_3g__.

pintar mémang radjin menggoenakan pikiran akalnja, nistjaja dia lebih gampang pahamkan ilmoe-ilmoe jang dalam-dalam jang dikandoeng oleh agama tentang kemanoesian dan tentang Ketoehanan, maka lebih gampang lagi dia bersihkan dirinja dari pada kekotoran, maka djadilah kehidoepannja boekan sadja banjak goena akan perdjalanan manoesia didalam doenia, tetapi djoega tiada moestahil akan bergoena apabila bertoekar lain matjam kehidoepan.

Dan apakah sebabnja, kita berani pastikan bagitoe? Tiada lain, karana apabila dia soedah dapat ilmoe agama jang tinggi- tinggi, nistjaja dia djadi sedar bagaimana. sempitnja dia poenja akal dan bagaimana ketjil deradjatnja manoesia.

Dari sebab itoe, biar bagaimana pintar manoesia didalam pengetahoean—doenia, tiada oesah maloe akan bergantoeng pada agama, apapoela kaloe agama itoe mémang asal dipégang oleh ninik-mojang sendiri.

Maka berbédaéin sekali bagi orang, jang tiada sekali atafx koerang beladjar didalam pengetahoean ilmoe-doenia, soedah tentoe tiada gampang akan paham i1m0e—agama jang tinggi- tinggi, apapoela kaloe dari moelai anak-anak, djarang dapat goeroe jang soeka goenakan dan pakai akalnja, dan diadjar tiada boleh pikir-mempikir, karana mémang kebanjakan orang beragama poenja sangka, bahoea kepintaran-doenia tiada boleh dipeladjari, takoet djadi salah kepertjajaéin, padahal sebagai- mana kita soedah timbang tadi, adalah pemandangan jang bagitoe roepa, kliroe sekali.

Maka tiadalah héran kaloe kita dengan soesah—pajah akan pandjat ilmoe-agama jang tinggi, sebab kaloe kita poenja goeroe-agama kentjing berdiri, soedah tentoe kita kentjing berlari. Dan kaloe kita poenja goeroe larang kita berpikir, nistjaja kita beladjar s angka. Maka apabila soedah djadi kebiasaéin akan sangka-menjangka nistjaja segala gila-gila kita djadi pertjaja, dan apabila kita soeka pertjaja tiada dengan pikir, nistjaja kita poenja akal djadi karatan dan kotor. Apabila akal kotor, nistjaja soemangat toeroet djadi kotor, t i a d a k e 11 a 1 W a t a s, maka djadilah kita membabi-boeta, djadilah kita moerid-moerid jang banjak bersama goeroenja sama djoega héwan babi, segala kotoran kita makan, sebab kita sangka itoelah bersih. Kaloe soedah bagini, lantas kita sangka jang kita poenja goeroe sendiri jang ada poenja swarga, dan kaloe kita poenja goeroe kata: segala kafir nanti di- limpar didalam naraka k e k a 1 selama-lamanja Z 0 n d e r d i p r i k s a 1 a g i; maka kitapoen toeroet goeroe tertawa gelak-gelak, karana soeka lain orang bakal dapat siksaén dan kita sendiri bakal dapat kesenangan, padahal kaloe kita pikir sadja djaoeh sedikit, lantas kita djadi terkedjoet, karana siapa djoega jang soeka melihat soesahnja lain orang, itoelah boekan bersih dan Wangi namanja, tetapi keliwat boesoek. Dan