__.39._.
boekan itoe sadja, tetapi kita djadi timboel persangkaan jang Goesti Allah tiada poenja sipat keadilan alias bersipat kotor; maskipoen kita tiada sengadja akan rendahkan deradjatnja Allah, tetapi maksoednja pemandangan bagitoe boekan me- ninggikan deradjat Allah. Karana kaloe kita sangka jang Allah masokkan si-kafir selama-lamanja didalam naraka sebab maoe oendjoek kekoeasaannja dan kebesarannja, kita loepa pikir bahoea siapa djoega jang oendjoek kekoeasaannja zonder pakai keadilan, itoelah boekan moelia dan boekan soetji nama- nja, tiada perdoeli apa dia itoe diseboet Allah atafi boekan.
Padahal menoeroet pengertian didalam agama jang tinggi- tinggi, adalah Toehan Allah itoe Soeatoe Dzat jang Amat Moelia dan Amat Soetji dan lagi Amat Mengerti tentang prangi manoesia jang baik dan djahat serta djoega Amat Mengerti tentang lemahnja manoesia. Maka, andai kata, si-kafir poenja kebaikan terhitoeng djjahat, adalah kehidoepan manoesia didalam doenia oepamanja 200 tahoen, moestahil sekali mesti dibales dengan siksaan jang bermillioen-millioen tahoen tiada hingganja dan tiada habi'snja.
Sebeloemnja kita pindah pada Bahagian IV akan timbang bagaimana keadaan pengetahoean-doenia, maoelah pengarang tjerita soeatoe kedjadian jang' ada loetjoenja akan djadi tjonto bagaimana besar pengaroehnja goeroe-goeroe Moslim, jang rendah ilmoenja sehingga boleh menimboelkan sangka boe- soeknja agama Islam, jang sebenarnja tiada kalah wangi dengan agama matjam apa djoega. Tetapi sabarlah, sebentar kita boleh dengar tjeritanja.
Maka apabila kita dengar tjerita tentang agama adalah bagoes theorienja, dan apabiia kita tilik praktijknja iaitoe per- boeatan jang didjalankan, nistjaja terdapat banjak perkara jang berlawanan dengan thecrienjat Maaloemlah manoesia itoe tiada sama pranglnja dan cetaknja. Oleh karana itoelah mé- mang soesah sekali akan menimbang bagaimana keadaéin jang sebenarnja.
Kaloe kita dengar bagaimana riwajatnja Martin Luther, seorang Dultsch, oelama Nasrani jang didalam abad XVI bikin gontjang doenia Kristen karana melavvan dan siarkan per- boeatannja oelarna—oelama besar dari Katholiek di Rome jang katanja tiada menoeroet kitab soetji, dan oendjoek bagaimana kliroenja oelama Katholiek, iaitoe bikin protest dengan bette- rang, oepamanja tentang mendjoeal soerat teboesan-dosa jang soedah dan beloem dilakoekan, kita djadi tertjengang bagai- mana ada manoesia bagitoe bodoh boeat pertjaja perboeatan dosa, jang beloem dibikin, boleh diteboes dengan Wang. Dan kita lebih tertjengang lagi bagaimana besar pengaroehnja oelama-oelama jang tiada mampoe bantah keterangan dan ala-
sannja Luther, jang soedah berani menjalin kitab Indjil, se- hingga Luther dikatakan kafir dan ditoentoet dihadapan hakim-