._19_

Bagitoelah beloem ada manoesia jang boleh menentoekzm apakah lapangan jang selébar alam ini berisi penoeh atafi ada jang kosong dan ada jang berisi.

Soepaja lebih gampang kita pikirkan tentang alam, baiklah kita andaikan sadja bahoea A 1 a In - D j a g a t seantironja tiada kosong sedikitpoen, akan tetapi p e n 0 e h b e 1 a k 3. dengan roepa-roepa dzat dan benda kasar dan haloes, sehingga maskipoen toeroet pandangan mata ada lapang jang kosong, toch boekannja kosong, tetapi berisi dengan dzat jang tiada

kelihatan. Oleh karana itoe, kaloe kita kata alam, dimaksoedkan

satoe dzat sadja jang amat besar dan loeas berisi oedara dan lain benda—benda jang haloes dan kasar: oepama boemi, matahari, remboelan dan segala bintang—bintang, awan dan segala apa sadja jang ada didalam goebengan atafi keloengan langit. Maskipoen, andai kata, langit ada toedjoh lapis atafi delapan atafi seriboe lapis sekalipoen jang kita tiada bisa lihat, ‘Loch itoe semoea kita namai alam, sehingga kaloe andainja ada langit jang penghabisan, inilah Watasnja. Soedah tentoe apa djoega jang ada diboemi seperti manoesia, héwan didarat dam dilaoet terhitoeng alam djoega.

Dan kaloe sekarang kita soedah berani membikin watas

pada langit jang penghabisan, boekanlah karana kita mesti kira jang alam ada Watasnja. Jang sebenarnja kita tiada tahoe apakah alam ada Watasnja atali tiada, akan tetapi dari sebab kita poenja pantja-indria soedah biasa sehari—hari me- mandang benda dan barang ada watasnja, Inaka lebih gampang kaloe kita bajang-bajangkan alam ada Watasnja atafi ada ping- girnja.

Djoega tiada salah kaloe kita maofi andaikan alam pesagi ampat atafi pesagi delapan, tetapi lebih \ ?.ak, kaloe kita bajang‘- bajangkan alam sebagai dzat jang b 0 elat, seperti satoc bola jang amat besar. Dan dari sebab perkatafém besar itoe soesah diandaikan, baiklah kita ambil tjonto jang boleh masok didalam pemandangan mata sadja, maka tiada ada lain tjonto jang lebih bagoes dari pada remboelan-poernama, ia- itoe pada Waktoenja boendar betoel, kira tanggal 14-15-16 boelan kita, atafi boelan Tionghoa. Maka apa jang kita lihat pada koelit remboelan itoe, kita andaikan koelitnja alam, ialah Iangit jang penghabisan; dan kita andaikan lagi isinja remboe- lan jang tiada kelihatan, itoelah sebagai isinja alam oepama segala bintang, matahari, boemi, remboelan dan lapang, karana kaloe sekarang kita lagi memandang remboelan-poernama, kita andaikan memandang alam dari loear alam.

Dan kaloe kita soedah andaikan bagitoe, baroelah kita

maoe priksa dan timbang sendiri, apakah manoesia poenja pendapatan, jang satoe sama lain berbéda-bédaém tentang keadaém alarn, boleh moefakat dengan kita poenja aka].