———137——

m e 1 i W a ti W a t a s. Boekan bagitoe maksoednja larangan dan perentah sjaréi, seperti sangkanja goeroe Islam jang beloem mengerti o e s 0 e1- 1”: i q h, nistjaja tiadalah dia tahoe '1' 11a t- n j a, dikira kaloe pandai nahoe, soedah tjoekoep pengertiannja, inilah kliroe sekali. Pembatja, jang soedah toeroet tilik ilmoe tawhid, tentoe dapat timbang bersama-sama saja, bagaimana tjantiknja pengertian ,,h0edoesoe1-alam”. Saja sendiri dapat kejakinan kaloe andainja. seorang Moslim soedah mengerti dengan betoel oesoe1’0eddien seperti kita poenja tilikan, maka tiap-tiap tim- boel pikiran dan maksoed djahat didalam dirinja, nistjaja se- ratoes kali dipikirnja lebih dahoeloe sebeloemnja bertindak akan lakoekan kedjahatan. Karana berboeat djahat boekan taqdir, dan djoega apatah goenanja kaloe andainja kita boenoh kita poenja moesoh atafi satroe? Apakah oentoengnja bagi kita kaloe moesoh patah léhérnja atafi habis napasnja? Oent0eng- achérat, inilah moestahil, karana sepandjang maéirifat, maéina kasihan atafi mengampoeni tiada didapat pada. Allah, sehingga W a d j ib pemboenoh (boekan tiap-tiap bikin mati dikata boe- noh kaloe andainja perloe djaga diri) dapat hoekoeman achérat. (Manoesia jang sangka ,,mengampoeni” lebih moelia dari adil, dia loepa jang sipat bagitoe selamanja mengandoeng oekoeran berat sebelah). Kaloe lantaran sakitnja atafi matinja moesoh itoe, kita djadi sangka dapat oentoeng dan senang didalam doe- nia, ini djoega kliroe, karana kaloe satoe moesoh linjap, nistjaja timboel sepoeloh moesoh jang lain, biarpoen tiada. beroepa ma- noesia, tetaplah ada sadja apa-apa jang menjoesahkan dan me- rintangi kita poenja pengharapan sama sadja bagi diri sendiri atafipoen bagi sesoeatoe jang kita soeka, karana antiro mach- loek ada poenja koeat sendiri akan bergerak. Dan ada lagi lain thabééit machloek jang menoendjoekkan bagoesnja natuur didjadikan Allah, iaitoe siapa membentoer, nistjaja dia diben- toer, dan siapa. menoeloeng, nistjaja dia ditoeloeng. Boekan selamanja balesan datang dari tempat jang kita sangka, tetapi dari lain machloek jang tiada. dikira atafi tiada ketahoean, boekan dari Allah, tetapi dari bagoesnja systeem djalannja alam-hadis. Dari sebab itoe Moémin-sedjati tiada menjesal dan sakit hati pada orang jang bo-tjing tiada membales boedi, ke- tjoeali kaloe orang melanggar kita poenja hak, patoetlah dila- wan dengan kelakoean adil akan djaga diri dari segala bahaja, sebaik-baiknja dengan mengadoe hal pada hakim. Sebagai penoetoep Bahagian VII, maoelah saja minta maiif kepada foeqaha jang andainja ,,soedah” djalankan daja- oepaja siarkan kliroenja atafipoen jang ,,akan” tarik-kombali pengadjarannja jang kliroe, maka kitapoen tarik kombali segala perkataén jang pahit-pahit itoe. rTetapi apabila marika itoe tiada. maoe mengakoe teroes-terang dan tiada. obah haloeannja,

atafipoen berkeras mengatakan gang peendapatannja itoe me-