——139—

akan tetapi sesoedahnja Wafat, tiada Woeroeng timboel segala kepertjajaan jang membangsakan djiwanja dengan roeh-Allah, dan timboel segala. tjerita tentaiig moédjizat Nabi itoe, jang membikin senjoem pada orang jang berakal, padahal didalam qoran tiada sekali terdapat moédjizatnja, ketjoeali tentang semporna bagoesnja kata-kata jang dipilihnja akan menoen- djoekkan firman Allah, didalam bahasa Arab, diboenjikan di- dalam qoran, tiada seorangpoen dapat mengatoer kata-kata sematjam itoe pada zammannja, inilah bagi alim-pikir lebih tinggi dari moédjizat petjahkan rernboelan, atafi bikin hidoep orang mati, karana matjam moédjizat bagini hanja bagoes di- koeping kaldai dan kerbaw, padahal m 0 e s t a h il didapat oleh machloek, sebab kaloe benar, nistjaja Nabi sanggoep telan boemi dan mampoe linjapkan thabéat.

Demikianlah soedah saja kata bahoea Islam kemasokan ilmoe dari loear, itoepoen ada djoega jang boekan aseli, tetapi ilmoe tetiron atali tiroe meniroe, oepama ilmoe goefi, jang di- timboelkan oleh alim bangsa Adjam, Aboe-Said-ibn—abi-’1-Chair, kira-kira 200 tahoen sesoedahnja Nabi Wafat, laloe berdirilah seboeah chanakah iaitoe klooster di-Chorasan, sehingga timboel ilmoe-tasawwoef tjat m e r a h, k 0 e n i n g, h i d j 0, meme- roet énaknja pemandangan moerid-moerid, maskipoen kepa- drian sematjam itoe soedah dilarang oleh Nabi, njata-njata de- ngan kata-kata: ,,la roehbanijjate fil Islam”. Maka kaoem goefi itoelah ‘teroetama jang membikin roesak maana h0edoes- oel-alam djadi setengah qidam, setengah baqa, demikian poela dzat-Wadjib-alwoedjoed djadi setengah Wadjib, setengah ha- roes, laloe diadoek dikawa djadi k eb o e l i. Tentoe sadja t a W hid djadi terlimpar kebelakang, sebab keboeli lebih énak kaloe disoegoehi sama lobak-menta, karana tawhid mémang koerang ledzat, terkadang mandeg njangkoet ditenggorokan kaloe jang makan giginja palsoe atafi ompong. Inilah sebabnja ilmoe keboeli tersiar koeliling doenia-Islam sampai seka- rang ini, tentoe sadja soedah berobah-obah matjamnja. Dan tingkat peladjarannjapoen sama djoega moelai dari ,,sja- riat”, tetapi kaloe soedah naik ,,tariqat”, baroelah dikasih ma- kan keboeli, sebeloemnja naik, hanjalah dapat boedin alias sing- kong reboes atafi tapainja. Silakan pembatja saksikan sendiri, karana ditanah Indonesia ilmoe ini misih dipakai, boleh dapat kitabnja atoeran masak keboeli boeatan Aboe-Said itoe poenja moerid bernama A1-Bestami atafi Al-Djonaid-Baghdadi, jang asalnja ilmoe goefi terpetjah-petjah semangkin banjak matjam- nja, bolehlah tjoba sadja mana jang lebih ledzat dan énak.

Pembatja Moslimin jang alim-pikir tentoelah soedah sedar jang saja poenja ketrangan tiada djoega sama dengan M0éta- zilah, dan béda poela dengan Moetakallimin, jang sebentar- bentar miring kekanan dan kekiri sama djoega perahoe lim- boeng, akan tetapi djoega berlawanan dengan filsafah Hindoe