+.141——

Egypte, jang hidoep 1375 tahoen lebih dahoeloe dari J ezus, soe- dah pasti koeboerannja, maka moestahil manoesia jang b1aka— ngan dan jang dimoeliakan lebih tinggi dari Keizer, tiada keta- hoean bekas koeboernja, kaloe mémang benar Nabi, jang masj— hoer. Inilah baik djadi pengadjaran bagi alim-Islam, jang sangka menjaksi-i koeboer, tiada goenanja, karana tiada semoea Mos- limin beroetak-oedang, maoe pertjaja. tjerita kosong! Apakah dikira. saja djoega maoe pertjaja Nabi Mohammad rasoel klas I kaloe tiada pasti koeboernja? . Barangkali baik djoega saja njatakan lagi disini bagaimana antara Moslimin berselisih pikiran tentang kebiasafin kaloe merajakan hari lahirnja Kg. Nabi, rnaka tengah membatja (menjanji) berdirilah orang dari doedoeknja akan hormatkan peringetan Kg. Nabi, oleh karana didalam njanjian itoe terselip lagoe jang dipakai oleh pendoedoek koeta Medina tetkala Kg. Nabi dari Mekka (hidjrat) sampai dikoeta itoe, sehingga la- goe itoe patoet disamakan dengan lagoe-keradjaéin, kebang-» saéin atafi keislaman. Apatah salahnja, padahal menoeroet adat sopan-santoen, lebih pantas, kaloe dengar lagoe bagitoe ditempat medan kerajaén, antiro orang jang hadlir bangoen berdiri, memberi hormat (kenangkan), kaloe mémang tjaranja hormat ,,berdiri”. Bagaimanatah doenia Islam tiada moendoer, kaloe perkara demikian maoe dikorik-korik, dan perkara lebih penting ditoelak kebelakangl Baiklah ini djoega djadi peringa- tan bagi goeroe-Islam jang sangka gending dan muziek haram didengar. Padahal jang penting haknja, manoesia, istiméwa hak fakir-miskin dan anak—jatim. * Tentang saja poenja paham didalam ilmoe tawhid ini, dapatlah saja taksir bagaimana moerkanja oelama koeno, tetapi saja harap datangnja bantah dari pihak itoe, djangan seperti alim jang biasa menjambit dari belakang, maka kaloe beradoe kitab dengan kitab, moeka dengan moeka, akal dengan akal, ber- sedialah saja menjamboetnja. Dan saja soedah moelai toelis ,,sebahagian” dari saja poenja dalil-akal dengan hoeroef Arab bahasa Melajoe akan ditjitak, soepaja djangan dikira saja maoe

semboeni dari mata oelama takoet dibantah.

Pada pembatja diharap kaloe ada alim minta dalil-qoréin tentang alam dikasih gerak djalan sendiri, katalahz ,,hi1angkan dahoeloe perasaan takoet pada oe1ama—bes5.5\r, jang disangka pégang koentji-sjorga, baroelah tilik qorén, nistjaja didapatnja kata-kata ,,f it h r a h” iaitoelah jang saja maksoedkan ,,tha- bééit aseli dan pasti” (boekan maéina zakat). Disini saja toendjoek sadja ajat jang boenjinja: ,,we1antadjide-1isoennati1- léhi-tabdi1é.”——

Sahadan tingkat ilmoe jang penghabisan tinggi, iaitoe ,,haqiqat” mesti i’tiqad ,,moestahi1” didapat oleh machloek, ha-

njalah Allah s e n d i ri jang amat mengetahoei. Siapa 1’tiqad machloek haroes dapat tahoe ,,haqiqinja”, boekanlah itoe