-—85— '.
fabriek automobiel dan pesawat-terbang dan kapal dan lain- lain peroesahan.’
Akan tetapi, apatah maoe dikata, karana hoeroesan hasil padi sadja, jang saban hari bakal mengisi peroet, kita beloem mampoe atoer sendiri, apapoela fabriek pesawat, maka bagitoe djoega perkara agama, kita terpaksa menjerah kalah dengan lain bangsa, dan apabila kita berasa perloe bergantoeng pada agama, kita tiada ada hak akan lepaskan agama, jang soedah dipilih oléh kita poenja ninik-mojang, sebeloemnja kita jakin dengan segenap akal-boedi, jang lain agama lebih bagoes dari Islam. Dan kita harap oelama Islam membantoe dengan soenggoeh-soenggoeh hati pada kita poenja tjita-tjita mema- djoekan tanah kita lebih dari kemadjoean zamrnan Madjapait tetkala beloem kedatangan Islam; boekan bantoe dengan sce- roh perang sabil, tetapi dengan peladjaran bikin tadjam piki- ran; dan djangan menghalang-halangi pekerdjaan kita dengan perkataan ini haram itoe haram, membikin takoet orang boeka mata dan koeping, bikin takoet orang keloear dari rocmahnja, sama djoega takoet melanggar atoeran gemeente jang berisi roepa-roepa larangan; padahal kita poenja maksoed selagi doe- nia misih berpoetar, biarlah tetap islamnja, maka patoetlah oelama Islam jang toeloes-ichlas memperhatikan itoe.
Sahadan marilah kita priksa satoe-satoenja patokan atafl stelling jang ditetapkan oleh ilmoe tawhid ini; iaitoe lebih da- hoeloe 20 sipat jang ,,wadjib” berdiri pada ,,dzat” Allah-Taala, dengan kita pakai dalil-akal, boekan dalil-qoran.
Nafsiah berisi 1 sipat:
1. W 0 e dj 0 e d, ertinja ,,ada”, maka wadjib dzat Allah- Taala ada, dan moestahil Allah tiada. Adapoen dalilnj a tiap-tiap ada, nistjaja dzat, dan tiap-tiap dzat nistjaja ada, karana moestahil dzat itoe soeatoe ketiadaan alias sang-tiada. Dan tiap-tiap ,,wadjib” adanja, nistjaja mémang‘ sendirinja soedah ada sadja, tiada disebabkan oleh lain sebab, sehingga wadjib djoega dzat itoe Sebab Jang Pertama, karana kaloe andainja ada lagi lain dzat .jang pertama, nistjaja ada," lebih dari satoe dzat pertama, dan bagitoe teroes bersoesoen-tindih tiada hingganja, inilah moestahil, karana kaloe demikian, bee- kanlah itoe Sebab Jang Pertama jang Wadjib adanja, tetapi haroes adanja, boleh ada, boleh tiada, inilah moestahil, karana haroes boekan wadjib, dan Wadjib boekan haroes. Dan lagi dalilnj a bahoea Allah ,,boekan haroes” tetapi ,,wadjib” adanja, karana alam ini tiada soenji dari pada ,,gerak”, sehingga wadjib djoega gerak itoe sipat jang berdiri pada dzat, karana kaloe and-ainja gerak itoe boekan sipat, nistjaja alam dikata sipat dari gerak, ,sehingga terbalik, gerak dikata dzat, inilah moestahil. Maka wadjib alam dikata ,,dzat” jang men- djadi ,,sebab” terbitnja gerak, sehingga wadjib djoega gerak