloengannja anakkoe j dan .vALENTINE brangkali 191 I. djoega ada perloe sekali sama ini testament, hingga dari sebab bagitoe, ija tida nanti bisa djadi djoeroebahasa dengan, sapantasnja dioeroe-babasa,' NOIRTIER kedipken mata bebrapa kali, sampe tiga rintakan, aken membantah omong anaknja. "Apa'I" kata DE VlI.l,EF OHT dengun heran: "VALENTlNE tida nanti dapat kaoentoengan dari ini testament ?" "Tida!" sahoet NOIRTlER. "Toewan !" kata notaris dengan girang bati: "apa jang tadi saja sangkaken soekar sekali dan tida nanti bisa terdjadi, sekarang ada kalihatan njata gampang sekali. lni testament jang bakat dibikin , boleh didjadiken testament rasia, ja-itoe sabagimana jang diïdsinken oleb oendang-oendang negri, dengun didjandjiken misti terbikin di hadepan toedjoeh saksi. . Boewat toelisken testament ini poen tida ada lebib soesah dari toelisken testament biasn j kerna atoerannja ada menoereet atoeran testament biasa, sedang perkara-perkarajong bakal diseboetken di dalam ini soerat testament, boleh djadi kataoeän dari pada daftar barangnja toewan NOlRTlER, dengun diterangken olehmoe jang ada mengoeroes itoe j aken tetapi soepaja soerat ini tida nanti boleh terganggoe, baiklah ija disaksiïn djoega oleh lain notaris j maka leewar dari biasa, satoe notaris nanti membantoe pada suja." 192 I Habis herkata bagltoe, notaris itoe berkata kapada I NOIRTlER: . "Apa kaoe senang bati aken bikin testament bagitoe, Toewan ?" "Ja," sahoet NOlRTlER. "Apatah .maksoednja ajahkoe ini?" kata DE I' Vn,LEFOR'I' UI dalam bati sendiri. Sambil berkata bagitoe, ija menengok ka pintoe, ak~n soeroeh BARROISpergi panggillagi satoe notaris; I tapi BARROlS jang soedah dengar orang bitjara dan I 130e kahendak madjikannja, ija soedah berangkat pada Babelonnja disoeroeb. Di sitoe DE Vn,LEFORT lautas socroeh orang panggil istrinja. LX. T EST A ~[ EN 1'. 'I'ida berselang lama lagi, Njonja DE Yu.i.aronr soedah dataug di kamar mertoewanja,demikianlah djoega itoe notaris jang dipauggil belakangan. Dengan sedikit perkataän notaris ini dibri taoe oleh temannja, apa perloenja ija dipanggil. Sasoedah menoeliaken apa jang perlee diseboetken di dalam satoe testament, sabagimana jang telah ditantoeken oleh oendang-oendang, notaris jang pertama itoe membatja toelisannja itoe ui hadepan NOIRTIER j komoedian ija berkatn pada ini orang toewa: "KaJoe orang bikin testament, 'I'oewan ! ija bikin itoe aken kaoentoengannjn atawa aken karoegiannja orang jang diseboetken di dalam testament itoe." "Ja," kata NOIRTl EH. "Snja nanti seboetken bebrapa hilangau, dan kaloe snja sampe pada satoe bilangan, jang kaoe rasa ada sama besarnja sama kakajaänmoe, biarlah kaoe mernhri tanda padakoe,' kat à poela itoe notaris. ~ T IH'I'IEK kedipken mata, dun itoe notaris lautas O berdiri di hadepannju, serlang notaris jang kadoewa ada sadia aken ureneelis. "Apa kaoe poenju kaka jaäu uda lebih besur dari MlJIIU' Ch ri~to. 13 194 30‫סס‬oo frank?" kata itoe notaris jang perlama. "Ja," saboet NOIRTlER. "Apa kaoe ada ampatratoes riboe frank ?" NOIRTIER berdlam sad]a, "Limaratoes riboe frank ?" kata poela itoe notaris. NOIRTIER tinggal berdiam djoega. "Anemratoes riboe? teedjoehratoes riboe? delapanratoes riboe? sembilanratoes riboe'I" "Ja," sahoet NO IRTlER . "Kaoe ada poenja sembilanratoes rihoe frank?" kata poela notaris itoe. "Ja," sahoet NOIRTIEH aken ka doewa kali. "Atas baraug-barang tetap ?" "Boekan." "Atas soerat-soerat oetangnja karadja-an ?" "Ja," "Apa ini soerat-soerat ada tersimpan olehmoe ?" NOIltTIF:R melirik kapada BA RROIS jang lantas djoega berlaloe ; sebentar lagi boedjang itoe datang kombali dengau membawa satoe peti ketjil. "Apa kaoe bri idsin aken orang boeka peti ini? " kata notaris kapada NOIRTlER. "Ja," sahoet itoe toewan. Peti itoelantas diboeka, dandi dalamnjaada terdapat bebrapa soerat, jaug djoemblab harganja ada 90‫סס‬oo frank. Maka notaris itoe lantas herkata pada temannja: "Ada tjoekoep betcel aabagimana telah dibilang oleh toewan NOIR'I'IEH; njatalah jang ingatannja toewan NOIRTIER ada sampoerna haik. " Komoedian notaris itoe lautas menengok dan herkata kapada NOIRTlER. "Njatalah kaoe ada poenja sembilanratoes riboe frank, dan kerna didjalanken dengan atoeran bagini, Ua ada berboenga kim-kim ampatpoeloeh rihoe frank di dalam satahon." "Ja," kata Konn'IER dengun kedipan mnta, \ "Kapada siapalah kaoe hendak warisken kakaja-an 1 ini?" kata poela notaris itoe. "O!" kata Njonja DE Vn,u:rOR'I': "itoelah traoesah ditaniaken lagi. Toewan NOIRTIER melioken ada tjinta sad]a pada Noua VAI.ENTINE DF: VH,LE~'on'I' ; nona inilah jaug telah rawati akinja sahari-hari dan I telah ada anem tahon lamaoja j dengan lantaran kalakoeannja !ia telah dapatken katjinta-an akinja maka pantas sekali [ia dapat gandj aran." Matanja NomTIEn kalihatan amal mentjorot j itoelah satoe 'tanda. jang orang toewa itoe udu meugarti betoel, bahoewa mantoenja ada melaga senang dan bitjara palsoe, , "Apa kaoe hendak wariskeu ini scmbilanratocs riboe frank kapada Nona YAU:STINf: Dl'; VILLEFORT?" kata itoe notaris jang ada saugku djoega boleh lautas menoeliaken bagitoe, tapi maoe dapat doelee poeuja-hoetanniu toewan NOIRTIER. I 197 196 moendoer satindnk dan mennngissem.bari toendoek j NOIRTIEIt memandang padanja dengan mata jang uiataken katjinta-an besar ; komoedian orang toewa ini lautas melihat pada notaris dan kedipken matn bebrapa kali, . . "Boekan (ti kata itoc Notaris: "boekan Noua VALEN T1N~; DE V II.LEFOIt' I' jang diangkat nlehmoe djadi V .UEXTINE alliwaris ? "Boekan ?" sahoet Noiurrs«, "Apa kaoe tida snlah bilang?" kata poelaitoenotaris: r!Joelilllt Nonn y A I.EN TI N~; ?" . " Boekan," sahoet TOIllTU:R: ~ boekan !" VAI.~:NTL ·I': mcngangkat ka llala : !ia poen adu kaget seka li, boekan oleh kerua tidu didjarliken ah lawaris, hanja oleh kerna perkam jang ada djadi 111 ntarau aken N OIRTI EIt herboewat bagitoe. Tupi NOIRTH:a memaudang kapadnnja dengun matn [aug bersorot hal oes sekali, dan !ia lauta s berkata : . "Ja, akikoe l saj a mengarti ; kakajaänmoe sadj a kaoe tida kasihken kapadakoe i ui. tupi hntiuioe ja ng bertjinta kaoe kusihken kapudakoe." " J a!" kata ..,rOIR'1'IEIL "HiIJoe soekoer, akikoe !". kata poela VAu:~i1'I~a:. Sedaug bagitoe, Njouja IlE VII,U:FORT ada mendapat harupau baik; maka ija dekati mertoewnnja dan berkata: "Apa kaoe hendak warlaken kakajaäumoe pada tjoc ~ioe \lloe EIlOIlA IW li l:: V ILI.BrOR'!', locwan Nonrrrun?" .I. kcdipken mata babra pa kali. ,,1Jjnega boekan l" kata notaris: kaloe hagitoe, ka oe hendak warlaken itoe kupada ini Toewan DE Yn .r.eronr , anakmoe sendiri jang ada di sini ?" "Boekan !" kata NOIRTH:R • Itoe doewu notaris memandang satoe sama lain dengun mera sa hernn seka li j DF. VII.LEFORT dan istrinja djadi berwa rna merah sekali : si toewan kerna m.erasa maloe, si njonja kerna merasa panas hati. "Apatah djocga kasalnhan kita-oraug kapadmnoe, akikoe ! muka tida mengnsihi padn kita samoewa?" kata YAI.E~TlNg, NOIRTn;H lnntns uicrunudang palla tjoetjocnja itoo dengan mata bersorot halces. ,,0," kata poela V .U, ENTINE: kaloe kaoe tjinta pudakoe, aki! satoedj oekenlah kat]intaä n ini pada perkara jang kaoe perboewat di ini waktoe. Knoe keual