_44__
tangkap ikan didalam laoet dan bakar dengan tangannja di- matahari laloe dimakannja ikan itoe, inilah tiada, lebih dari karangan, karana jang mengarang itoe beloem mengerti djaoeh- nja boemi dari ma‘ta.l'1ari dam tiada pikir jang tangan dadjdjal kaloe sampai matahari boleh terbakar sama—sama ikan jang dipégangnja. Saksikanlah nanti apabila batja kitab-kitab karangan oelalma Islam, nistjaja anakkoe héran bagaimana oelama—0elama sebentar-bentar mimpi ketemoe‘ Nabi akan tanja maséilah, inilah tandanja marika soeka mentjari chabar
jang tiada dapat diboektikan kebenarannja, karana siapatah _
jang minta boekti pada or-ang jang mimpi? Dan apabila ada satoe oelama sadja moelai mimpi, nistjaja ini penjakit mimpi djadi menoelar pada lain oelama sehingga kita soesah pilih manatah oelama jang b.enar—benar mimpi, dan manatah jang djoesta. Adapoen dari perkara achir zamman, kita Inesti ambil poetoesan jang kitab-kitab Islam jang dalam-dalam ilmoenja soedah lenjap atafi sengadja. tiada disiarkan keloear tanah Arab, atali mémangnja tiada ada, sehingga oemoemnja orang Moslim tiada tahoe apa e r t 1 nj a zamman dan Waktoe, maka disangkanja alam ini baroe oemoer 6000 tahoen dari
moelai Kangdjeng Nabi Adam, maka tiada héran kaloe dikira ~
akan lekas binasa doenia ini. Maka kaloe maoe tahoe ertinja zamman, tanjalah oelama Hindoe, dan dapatlah kita tersedar dari pandjangnja dan lamanja zamman jang soedah liwat, sehingga maskipoen doenia dikata toea, beloemlah ten- toe didalam seratoes riboe tahoen lagi akan linjap. Dan apabila kamoe beladjar sekola, djangan sekali ingat besoek doenia binasa, dan lebih oetama kita ingat pada Allah dan Rasoel dari pada ingat swarga, dan naraka. Maka sekalipoen nanti sebentar doenia terganti oleh achérat, boekan kamoe dan iboemoe jang pantas dibakar dengan api naraka, tetapi akoelah jang peréntah kamoe pergi sekola, dan akoelah jang patoet dibakar, karana akoe sendiri jang poenja salah apabila maoe disalahkan, dan ridlalah akoe tanggoeng dosanja; tetapi akoe jakin jang agama Islam sebenarnja peréntah orang moslim menoentoet ilmoe kepintaran, biarpoen sampai dinegeri Blanda dan mati disana, asal sadja badan dan soemangat bersih dari perboeatan dan ingatan jang kotor, tiadalah dibakar, tetapi kaloe ada kotornja maskipoen seriboe kali sembahjang seharinja dan mati di Mzekkah, haroeslah dibakar didalam naraka, inilah timbangan- koe sekadar menoeroet pendapatan akal pikiran, padahal per- kara bagitoe, Allah sendiri jang: tahoe. Dan dari hal goeroe- goeroe Islam jang berkata ‘bangsa Hindoe dan Tionghoa ma- kanan api naraka karana hormatkan api, inilah boekan perka-
taéin orang jang berakal dan jang bersih hatinja, karana ada- '
kah mentjoetji dengan aér boleh sama bersihnja dengan men- tjoetji pakai api? Sebab apakah kita minoem aér jang dibakar dahoeloe dengan api, _ka1oe oepamanja aér lebih bersih dari api?