__57_.
diloear boemi. Lain dari itoe, mémangnja kita maoe tjari sebab jang pertama sekali, ‘maka soedah tentoe mesti pikir s a t 0 e sebab sadja, jang rnenjebabkan adanja A 1 a m, karana kaloe mentjarflebih dari satoe sebab, nistjaja kita balik kom- bali pada sebab-sebab jang banjak seperti terseboet diatas tadi. Maka apabila kita soedah mendapat itoe sebab tentang adanja Alam, nistjaja itoelah djoega sebab tentang adanja kita, karana menoeroet pemandangan, njatalah kita poenja diri ada sebahagian dari alam. "
Disini kita tiada perloe lagi mentjari sebabnja alam, karana‘ didalam Bahagian II soedah pikir dengan pandjang lébar, di- sitoe akal soedah pajah, disini kita maoe tjoba pikirkan sadja bagaimana kita poenja diri, barangkali ini pertanjaéin lebih gampang didapat djawabnja.
Oleh karana kita beladjar berpikir, baiklah kita bergan- toeng pada Iain orang poenja poetoesan atafi pribasa, jang boenjinja: ,,Siapa kenal dirinja, nistjaja kenal Toehannja.” Adapoen jang chabarnja moelai keloearkan perkataéin: ,,kena1i- Iah dirimoe,” ialah Socrates seorang oelama besar dari filsafah Griek. Di belakang kali orang obah dan tambah seperti di- boenjikan diseblah atas tadi.
Dengan perkataéin itoe, maoe dipikir lebih dahoeloe bagai- mana kita boleh kenal diri sendiri. Inilah kita kira mémang gampang sékali. Karana seorang boeta sekalipoen, nistjaja tahoe jang dirinja boekan batoe-kali dan boekan lain orang jang diloear badannja. Manoesia jang waras oetaknja tiada boleh kliroe kaloe disoeroh toendjoek dirinja, biarpoen oemoernja baroe 3 - 4 tahoen. Bagitoelah diantara orang 1aki- bini, tiada boleh kliroe, jang sang laki sangka dirinja peram- poean, atafi sang perampoean sangka dirinja djadi sang laki, maskipoen terkadang bereboet koeasa. Kaloe orang toea me- mandang katja, dia tiada héran, apa sebabnja nona-nona moeda tiada. soeka memandang lama-lama padanja seperti 30 tahoen jang telah laloe, dan dia djadi sedar bagaimana bédanj 3. dia poenja diri pada Waktoe itoe dengan sekarang, dan kaloe dia koerang sabar, tentoe itoe katja dibikin petjah. Maskipoen
diri soedah berobah bagitoe, manoesia berani tentoekan dengan'
pasti, jang dia poenja diri beloem ketoekar dan beloem terganti— ganti. Ertinja kita tahoe benar-benar jang kita poenja diri sekarang, itoelah djoega diri jang dahoeloe.
Dari sebab itoe, kaloe ada orang berani kata, jang kita tiada kenal kita poenja diri,’ nistjaja kita djawab itoelah moes~ tahil. '
Akan tetapi apabila kita teroeskan berpikir lebih djaoeh, kita sendiri djadi hérané dan getoen bagaimana kita dapat menentoekan, jang‘ kita poenja diri sekarang, mémang diri jang dahoeloe, dan bagaimana_ kita boleh tahoe dan kenal kita poenja diri. Karana tiap-tiap t ah o e dan k e n a 1, nistjaja