kaädnänko e dan kaoe taoe, bahoewa suja tida sekali ada harap mendapat kakajaänmoe j lain dar i bagitoe, saja sendiri ada kaja, oleh kernà adanja harta peninggalau iboekoe ; brangkali djoega saja soedah ada terlaloe kaj a ; maka binrlah kaoe augkar lain orang djadi ah liwarismoe.' Nonman memandang palla tangau ntnwa tjiotjinnja V AI.ENTINE. ,,'~ji ll~j i nkoe?" kata YAr.f:X Tl~ E . "Ja ," sahoet N OIUTlg n , NOlR TlEIt 198 'I I "Tjintjinnja?" kata sekalian orang ja ng ada di sitoe. "Och, 'l'oewall-toewankoe !" kata DE VILI.EI<'ORT pnda itoe doewa notaris: "kaoe lihat niata, jang ajahkoe ini telah djudi lingloeng." "Ha, sekarang sajn taoe!" kata VALENTINE dengan terkoelljocng-koenjoeng: "kaoc hendak seboet s~ja poenja perkara bertoendangan, ja, akikoe?" "Ja, ja, ja! " sahoet NOmTrER dengan tiga kedipan mata jang didjatohken satoe per satoe, dan pada tiap kali habis berkedip, matanja itoe kalihatau mentjorot seperti hendak njataken adanja amarah , hati, "Kaoe tida senang hati atas sa ja poenja perkara bertoendangan, akikoe?" "Ja," sahoet NOIRTIEH. "Djangan goesar, Toewan I" kata notaris kapada DE VILLE}'O~T: "segala perkara jang saja Iihat di sini, saja rasa ada beres sekali dan kalihatan ada berhoeboeng satoe pada lain." "Kaoe tida soekain saja menikah sama toewan FRANZ D'EpINAY, akikoe r" "Tida I" sahoet NOIRTlER. "Dan kaoe tida maoe angkat tjoetjoemoe ini djadi ahliwarismoe, dari sebab kaoe tida soekain ija poenj a hal kawinan jl" kata notaris. "Ja." "Dan kaloe ija tida djadi menikah samu ~"RANZ D'EpINAY, ija nanti djadi ahliwarismoe ?" "Ja," Samoewa orang djadi berdlam. Hoe doewa notaris memandang satoe sama lain j VAI,ENTINE memandang sambil tersenjoem sedikit pada akinja j DE Vll,LEFORT menggigit bibir sendiri, dan Njonja DE VILLEFORT ada kalihatan seperti merasa girnng hati, muskipoen ija maoe oempatken kagirangannja itoe. Achir-achir DE VILI,EFORT berkara bagini: ,,'l'api saja rasa, mclinken saja sendiri adu koewasa aken menimbang hal kawinannja anakkoe, Saja ada berkoewasa atas diri anakkoe, dan saja maoe, jang ija nanti kawin sama toewan FRANZ D'El'JNA Y, dan !ia misti kawin sama toewan itoe.' . V.U,ENTINE mendjatohken diri ka atas korsi, laloe menangis. "'l'oewan !" kata notaris pada NOIRTlER: apa tab kaoe nanti perboewat dengan hartamoe, saände Nona VALENTINE menikah sama toewan D'EpINAY?" NOIRTIER tinggal berdiam. "Kaoe toch nanti briken itoe kapada orang ?" kata poela itoe notaris. "Ja," sahoet NOIRTlER. Pada satoe dari antara sanak-sanakmoe ?" " , Tida," 200 201 "Kaloe tida kapada sanak, kapada siaputah ? pada orang-orang miskin ?,. "Ja." "Kaloe bagitoe, kaoe meliukeu maoe mengatoor sadja aken hal sabaginn duri hartamoe, sabagimana jang diïdsinken oleh oendang-oeudatig P'' "Boekan," "Apa kaoe hendak briken samoewa hartamoe kapuda orang-orang miskin?" "Ja." ,,'fapi kaloe kaoe bikin soerut testament bagitoe, orang nanti batalken testament Hoe, kaloe kaoe soedah meninggal." "'l'ida !" "Ajahkoe mengenal haik pada adatkoe, 'l'oewan I" kata DE VILLEFORT pada itoe notaris: "dan ija taoe, jang Ua poenja kahendak adu terpandaug olehkoe seperti baraug soetji ; djoega Ua ada taoe, jang saja ini, oleh kerna djabatankoe, tida nanti boleh berbantah sama orung-orang miskin." NOIRTIER kalihatan girang, seperti oraug jung telah dapatken kamcnangnn. "Bagimanatah adan]a pikiranmoe atas hal ini, 'l'oewan?" kata notaris itoe kapada DE Vn,LEFORT. "Saja tida pikir apa-apa atas hal ini, Toewan l" sahoet DE VILLEFORT : "porkara ini soedah diniati tetap oleh ajahkoe, dan saja taoe, jang ajahkoe tida taoe melepaskcn perniatannia. . Maka suja menoendoek sadja ; ini 900000 frank nanti kaloewnr dari padn haknja koelawargakoe, aken djadi kakajaännja roemah-roemali miskin j tapi suja tida maoe menoenOWlI jang menoeroetl doek pada kahendaknju oraug tO adat gila, dan saja nanti oerces halujn auakkoe dengau meuoeroet kahendakkoo sendiri." Komoediau IIE Vn,l,EFORT itoe lautas sad]a berla100 sama-samn istrinja, dan biarken ajahnja membikin testament samuoe-maoc sendiri. Di itoe hnri djoega testament itoe dibikin, dan pada sasoedalmia sadia, soerat itoe disimpan oleh toewan DECIIUIPii, satoe notaris jang biasa oerces perkaranja koelawarga m: VILI.•:FORT. 203 "Ach, Toewan GRAAl<'! perkara itoe tida berharga aken dibitjaraken lagi, kerna boekan lain adanja, LXI. hanja perkara karoegian oewang sadja." "Ja, satoe perkara ocwaug boekanlab perkara KANTOOR-KA WAT. besar, kaloe orang ada poenja kakajaän besar dan boedi besar, sepcrti kaoe." Satelah kaloewar dari kamarnja NOIRTIER, DE "Djoega boekanlah perkara oewang jang menerVILLEFORT dan istrinja dibri taoe oleb boedjang, bitken rasa trae nak di dalam hatikoe, rnaskipoen bahoewa GRAAF D.: )IONTE CURISTO ada datang dan sembilanratoes riboe frank ada sampe besar aken sekarang ada berdoedoek di pertengahan, Njonja mendoekain hati . Saja adn merasa amat doeka, ns Vn,u:FoRT, kerna hatin]a masih merasa amat terharoe, ija rnasoek ka dalam kamarnja sendiri, oleh kerua adanja satoe perkara, jang brengkali djoega nanti meroesakken anakkoe poenja peroensedang soewaminja djalan meneedjoe ka pertengahan. toengan bnik, dan perkarn ini ada diterbitken oleb Belon sampe ija berdoedoek sama l\IoNTE CURJRTO , orang jang soedah lingloeng." GUAU' ini herkata kapadanja: "Adoeh ! apatab adanja perkara itoe ? Seuibilan"He, ada perkara apatah, 'l'oewan m: VILLEFORT, ratoes · rihoe frank, kaoe bilang?' ltoelah satoe maka kaoe ini kalihatan lain dari biasa? Apa saja djeemblah jang boleb mendoekain djoega bati orang ada datang, sedang kaoe lagi menoelis soerat toeboediman. Dan siapatah jang mendatangken kadoeh~n di dalam perkara besar ?" doekaän itoe padamoe?" . D.: VII.I.EFORT melaga tersenjoem, laloe berkata: "A ahkoe sendiri." j "Tida, 'l'oewan! hanja sa]a sendiri ada dapat "l'oewan NOIRTlER? 'l'api boekankah kaoe telab perkara jang koerang enak. Saja sendiri jang k~la~ tjentu padakoe, bahoewa ajabmoe itoe tida bisa di dalam perkara, dan katjiutaän ini telah terdjadi .bergerak. dan ingatannja soedah tida beres adanja ?" dengan lantaran orang berkapala batoe dan berpi"Badannja tida bisa berboewat satoe apa; kerna kiran salah." tia tida bisa bergerak, tida bisa bitjara, tapi maski "He! apa soenggoeh-soenggoeh kaoe ini ada dapat bagitoe, pikiranaja masih terang dan batinja masih katjintalln ?" tetap sekali. · Saja baroe berlaloe dari badepannja, 204 205 -dau sekarang Ua lngi bikin testament di depau doewa notaris," n "Apa U soedah bisa hitjura kombnli ?" Ijn tida bisa bitiarn, tnpi bisa kasih orang tuoe kahendaknja. "r~j ari bagimanutah lja lid tuoe itoe ?" " OellgaJl toeloengannia Ua poenja mala; uiatanja itoe poen masih ringgal hidoep, dan bisa djoega memhoenoeh." Di itoe waktoe Njonja DE V II. I••srour meudatangi, dan dari sebab \ia adn dengar soewuminja poenja omongan jang paling hclakang itoe, maka \ia herkat a pada soewaminja: "Saj a rasa, kaoe ad n bitjura kaliwatau, sobat !" "Njonjn!" kata ~lo Nn: C URISTO sambil memanggoet Njonja lIJ·: V IJ.LEFORT balas memnnggoet samhil terseuioem. "Apatah itoe, jaug toewan DE VII .I.EFORT tjeritak en pada saja, Njonja ?" kat a poela MONTE C IIR ISTO : "Saj a