___99__

Dan tiap—tiap mempikirkan 14 sipat maani dan maanawiah, dan menilik taalloeknja 6 sipat, selamanja djangan diloepakan patokan nafsiah tentang Wadjib adanja dan salbiah tentang qadimnja, kekalnja, bédanja dengan hadis, berdirinja dengan sendiri dan toenggalnja A11ah—Taé.1a pada paham koeasanja, iradatnja, ilmoenja, hajatnja, sama’nja, bagarnja dan ka1am- nja, soepaja djangan kliroe sangka jang 7 sipat ini boleh ber- samaan dengan hadis, sebab kaloe andainja Allah-Ta.‘-ila sedikit sadja boleh berhoeboeng dengan hadis, nistjaja Dia poenja dzat, sipat dan perboeatan djoega berobah-obah sebagai alam. Inilah goenanja patokan salbiah boeat mendjaga djangan qa- dim dibikin hadis, dan djangan hadis dibikin qadim, dan dja- ngan dibikin sepotong hadis, sepotong baqa’, sepotong qadim, seperti pahamnja oelama jang boekan ahli-pikir, soeka tjam- poer hadis sama qadim seperti mengoeleg sambal.

Karana didalam ilmoe oesoel adalah jang ditanja boekan: sapa kita dan sapa kamoe, tetapi: ,,a p a kita dan a p a kamoe”. Dan apabila soedah beriboe-riboe tahoen lamanja beloem di- ang mempoeaskan antiro manoesia, tiadalah biarpoen soedah

dapat djawabnja, 3 patoet kita rnaloe dan takoet dikatakan bodo, djadi goeroe, karana kaloe kita bebal, ada lagi jang lebih ge- bleg, kaloe pintar ada lagi jang lebih pintar. Maka kaloe di- dalam boekoe ini terkadang keloear dari oedjoeng pénna per- kataan pahit, haraplah pembatja jang arif dan sabar memberi maaf, karana boekan berasa benar dipihak sendiri, hanjalah memberi rasa pada orang Moslirn dan Kristen jang soeka lim- parkan perkataan kafir pada lain pihak dan djoega pada orang jang soeka merendahkan Islam dengan perkataéin jang tiada berdasar pada akal.

Baiklah sekarang kita tilik sipat—sipat jang mempoenjai taelloek (taélloeq), jang ertinja ,,perh0eboengan atali perta- lian”. Itoelah sebabnja kata goeroe pada moerid: ,,Erti ta- élloek iaitoe menoentoet sipat akan pekerdjaéin jang bertambah dari pada berdirinja sipat kepada dzat”. Kaloe kita poenja kata: ,,subject menoentoet object”, iaitoe oepamanja kaloe si- pat qodrat berdiri pada dzat, nistjaja dzat itoelah subject, jang berkoeasa, menoentoet object jang dikbeasainja. Adalah ter- kadang subject poenja kelakoean ditoedjoekan pada object di- loear subject dan terkadang pada object didalam dan diloear subject. Maskipoen disini dikata kelakoean jang berhoeboeng diantara subject dengan object, akan tetapiptiada boleh dipikir sebagai perhoeboengan pekerdjaan manoesia. dengan barang jang dikerdjai, karana subjectnja boekan hadis tetapi qadirn iaitoe Allah-Taala poenja dzat dan kelakoean jang tiada di- mengerti.

Maka adalah sipat qodrat dan iradat itoe taélloeknja Sela- manja ditoedjoekan pada ,,moemkin”, ertinja: moemkin inilah objectnja jang ditoentoet oleh qodrat-iradat sebagai subject,