-25..
inilah moestahil, karana kaloe bagitoe, nistjaja boekan penoeh, tetapi misih ada tempat jang kosong.
Dan kaloe disini dimaksoedkan alam ada sebahagian dari dzat jang berdiri dengan sendirinja, maka kita djoega tiada mengerti tjara begaimana dzat, jang penoeh jang tiada ber- pinggir, boleh terpetjah djadi doea bahagian, karana kaloe boleh terpetjah, nistjaja mesti ada lagi lain dzat jang men- djadi dinding atafi watas diantara petjahan itoe maka dari manatah boleh datang itoe dinding? Dan maskipoen tiada ada dinding, wadjiblah diantara petjahan itoe ada tempat jang kosong sebagai Watas. Maka tiap-tiap tiada ada lain dzat se- bagai dinding dan tiada tempat jang kosong, nistjaja m0es- tahil terpetjahnja, padahal tiap—tiap ada dzat jang penoeh, tiada berwatas dan tiada berpinggir, nistjaja tiada tempat
lagi boeat lain dzat atafi tempat jang kosong. Sekarang kita rnelainkan boleh andaikan sadja jang mak-
soednja patokan C bahoea alamjini b e r t j a In p 0 e r - a d 0 e k dengan dzat jang berdiri dengan sendirinja. Kaloe bagini, sama djoega dikata jang alam berdiri dengan sendirinja seperti patokan A, karana menoeroet kita poenja pemandangan pantja- indria, mémang alam ini ada soeatoe tjampoeran-adoek dari beriboe-riboe dzat jang bermatjam-matjam, maskipoen kita tiada ada hak akan menentoekan diantara sebanjak dzat itoe ada tempat jang kosong.
Akan tetapi tetkala kita habis mempikirkan patokan A diseblah atas tadi, kita lebih dahoeloe soedah tiada moefakat. Dan andai kata, kita moefakat dengan patokan A tentang ada~ nja dzat jang berdiri dengan sendirinja, toch sesoedahnja kita pikirkan pandjang-lébar tentang patc- kan C, kita poenja aka} tiada moefakat bahoea alam ini berdiri atafi ada didalam dzat jang berdiri dengan sendirinja.
Dari sebab itoe, kita terpaksa toelak ini patokan C.
Lain dari itoe kita sendiri maoe tjoba pikir, jang alam ada didalam dzat jang tia da berdiri dengan sendirinja, nistjaja ini dzat mesti berdiri didalam lain dzat lagi, bagitoelah sete- roesnja bertoempoek-toempoek dan berlapis-lapis, tiada hing- ganja, maka. kita poenja pikiran mesti mandeg.~—
D. ALAM ADA SIPAT DARI DZAT JANG BERDIRI DENGAN SENDIRINJA.
Adapoen patokan D sedikit sadja bédanja dengan C, ka- rana kaloe C pandang alam ini soeatoe dzat, adalah D maksoed- kan alamboekan dzat, hanjalah sip a t dari dzat jang berdiri
dengan sendirinja. V
Kita soedah tahoe dari definitie IV, bahoea tiap—tiap sipat, nistjaja berdiri pada dzat, maka kita tiada kenal sipat jang berdiri dengan sendirinja, ertinja tiada ada sipat melainkan
kaloe ada dzat.