rasa adjaih sekali." "Adjaih ! ja, harces betoeI dikatak en adjaib kata DE VU,I,IWORT: "orang toewa menoereet adat giJa." "Apa tida ada daja-oepaja aken oeroengken kaheudakuja jaug tida baik ?" kata M ONTE C HRISTO. "Ada," kata Njonja D E V ILI,EFORT : "kerna kaloe sadjn soewamikoe maoe, ini testament jang sekarung lagi dibikin aken karoegiannjn VAI.ENTINE, nanti diro- bahken, hinggu djudi kaoeutoengannjn VAU:XTINE. " )[oNn: C JlRISTO melaga tida mcngopeni hal jaug dibitj araken itoe, dan memnudang sad]n dengun tcrscnjoem kapada EDOUARIl jang toewangken tinta ka dalam gelas ajer di koeroengun bocrocng. "Sll:ja belon sekali taoe ada poenja ingatan, bahoewa segala oraug misti menoereet pada kah endakkoe," kata IH: VI LU:FOR'L' pada istrinja : "tapi adalah pautas sekuli, jaug kahendakkoe diïndahi di dalurn roemahkoe, dan orang toewa serta anakunak poenja adat gila djangan membatnlken saja poenia peruiatau jang saju sendiri soedah tautoeken. B AltO N lJ 'EI'I NAY ada djadi sobatkoe, dan saj n rasa ada haik seknli, knloe saja djadi bersanak sama nnuknja." . "Apa kaoe rasa, VAJ,ENTIN.: ada soeka pada toendauganuja ?" kata Njonja DE YILI.EFOlt 'J' : "lja tida sekali soeka sama ini hal kawinan j maka saju tiada, heran, kaloe segala perkara jang baroesan kita lihat, telah terdjadi dengun lalllaran · VA I.F:NTINJ. soedah : bermoefakat doeloe sama toewan ~OIRTn:R: ' " Nj onj a!" kata In: V Il .LE ~'ORT : "suja rnsu tiada 'gampang orang maoe mcmboewaugken 900000 trank .' ".-\.ntero doeuia !ia maoe boewangkeu, 'l'oewan ! di taon doeloc poen VAl.J.:NTIN.: maoe museek ka roeuiah pertapallu. " )loxT \O; C IIRl8 TO uielaga tidn dengari laki dan 206 207 istri itoe poenja bitjarn, tapi sebenarnja Ua ada mendengari balk-balk. "Njonja!" kata D Vu,r.EFORT pada istrinja: "saja E brani bilang, bahoewa sanantiasa saja ada menhormati ajahkoe, kerna saja ini ada djadi toeroenannja dan ija ada djadi wakilnja Allah atas dirikoe j tapi sekarang saja misti bilang, jang ajahkoe ini soedah tiada berpikiran bercs, kerna, dari sebab Ua ada membentji pada sang bapa, Ua membentji pada saog anak j maka saja rasa salah sekali, kaloe saja menoendoek ka bawah adatnja jang gila-gila. Saja tida nanti berenti mengindahi ajahkoe, dan saja trima dengun reudab hati ini hoekoeman jang ija briken padakoe di ini hari ; tapi suja nanti pegaug tetap kahendak hatikoe, dan sekalian ornng boleh timbang, siapa jang ada lebih beresingatannja. Maka suja nanti tikahken anakkoe pada FRANZ D 'EI'INAY, kerna saja .sendiri ada rasa, jang kawinan ini alla baik; pendekkja, saja maoe tikahken anakkoe pada siapa jang saja sendiri soeks." "He," kata .l\IoNTE CllRISTO: "apa toewan NOUtTU:R hilangken Nona VALE~TINF. poenja hak ahliwaris, oleh kerna dia ini bakal menikah sama baron FRANZ n'EpINAY (" "Ja, 1'oewan!" sahoet DE VII,LE~'ORT: "anakkoe i ni dihilangken haknja itoe, dan sebab ija waoe menikab sama baron itoe." "Tapi boekanlah itoe jangdjadi sebab," kata Njonja DE VILLEFORT. ,,1tIemanglah itoe sad]a sebabnja, Njonja! saja kenal betcel pada ajahkoe," kata DE YILLEFORT. "Bagimanatah boleh djadi!" kata poela si njonja: apatab sebabnja, maka toewan D'EpINA y tida disoekai oleh toewan NOIRTlER?" "Saja kenal itoe toewan FRANZ D 'EPINAY kata MONTE CflRISTO: "dia itoe poen anaknja generaal QUEsNEr, jang oleh karel X diangkat mendj adi baron D'EpINA Y?" "Ja," sahoet DE YILLE~·ORr . "Saja rasa, dia itoe satoe lelaki moeda jang baik sekali," kata poela MOXTE CIIIUBTO. "Itoelah sebabnja, maka saja kata boekanlah perkara itoe jang ada djadi lantaran dari perboewatannja toewan NOIRTIER," -katn Njonja DE Vn.LEFoRT: "ini orang toewa hendak memegang koewasa atas dirinja orang jang ija tjintain, dan !ia titla maoe tjoetjoenja pergi kawin. " "Tapi," kata poela Moxn; Cnarsro : "apa kaoe tida taoe perkara apa-apa, [aug boleh djadi lantaran aken toewan TOIRTIER tida soeku pada baron !l'RANZ itoe?' "Tida," sahoet si njonja: ~ ada perkara apatab djoega .. . . . ?" .Ada satoe perkara," kata D EVII.I,E.·ORT: "ajabkoe ,I' 208 dan ajahkoe toewan FRASZ telah alla berlakoe di dalani tempo hoeroe-hara seperti oreng-orang jall" , bermoesoehan satoe sama lain." "Boekankah ajahmoe sa-oraug Bonapartist?" kata )IOSTE C Jl RISTO : ,Sl\ja ingnt, kaoe taoe bilaug padakoe bagitoe. " "Ja. " sahoet m: VILU:FORT: "uan Ua telah di. aueknt oleh NAPOLEON I mendjadi anggota dari e masjawarat agoeng, Sedang bagitoe, Ua ada djadi djoega anggota dari pakoempoelau rasiu, jang ber-. maksoed aken petjatken kaoem Bourbon dari tuchta karadjaäu.' "Tah ,. ' kata ~Ioxn: Cuutsro : "kaoe lihat seudiri, .. ada djoega perkara jang boleh didoega telah djadi lantaran, Brangkali djoega toewan NOIR'I'IER dan generaal itoe telah betbuntab di dalam perkara uegri j ikerua sabagimaan kata kabar, rnaskipoen generaal itoe soedah berhamba pada NAPOLEON, hutin]a sanantiasa ada mendjoendjoeng kaoem Bourbon, Hoekankah generaal itoe, jang telah diboenoch orang pada soewatoe malam, tempo Ua baroe kaloewar dnri roernah pakoempocluunjn ol'allg-omng Bunupartist ,/ ' DE VIIM:FOHT memandaug parla MONTI'; CIIHI8TU dengun merusu kaget. ".~pa saja bitjam salah ?" kata poela itue GH:\AF. "Tida, hauja benar sekali," kata ~jonja In; r lf.- zou r.EFOHT: "kema perkara jang .kaoe scheetken itoc, dialuh jang telah diadi lautaran aken soewamikoe daput pikirau hoewat kawinken itoe doewa anak, 'Ian" oraue toewauiu telah membentji satoe palla , 0 0 " • lain; maksoeduja soewamikoe hendak batalken itoc kabentjiau." Itoelah sutoe pikiran moel]a sekali," kata )IONTt: CIl:U TO: ~8atoc pikirau jang njatuken adau]a maksoedajn hnti jaug baik, dan haroes dipoedji orang . .Ja, bagces sekali, saände Nona NOIR'l'n:n diseboet ~jonja FIt .\XZ Jt'EI'I XA~Y," . DI': VILLEF OHT merusu terharoe di daluur hati, laloe meurandaug pada ~Io~'m OJlRIS'fO, selakoe orant; jang ingin lilrat hatinja itoe HRAH [au g telah herkata demikiun. 'I'api )Ioxn: OJlHISTO tiuggu! tersenjoem subinsanju, dun uiaskipoen Dt: VII .LEt·OIlT hermatn tadjmu sekali, tidnlah djoega Üa dapnt taoe, apa maksoednju ~lû Nn: CIl HISTO herkata hagitoe. ~Iaka Ua lautas sadj u berkatn : j[aski(loell "AJ,LEXTI~U; boleh dibilang ada 1111:11· dapat katjilakailu hesnr, oleh kermt kahilangau kn.kajaän ukinja , suja rasa Üa poenja perkara kuwiu tida nauti djadi oeroeug oleh kerna itoc; kc 1"1I a saja rasa uioestahil alllat toewan FR!XZ D'EI'I X.\ Y nanti moeudoer, oleh kerua adauja itoe karoeginu uewung : Ha. nuuti lihat, hahoewa dirikoe ini brnng\lulIl " e hr;, III. I ~l kali djoega adn berharga lehilr rlari itoc djoemblnh ocwa ug, .', an'" saja biarkeu djudi terhilang, soepais 0 • • saja bisa pegang tetap a pa jan g snjn telah djandjiken kapadanjn; lain dari bagitoe \ia nanti ingnt, bnhoewa VA I.f:X1'INE udn knjn deugnu warisan dnri iboen]a, dan kakajaänniu nnnti terta mbnh dengau , . hartanja Toewan dan Njonja IIE :'AI:\1' ~h:UA X." "Dan ini aki dan nene poen adu hnrganja aken clisajallg dan dirawati, sabagima nn Y AL f:XT INE ada sajang dan rawati toewan N OII:TI EJt," kata Njonja )JE VJJJT.Rl"OR'I': "dan trnocsah horselang saboelan I:lgi , ini oraug-orang toewa nanti dutaug di ini kola; kaloc mnrikn ini soedah dataug. snja rasa, Y .