__74__
djoega jang berrnoesoh pada agama, tiada béda dengan orang jang membantah pada terangnja matahari, sama djoega ber- moesoh dengan kehidoepan cliri sendiri.
Dan itoelah sebabnja djangan héran kaloe agama soedah andaikan Dzat Jang Maha Koeasa ada poenja prangi, oepama sipat keadilan, kemoerahan, pengasih, penjajang dan lain-lain sipat jang moelia, jang dikira pantas dan patoet ber- diri pada Dzat itoe, sehingga diandaikan djoega jang Dzat itoe ada poenja sipat soeka pada kebaikan dan bentji pada kedjaha- tan, karana inilah dipandang moefakat dengan erti keadi- lan. Dan inilah sebabnja orang poenja paham selama-1ama- nja mesti berlainan tentang sipat keadilannja Goesti Allah, karana jang seorang berkeras pikir tiap-tiap keadilan nistjaja bersih dari pilih-kasih dan soetji dari timbangan berat sebelah; padahal lain orang berkeras pikir, jang sipat kasih dan sajang iaitoe sipat memberi ampoenan, ada lebih moelia dari matjam sipat keadilan jang tida ketjampoeran dengan timbangan mengampoeni kedjahatan.
Dari sebab itoe djoega, selama-lamanja tiada akan linjap perselisih-an paham diantara alim-alim didalam satoe agama sadja tentang sipat—sipatnja Goesti Allah, apapoela di- antara soeatoe agama deng-an lainnja, karana tentoe sadja paham itoe keloearnja dari pendapatannja masing-masing, jang mémang tiada tahoe bagaimana sipat-sipatnja Allah, tetapi hanja menimbang dengan oekoeran sendiri-sendiri, sama djoega doea orang boeta bereboet penglihatan warna. Maka kita djadi jakin, jang permoesohan diantara soeatoe agama dengan lainnja, dan diantara soeatoe alim dengan lainnja, dan diantara seorang dengan lainnja tentang pengertian dzat dan sipat Goesti-Allah, tiada sekali-kali menimboelkan oentoeng pada salah soeatoe pihak, tetapi djadinja membikin reng- gang dan poetoes tali perhoeboengan diantara bapa dan anak, diantara laki dan istri, diantara. soedara bersoedara, diantara sahbat bersahbat, péndéknja membikin roesak per- tjintaéin, dan roesak keadilan jang tertanam didalam soemangat manoesia, dan inilah soeatoe b a h a j a j a n g a m a t b e- s a r didalam kehidoepan kita dimoeka boemi, maka berlawanan dengan maksoed tiap-tiap agama. V
Dan demikian lagi kita djadi jakin boekan maksoed agama peréntah orang limpar boeta-toeli segala kesenangan didalam
kehidoepan, jang tiada melanggar watas diantara hak dengan hak.
Dan kita sekarang jakin poela bahoea perbédaéin patokan didalam akal pikiran dan perbédaéin perasa'ein didalam sanoe- bari, hanjalah disebabkan dari bédanja adat dan sopan-santoen antara soeatoe dengan lainnja, jang tentoe sadja tiada sem- porna baiknja.