_g4.._

Kita tiada perloe mempoedji bangsa Arab poenja agama, iaitoe soeatoe bangsa jang lain bahasanja, lain adat kebiasaan dan kehidoepannja, dan kitapoen tiada mengandjoeri pada bangsa sendiri akan toeroet boeta—t.oeli segala peréntah dan Iarangan jang katanja berdasar pada agama, tetapi tiada moe- fakat dengan kita poenja sopan-santoen, jang kita pandang lebih bagoes clan lebih pantas boeat bangsa kita. Dan kaloe kita andainja ada kemampoean mendjadi Nabi, nistjaja dengan sekedjap mata kita moelai bikin perobahan atoerannja hak melanggar hak, jang lebih moefakat dengan kehidoepan dan pergaoelan kita ditanah sendiri. Demikianlah kita djadi ingat bagaimanasekarang negeri Toerki diatoer oleh Alghazi Moes- thafa-Kemal-Pasja, hingga menggemparkan antiro doenia— Islam, dan djoega bagaimana madjoenja tanah Mekkah dibawah Sri Baginda Soeltan Ibnoe Saiied, jang peréntah negerinja me- noeroet azas Islam, menoentoet kesenangan doenia-achirat, boekan soeroh melimpar doenia.

Apakah sebabnja kita perloe dengan perobahan? Boekan sebab berbédaan adat kebiasaan disini dan ditanah Arab sadja, tetapi oleh karana qoran sendiri, jang terhimpoen djadi satoe, asalnja sedikit-sedikit terbit ajat-ajatnja semantara 23 tahoen lamanja, clan didalam Waktoe itoe sadja, soedah ada beberapa atoeran jang berlawanan satoe sama lain, iaitoe atoeran jang lebih dahoeloe dipandang tiada boleh dipakai, karana ajat jang datang belakangan berlawanan dengan itoe, maka bagaimana- kah sekarang soedah liwat seriboe tahoen misih maoe dipé- gang antironj a? Kita jakin kaloe andainja sekarang Nabi Mohammad hidoep kombali, nistjaja keloearlah ajat-ajat model baroe jang lebih moefakat didalam zamman ini. Dan maskipoen Islam poenja tjara ibadat pada Allah, kita tiada bantah bagoesnja, barangkali kita minta dibikin ringan sedikit, karana sekarang pentjarian boeat isi peroet tiada gampang seperti dahoeloe. Akan tetapi jang perloe di-obah, ialah atoe- ran didalam hoeroesan kehidoepan dan pergaoelan manoesia beramai-ramai, karana oelama Islam, jang soedah tahoe perobahan zamman, tiada selamanja ada kemampoean akan loeaskan atoeran Islam sebagai menarik karet, hingga bikin hilang sabarnja dictaltor dinegeri Toerki, jang takoet kaloe tanahnja dite1an.b0elat—boelat oleh negeri Kristen, seperti soedah kedjadian dahoeloe jang sebaliknja, negeri Kristen di- rampas oleh Islam. 7

Bagitoelah kita ditanah Djawa, tentoe berasa maloe, tiada mampoe berdirikan agama sendiri, maka tiada héran kaloe andainja kita djadi sakit hati dan limpar sadja ‘segala agama jang datang dari loear, tiada perdoeli datangnja dari Hindoestan atafi Arab, karana lebih énak kaloe lain bangsa toendoek pada agama disini, nistjaja saban tahoen kita sendiri boleh bikin pasar-doenia, bikin lakoe kita poenja oesaha dari fabriek-