\I.EXTIM: jang telnh diperhiuaken lmgiui roepn oleh toewan NomTIElt, Ua truuesnh pendam lagi diri njn di karnar aki NOIlt'I'IEH, seperti sekarang . ." 1111. ~[oN 'n: U III1I8TO deuguri deuguu eunk hati hitjarau]a si njonja jnng bcrhati sengit. :-;asocdah herdinm sakoctika G U.U F itoe herkata: ,,'l'oeroet saja poenj n pikiran, kuloe toewan NoruTllm hilangken nonn VAU:NT I:E poenja hak uhliwuris, kerna nona ini menikah 8:11na satoe lelaki jan g terbcntji oleh toewan Nomr rsn, hnroeslah toewan ini berïngat pada Enomnn. ' ,,'1'aIt, Toewan !" kata Njonja II~: VILLEFOR'I': "ti(laknlt snngnnt tiada adil, kaloe tocwnn XOlwm:H warlaken hartau]a pudu ornng-orung roemah miskin '! Si EDOUAUD, Ha poen tjoetjoenja toewan NOIR'W:({, seperti VAl.EXT INE; tapi knloe VU ENTIYE tida kawiu sama toewan FRAXZ, Ua nanti dupat toewan Nomr rsn poenja antero kakajaän ~ Sedang begitoe, bockanlalt lain orang, han]a E IIOUARD jang nauti pcgang nama toeroenan, dan sekalipoen VAU:~T[X f: dihilangkeu haknja oleh toewan NO ER, dan hak lltTI ini dibriken padn Enoum n, YALEX1'IXJ;: masih nda liga kali lebih kaja dnri Enonmn." lIfONTE CIlRISTO tin ggal berdlam sadj a, ,,'l'api, Toewan GRA AI<'! biarlah kita berenti membitjamken ini hal katjitakaän," kata Dg YIJ.LEI<'OUT: "ja, hartn dnri rnemahkue nanti pergi menambahi kakainäunjn ruemah-roemuh miskiu, jang sekarang soedah SH pC ka]n :111aIIja, dan ajahkoe telah hilD lang-ken hampank oe [aug a~a dengan sapantas njn, dan !ia hitaugkeu itue dengun tiada lantarannju jang patoet : aken teta pi saJa nanti hcrlakoe, sabugimnua orang jang har oes dihormati. Pada toewnu F RANZ saja soeda h berdjandji, jang Ha nanti da pat boengunja oewang a jahkoe itoe, dan Ua nanti du pat apn jang saj a telah djnndjiken kapadanja, maskipneu saja sendiri misti menahnn kakoerangan." "Brangkali ada haik djoega," kata Njonja liJ;: Vn.IJEFoRT jang belon poetees harapan: "kita hri taoe hal ini kapada toewnn FRANZ, soepaja ija f'cnI 212 rliri nanti oeroengkcn ij~ poeuja hal kawinan." "Kaloe djadi bagitoe, uanti terdjudi kaljilakuän hesar sekali ," kata Il~: YII.I. EFUIt r. ~, K a~j i1akaä n beaar ?" kata ~Io~n: UIllUS TO. ~Ja, " subeet In: V II. LEFO HT : "hal kawinau jaug djadi ocroeng, rnaskipoen dengun lnntnran perkara oewang itoelnh adu UI'j nama djalek palla anak prampoewan; lain duri baaitoe, perkara-perkam lama jang saja iugin padnmken, nunti djadi banjak dibitjamk en. 'I'api, suj a rasn, kawiuan ini tida nanti djudi oeroeng: kerna toewan b'IUSZ, sa-orang berhaii hnloes, !ia nanti merasa, jang sekarang ija uda terikat lebih kerus lngi, oleh kermt V.U,IDl"'JN~: ada daput karoegiau besur ; sa-linde !ia tida djadi kawin samn V.U.EXTlXI ·:. orang nuuti bilaug. jang ija tclah bertocndaugnn deugan mcmuuduug ot:\nmg ; itoelah tirla boleh djudi." "Saja poen uda rusa seperti toewan lIE \"1J.J.EFUI:T ,· ' kata ~Iosn: C J1)USTO snmbil mcm:lndang pada ~i njonja: "dan knloe ~aj a alla diadi sohutn]a toewan FR.\XZ itoe. [aug sekarang terknbar telah nda di djalan aken poelang ka kotu ini, suja unuti bitjura padanju, soepajn ija sendirl tjari ntoernn, hinggn hal kawinnnnja tida bisa dioero éngkeu." D~: VILr.E FOHT berbangkit dari korsinja, dun ,:ula kulihutan girung sekali, setlang istriujn nrlu kali. IJ.atan poetjat. 213 . Soekocr " kata In: VILI.EFOllT, sumbil kasi tn'" . ngan pada ~rOSTE CIIHI8TO: "itoelah jang saja ingin. Sekarauz biarlah segnln orang pandaug apa jang o . telah djadi di sini pada ini hari, seperti ; tida telah terdjadi : kern a tida satoe apa ada djadi berebah di dalam kita-crang poenja perniatan." "Toewan!" kata poela lll oNT E Cnmsro: "kendatipoen orang-banjak 'tiadu udil pikirnnnjn, s:lJa rasa, tautoe sekali [ia-orang bersutoedioe hati sama poetoeaan-moe ini': sobat-sobatmoe unnti mernsn enak hati, dan toewan ll 'EPINAY nanti mernsa beroentoeng besar, oleh kerna dapat mendjadi sanaknju satoe koelawarga, jang tida pandaug karoegiun besar, kcrna maoe memegang batoe djandjiannja dan melnkoekeu knwndjibannja.' Sahabis herkata bngitoe, GRAA}' itoe herbangkit dari korsinja. "Kaoe hendak berangkat poelnug, 'l'oewan GRAAF?" kata Njonja DE VILI.EFOR1'. "Ja," Njonja! kerna ada perkara perloe. Saja dataug poen melinkcn boewat kenaugken kaoe pada djandjimoe, jang kaoe dan toewan DE YILLEFORT nanti dataug di roemahkoe pada hari Saptoe." tApa kaoe selampang, jang kita-oraug nanti loepa sama hal itoe?" "Kaoe ini baik sekali, Njonja! tap i toewan DE VILLEFORT sering-sering ada poenja kerdjaän jang misti lantas diselesehken." 214 bri djundjiannja, 'l'oewnu! d~n ~o.~e telnh liha t sendiri, jang ija bisa pegaug d.landJlDJo., kendatipoeu ija misti dapat karoegian ~~esnr, lebih lagi ija nanti pegaug djandjinja, kaloe ua ~endapa t centoeng. Apa kuoe biki n perdjamoenn dl roemabmoe di Champs Elys èes, Toewan ?" "Boekan, hanja di locwar kola. " "Di leewar kota ?" nSoewo.mikoe telah nJa." IlD~ manatah ? 'ridn djaoeh dari ini kola, ja?" "Tlda sabra pa djao eh, hanju saperdj ala nan satengah djam dari pada pintoe gerbnag besar, [a-itoo di Auteuil, di djalaunn Fontein." . "Di djalan F ON'J'gIN , " kata In: VII.I.EFOHT dengan soewa ra sember: "roemah nornor brapa?" nNomor 28," salioet ~Ioxn; C IIRIS'J'O . "Ha.!': kat~ poela DE VII,I.E FOR'1': nkaloe bngitoe, knoe inilah jang telah lebi itoe roemnh poenjaujn toewan HE S ,\ IN'l'- ME Il.\X?" "Ja, Toewan G RAAfo' telalt heli roeuiah itoe " kata N' . DE V lI.U o;I··ORT : "tupi apn kaoe maoe pertjaja, ' JODJo. 'I'oewan GRAAF ! bahoewa . . . ." . "AIlIl , Njonja?" kata Moxn: C HlWi TO. "Itoe rucmnh bagoes, ja t' "Bagoes sekuli !" "'l'api loch soewamikoe lido. maoe tingggal di sitce. ol. 215 '1 , "11e! !laja tida bisa meugartl, toewun ! mengapu kuoe tida soeka tinggal di sitoe.' "Saja tida betah di Auteuil, 'l'oe wau !" kata In; YII .I.E FOHT. "Tapi snjn ha1'3)1 sekali,' kata poela :\ION'n: "hahocwa kaoe tida oeroeug nanti dutau g djoega berdj mnoe di snna pada huri Saptoe.' . "Saja hnrup, [aug saia nnnti bisu dutaug . . . . hinrlah knoe pertjujn. lmhoewu dengun snhrapa holeh suj a iunoe dutang.' "O ! snjn tida maoe trima, kalue kaoe berkurn .ula sangkoetau. Di hnri Saptoe 811 1'0, poekoel a uem, ~li ja menoeuggoc kaoe dataug ; dan knloe kaoo tidu datau g. suja tida tnoe, upa jung suj u uanti saugku ; ~:\ja nnnti kira , hnhocwa di ini roeuiah jan g soednh tinggal k 0 80n;.:' doewupoeloe tulrou lumnnju, reln IJ tenliadi perknru negri ntawa perkara dnruh. " "Sajn unnti dutaug. sa]u uauti data lig." "Soekocr ! Sekurnug hinrluh I,:\IIC irlslnken sa ja ( 'IIRISTO: herau gka t pergi. " K OllIIICc1i:ll1 GI L\ .