___23.__
berobahnja sang-tiada mendjadi lain roepa ketiadaiin, karana kaloe ada, tetap adanja; nistjaja. tiada, tetap tiadanja. Akan tetapi kita sekarang lebih héran lagi, tjara bagaimana sang- tiada boleh berbéda-bédaéin dan bermatjam-matjam, karana kaloe bagini, nistjaja ada beberapa banjak ma- t j a m k e t i a d a i n, inilah moestahil, karana maskipoen kita banjak dapatkan tjonto matjam-matjam sang-ada, be- loemlah kita dapatkan bagaimana roepanja sang-tiada, maka kita tiada ada hak akan pikir tentang roepa-roepa ketiadaéin, atafi dengan lain perkataéin: kaloe manoesia maoe pikirkan tentang matjamnja roepa-roepa ketiadafzin, nistjaja dia poenja pikiran mesti mandeg (berhenti).
Njatalah sekarang bahoea sang-tiada tetap tiadanja, dan moestahil ada. Dan kaloe oepamanja sang—tiada boleh pindah atafl berobah djadi ada, nistjaja boekan Wadjib, akan tetapi haroes tiadanja dan haroes adanja. Dan tiap-tiap haroes ada- nja, nistjaja dia poenja ada, Wadjib dengan pertoeloengan dari lain pihak, maka boekanlah djadi dengan sendi- r 1 n J a.
Dari karana itoelah, kita poenja akal In e s t i t 0 e 1 a k ini patokan B jang alam djadi dengan sendirinja. Dan kita sekarang lebih gampang moefakat dengan patokan A bahoea alam boekan asal dari tiada, tetapi mémangnja ada berasal dari ada, tiada moelanja dan tiada habisnja, iaitoe berdiri
dengan sendirinja.—
C. ALAM BERDIRI DIDALAM DZAT JANG BERDIRI DENGAN SENDIRINJA.
Adapoen patokan C ini djoega béda sekali dengan A dan B, karana disitoe kita poenja pikiran ditoedjoekan sadja pada dzatnja alam, tetapi didalam pengertian C ada lagi lain dzat jang berhoeboeng dengan alam, maka sekarang kita mesti pi- kirkan d oea dzat, iaitoe satoe dzatnja alam dan satoe dzat lain.
Apa ertinja berdiri dengan sendirinja, kita soedah tahoe dari patokan A, iaitoe wad jib adanja, tiada permoelaéin, tiada penghabisan waktoenja, tiada berwatas, tiada berpinggir, ialah soeatoe dzat jang kekal dan penoeh be1aka..
Waktoe kita. habis membitjarai patokan A, kita tiada moefakat dengan adanja dzat jang berdiri dengan sendirinja, karana kita pdenja pikiran tiada sanggoep bajangkan dzat jang penoeh dengan bagitoe.
Akan tetapi dari sebab kita maoe priksa patokan C ini, baiklah kita terima sadja adanja dzat jang berdiri dengan sendirinja, soepaja kita boleh pikirkan tjara bagaimana alam ini berdiri didalam dzat jang berdiri dengan sendirinja.
Marilah sekarang kita pikir! Kaloe alam ini mémang b e 1' diri didalam dzat lain, jang berdiri d engan sen-