__62__..
berpoetar. Dan kaloe kita teroeskan tanja bagitoe, maka boleh djadi apa jang dilihat acla, sebenarnja tiada; dan apa jang di- lihat tiada, sebenarnja ada, sehingga kita sendiri hampir tiacla mengerti, apakah benar-benar ada atafi tiada, maka kaloe pikir bagini tentoe djadi gila.
Disini kita maoe berhenti pikir sebentar akan landjoetkan didalam Bahagian VI.
Sebagai penoetoep Bahagian V ini, adalah dimaksoedkan clisini, bahoea semangkin kita landjoetkan akal, semangkin njata gelapnja keadaan diri sendiri, tetapi semangkin njata keaolaan soeatoe dzat jang djadi lawanannja atafi tegenstelling jang terang sendiri, karana kita beloem kenal gelap, melainkan kaloe ada lawannja terang. Dan itoe dzat kita narnai terang, boekan karana tahoe dan mengerti, tetapi kita kata bagitoe, karana berasa jang kita poenja diri gelap, sehingga djoega tiacla mampoe akan seboet namanja dzat itoe dengan perlcataan tjara manoesia. Dari sebab itoe, njata sekali kaloe kita seboet namanja dzat itoe dengan seboetan lidah oepamanja Allah atafi Jahve atafi Brahma atafi Thi-Kong, boekanlah karana bagitoe namanja, tetapi perloe djadi perbédaan didalam bitjara dan pikiran dan sanoebari. Inilah sebabnja sekarang kita maoe tanja pada soemangat, bagaimana timbangannja tentang ada- nja dan tiadanja soeatoe dzat jang djadi lawannja atafl tegen- stelling dari dzat jang kita namai alarn atafi natuur. Dan dja— ngan kita bereboet namaNja Toehan dengan sangka jang agama kita poenja seboetan sendiri itoelah nama jang benar.
Demikianlah ada orang beragama soeka menghitoeng se- gala hoeroef dari nama Allah jang tertoelis didalam kitabnja dan kasih lagi nama bagini dan makna bagitoe pada tiap-tiap hoeroef jang berdiri, jang bingkok, jang boendar dan jang me- lintang, sarna djoega orang mengadjar ilmoe oekoer meetkunde dan trigonometrie-tiga-pendjoeroe karangannja oelama ah1i- wiskunde bangsa Arab jang djempolan sebagai Al’Battani, Aboel’Wafa dan Al’Biroeni, iaitoe ilmoe jang soeka dipakai oleh ahli—fa1ak boeat oekoer boemi dan bintang, tetapi kaloe kita’soe1~oh dia oekoer bakoel nasi sadja, lantas boekan oekoer bakoelnja, hanja tangkap isinja. Pekerdjaan oekoer hoeroef bagitoe boleh dipeladjari oleh millionnair jang soedah tiada sanggoep oekoer hartanja, sebab goenanja oekoer hoeroef tiada béda dengan oekoer orang lain poenja kantong, jang kita tia- da boleh goenakan isinja. Timbanglah, apakah peladjaran se- matjam itoe tiada sia-siakan timpo dan bikin moendoer kehi— doepan rnanoesia? Tetapi djangan kasih salah pada agama, jang moestahil maksoednja soeroh mernboeang timpo, pada- hal agama tahoe jang manoesia poenja tirnpo didalam doenia terlaloe sedikit.
Bagitoepoen kaloe oepamanja ada orang, diloear atafi didalam agama, tiada mehargai kepada pekerdjaan ahli-filsafah,