——132-—

jang bersipat gerak, disebabkan oleh ,,taasir” dari qodrat- iradatnja Allah mendjadikan maéidoem, berobah kepada mawdjoed, maka moestahil tiap-tiap dzat itoe dengan geraknja sendiri-sendiri mesti dinamai djahat dan djelik, karana kaloe

loagini, boekan Allah bersipat ilmoe—kalam, boekan pintar tetapi

bodo, inilah moestahil bagi Allah sehingga Wad j ib alam antironja ,,b a g 0 e s dan b a i k”. Boekan sadja indah karana satoe sama lain didalam alam-djagat dapat mengambil goena, tetapi djoega bagoesnja, karana dapat bergerak sendiri dengan tiada oesah Allah sebentar-bentar gerakkan atafi tambah kekoeatannja sama djoega automobiel jang boleh roesak mo- tornja dan boleh kekoerangan bénsin, sehingga kaloe B.P.M. sama Socony kasih naik harga minjak, segala taksi bertriak tiada-énak dan kaloe harga toeroen, berasa énak.

Diantara oelama-fiqh jang tiada tipis akalnja, tentoelah lantas mengerti dari kita poenja keterangan diatas ini, bagai- mana mesti dipikir datangnja énak dan tiada énak, iaitoe boe- kan sebab Allah seperti compagnon berkongsi, main telepon sarna B.P.M. dan Socony, dan boekan oloah hatinja orang jang poenja parit boeat kasih naik-toeroen harga bensin, tetapi mémangnja kemaoean orang sendiri. Boleh djoega ambil misal dari boeah—djingkol, dikata énak oleh orang jang dojan, dan tiada-énak oleh lain manoesia, tetapi dzatnja djingkol sendiri wadjib bagoesnja, moelai dari kembang sampai djadi boeah, tetap djingkol, tiada berobah djadi anak-tikoes, hanjalah kaloe kita garas kebanjakan sampai loepa claratan, biarpoen didahar oleh oelama-Islam atafi Kristen atafipoen oleh kafir, nistjaja. dinamai djelik, boekan dzatnja sendiri jang djelik, tetapi ber- adoenja sama lain dzat, bikin sakit m0entah—oeger alias kedjing- kolan, dan lantas terbit baoe jang dikata énak atafi tiada-énak menoeroet kesoekaan hidoeng dari masing-masing orang. De- mikian poela oepamanja kaloe manoesia mendjadi Moslim atafi Moémin, Jahoedi, Kristen, Brahmana, Kafir, Fasik, Moertad, Radja, Lid-Volksraad, Maling, Bégal, Pemadatan, Koeminis dan sebagainja, iaitoe perbédaém antara bagoes dan djelik, maka moestahil tiap—tiap jang demikian itoe didjadikan oleh Allah, karana jang didjadikan dzatnja iaitoe diri-manoesia jang sebenarnja diri, dengan thabéat gerak seperti geraknja pantja-indria, akal, kemaoean, berhoeboeng dengan gerak di- loear dirinja dari lain dzat, itoelah jang mendapat maana baik dan djahat, tetapi dzat manoesia dan dzat lain machloek dengan geraknja sendiri, tetap W a d j ib baiknja dan bagoesnja, moes- tahil djeliknja dan moestahil haroes baiknja dan djahatnja, biarpoen moestahil semporna sebagaidzat-Allah, tetapi wadjib semporna tjara hadis, [karana segala maana bagi dzat-Allah wadjib b édanja dengan segala maana bagi lain dzat].

Lebih njata dari misal-misal itoe, tiadalah kita sang-goep terangkan, hanjalah bergantoeng pada akalnja dan kemaoean-