\F itue lautas meurbri slarunt tinggal dan ternes herlalne. .l'a da esokuja, di waktoe pugi, ~lu:xn: C Il HlSTU herdjalan sondiri-diri di djalauan Orleaus ; sas oeda meliwati desa Linas, !ia meneedjoe puda boekit ~Iollth\ery, di mana adu berdiri satoe martjoe, jan g dipergoeuaken scperf kautor-kuwut peuoeloeng. :! ru ~17 Sasoednh sampe pada kaki hoekit itoe, ~roxn: C IlRlSTO berdjnlan di djalanan ketjil. jang memboelet-belot sampe di poentjak boekit, da n sigralnh djoega MOXT E CIIRlSTO soedah sampe ka poentj ak itoe, di mana Ha dapat lilrat satoe kebon ketjil jang dipagar! dan ndn berwatas padn kakinj a martjoe ; pandja ngnja kebon itoe ada doewapoeloe kaki. lebarnja doewublas kaki. dan santeronjn ada kalihatan heresih sekali, hingga pada pochoen-poehoen heenga rnawar jung ada di sitoe. tidu seknli ada kalihntnn daon hoesoek atnwa koetoe poehoen jan g' biasa adn di pochoen itoe, ~Iox n: C Il Rl8 TO memboekak en pintoe pagcr j:lllg memnng tirla terkoentji, lnloe 1ja unisoek ka rlalnm kebon itoe, dan dapat lilrat sn-ornng lelaki jang lagi djongkok bekerdja. Orang ini terkedjoet dan uieriksa pukerdjnäumoe di kautoor-knwat, huuja saorung jang berdjalnn-djnlan ~lan sekarang ada merasa njesal dj 0 ega, oleh kermt soedn ruembri saugkoetall kapndamoe." "Oh ! suja poenja tempo tidn berhurga banjak. Sedung bagitoe, sekalinn tempokoe ada djadi poenjnnju gouvernement : ak en tetupi snju telah dibri idsin aken kuloewar dnri kant oor sntoe djam lamanja, dan menoeroot itoe lontjeng-mntu-hari, saja boleh dinm di sini lagi behrapa miuut.' Lantarau deugar omonguju oruug itoe dan ureli lrut kalldn ün di itoc kebon ketjil , njntuluh padu MONT~: Cnmsro, bahoewn oraug' itua satoe pengnwe kantoor. kawat jung soeka sekali sauia tunamau : di kebon itoe poen hoekuuluh sudja uda poehoen kcmbangkembung, huuju adu djuegn poelmen boewah-boewah jang dim wati dengun hai k sekali. "Apa kaoe hemluk melihut kuntuor-kawnt, 'I'oewan '1" kata p-ielu itoe pengelion. ,,'/u, Toewun !" snhnet ~I oxn: Cnmsro : "tapi (lli. kaloe thla dilaraug oleh perntoerun kantoor itoc." "O! tida sekali adu lurangan, Toewan ! kerna sekali poen orang lihat suj a bekerdja, orang tida dapat taoe, ada jang dibitjarakeu. ' "Ja, alla orang bilang padakoe, kaoe ini misti oelang sadje segala tanda jang data ng, dan ka oe lautas djoega berdiri, "Ka oe lagi hekerd]n, 'l'oewan !" kata )Iuxn : () IIRISTO dengau tcrsenjoem. ,, ~[ a H f, 'l'oewnn l" sahoet orang itoe samhil mengangk at topi dnri kapaln ; "benarlah saja ini tida ada di atas mar tjoe, tapi saj a bnroe sekali toeroen." . "Dj auganlah kaoe merasa ada sangkoetan, sobat l hanja teroeskenlah kerdjaänmoe. ' "Tid a bajik saja biarken pembasarkoe tinggal berdiri di sini." "O! saja ini boekan pembesar jang hendak me- 21 8 219 sendiri tidu mengeual maksoednju tnuda-tanda itoe. Apa benar bagitoe ?" "Benar sekali, dan saja se ndiri lebih soeka bagitoe." "Mengapa kaoe lebih soeka bagitoc '!" "Sebab: orang jan g tida taoe, tida boleh dihoekoemi, dan dari sebab saja ti da meugoual artinja tamla-tandu itoe, sekalipoeu alla rasin djadi ter boeka, oraug tiada nanti snlahi suj a," "Hm!" kata )rO~'l'E C IIHlSTO di dalam hati: "apa orang ini tida alla napsoonjn ak en tjari kaocntocngan diri sendiri /' "Toewan !" kata poeln itoe pengehou: "sekul'allg soerlah da tau g tempo aken saj n halik kombali ka. tampat djubatankoe. Apn knoe soeka nnik ka atns sama-sama suja .?" "J a, suja maoc mengtkoet kaoc ka atas mnrtjoe." snhoet itoe G IUH'. Komoediun )r o:-;n; <;11 1:181'0 lautas mengikoeti si pengehon nuik ka dalrun martjoe jang alla terbagi djadi tiga tingkatan. Bagiun jang paling bawah, ada djadi taurpatuja pcngawc at awn peilgebon itoe poenja perubot kebon; hngian .jang kadoewa, udn djadi peguwe itoc poenja kamar-tid oer, di mana ada satoe pembaringan, satoe medja, dnewa korsi dan bebrapa perabot lain. "Apa nda perloe banjak tempo aken orang pe- ladjarl pakerdjaän kautoor-kawat, 'I'oewun?" kata poela )rO~TE ClI RiSTO . n'l'ida, Toewan !" sahoet si pegawe : "tapi boewat dnpat Haik gadj i, orang misti menoenggoe banjuk tempo." "Dan kaoe dnpat gadji brapa di dalnm sntahon ?" ,, ~ariboe frank, 'l'ocwan!" "Hoe tida banjak. " "Tida; tapl saja dnput tampat tinggal pertjoemah, seperti kaoe lih at di sini." l\[o~n: melihat koeliling di karnar itoe, dan berkatu di dnlum hati: "Akoc hnrap, orang ini tida tjinta pnda tumpatnja ini." Komccdlau üa-orang berdoewu naik ka bagian paling tinggi, jang didjadiken knntoor-kawat. Moxn: Cumsro memandnng pada perabotnju kantoor itoe, C IIHISTO laloe perkata. " "Kerdjanja perubot ini ada atljaib sekali ; tapi seju rasa, tida oer oeng orang merasa kesal sekali, kaloe misti doedoek bekerdja di sini sahari-huri.' ".Ja, pada te mpo saj n haroe moelai bekerdja di sini, saja merasn tida euak sekali, ta pi lama-lama saja djadi biasa, dan lain dari bagitoe, saja dapat djoega tempo aken pergi ka loewar, clan sering kali saja boleh ring gal di leewar kantoor nntero hari. ' .Antero hari '!" , . -~- ~...---r - ~ 2:? ! ".Ja." "Hari apatah itoe ?" "Kaloe laugit a da mendoeug, atawa kal oe ada hoedjnn." ,,0 , ja! kaloe alla mendoeng, adu bahnjn besar aken pegawe-pegawe kantoor-kawat." "Hari mendeeng itoe alla djadi saja poenja hari keseuangan; di dalnm antero hari itoe saja diam di kebonkoe. saja menanam, snja mengaberi, saja memberesihin dan boenoeh seknliau koetoe poehoen." ~,Soedn h brapa lama kaoe bekerdjn di sini T' "Soedah Ii mabelas ta hon." "Brapa oemoermoe ?,. "Limapoeloeh lima tahou, 'l'oewan! " "Kaoe misti bekerdja brnpa lama, nken dapat pensioen ?" "Aeh~ Toewan ! saja misti bekerdja doewapoeloeh lima tahon, huroelnh boleh dapat pensioen." "Dan brapa besarnja pensioen itoe satahnn ?" ~ 'l'iga ratoes frank. " "Sedikit amat! dan kaoe tida seknli kenal artinja tnuda-tnndn jang kaoe oelang 't' "Tida." "Apa kaoe helon taoe tj oba tjari taoe maksoednja tan da-tanda itoe?" "Beion ! Boewat apatah saja tjari taoe hal itoe?" ,,'l'al'i tautoe ada dj oega tnnrln-tnn dn, jaug knoe misti taoe artinja ?" "Ada, tapi tida. banjuk." ,,'l'anda-tanda jang bngimanntah Hoc r: "Jang membri raoe, buhoewn tidu -nda kabnr apa-apa, bnhoewa snjn boleh rnengasoh satoe djnu, atawa boleh toetoep kantoor sampe esok pag i." "He, lihatlnh ! tidakah itoe pernhot moelui bergerak ?" "Ha! beuar sekali l trima kasih, Toewan !" "Dan kuoe mengnrti mnksoednjn gerak-gerakuu itoot" ".Ja; ti:t iucnanja, ka loe-kaloc sajn ada sadiu aken hekerdjn ?" "Dan kaoe bri pcnjahoetun '!" "Snja tnenjahoetan dengun tunda itoe rljoegn, rl un tnnda itoe membri tuoo pada dioeroe-kuwut di kunankoe, hahoewa snj n alla satlia, dan uiemhri taoe pmlu djoeroc-knwnt di kirikoe, bnh öewn !in misti bcrsadin.' I'Atoeran bugoes sekali." "Sabentar, kaloe lima ruinut socdah berlaloe, perubot ini nanti mendatnugkeu kahnr jang suja misti tercesken pada djoeroc-kawat di kirikoe.,. "Kaloe bagitoe masih ada tempo lima miuut la..j aken s:~a berkata-kata samu kaoe, dan itoelah adu lebih dnri tjoekoep. Apn sajn boleh mennninkeu satoe apa, 'l'oewa u?" 2:!:! " Boleh sekali." ~ Knoe ini ada knlihatan soeka sekali mcngebon? " "Ja, saju sa ngat soeka sama 11:11 itoe." "Kaoc tautoe senau g sekali, kaloe kaoe ada poenjn satoe kebon, jang bockan doewapoeloeh kaki, hanja doewnratoes kaki pandjan gn]a. " ,,0, 'l'oewa n ' kaloe saj n ada poeuju kebon bagitoe besar, suja nanti bikin bagces scperti kebon pirdoe s.' ' "Dengan sarihoe frank knoe tidu holeh hidoep." ,, ~a.i a hitloep dengnn melarat, itoelnh betoel, tapi 'uja hidoep djoegn." ".Jn, tnpi kaoe poenjn kebon ketjil sekali.' "O! itoelah hennr ! itoe kchon tidn besnr.' ., ~a H l\lle iroe perubot di kenaumoe hergera k, dan kuoe tidu dupnt lihnt, npalah nanti djndi '?" ,, ~aj a tidu hisn oelnng tuurl- -tnndu