__13__
menentoekan lebih dahoeloe dzat dan sipat jang ditjari sebagai soedah dikenal, komdian tilik segala thabéiitnja jang boleh didapat berhoeboeng dengan dzat dan sipat jang soedah di- kenal; sedang ilmoe jang kedoea dinamai ,,synthese” jang ambil djalan sebaliknja iaitoe tilik dahoeloe dzat dan sipat j ang mémang ada akan dapatkan jang ditjari.
Demikianlah ilmoe analyse boleh menentoekan kebenaran pendapatannja dengan timbangan diloear pantja-indria sadja. Oepamanja bagini: Adalah kita soedah tahoe lebih dahoeloe tiap-tiap benda, barang (atafi badan) tentoelah 10 e a s, mas- kipoen bagaimana ketjilnja pasir, mengambil tempat didalam oedara, lebih njata kaloe masok didalam aer, nistjaja aer ter- gerak akan memberi tempat padapasir, inilah tandanja tiada ada benda jang tiada loeas, apapoela kaloe benda. jang be-sar semangkin njata p enoehn j a. Maka kita terpaksa menta- tapkan segala benda mempoenjai sipat loeas, biarpoen kita beloem kenal bagaimana matjamnja, tiadalah dapat dibantah loeasnja, sama djoega tiap-tiap cirkel wadjib boendarnja, tiap- tiap oedjoeng wadjib poetoesnja, tiap-tiap tjahaja tentoe terang, inilah tiada oesah di-oedji lagi, tiada perloe dib0ekti- kan dengan mata-kepala, karana sipat bagitoe dinamai th a- b é ‘zit, jang kebenarannja soedah njata.
Disini kita djangan kliroe bédanja adat dengan thabééit, karana adat tiada boleh dipégang ketetapannja, boekan sadja karana bersoesoen-tindih dan beroe1ang—oelang kedjadiannja, oepama tiap-tiap lapar karana tiada makan, dan tiap-tiap kenjang karana makan; tetapi ada lapar, maskipoen soedah makan, dan ada kenjang maskipoen tiada makan; apapoela kaloe makan tiada di-oelangi, nistjaja kenjang djadi lapar kombali. Inilah tandanja adat tiada memberi kepoeasan.
Adalah thabééit memberi ketetapan jang poeas. Tandanja L
kaloe kita tarik beberapa garisan diantara doea titik, nistjaja kita dapatkan bahoea garisan jang lempang itoe péndék sendiri, dan garisan-garisan jang tiada lempang nistjaja lebih pandjang. Dan bagaimana djoega kita bikin dan oelangi seriboe kali, nistjaja tetap garis lempang lebih péndék dari garis jang melengkoeng atafi bingkok, inilah mendjadi boekti bahoea wad j ib lebih péndéknja, moestahil bersamaéin atafi lebih pandjang dengan jang bingkok, dan inilah tandanja thabééit memberi ketentoean. Demikianlah ilmoe analyse tiada ber- kehendak kepada boekti, atafi dikata djoega: tiada berhadjat kepada dalil.
Maka berbedaéin dengan ilmoe ,,synthese” jang berhadjat kepada dalil atafi boekti. Adapoen goenanja ilmoe synthese akan membikin lebih terang keadaéinnja lain—1ain sipat diloear thabéfit jang berdiri pada dzat. Oepamanja kita kata ada tja- haja jang merah, ada nona jang manis, ada poehon jang tinggi, inilah boekan thabééit, tetapi sipat jang loemrah, maka perloe