__41_.

dapat disini disoeatoe koeta jang besar sendiri ditanah Indo- nesia, sematjam goeroe laki-laki jang berkeras soeroeh orang perampoean Moslim toetoep moekanja kaloe keloear setindak clari pintoe roemahnja, tiada perdoeli jang djalanan raja di- lintasi oleh beriboe-riboe automobiel, dan kaloe pada Waktoe ini misih ada or-ang moslim, jang waras akalnja, gojang kepa1a- nja dihadapan pengarang, ‘ciada setoedjoe jang anak-anaknja perampoean disekolakan H. B. S., maka bagaimanatah kita mesti salahkan pada goeroe jang t0ea—-toea. Dengarlah pern- batja soearanja saja poenja kawan moslim jang toeloes lchlas itoe, jang oendjoek ketjintaa11nja, clan kepadanja saja amat berterima kasih atas nasihat itoe jang didatangkan dengan berterang beradoe moeka, boekan tjara pengetjoet boeka mee- loet dibelakang orang. Baginilah katanja: ,,Tahoekah toean bagaimana nanti dlachérat Allah priksa orang moslim jang kirim anaknja beladjar disekola Europa?” Kata saja tiada tahoe; maka bangoenlah dia serta berdiri dengan toelak doea tangannja dipinggang selakoe orang jang tangkap koesier dosado jang lentéranja tiatia menjala, sambil berkata, bagini Allah berteriak dengan heibat soearanja seperti goentoer jang membelah boemi:——,,Hai, kamoe sekalian, apakah sebab ka- moe soeroeh anak-anakmoe beladjar bahasa si—kafir jang akoe bentji dan akan siksa marika itoe clidalam naraka, kekal selama-lamanja; karana sjorga itoe akoe kekalkan boeat kamoe kaoem moslimin sadja, boekan boeat lain agama, jang doenia itoelah sjorganja si-kafir, maka mengapakah kamoe tiada pe- rentah anakmoe beladjar bahasa Arab iaitoe bahasa sjorga; inilah njata dari hoeroef qoran jang diambil dari loeh-mahfoeld, dan inilah bahasa satoe—sat0enj a jang akoe pakai kaloe peréntah segala malaékat dan rasoel dan bagitoelah asalnja kitab-kitab jang ditoeroenkan keboemi asal bahasa Arab, tetapi diobah oleh si-kafir didalam bahasa Ibrani dan Soerjani dan diobah lagi boenjinja, maka itoe kitab si—kafir semoea dibikin palsoe, boekan seperti q01*‘an poenja bahasa tiada dapat diobah oleh malaékat sekalipoen, apapoela manoesia dapat rnengobahnja, karana itoelah kalamkoe, jang qadim, sampai sekarang ini di- achirat kamoe boleh lihat sendiri tetap bagitoe boenjinja, tiada koerang sepatah kalamkoe itoe dari hoeroefnja atafi titiknja, karana itoelah satoe-satoenja moe’djizat jang akoe toeroenkan pada kekasihkoe nabi—achi1"—zamman, tiada dapat manoesia ti.r0e—tiroe. Tiadakah kamoe batja qoriin jang tjeritakan bagai- mana. m0e’djizat nabi Ibrahim, jang bikin api djadi dingin; nabi Moesa jang toengkatnja djadi naga boleh bikin kering aér laoet Waktoe berperallg dengan Phirbn; nabi Isa jang bikin hidoep orang jang soedah mati? Tetapi pada nabi Mohammad akoe berikan lain matjam kehéranan iaitoe qoran, karana sekalipoen akoe toeroenkan m0e’cljizat jang njata dimata orang, nistjaja si-kafir tiada pertjaja djoega, itoelah sebabnja akoe

in