jang data ug itoe .' ~ Lantns ?" " La n tn ~ snjn kenn memhnjnr denda, kerna saj a alpn.' :- Brapa hesnrnja denduäu itoc?" "tia ra tocs trank. ' I ,,8apcrpocloeh duri gadjiluuoe satahon? Hoe bagoes betcel !" "Ach !" "Apn kaoe soedah taoe didenda ?" ".Ja. sutoe kali, 'l'oewau ' lui peruhot bereerak , o sednng' snia lagi tjangk ok poehoen hoenga mawar." "Hm! tapi snllude kaoe robnhken funda-tamln jnng datang, atawa kirimkcn lnin roepn tanda puda pegawe di kirimoe, hagimann t " "O! itoelah nda lehih tjilaka lagi : kerna saju nanti dioesir duri pnkerdjullnkoe, dun saia tida dapnt pensioen." ".lnng tigaratocs frnnk hesar 't' ".Ja, Toewan ! dUII kaoe tautoe iuengarti, jau g' saja tidu nunti maoe merobnhken tnndn-tanda j aug misti dioelnng olehkoe.' "KendatiJloen dihri oepahau jang besarnja alla samn dengun gndjimoe lima belas tahon, kaoe tidu maoe djoega ? Tjobnluh kuoe pikir-pikir : perkara iui poen pantas dipikir, boeknn ?" "lJihl'i oepah limabelns rihoc frank '(' ,..Ja." ,,'l'ocwun! knoe hikin saju kaget.,. ,,)1a8a !" "Toewun! kaoe ini maoe ernasin snja ?" "Bcnal' sekali; limabelas riboe frank, kalle inga t ?" "'l'ocwan! biarlah snj a melihnt pudn perubot di kanankoe jang ampir moelui bergerak." "Ach, traoesah melihat pnda itoc, hanja melihatlah pnda ini !" "Apatah itoe ?" 2~5 "He! apa kuoe tidn' kennl ini kertns-kertns ketjil ?" "Oewang kertas ?" ".Jn, limabelas lembar , jan g' masing-nmsing herhurgn sarihoe frank," "Siapatah ian g puenju ocwaug itoc hagitoe banjuk 't' "Kaoe semliri jan;; poenjn, kuloe kaoe rnaoe." "Sllja jang poenjn ?" ".Ja, kuoe sendiri [ang poenja iui.' ,,'l'oewan! itoe peruhot di knnnnkoe moelui kenlju." " Bi ~rkcn !ia bekerdja. ' "'l'ocwan! kaue menjcgahk eu suja, dan saju nanti didenda. ' "Kaoe roegi sarat ees frank; sekarang kaoe lihat njata, bahoewa haiklalt kaoe dupatkeu ini limabelas oewan g kartas." "'l'ocwnn ! itoe peguwe di kauunkoe meugoeluug itoe tauda-tunda jang dikirimkeu olehnja; kerna lihatlah, itoe perubot di kaunukoe bergerak lagi." "Biarken -ndja, dan ambillah iui l" Sambil herkata bagitoe, ) IoNn; CJlI lI STO ta ro itoe oewang 15000 frank di taugannja si peguwekarneedian GR.LU' itoe lierkata pocht : "Tapi oewang ini belon tjeekeep besarnju aken kaoe hidoep dengau senang ," "Suja nanti tinggul bekerdja teroes, smupe saja dapat pensioen," kata pagawe itoe. ,,'l'ida boleh djudi bagitoe, sebnb kaoe nanti diJle~jatken dari djabrltail1l111e ini : kerna kaoe mist! kirintken palla pegawc di kirimoe, lain roepa tanda dari pada jaug kaoe dapnt dnri peguwe di kananmoe," "He, Toewan ! apatah knheudukmoe ini ?" "Saja hendak menmin ; luin tirln." "'l'oewan! kaloe tidn terpaksu, saja tida nanti berboewat kasalubnu bagitoo roepa." ,,8aja ada nintnn aken memuksa kapadamoe. Lihatlah! di sini ndn lagl supoeloeh rihoe frank ; sama-sama itoe oewang jang telah alla di sakoemoe, djadi ada doewupoeloe limu riboe frank, Dengan limariboe frank kaoe boleh beli sntne roemnh bagces dan doewa hauw tanah kebon, dan duri palla doewnpoeloeh riboe frank jang katinggalan itoe, kaoe boleh dnpat boenguh sariboe frank di dnlam sntahou." ,,8atoe kebon jang doewa bouw besarnja? " "Dan ocwang hoeugn sa riboe frank." ,.AlIahkoc! Allnhkoe !" "Nah! trimnhlah omvang ini!" Samhil berkara Imgitoe, )Ioxn: CI1IUSTO taro oewang itoe rlengan paksa di tangannja itoe peguwe. "Apatah jllllg' saj a misti berhoewat ?" kata itoo pegnwc, sasoedah mengepnl itoe oewang. "Pel'kam gampang seknli l" "Pet'kam apa ?" llulI!c Chri ~!o. I:; 2::!G 22i "Kirilllkcn ini tunrln-tauda kapndu peguwe di k irimoe." ada meejoesahi orang, hanja alla lakoeken tukdir Allah !" Hoc peguwe memandnug padn !ia poeuja oewaug kertas dan hitoeug kombali ocwaug itoe ; sebentnr moekunju kalihnrnn poetjut. sebentar kalihatuu merah, achir-aehir U hcrlnri ka kumaruju aken mia noeui segalas njer ; tupi !ia tidn bisa sampe padu geudi njer, hanjn djutoh pnugsan di tengah kauiar itoe, hingga MONTE U lIIUSTO misti menoeloengi. Limabelas ruinut pada sasoedahnja itoe kabar kawat datnug di knutoornju mantri , DE Buy heraugkat ka I'O Cmal111ja. J).\ NOI,,\It R, dun satelah bel'teuroe pada ~j oll.ia DA.Sul..u{s, Üa berkuta : "AIIll ~oc \\' a m i llloe . ada poenja soerat-soernt hoetangnja kurudjulln Spanje ?" "Ada," sahoet si njonja: "üa ada poeuja soeratsoerat itoe sudjoeuiblah anem joeta frank." nSoeroeh dia lekas djoewal samoewa Hoc, kendatipoen aken har ga moerah." "~Iengapa ?" "Sebab D ON CAJ.OS telah dapat minggat dari Bourges, dan telalt datang di Spanje." "Bagimana knoe boleh taoe itoe ?" "Adoch ! tidakah saja dapat taoe segala perkara deugan lantaran kabar kawat jaug dataug di kantoornja mantri ?, Njonja DANOI,AR S lnntas sadja pergi tjari soewa- Sumhil herkata hagitoc, MOS TI'; C Il H I~TO membriken snpotoug kertas, di mnna mln tertoelis bcbrapa tandn. "'rah !" kata poelah GH .\.\'"itoc : "kaoe lihat, njata, jau g knue iuisti bekerdia scdikit sudjn." ",Ja, tnpi , . , : ' kata si peguwe. " Dali knoe nauti hitloep dengun SCIl:IIIg." ~[oeknn.ia itoe pagawe djadi marah dan berhnwa panas, dun keringat mengoctjoer duri djidntnja , !ia tidu berkntu apu-apa lagi, huuja lautas sudj a kirimken itoe tanda-tmlila jang dibrikcn oleh ~[ OS TJ': C Il RISTO. Sedaug bugitoc, itoe perubot jang ada di kunauuja, bergeruk-gernk deugau keras seknli, tapi Ua tidu opeui. "Sigrahlah djoega tnnda-tan rla jung dikiriiuken itoe, soedah sumpe ka kuutoornju mautri dari per.karn di dalani negri. "Sekamug kaoe soedah djadi kaja !" kata Mosn: Cmusro padu itoe peguwe. ",Ja." saboet pegawe itoe: "tapi dengun lantaran apu !" "Uengal'lah, sobat !" kata poela ~[osn: CII JU~TO : "saja tida maoe kaoe ini dapat rusa doeka ata wa menjesal di dalam hati ; pertjajnlnh padakoe ini, saja bersoempnh padamoe, hahoewn knoe tida sekali 228 minja, jang lantas djoega pergi pada makelaar, dan soeroeh makelaar ini djoewul dengun lekas soeratsoerat hoetangnja karadiaän Spanje. 'rempo orang lilrat DA ~(l(,.utS djoewal soeratsoerat itoe, lnntaslah djoega soernt-soernt itoe toeroen hurganjn. Ih xUI,A Rf; dapat roegi limarutces riboe frank, tapi sainoewa soerat itoe jang ndn parlunja, soedah terdjoewal habis. Pnda waktoe sore di hari itoe, oraug dapnt batja di Courant J1[CSS(/!