.__.42__.
toeroenkan ajat didalam soerah XVII Bani-Israil, ajat 92 hingga 98, dan soerah XIII ajat 8, dan soerah XXI ajat 1 hingga 6, bagitoelah akoe peréntah nabi Mohammad mesti mendjawab pada Aboe-Djahal dan orang-orang ditanah Mekkah jang minta lihat moe’djizatnja.—” Bagitoelah Allah akan moerka dan se- salkan toean didalam achérat, maka apakah djawab toean nanti ?
Maka sajapoen diam sedjoeroes dan ta’djoeb iaitoe getoen, bagaimana kawan saja itoe kena pengaroehnja goeroe-goeroe agama, jang pengertiannja koeno, dan oleh karana jakin di- dalam hati akan toeloes dan tjinta-kasihnja pada saja, tiadalah saja, maoe keloearkan perkataan jang soedah ada dioedjoeng lidah, maka kata saja, banjak terima kasih, kaloe ada lagi nasihat didalam kalboe toean, katakanlah sekarang, maka katanja, ada lagi saja maoe tanja karana toean sekarang soedah makan pensioen, dan toeroet pemandangan saja, tjoekoeplah sjarat bagi toean akan pergi ke-Mekkah bikin Hadj, karana saja ini soedah doea kali naik ketanah Mekkah beloem poeas rasanja hati, kepingin berlajar lagi, soepaja matilah saja di- negeri jang soetji, diharamkan api naraka melanggar badan saJa.
Demikianlah kira-kira soeara nasihat kawan saja itoe sembari dia menangis, maka sajapoen toeroet sedih, karana terkenang iboe-bapa sendiri itoepoen hidoepnja beloem indjak tanah Mekkah, maka teringatlah tetkala boenda pertahankan ajahanda. dari niat hatinja akan masokkan saja kesekola Blanda dari oemoer saja 51/2 tahoen, ditoenggoehnja 21/2 tahoen lama- nja dan beladjarlah saja pada ajahanda sendiri membatja qoréin dan kitab-kitab agama dan beladjar membatja dan me- noelis hoeroef Arab dan Latijn, sehari-hari toeroet sembahjang lima waktoe dan toeroet poeasa didalam boelan ram’dlan, moelai tiada makan setengah-hari 'dan perlahan-lahan sampai koeat lapar satoe hari tiada masok seketés aér, sehingga tetkala soedahlah saja oemoer 8 tahoen baroelah masok disekola si- kafir dan mondok lagi diroemah si-kafir, siang malam tjampoer dengan anak-anak kafir, akan tetapi héran seriboe héran be- loem pernah, ada 1 seconde seoemoer hidoep, timboel kepingin akan mendjadi Kristen atafi pégang agama Boedha, biarpoen sampai sekarang saja misih tetap bertjampoer gaoel sama bangsa Tionghoa dan Europa dan bangsa apa djoega, mengam- bil tjonto dari ajah sendiri, jang biarpoen soeka dengan pe- ngadjian agama Islam, ‘tiada loepoet bergaoelan main sabak dengan kawannja Tionghoa dan main kartoe whist dan se1i- koeran dengan kawannja Blanda, dan beloem pernah menje- boet dihadapan saja tentang kafirnja lain agama, maskipoen didalam boelan poeasa tiap-tiap malam koempoelkan orang moslimin, penghoeloe, hadji dan goeroe akan sembahjang tar- wih dan batja qoran ditempat kewadanannja selagi pégang
djabatan Goebermén.
,.._.