_.72__
Itoelah sebabnja kita bédakzm piidz‘ dengan sangka, ka- rana kita anggep pikir iitoe pa‘-_:r:n1jaéi;1 aka], dan sangka itoe pekerdjaiin sanoebari, nmskipoen doea-doea itoe tiada terlepas clari oetak-kepala.
Maka apabila disini ki‘.-*9. kata ,,perasaiin soemangat” inilah kita pandang kem:-mnpoean diri, jang soedah ,,boe1at,”‘terbit dari aka! dan sanoebari, jang oepamanja soedah mendjadi sa- toe, sehingga boleh djoega dinamai ,,aka1—boedi.”
Dan sekarang kita bertanja kepada akal-boedi sendiri, apakah tiada lebih oetama kaloe manoesia semangkin tambah ilmoenja, sama sadja didalam kepintaran-doenia atafi pengeta— hoean agama, djangan angkat kepala dan takboer, iaitoe jang satoe pihak djangan toelak adanja, dan jang lain pihak djangan rnetngakoe tahoe dan mengerti bagaimana adanja Dzat Jang Maha Koeasa. ~
Karana siapa djoega jang berani toelak adanja Dzat itoe, nistjaja dia menentoekan soeatoe ketiadaéin jang dia beloem tahoe, dan djoega mendjadi tanda jang dia mengakoe soedah tahoe dan soedah kenal pada ketiadaéin. Inilah boekan kliroe namanja, tetapi patoet dia itoe dinamai ,,peI1djoesta-besm-”, karana apakah dia soedah melihat dan memandang soeatoe ketiadaiin? Kaloe soedah, bagaimanakah lnatjamnja? Kaloe beloem, apakah sebabnja dia berani tentoekan ,,ketiada'2'u1”? Boekankah sehari-hari tiada poetoesnja dia dapatkan apa-apa jang tadinja dia sangka soeatoe ketiadaiam? Inilah boektinja, jang manoesia tiada mampoe ak-an menetapkan ketiadaém, apapoela akan menetapkan ketiadaiin Dzat Jang Maha Koeasa.
Demikianlah djoega dinarnai pendjoesta-besar, siapa djoe- ga jang berani mengakoe soedah tahoe, soedah kenal dan s0e- dah mengerti bagaimana Dzat Jang Maha Koeasa, dan dinamai takb oer, kaloe berani pikir akan datang Waktoenja jang manoesia boleh lihat pada Dzat itoe. Kaloe oepamanja. seorang Jahoedi atafi‘ Moslim berani menentoekan n a m a 11 j a Dzat itoe Jahve atafi Allah dan berkeras setinggi Iangit jang Dzat itoe poenja nama boekan Brahma atafi Thi-Kong, maka di- sangkanja dia sendiri jang soedah tahoe betoel bagaimana na- manja Dzat Jang Maha Koeasa, padahal dia loepa pikir jang Dzat itoe tiada berkehendak kepada nama, tetapi manoesia. jang perloe menjeboet nama akan mernbédak-an soeatoe keadaéin dengan lainnja.
Sahadan apabila kita soedah timbang dengan akal clan timbang lagi dengan perasaiin-boedi atafi soemangat, nistjaja kita dapat djawabnja sendiri tentang pertanjaéin jang diboe- njikan pada achir Bahagian II dari boekoe ini.
Dan kaloe sekarang kita soedah ketemoe djawaban itoe, nistjaja kita jakin adanja Dzat Jang Maha Koeasa, jang kekal sendirinja dan jakin djoega bahoea Alam ini akan habis kombali didalam ketiadaéin, sama sadj:-1 apa keadaéin itoe be-