/CI' satoe kabnr kawat jang demi. kinn boenjinja: nHadja DON UA RWS soedah bisn melariken dirinja duri Bourges, dan telah datang knmbali di Spal* dengun djalan meliwat di Catalunie. Di Barcelona telah terbit hoera-hurn aken gocna radja itoe." Di itoe sore rame sekali orang membitjamken, bahoewa DA ~oLARs bisa sekali n menjioem baoe," dan dnri sebab bagitoe, Üa soedah sigrah c1joewal Ua poenjb samoewa soerat-soerat hoctangnja Spanj e, dan melinken dapat roegi limnrntoes riboe sadja." Ornng-orang jang menjimpau soernt itoe, demikianlah orang-orang jang telah heli soerat itoe dari DA XIlLAHS, samoewa berdoeka hati, Tapi pada esoknja :omng dapat hatja kabnr hagini di Courant .110/1;1/1/1' : n Itoe kahar kawat jang kamarin termoewat di 229 Courant iJfesslI!lel', hahoewa mdja Dos CA W:; telnh U dapat melatiken diri .t'an di Barcelona telah terhit hoeroe-hara, tidn sekali benar. n ltadia Dox CAT.OS tida sekali ada berlaloe dari Bourges, dan di Barcelona tida sekali ada karoesoehan. n'l'anda-tllnda jang dikirimken dari satoe kantoorkawat ka lain kantoor-knwat, telah diadi berobnh roepanja, oleh kernu laugit nda sedikit mendeeng. Itoelah lantnrauuja itoe kabar jang tida benar." Soerat-soernt hoetangnja knrndjaän Spanj e djndi naik harganja bagitoe tillggi, hillgga saämle DAXOLAHS tida djoewal soerat-soerat poenjanja di hnri katnarin, sekarang Un boleh djoewnl itoe dengan dapnt oentoeng limnratoes riboe frank, Makn boleh dibilang, jang DA ~wr.A H S soedah dapat roegi 500000 frank dan kahilaugan kaoentoengan 500000 frank. M ONT B CllltISTO merusu enak di hati, 2i.ll Sasoedahnja seleseh meudnndani dan merobahken, Bt:RT 'CCIO sendlri iuerasa tida kenall roemali itoe, oleh kermt telnh rljadi laiu sekuli knädnilnnjn. Tempo B t:RT UCCIO dntung di roemali itoe aken pertama kali, roemali itoe a ia ocpmua uraug herdoeka atawa serlilt j hawa jan;; alla di situe, tida enak buoeuju: ta pi sckarang roemah i toe udn oepama oruug tertnwn dengun girang duu alla penoeh deugall hnwu wangi [ang tersiar uari . purlu roepa-roepa poehoen kembaug jang lmroem ; boeroeng-boeroeng jang soewurunjn menloc pl!Jn alla terdengar berboenji rame supoetur roemalt i toe, li i mann \ia kaIihntnu mclompnt-lompat utnwa terebang meendarmaudir di da lani koeroeuguu-koerocngau ketj il dan besar jaug rntu hagoes udunju, Illmn ccro telah merasa ingin aken 1'0 bahkeu djoega l,alidaH nnja kebon di pekarangau roemnh itoe; tapi ~lo xTI': CII IWITO telah bri perintuh kupadunja aken djangun robuh sato é npu di sitoe, demikiunlnh djoega di soewntoe kumnr [aug diseboet "kalllal' merah." ~[aka serlang seknliau kamar jang laiu, ndu dihinsi dan dip erahoti dengau perubot bagoes dan haroe, itoe kutnar tnernh dihiark en sadju sabnginumn udnn]n dari tempo doeloe. Laiu dari boedjang-boedjaug jang hekerdjn di dalalll l'oCinah, :ula kalihatan balljak boedjang jang bckl·rdj a dan jang djalan nlOendar-lllandir di pe- LXII. S Jo: '1' AN )[ E x D.J EL E ~[ A? GHAAF In: ~l o~n: CIlRISTO poeujn roemuh jnng di Anteuil itoe, kaloe dilihnt depunnja, tid: sahra pa bagoesnja , dan orang jang lihat itoe, tida nanti mendoega jan g roemalt itoe ada djudi tempat tinggaluja itoe GRAAF [aug teruama hartawan bcsar. Kalue roemnh itoe tida kalihatnu bagoes, itoelah adu dengun menoereet padn kaheudnkujn G ILL U' itoe sendiri, jan~ telalt lid perintah aken djauga n rubah satoe apa di depannju roemnh itoe. 'l'api di dalamuja roeumh itoe, deurikianlnh djoega bagian pckarungannjn jang sahelalt daluur, ada bagces sekali, Di dalam tempo tiga hari dan dengan koewasanja oewaug, toewan 13EHTUCCIO telalt mengadak en banjak dan merobahken banjak sekali, Sekalian perubot jang ada di rocmnh itoe, ada dari matjam jnng paling bagces dan buroe; pekarangan jnng doeloc nda kosong dan tertoetoep dengun batoe koral, sekaraug adn terenloet dengun roempoet hidjo dan penoeh deugan roepa-roeps tanamnn ketjil-besar jang terätoer dengau baik, ja-itoelah tanaman-tanama n jang telah dip indahkc n dari laiu-lain ta mpat ka pekarangan itoe, I· . I ~ -........-. j . . ' 232 2i33 karnngan, domikianlah djoegn jang bekerdja di poekoel aneui MAXI LI AAN MOHEI, datnug dengan menoenggang koedanja jang bernaura l\1J.:IIEA 11, MOXTE OIlHI STO mcngamperi snmpe di tangga dapoer. jang mcrawati hcbrapa pasang koeda bagoes , di dnlam istnl, dun lngi jang berkoempoel di dnlam roemah karetah, di mann alla kalihatan hebrapa karetn bagces dan hnroe. Pada waktoe poekoel lima datanglah GRAH" HE l\[o.'n: C II HI!"TO ka roeman itoc, terïriogkcn oleh si ALl. BERT Ut'CIO menjambocti di depan pintoe, laloe toeroet GRAA F itoe rnasoek ka dulam rnemah dan teroes herdjnlnn ka belakang. Komoedian GUAU' itoe halik knmlmli dengun tida bilaug satoe ar-a dan tida sekn1i mem hri njntn, npa Ua ada senang hati atawn tirla senang hati a ken kerdjaü 11 jang telah dip erbiewnt oleh BlmTlH·CIO. 'I'api tempo ~ja datnn g di dalam iia poenjn karnar pembaringan, GUAAF itoe menoendjoek pada latjinja sntoe perahot kamar, saiuhil herkata : "Hoe melinken holch digoenakeu aken menjimpan sa roeng-tangan." "Ja , 'I'oewaukoe !" kata B~;wITCGl o: "kaloc kaue boeka latji itoc, knoe nnntidnpatkeu sa-orang-tangan." Di dalani laiu-lain perubot jang ada di karnar Hoe, C Il AH" itoc poen dapatk eu barang-barang, jaug Ua rasa misti urln di sitoe, oeparna : aier-waugi, roko dan lnin-lnin harang kctjil. "Baik," kata GRAAF itoe, dan BEHTUCCIO lautas berlaloe dengan merasn senang hati. Pada roemah, dengan tersenj oem-senj oem. "Saja rasa, tantoe se ka li sajn dataug paling doeloe," kata l\I OHln:L sa mbil memauggoct: ,,8aj: :>cn- gadjn datnng doeloenu, soepajn boleh hitjura serlikit sama kaoe, palla sabele n dataug tetamo e jang lninJ ULUI dan E~DIAX U~:I . mcngirim tabe knpadumoe, roemalnuoe ini bngoes sekali ! 'Iupi G HAAF! apa boedjang-boedjaugmoe nnnti rnwnti koedako e ini dengun baik ?" "Djangall koewutir, sobnt l' snhoet Mo!\'n: ( 'III'I STO : "boedjang-hoelijangkoc hiasa rnwati koerlu." "Koedakoe ini perloc diroskauii. O! Ha suedah berlnri bngitoe keutjan g, saiua djoega angin kerus." "Pantas sokall Ha hisa herlnri kentjnng: leerun hargnnja poen hesnr.' lain. O! "Apa knoe rasa harga itoe terlnloe tinggi r" "Tida seka li ! Saj a melinken ada seleurpung, knloe-kaloe koedn itoc arln koerang haik.' "Ij a ndu sampe balk , Toewan HHH}'! kerua jnng termushoer mengenal koeda, dan DE BR AY jang menoenggungi koerln Amb poe- CIIAT EAU K EXAUIl njanja mantri, adn katinggalan djaoch olehkoe, maskipoen üa-ornng augsik-angsik kandnraûnnjn, jang ada mengiringken karetanja Drxor.ms. ' ------- . , ----...- I I . . . 2H4 "Kaloe bagitoe, Ha-ol'aug ada mengikoeti kaoe:;" "Ja, lihat! itoelah dia!" Di itoe waktoe kulihatanlah satoe kareta jang memlatnngi dengun terïring oleh doewa orang berkoeda, dan sigra djoegu kar era itoe soeduh musnek ka pekarengun dun djalan berpoetur di depnn rocmah, Satelah kareta itoe berenti, HE Bun melorupa t dnri koeda kandaraäun ju, luloe bcrdiri di depan pintoe kareta, aken pimpiu Njonja O A:-;'Ill.AIIS toeroen dari karcts itoe, Sambil toeroen, nj,)Jlja iui membri sutoe tanda palla HE BRA Y, jan g lautas dj o ega t ri m a deugan tjeput satoe soerat jung dihriken kapadanja oleh si njonja. Brangknli djoegu marika itne soednh hiasa herhoewat Imgitoe, kerua hal membrtken dan mencrime soerat itoe mla dilnkoeken dengun tiepat seknli, hiugga melinken knlihutnn sadjn oleh ~[OYTr. C Jl HlS')'1l jang menrang uda mclihat betoel-betoel pada tingkn-lakoenja njonja itoe, Toewan D A.:WI,AUS toeroen duri kareta, padn sasoeduh istrinja, dan baron ini ada kalihatan poetjat sekuli. ~.i onja IhxGI.A.RS melihat koeliliug, saloekoe alla merasn takoet ; tapi lantasluh .djoega Ha naik di tanggu, sambil berkata kapndn J\fOHREI. : "Toewan l snände kaoe ada djadi sobatkoe, tautoelnh suja menanja kapadam oe, kaloe-kalee kaoe soeka djoewal koeda knndaralinmQe itoe," tcrsenjoem dan menengok palla ) [ONn: salakoe he\l(l:~k meminta toeloeag, dan GRAU ' itoc lautas rnengarti djoega maksoednja Üa poeujn sobat; maka H lautas berkata : a ,,0, ~j onja ! menguputah kaoe boekan lierkata bagitoe kapadnkoe iui !" ,,.'nma