—136———

anak, roemah-tangga, béda seperti kelakoean awlia jang timboel sesoedahnja Nabi clan 4 sahabat itoe meninggal doenia, karana kemasokan ilmoe Boedha dan ilmoe kepadrian Kristen, tetapi bédanja kepaclrian Kristen oemoemnja beladjar dahoeloe i1moe- doenia.

Sampai disini tjoekoeplah kita tilik pelaidjaran Al-Asjéri boeat Moslimin moelai beladjar ilmoe-akal. Akan tetapi ada tjerita mengatakan keloearnja dari pegoeroean Moétazilah, laloe Al-Asjiiri siarkan qadimnja qoréaln dan haroesnja manoe- sia melihat Allah, maka kaloe benar tjerita itoe, nistjaja ada tiga perkara jang sekarang kita boleh pikir, iaitoe pertama dia mémang sengadja poetar lidah dengan karana berat pada lain pegoeroean, inilah prangi djelik alias boesoek, atafi kaloe tiada poetar lidah, nistjaja Al-Asjéiri boekan alim-pikir, hanja- lah dapat poengoet sedikit ilrnoenja Wagil-ibnoe-Atéx dari A1- Djobbai, jang pantas dapat poedjian, atali dia mémang soedah limpar hoedoesoel-alam, inilah boekan i’tiqad Moémin-sedjati.

Demikianlah Ilmoe Islam ,/cingkat jang tinggi” tiada pa- kai maéina takoet kepada machloek, biarpoen pada malaékat, rasoel, radja, pandita, kepala-perang, awlia, karamat, wazier, iblis, djin dan antiro haclis, sama sadja hidoep atafi mati, seperti koeboeran, kaéiba atafi artja, tetapi boekan disberoh berani bentoer kepala sama roda-spoor atafi tihang-listrik, karana menjakiti dan memboenoh diri itoe harém. Dan tiada poela moerid jang soedah toea-bangka disoeroh takoet pada goeroenja. Tetapi disoeroh takoet kepada Allah-Taéila, e rt i- n j a : takoet berboeat djahat jang dilarang, dan berani ber- boeat baik jang diperéntah atatipoen ,,baik” jang tiada dilarang clan tiada diperéntah oleh hoekoem-sjaréi dan oleh Wet-negeri. Dan ertinja poela: disoeroh pégang atoeran hormat sopan- santoen, biarpoen manoesia tinggi deradjatnja dan pangkatnja, apabila tingkah-lakoenja dan perkataéinnja melanggar hormat, patoet. diberi ingat, kaloe perloe dengan semboeran obat jang pahit-pahit, soepaja mati koetoenja djangan menoelar. Maka boekan disoeroh orang, jang tinggi pangkatnja dan tebal il- moenja, melihat orang jang rendah, seperti koetjing meman- dang tikoes, dan boekan disoeroh moerid melihat goeroenja seperti tikoes memandang koetjing, kaloe goeroe memaki kafir- fasik, lantas menangis minta tjioem poesar goeroenja, disang- ka goeroe pégang koentji sjorga dan naraka! Boekan bagitoe!

Dan lagi beloem dinamai Moémin-sedjati, kaloe hanja sem- hahjang dan poeasa sadja, atafipoen jang moeloetnja kemak- kemik dengan pégang tasbih, atafipoen jang toetoep bininja didalam roemah, tiada idinkan 1 seconde dilihat oleh lain laki- laki, atafi soeroh toetoep moekanja, larang melihat bioscoop

ldan kepasar Gambir. Adalah perboeatan demikian dari

1a'ki-l2.ki,_ terlaloe tjoerang, soeka menjiksa perampoean h1a0ep-hldoep, inilah berlawanan dengan agama Islam, karana