._31_
hatan jang telah laloe, sehingga didalam tidoer terkadang ingatan itoe timboel sendirinja, inilah kita tentoe beloem poeas dengan djawaban bagitoe. Karana ingat melihat atafi melihat dengan ingatan zonder melék mata, mémang benar boleh djadi, akan tetapi didalam mimpi boekan kita ingat penglihatan jang telah laloe, hanjalah kita poenja mata ,,berasa melék dan Ineli- hat” setjara boekan didalam tidoer. Apabila kita bangoen dari tidoer, baroelah kita ingat apa jang kita lihat didalam tidoer. Njatalah didalam mimpi boekan kita ingat melihat, tetapi ,,mémangnja melihat dan dengar.” Disini njatalah subject bekerdja dengan tiada object, dan inilah sebabnja kita semang- kin tiada Inengerti akan diri sendiri. Dan kaloe oepamanja maoe djoega mengerti akan diri sendiri, nistjaja kita mesti ambil poetoesan bahoea diri boekan sadja subject, tetapi djoega object, sehingga subject dan object mendjadi satoe, maka kita djadi semangkin héran, apakah sebabnja satoe djadi sama dengan doea, padahal menoeroet kita poenja pikiran bahoea satoe boekan doea, dan doea boekan satoe.
Dan apabila pikir, jang kita tiada dapat menentoekan manatah kita poenja diri, jang sebenarnja diri, karana kita sebagai subject tiada marnpoe kerdja dengan berhasil kaloe ketiada'a‘.n object, maka kita sangka jang kita rnampoe menen- toekan apa-apa, apabila soedah ada objectnja, iaitoe kita sang- ka soedah tahoe benar-benar, soedah mengerti tentang sesoea- toe jang kita dapat pandang dengan pantja-indria; inilah per- sangkaéin jang kliroe sekali.
Kaloe kita kata sadja, tahoe dan mengerti djoega bagai- mana kita ,,ambil goena” dari benda—benda jang kita hadapkan, inilah tiada salahnja.
Sembarang orang boleh ambil goena bagi makanannja akan keoentoengan dan keséhatan dirinja, maskipoen terkadang boleh kliroe; tetapi apakah dia mengerti nasi, lalap dan sambal jang masok didalam moeloetnja, inilah tiada. Dia tahoe sadja b é d a n j a dan s a m a n j a diantara soeatoe dan Iainnja dan tahoe g 0 e n a n j a menoeroet pendapatan jang telah laloe, dia tahoe bédanja diantara laki-laki dan perampoean, antara toea dan moeda, antara terang dan gelap, tetapi 2.13 a itoe semoea dia tiada tahoe, maskipoen berapa tinggi djoega il- moenja. Apakah sebabnja binatang; jang baroe keloear dari peroet, lantas mentjari soesoe biangnja? 'Pertanja.‘a'.n bagitoe boleh didjawab dengan pandjang lébar, akaI_1 tetapi penghabi- sannja mesti mandeg dengan perkataéin tiada mengerti.
Kaloe kita tilik tentang benda‘ jang kasar oepamanja boemi, jang terpoetar, apakah sebabnja kita lihat semata-mata, mata- hari jang keloear dari Wétan dan toeroen dikoelon, sehingga kita sangka jang rnatahari berpoetar sekoeliling boemi 24 djam lamanja. Kaloe bagitoe barangkali kaloe kita lihat berpoetar boleh djadi sebenarnja diam dan kaloe lihat diam boleh djadi