kuoe, Toewan!" kata itoc njonja: " ol~ang tida oesah mengarap-arup; kerna a pa djoega dikahendaki , tautoe terdaput. Snjn hendak memiuta palla toewan ~[OItRl:I" . . . ," "'1'" pi snjn soednh taoe lehih doeloe, Njouja!" kata pocht ~[ONn: UIIIUSTO : " hahocwa toewan MOlm!':l. tidu bisn djoewal koella itoe, kerua knhonnatannj a adn mewadjikken aken lia pinru koedu itoe." :: Bagimunutah bagitoe 't ' kata si njonja, "Ija telah herturoh, jung lia nauti bikiu djinak koeda itoc di dulum tempo anem boelan,' aalroet ~[ONT l: Cmusro : "Kaoe tauto e mengarti, ~jonja! jang knloe sekurung lia t itlu pegaug dj cndjiuja, boekanlah sadj u jia nnnti kalah di dalnm hal bertar ohan itoe, hnnju unmanjn nanti tertjiwa, dan ornng nnnti kutaken j]a tukeet dapat tjilaka. darl pada koedn itoe j dan satoe kapit ein halatnntnrn, tida boleh membri lantaran aken oraug mendoega demikian.' "Kaoe lihat, Njonja ! boekunluh saju tidn soeka, hanja tida bisa meloeloeskenkahcndakmoe," kata )[ORRl:r. 01lR18'1'O, ' . ... ~. ~. - 2137 jan;.;' lantas djoegn melirik pada ~[oxn: C lIIlIllTO aken ujataken soekoernja hnti. "Saja rasa," kat a D ANGLARll palla istrinja: "kaoc soedah alla poenja snmpe banjak koeda." Binsanjn Njonja, D AXGJ.A. HS itoe tida taoe herdinm, knlne dnpat tegoran hagitoe roepa dari soewaminja ; tapi pndu ini kali jia herdinm sadja, hiogga CUA'l'EAU lü:xAuD dan HE,BRA\" djudi mernsa hernn, dan ingin ta ue ap a sebubnja njonja itoe djndi kalihatan berlnkoc reuduh. l\f OX'l'}; CJl H(i'TO tersenioem, laloc silu ken njonja itoe melihat doemt djambagan hesnr boewntan 'Ijina, [aug kalihntnn bagoes dan al oes sekali hoewatunnju, dan ndn rlirambnti oleh poehoen bnhar jan g molengket (ti snpoeturnjn. Nj l1nja l h xll r.AH8 tenjeugang. laloc herkata : " Hola ! omng holeh tnnnm poehoen besur di dalam pot ini ' Bagiiuunatah holeh djadi, orang bisa memhikin pot baglui besar ?" "Och, Njonj a ! baraug ini ada hikinannja orang di djeman koene, jang terbantoe oleh lnoetau," kata Moxr» UJl RISTU, "Apatah j nug kaoe hendak bilaug, 'l'oewan ? dan di djeman manatah baraug ioi telah dibikin ?" "ltoelah suja tida taoe, Njonj a! suja adn dcngar .sadju oruug tjeritu, bahoewa satoe Keizer 'Ijina soeduh soeroeh bikin satoe lio besar sekali dan l\[OIUU;L, soeroeh bikin doewahelas pot sabngi ini, Jaug doewa djadi petjat di 'dalan lio j [ang sapoeloeh ditare di dal am ' laoet, pada tampat j an g tigaratees depa dalamn]a. Sebab herdiam lama di dalam laoet, sekalian pot itoe dimmhati dan dililit oleh hahar dan dilengk ef oleh k,üong 1 1:1Il snbag in]a, Doewaratoes tnhon lnmanjn sekalian pot Hoe berdiam di dalum laoet ; kerna dengun lantnran terbit hoeroe-ham, Keizer jan g poenja baraug-barang itoe, djndi bina sa bersam a-aama seka lian koelawarganja. Sasoedah herlaloe dnewaratoes tnhon, orang dapatken Keizer Hoe poenja soerat peringntan, jan g menieritaken hal membikin clan menoereenken kalnoet sekulian pot itoe, dan orang lautas bernint aken angknt harung-harnng itoe duri dalam laoet. Behrapa roekaug menjilam, dengun pake peruhot jang scugudja dibikin aken perkara Hoe toeroen hersama- sama ka tampatnja sekalian pot itoe ; tapi dari autnra sapceloeh pot itoe tjoemah terdapat tigah sadja : jung lnin-lnin telalt djatli autjoer dan tersiar, oleh kerna terpoekoel ambak. " Setlang )[oNn: Ciuusro tjeritnken halnja pot besar itoe, DA ~Wr. ARfo; jan g tida soeka sama bnrang-barnng langka , arla rljalan ka sana-sini, melihat-lihnt dan memetik behrupa kombang dari tanaman-tnnaman di dalum banjak pot bagces. Komoedian sekalian tetamoe itoe berdjnlau-djalan di pel'tengahan dengan • - "'-- - - -.. . I , • 2a9 melihat-lihat padu gambar-gaurbnrnn juug tergautoeng di tembok dan boewatunnja toekang-toekang gambar jnng tenunshoer. Di itoe wak toe Buptistiu mewnrtakcn dutauguju toewan majoor lJA IlTOI.Om:o CH AI.CA NTJ dan toewan GIL\AJ-' ANIlIlEA UArA r.l:A:\ TI. 1\I0N CIlR ISTO samhoeti datauguja itoe duewa TE tetuuioe. Itoe uiujoor adu uremake pakeau ka besaran. dun di dndanja udn terlaboer deuguu bebrapa binlang bnhaduri. ANlllm A alla menrake pakean bagces jan:; knlihatau musih huroe sekali CIlA TEAU HEXAUD, m: BRAY dan MOBIIEI" jan'" kabetoelan ndu berkoempoel, memaudaug pada doewa tatamoe itoe, jang ija-orang belon kcnal. C A YA J.VANT I?" kata DE BUkL " itoe uauia bagces seknli !" kata ~[OBREI.. "Ha! "Ja," kata CUATEAl REN AUD: "Ol'ang-orang Italië biasa pake nama bagoes, tapi berpake djelek.' "Ach, kaoe ini tida gampang aken meuerima pel' balk, CUAn:AU R EXAUD !" kata DE BRAY: "pakean marika ini ada boowataunja teekaug jang pande, dan uiasih baroe sekali.' "Itoelah jang djadi djelek," sahoet CIlATEAU UENAUD: "ija kalihatan seperti baroe sekali taoe berpake ." "Toewun-toe\\'au apatah jang dataug ini ?" kata DANGLARS pada MONTE CIlRISTO. "Ija-orang beruama CA\"AJ.VAN TI," saboet itoo GRAA F. ".Ja, tapi dengun peujahoetanmoe iui sajn bnrue dnpat laoe sadja jia-orang poenju nama." ,,0 , ja ! kaoe iui tida mengenat pada oraug-oraug baugsawun di Italië ; CA\' A Ll:ANTl adu teritoeng pnda radja-radja." "Apa ija-orang ru eiupoenjai kakajaän besar ?" "Ja, kakaj aäu besar sekali." ,,'I:iara bagimuua pengidoepunuja "I" "Ija-orang hidoep kosar, seperti hendak hikin hnbis kakujaännja, tapi jia-orang tidu hisa habisken itoe. Dan kumarin ija-lllang hilang padakoe mln ' puenjusoerut tnnggoengan aken inengn In bi!ocwaug dari kant oormoe. Suja telall sedaug djoega marikn ini, sepnja booleh kasih ija-orang berkenalau kapadamoe." "Marika iui oraug-orang Itali ë, tupi snja dengur !ja-orang bitjam Franseli dengar lantjar sekali." ,,110e toewan jaug moedn; : telalt terpaliharn di tauah siui ; suja rasa di pergoeroean di Marseille atawa di lain tampat jan g tida diaoeh dari sitoe, Kaoe nanti bikin !ia-omng tertjengang-tjengnng," ,,'l'ertjengang oleh kerna apa ?" kata Njonja DA NGLAR S. "Olelt kerua prampoewan-prampoewan Fransch, Njou]al" sahoet MoxTE CURISTO: Itoe anak maoe tjal'Î istri dari antara nona-nona Parijs." 2-10 "Hall! uiatau bagces sekali !" kata DANGLARS sambil mengaugkut poendak. Njonja DA H R melirik pada soewaminja itoe N LA S dengnn moeka asem, dan orang doega Ba nanti . meugaloewarken omongun pedas ; tapi ake,n kndoewa kali njonja ini bertlinm sadjn. " Di ini hari toewan DAN H :ula kalihatan GLA S seperti koerang ennk hati," kata C IIA'l'~: A U HEl'UUn : ,.apa ornug maoe nngkar dia mendjadi mantri ?" "Boel<:\II," sahoet m: HnA Y : "sl\ja rasa Ba telah dapat rocgi basar di dalam peruinän soernt-sahoet berharga, dan Ba tida tnoe misti goesar pada sin pa." nTocwan dan ~jonja m: VILL~:~'OR'L'! " kata BAP'1'Ii'lTI X jung berdiri di pintoe dan mewartaken datangnis tetsmoe. Di itoe watoe djocga 'I'oewan dan tempo DE VI1.LF.FO 'I' dataug ka pertengahan, Toewan DE R Vn,U:FO 'l' ada kalihatau seperti ada koerang senang, R dan tempo MOXT~: CIIRJS'l'O pegaug tangannja toewan ini, tangnn Hoe adn bergoemetar. ~ f;ocnggoeh ! melinken orang prampoewan sadja hisa melaga senang," kata Mox....: CHRJTO snmbil X JlSjang memanggoet niemandaug pada Njonja DA UT,A dengan tersenjoem kapada toewan DE VH,L~: FOItT, laloe delok istrinja toewan ini. Di itoe waktoe )[OXT~: CHRJflTO dapat lihnt BER" \ j \,