——142—

i’tiqad Mo'cérnin—sedjati; tetapi tiada poela garnpang sadja dikata kafir, fasik, atafi moenafik, kaloe Moémin didalam kliroe. Dan itoelah sebabnja saja namai boekoe ini ,,pengertian jang tiadav dimengerti”, pégangan Moémin-Moetechashish-Alim- Pikir-Islam-Sedjati.

Demikian poela saja poenja ,,tariqat” boekan seperti Nak- sjebandia, Rifaia (Ribangi), Sjadilia, Samania, Sjataria, atali Moertabat—t0edj0h, jang mengandoeng niat (theorie) bertjin— takan Dzat—A11a,h-Taéila, sama djoega theorienja kepadrian Kristen dan Boedha. \

Sampai disini tjoekoeplah kiranja saja toendjoek da1i1—aka1 dida1am n1aéina dzat-Wadjib—a1woedjoed, iaitoe keterangan akan mendapati im an jang lebih koeat dari aether, dari radium, atalipoen dari kapal—perang jang limboeng ditengah laoet. Boleh djoega saja tambah dengan beriboe dalil akal, tetapi tentoelah kantong boleh petjah, sedang boekoe beloem pasti lekas terdjoeal. Maka kaloe kiranja, ada jang maoe petik atali salin, tiada saja idinkan, karana saja sendiri maoe siarkan dalam bahasa Arab dan lain bahasa. Maiflahl

Dan kaloe andainja oelama jang batja atafi dengar kete- rangan ini, malas membenarkan dan malas menjalahkan dengan ,,berterang” [karana barangkali takoet jang tikoes djadi berani sama koetjing], inilah tiada mengapa, asal sadja djangan me- njalahkan dari belakang saja; dam kaloe ada seorang goeroe, jang terkenal, maoe kekeroejoek dihadapan moerid-moeridnja sadja, atafxpoen maoe toenggoe kaloe Soedah sampai di-achirat, akan bersoerak sama rnoerid—moeridnja, [d-an sama saja poenja kemanakan jang rnehoempang di-émpér sjorga], dari dalam sjorga-baqmamdhi, dengan ingatan girang maoe tonton saja poenja film dibakar didalam api-naraka, apatah hendak dikata lagi, tetapi mémang adat ,,Moémin-Sedjati” berani dan ridho poela terima hoekoeman naraka kaloe-benar berdosa, karana jakin pada Keadilan hoekoem-Allah. Maka berbédaéin adat orang jang berasa alim sendiri, jang siang-malam hitoeng pa- haéla, tentoelah sakit hati‘ kaloe sjorga tiada kekal se1ama-1arna- nja, dan tiada poeas kaloe lain pihak tiada kekal didalam naraka,

A inilah adat jang saja tiada koeat bawa, karana terlaloe berat

ilmoenja.