___79.._

Bagitoelah djoega boenjinja qoréin selamanja mengan- doeng pengertian sjariéit, inilah boeat manoesia seoemoemnja, dan mengandoeng erti, jang dalam, tjara maéirifat, boeat ma- noesia jang ,,tadjam” akalnja.

Diantara orang jang berilmoe ditanah Europa tiada koe- rang jang mentjela boenjinja qoréin, inilah disebabkan oleh karana dia loepa, bahoea segala agama tirnboelnja dari sebab manoesia lebih banjak jang bodo dari jang berakal, karana kaloe andainja antiro manoesia sama rata bagoes akalnja dan pranginja, apatah goenanja ada nabi, ada pitaka, (1) ada shoe- king, (3) dan apatah goenanja negeri membikin wet.

Boeat ah1i—pikir jang poenja perasaéin ,,adi1”, nistjaja ‘dap- tiap rnembatja qorén, tahoelah dia dimana tempatnja per~ béda'2'm pengertian jang rendah boeat jang bodo, dengan jang tinggi pengertiannja boeat jang pintar.

Adalah goenanja ilmoe tawhid itoe boekan sadja akan membikin koeat ,,kepertjaja'2‘m” Moslim, tetapi djoega soepaja kaloe soedah dapat mempikirkan bédanja Allah dengan alam. maka dengan sendirinja dapat pikirkan bédanja mengambil pengertian didalam qoréin.

Dan kepertjajaéin itoelah dinamai ,.i’tiqad” apabila bersih dari bimbang didalam sanoebari, maka boekan disoeroh Mos- lim tahoe bagaimana dzat dan sipatnja Allah, tetapi disoeroh ,,pertjaja habis-habisan, djangan sjak barang sedi.kit”.

Lebih dahoeloe kita mesti ingat, maskipoen didalam bi- tjaranja ilmoe tawhid, erti sipat terpisah dari dzat, tetapi pi- kiran tiada boleh pisahkan dzat dengan sipatnja, karana kita melainkan mesti andaikan sadja jang sipat disebabkan oleh keadaéin dzat, maskipoen kita tiada boleh pikir adanja sipat komdian dari dzat. Ertinja: sipat berdiri (menoempang) pada dzat, maka tiada didapat sipat jang berdiri dengan sen- dirinja; atafi tiada sipat, hanjalah kaloe ada dzatnja. Itoelah sebabnja kita samakan dzat dengan diri jang sebenarnja diri, (lihat definitie III).

Bagitoelah oepamanja boleh dikata, jang kita (dzat) poenja sipat lihat, sipat dengar, sipat kata, sipat djalan, dan kaloe dihitoeng, oepamanja djadi ampat sipat jang boekan sa- dja béda pekerdjaéinnja, tetapi djoega berlainan tempatnja, karana kita melihat dengan mata boekan dengan kaki, dan berkata dengan lidah boekan dengan_koeping, dan kaloe oepa— manja koeping toeli, kaki loempoeh, maka toeli dan loernpoeh djoega dinamai sipat. jang berlawanan dengan dengar dan dja- Ian.

Akan tetapi kaloe kita bitjara tent-ang sipat~sipa’c jang berdiri pada dzat A11ah—Taéi1a, maskipoen andainja ada seriboe sipat, karana didalam il m o e b it 3' a r a tiada terhingga

'"“”(1TI}?aEI+I{rTdoe (2) id. Tionghoa.